LOGINRoselline, seorang penulis novel, tiba-tiba terbangun di dalam dunia yang ia ciptakan sendiri. Sistem memberinya waktu paling lambat 1000 hari untuk mengubah akhir cerita. Satu-satunya cara yang terpikirkan olehnya agar berhasil yakni harus membunuh Grand Duke Azrael, villain utama yang kelak mengakhiri hidup sang protagonis. Namun, rencana itu berantakan sejak hari pertama. Roselline justru menikah dengan seorang pengawal misterius bernama Zal Freyan. Pria yang selalu melindunginya, memanjakannya, dan perlahan menguasai setiap sudut hatinya. Ia tidak pernah menyangka bahwa di balik senyum lembut dan tatapan penuh kasih itu, Zal menyimpan identitas yang mampu mengguncang seluruh misinya. Zal adalah Grand Duke Azrael Von Drachenfeld. Pria yang setiap malam memeluknya sebagai suami ... adalah villain yang harus ia bunuh. Kini, hitungan menuju hari ke-1000 terus berjalan. Jika Roselline gagal membunuh Azrael, ia akan dinyatakan meninggal di dunia nyata. Namun jika ia berhasil ... Ia harus menusukkan pedang ke dada pria yang telah mencintainya lebih dalam daripada siapa pun. Akankah Roselline menyelamatkan sang protagonis ... atau justru menulis ulang takdir sang villain?
View More“Nona melarikan diri lagi!”
Teriakan itu menggema di antara pepohonan. Roselline sama sekali tidak berniat berhenti. Ia mengangkat rok panjangnya sedikit dan terus berlari menembus hutan berkabut. Dahan-dahan rendah beberapa kali menyambar rambutnya, sementara akar-akar pohon yang menjalar di tanah membuat langkahnya semakin sulit. ‘Cepat …’ Ia tidak tahu ke mana harus pergi. Yang dipikirkannya saat ini hanyalah ‘ia harus keluar dari tempat ini’. Sudah tujuh hari sejak Roselline membuka mata di dunia yang seharusnya hanya hidup di dalam kepalanya. Tujuh hari pula ia berpura-pura kehilangan ingatan. Bukan karena itu rencana cerdas. Ia hanya tidak tahu harus menjelaskan apa kepada orang-orang yang mengaku sebagai anggota ‘Ordo Callen’. Ia tidak mengenal mereka. Ia tidak mengenal tempat ini. Bahkan tubuh yang sekarang digunakannya memiliki nama yang sama dengannya—Roselline Callen. Masalahnya, karakter bernama Roselline Callen tidak pernah ia tulis. Sama sekali. “Kenapa harus ada karakter yang bahkan tidak pernah kubuat?” Napasnya memburu. Ia berlari entah sudah berapa kilo meter. Di depan sana, tampak pilar batu besar yang menjadi gerbang menuju Eklave Callen, tempat pelatihan khusus Ordo Callen. ‘Tidak boleh sampai tertangkap.’ Roselline mempercepat langkah. Namun— “Ah!” Kakinya tersandung akar pohon. Tubuhnya terhuyung sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Rasa sakit menusuk pergelangan kaki kanannya. “Sial!” Ia menggertakkan gigi, merangkak menjauh dari jalur utama, lalu bersembunyi di balik akar pohon raksasa. Suara langkah para pengejar semakin dekat. Roselline menahan napas. Setelah memastikan mereka melewatinya, ia menunduk memeriksa pergelangan kakinya. Sedikit kemerahan dan sakit. Ya. Kakinya terkilir. “Hebat.” Ia bersandar pada batang pohon. Menatap langit yang bahkan masih susah untuk dilihat karena hutan yang lebat. “Sekarang aku bahkan tidak bisa kabur,” resah Roselline. Sebuah cahaya merah tiba-tiba muncul di hadapannya. Roselline tersentak. Hologram transparan melayang tepat di depan wajahnya. [ ANALISIS KONDISI SELESAI ] [ IDENTITAS PENGGUNA: ROSELLINE CALLEN ] [ USIA: 17 TAHUN ] [ STATUS: KARAKTER TIDAK TERDETEKSI DALAM DUNIA NOVEL ] Roselline menatap layar itu lama. Kemudian mengusap wajahnya. “Jadi aku benar-benar masuk ke dalam novelku sendiri sebagai karakter yang 'tidak terdeteksi'?" Tujuh hari terakhir akhirnya memiliki jawaban. Orang-orang menyebut wilayah ini Oakheven. Salah satu wilayah paling barat Kekaisaran Draconia. Tempat yang dalam novelnya hanya muncul beberapa kali. Dan yang paling membuatnya yakin ... Oakheven adalah lokasi terjadinya Petaka Pertama Evelyn Celestia sang Protagonis Cerita. Roselline menghela napas. Ia menatap lurus sistem yang masih berkedip di depannya. “Kalau begitu, apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?” Layar berubah. [ PENGGUNA SIAP MENERIMA MISI UTAMA? ] “Tidak.” [ DITERIMA. ] Roselline berkedip. “Aku belum bilang iya.” [ MISI UTAMA AKAN DIMULAI. ] “System.” [ YA, PENGGUNA? ] “Aku benci kau.” [ PERNYATAAN DICATAT. ] Roselline menatap layar dengan tatapan datar. “Menyebalkan.” Layar berubah menjadi biru. Kali ini hanya beberapa baris kata yang muncul. [ MISI UTAMA ] [ SELAMATKAN PROTAGONIS DARI 13 PETAKA ] Roselline terdiam. Sepertinya sistem ini benar-benar serius. Lalu angka berikutnya muncul. [ BATAS WAKTU: 1.000 HARI ] “Seribu hari?” Kening Rosaline berkerut heran. Setidaknya itu lebih panjang daripada yang ia bayangkan. Namun baris berikutnya membuat ekspresinya berubah. [ TARGET AKHIR: AZRAEL VON DRACHENFELD ] [ STATUS: ANTAGONIS UTAMA ] [ TINGKAT BAHAYA: LEVEL BENCANA ] [ TUGAS AKHIR: BUNUH AZRAEL VON DRACHENFELD SEBELUM DIA MEMBUNUH PEMERAN UTAMA ] Roselline menelan ludah. “Azrael ....” Nama itu membuat tengkuknya meremang. Grand Duke Drachenfeld atau Sang Naga. Pria yang dalam novel tulisannya menjadi sumber kehancuran Evelyn Celestia. Kalau ia ingin menyelesaikan misi ini, ia harus menyelamatkan Evelyn. Dan pada akhirnya membunuh Azrael. Roselline menatap tangannya sendiri. “Aku bahkan belum tahu bagaimana caranya bertahan hidup di sini.” Ia memaksa berdiri. Sakit menjalar dari pergelangan kakinya. Namun ia tetap berjalan. Ia harus keluar dari Oakheven terlebih dahulu. Baru beberapa langkah— [ PERINGATAN ] [ PENGGUNA TIDAK DAPAT MENINGGALKAN WILAYAH OAKHEVEN TANPA IDENTITAS SAH ] Roselline berhenti. “Identitas sah?” [ BENAR. ] “Aku bisa menyamar.” [ GAGAL. ] “Memalsukan dokumen?” [ GAGAL. ] “Menyelinap?” [ PROBABILITAS KESELAMATAN: 3,7% ] Roselline memejamkan mata. Sepertinya ia benar-benar terjebak dalam tempat yang aneh. “Lalu aku harus bagaimana?” Hening beberapa detik. Kemudian sebuah kalimat muncul. [ SARAN: PERNIKAHAN ] Roselline membelalakkan mata. “Apa?” [ STATUS PERNIKAHAN DAPAT MEMBERIKAN IDENTITAS SAH KEPADA PENGGUNA. ] Roselline menatap layar tanpa berkedip. “Jangan bercanda.” Ah, tolong. Ia di dunia nyata hanyalah seorang penulis berusia 23 tahun yang bahkan tak pernah pergi berkencan. Tiba-tiba harus menghadapi pernikahan. Ini konyol! [ CALON PASANGAN TERSEDIA. ] Sebuah nama muncul. [ ZAL FREYAN ] Roselline mengernyit. Zal Freyan? Nama itu tidak pernah ada dalam novelnya. “Siapa dia?” tanya Roselline. [ ZAL FREYAN TELAH MENGAJUKAN PERNIKAHAN KEPADA PEMILIK TUBUH INI SEBELUM PERUBAHAN KESADARAN. ] Roselline terdiam. Jadi pria itu memang pernah melamar Roselline yang asli? “Kalau aku menikah dengannya, aku bisa keluar dari Oakheven?” [ BENAR. ] “Dan mendapatkan identitas sah?” [ BENAR. ] Roselline menghela napas panjang. Satu-satunya jalan keluar ternyata adalah menikah dengan pria yang bahkan tidak dikenalnya. “Baik.” [ KEPUTUSAN DITERIMA. ] Roselline baru hendak melangkah ketika— “Kau memang suka membuat orang mencarimu, ya?” Suara seorang pemuda terdengar dari belakang. Roselline membeku. Suara itu begitu dekat. Ia menoleh perlahan. Seorang pemuda berdiri di antara pepohonan. Rambut hitamnya sedikit berantakan, seolah baru saja melewati hutan. Pakaiannya sederhana, jauh dari kesan bangsawan, tetapi sama sekali tidak mampu menyembunyikan tubuhnya yang tinggi dan gagah. Senyumnya tipis. Ada tawa kecil di balik suaranya. “Sudah kubilang, jangan berusaha kabur sendirian.” Roselline menatapnya. Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat. Astaga ... Pemuda itu terlalu tampan. Tatapan tajam, garis wajah tegas, dan senyum malas yang entah kenapa membuat wajah Roselline terasa panas. “K-kau... siapa?” Pemuda itu mengangkat alis. “Serius?” Ia terkekeh pelan. “Baru tujuh hari dan kau sudah melupakanku?” Roselline langsung salah tingkah. Tujuh hari? Berarti dia memang mengenal Roselline yang asli. Pemuda itu melangkah mendekat. Namun senyumnya perlahan menghilang ketika melihat cara Roselline berdiri. Tatapannya turun ke pergelangan kaki gadis itu. “Kakimu ...." Roselline refleks menutupinya dengan rok panjang miliknya. “Tidak apa-apa.” “Tidak apa-apa?” Nada suara pemuda itu berubah. Ia berlutut di hadapan Roselline dan memeriksa pergelangan kakinya tanpa banyak bicara. Wajahnya semakin gelap. “Siapa yang menyuruhmu berlari dengan kaki seperti ini?” Roselline terdiam. Jujur saja dia merasa sedikit takut dengan pemuda yang mengerutkan alisnya itu. “Bukan siapa-siapa.” Pemuda itu mendongak. Tatapannya semakin tajam. “Rosie.” Satu panggilan sederhana. Namun entah kenapa dada Roselline terasa sesak. Ada getaran yang tak dapat ia jelaskan saat nama itu meluncur begitu saja. Pemuda itu berdiri. “Sudah berapa kali kubilang tunggu aku?” “Aku ...." “Kau ingin keluar dari sini, kan?” Roselline mengangguk pelan. Pemuda itu menghela napas berat. “Aku akan membawamu keluar," ujarnya. Pemuda itu membungkuk. Sebelum Roselline sempat memahami apa yang terjadi, satu lengannya menyelip di bawah lututnya dan lengan lainnya menopang punggungnya. Tubuh Roselline terangkat. “Ah!” “Diam.” Wajah Roselline langsung merah. Jantungnya semakin tak karuan. Wajah tampan ini begitu dekat. Belum lagi otot-otot keras yang dapat ia rasakan sekarang. “T-turunkan aku!” “Tidak.” “Kau siapa sebenarnya?!” Pemuda itu menatapnya sekilas. Kemudian tersenyum kecil. “Zal.” Jantung Roselline seakan berhenti. Nama yang baru saja muncul di layar sistem. Pria yang akan menjadi suaminya. Zal membawa Roselline melewati hutan dengan langkah tenang. “Kau sudah bilang ingin keluar dari Oakheven, bukan?” “Iya ...” “Kalau begitu berhenti melarikan diri.” Roselline mengerutkan kening. “Lalu bagaimana aku bisa keluar?” Zal menatap lurus ke depan. “Menikah denganku.” Roselline membeku. “Apa?” Pemuda itu terkekeh pelan melihat wajah kebingungan Roselline. “Bukankah kau sendiri yang bilang ingin segera keluar dari sini?” Roselline tidak mampu menjawab. Sementara di balik tatapan santainya, mata Zal menyimpan sesuatu yang tidak dapat dipahami olehnya. Sesuatu yang terasa seperti lega. Seolah-olah ... setelah kehilangan seseorang untuk waktu yang sangat lama, akhirnya ia mendapat kesempatan untuk memeluknya kembali. Ketika mereka tiba di Eklave Callen, orang-orang Ordo Callen langsung berhamburan menyambut. “Nona!” “Syukurlah!” “Tuan Zal, kami pikir—” Zal tidak memperhatikan mereka. Ia masih menggendong Roselline. “Siapkan semuanya.” Semua orang terdiam. Mereka saling menoleh. “T-tapi … Grand Master belum ada-” Zal menatap Roselline. “Siapkan saja. Aku yang akan menjelaskan pada Ayah Rosie.”Suasana malam di Lembah Val-Eldoria terasa sangat dingin. Angin malam yang berembus dari arah perbukitan es membawa hawa menggigit yang menusuk kulit. Namun, di dalam salah satu tenda medis yang agak terpencil, suasana justru terasa hangat oleh cahaya lentera yang redup. Roselline sedang duduk bersila di depan sebuah meja kayu kecil. Di atas meja itu, terdapat sebotol cairan bening yang memancarkan pendar kebiruan yang sangat tipis. Dengan sangat hati-hati, Roselline meneteskan sari dari jamur Nero-Glacis yang tadi sore ia petik di tepi hutan. Di balik sudut pandangnya, layar transparan berwarna biru dari Sistem terus mengapung, memberikan petunjuk langkah demi langkah.Ting! [ PROSES EKSTRAKSI SELESAI ] [ TAKARAN: DOSIS RINGAN (MENGATUR SARAF SPIRITUAL TANPA MERUSAK TUBUH) ] Roselline tersenyum lebar. Matanya berbinar riang saat melihat botol kecil di tangannya. "Sempurna!" bisik Roselline pada dirinya sendiri. Di dalam pikirannya, Roselline sudah membayangkan hasil yang sanga
Hallo Readers ... Adakah yang membaca sampai sejauh ini? Jika ada, MinR (Sebutan Author VR) ingin menawarkan sesuatu pada kalian. MinR ingin merevisi beberapa konflik cerita agar lebih menegangkan lagi terutama fokus romansa karena ini Novel Fantasi Romansa. Berdasarkan draft awal MinR untuk cerita ini ada beberapa hal yang ingin Mimin ubah: 1. Pembukaan -> Bab 1 saat ini bagus, namun melihat performa buku ini selama 30 hari terakhir, hasil analisis menunjukkan 3 bab awal Mimin 'Sangat Kurang'. Untuk itu, Mimin akan merevisi ulang adegan agar menampilkan adegan yang kemungkinan 'Lebih Menarik'. 2. Konflik Pemeran Utama -> Ini kesalahan MinR sendiri karena tidak pernah ada penjelasan perihal 'Petaka' untuk Pemeran Utama (Evelyn Celestia) yang mana jumlahnya ada '13 Petaka'. Selain itu, Pertunangan Evelyn sebenarnya awal mula MinR gandeng kan dengan 'Grand Duke Azrael'. Namun pada saat menulis, Mimin tiba-tiba kepikiran untuk merubah pertunangan itu menjadi 'Pangeran Cedric' k
"Suatu kehormatan melihat Anda di sini, Sepupu," tegur Cedric seraya mengangguk sopan, menjaga etika kebangsawanan meski nada suaranya mengeras tipis. "Saya tidak menyangka Grand Duke Azrael Drachenfeld memiliki waktu luang untuk mengunjungi wilayah bencana sepi seperti Val-Eldoria." Azrael meletakkan satu tangannya di gagang pedang di pinggangnya. Iris mata kekuningan nya menatap dingin ke arah Cedric. "Tugas militer dan keamanan kekaisaran berada di bawah pengawasan saya, Yang Mulia Putra Mahkota," sahut Azrael dengan suara berat yang menggema, menggunakan panggilan formal Kekaisaran kepada sepupunya. "Melindungi wilayah perbatasan dari serangan tersembunyi adalah kewajiban Faksi Barat." Kata 'serangan tersembunyi' diucapkan Azrael dengan penekanan yang teramat dalam. Pandangan sang Naga sempat melirik tajam ke arah Roselline sebelum kembali menatap Cedric. Di balik punggung Cedric, Evelyn yang berdiri agak jauh ketakutan setengah mati. 'Atmosfer di antara sepupu ini benar-b
Roselline refleks menyembunyikan tangannya yang memegang bungkusan sapu tangan ke balik lipatan gaun indahnya. Ia memasang senyum paling manis dan paling polos yang bisa ia tampilkan di wajah Evelyn. "A-Ah ... Yang Mulia Grand Duke!" sahut Roselline dengan nada suara yang sengaja dibuat agak panik namun diusahakan tetap tenang. "Kami hanya ... sedang menikmati udara segar sore hari setelah menyembuhkan warga desa." Azrael menyipitkan matanya di balik topeng perak. Langkah kakinya yang panjang maju satu tapak, mengikis jarak di antara mereka. Suasana di sekitar mereka mendadak menjadi tegang dan sarat akan tekanan sihir yang berat. "Menikmati udara segar?" ulang Azrael lambat, suaranya terdengar dingin dan penuh selidik. "Dengan berlutut di tanah basah dan menyembunyikan sesuatu di balik punggungmu?" Evelyn seketika menegang kaku, bulu kuduknya berdiri. Ia tahu betul betapa mengerikannya insting sang Grand Duke jika sudah mencurigai sesuatu. Namun, Roselline justru tidak menunju






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore