分享

Bab 813

作者: Hazel
"Tirta, orang di kantor bilang kalau Susanti kembali beberapa saat lalu. Suasana hatinya juga sepertinya sangat buruk. Dia mengambil sesuatu, lalu segera pergi lagi. Mereka nggak tahu dia pergi ke mana," jelas Mauri dengan canggung.

"Begitu, ya. Apa Pak Mauri tahu alamat rumah Susanti?" tanya Tirta lagi.

Tirta tidak menemukan Susanti di sekitar area Desa Persik. Dia menduga Susanti sudah pulang ke rumahnya sendiri.

Mauri memikirkannya sejenak, lalu berucap, "Tahu, aku akan kirimkan alamatnya ke
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** asssiikkkk Lanjut
查看全部評論

最新章節

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3238

    Sebelumnya, Priya sudah menjelaskan dengan detail bahwa segala bentuk konflik antara kultivator dilarang keras di dalam Kota Suci. Bahkan ayahnya Priya yang merupakan ketua Paviliun Ufuk pun harus sangat berhati-hati saat datang ke tempat ini secara langsung.Oleh karena itu, Tirta tidak terlalu khawatir saat Lavanya pergi membeli bahan-bahan sendirian. Apalagi dia juga sudah memberikan artefak rahasia pada Lavanya, bisa dibilang keselamatan Lavanya benar-benar terjamin.Setelah memperhatikan Lavanya memasuki gerbang kota yang megah itu hingga sosoknya menghilang di tengah kerumunan, Tirta baru berkata pada Priya, "Nona Priya, ayo kita berangkat juga.""Baik. Tuan Tirta dan kedua nona, silakan ikut denganku."Setelah itu, Priya berjalan di depan untuk memimpin jalan dan menjelaskan, "Tempat yang akan kita tuju dipenuhi kabut beracun yang alami dan sangat tebal. Selain itu, racunnya sangat mematikan sampai para kultivator pun sulit menahannya. Berbagai serangga beracun dan monster yang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3237

    "Jadi, tempat ini adalah reruntuhan kuno yang dibilang Nona Priya?" tanya Tirta."Bukan. Reruntuhan itu masih ada sekitar dua puluh ribu mil dari Kota Suci ini. Tapi, kalau mau ke sana, kita harus masuk ke Kota Suci lebih dulu untuk lakukan beberapa persiapan. Di sana ada banyak monster beracun yang punya racun mematikan di tubuh mereka, kita harus siapkan cukup banyak obat spiritual penawar racun. Kalau nggak, kita nggak pernah bisa kembali lagi," jelas Priya.Setelah diam sejenak, Priya melanjutkan, "Selain itu, Tuan Tirta, aku rasa aku perlu jelaskan sedikit soal Kota Suci ini. Kota ini adalah kota terbesar yang jadi pusat berkumpulnya para kultivator di dekat wilayah terlarang Laut Utara. Baik kultivator jalan lurus ataupun iblis, semuanya berkumpul di sini.""Tapi, begitu masuk kota ini, nggak peduli seberapa besar dendam seseorang ataupun ada konflik apa pun, orang itu nggak boleh bertarung di dalam kota. Kalau melanggar, akibatnya pasti mati.""Oh? Kenapa bisa begitu?" tanya Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3236

    Namun, saat memikirkan keselamatan Tirta tidak dapat dijamin, entah mengapa hati Suryana juga mulai merasa gelisah dan tidak pasti."Begini saja. Situasi saat ini memang nggak begitu baik. Mulai sekarang, kalian dua kultivasi bersamaku di aula utama sampai krisis ini benar-benar berakhir," kata Afifah pada kedua wanita itu setelah berpikir sejenak.....Sementara itu, kembali ke pihak Tirta.Tirta tidak mengetahui situasi cemas yang sedang melanda Istana Samara. Meskipun sekarang dia mengetahuinya, itu juga tentu saja tidak ada gunanya. Dia hanya bisa menunggu Priya membawanya ke reruntuhan kuno itu. Jika beruntung dan berhasil menemukan formasi teleportasi yang ditinggalkan leluhur generasi pertama Istana Samara, dia berkesempatan segera kembali ke Istana Samara.Sejak meninggalkan wilayah terlarang Laut Utara, Tirta dan rombongannya sudah terbang tanpa henti selama dua hari dua malam di bawah pimpinan Priya. Mereka bergerak dari bagian paling utara dunia awani hingga wilayah pinggira

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3235

    Setelah meraung dua kali dan tidak peduli apakah keluarga pria paruh baya itu memahami maksud mereka atau tidak, pada binatang jurang raksasa itu membalikkan tubuh besar mereka. Setelah itu, mereka kembali ke dalam laut hitam yang gelap itu.....Sementara itu, di Istana Samara, di aula tempat Afifah berada.Shindy berdiri dengan patuh di samping dan mendengarkan percakapan antara Afifah, Suryana, Arshala, dan Nova dengan penuh hormat. Sejak terakhir kali dia meninggalkan kediaman Suryana dalam keadaan marah hingga memuntahkan darah, sudah hampir sepuluh hari berlalu.Meskipun sangat enggan, di hari kedua setelah muntah darah Shindy Nenek Shindy tetap membawa sejumlah besar kompensasi. Tanpa peduli dengan tatapan terkejut para murid, dia pergi menemui Arshala serta Nova dan meminta maaf secara langsung. Tindakan itu membuatnya kehilangan muka di sekte dan menghancurkan wibawanya.Namun, sejak saat itu, Shindy menyadari Afifah tidak pernah mencari kesalahannya lagi. Dia merasa keadaan s

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3234

    "Huh huh. Manusia fana yang kecil juga berani sombong di hadapan para kultivator. Aku mau lihat apa tulangmu benar-benar sekeras itu," kata tetua tingkat pemurnian dewa tahap awal, lalu memberikan isyarat mata.Dalam sekejap, seorang tetua langsung keluar dari kerumunan. Dia mengangkat pedang panjangnya dan bersiap menebas kepala salah satu anak itu."Nggak ... jangan!" teriak wanita paruh baya itu dengan pilu sambil berdiri di depan anaknya.Pria paruh baya itu tidak sanggup melihat pemandangan itu, sehingga dia memejamkan kedua matanya dengan hati yang sangat menderita.Namun, tepat pada saat itu, beberapa binatang jurang raksasa di dalam laut hitam meraung dengan dahsyat dan suaranya bergema hingga ribuan mil. Gelombang suara tak kasat mata itu hampir berubah menjadi bentuk nyata dan mengguncangkan langit hingga awan hitam pekat di atas sana langsung lenyap.Puluhan kultivator yang berada di tempat itu sama sekali tidak mampu menahan gelombang suara mengerikan itu. Mereka menjerit k

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3233

    "Huh. Kamu hanya seekor semut, aku tentu saja tahu kamu nggak mungkin mampu membunuh ketiga muridku. Kamu tunjuk jalan di depan, cepat jalan," kata tetua itu sambil mendengus.Kesadaran spiritual tetua itu sebenarnya sudah lama menyadari golok dapur yang disembunyikan pria paruh baya itu di dalam pakaian. Namun, dia sama sekali tidak menganggap hal itu sebagai ancaman, malah merasa sangat menggelikan."Baik baik," balas pria paruh baya itu, lalu berjalan di depan. Hatinya dipenuhi kecemasan karena merasa kemungkinan besar dia tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari kejadian ini. Namun, selama dia bisa memastikan Tirta dan rombongannya telah meninggalkan tempat itu, maka kematiannya terasa sepadan.Dengan pikiran seperti itu, pria paruh baya itu tanpa sadar sudah memaksa dirinya melangkah hingga tiba di tepi laut. Saat melihat tidak ada jejak Tirta dan rombongannya lagi di sana, dia diam-diam menghela napas lega.Setelah itu, pria paruh baya itu berbalik dan berkata, "Lapor Tuan, aku te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1925

    "Ternyata begitu," ucap Orion. Dia baru merasa lebih tenang.Shazana tidak bicara lagi, tetapi dia yang khawatir membatin, 'Entah Tirta pergi ke mana. Bagaimana kalau anggota Sekte Kristala datang lagi selama Tirta pergi? Apa formasi bisa menghentikan mereka?'Sejak memutuskan untuk tidak kembali ke

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1819

    Hampir seluruh kaki Devika yang jenjang terlihat. Alhasil, Tirta tidak bisa mengalihkan pandangannya. Dia ingin memeluk Devika dan menikmati tubuhnya sampai puas.Devika meletakkan kedua tangannya di belakang punggung. Alisnya berkerut saat memperhatikan tatapan Tirta. Dia membalas, "Kenapa? Apa aku

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1937

    Tirta tertawa dan menanggapi, 'Kamu menolak, tapi reaksi tubuhmu nggak sesuai omonganmu!'"Manusia nggak tahu malu ... aku mau buat perhitungan denganmu!" balas gadis harimau putih. Didengar dari suaranya, sepertinya dia makin malu. Cakarnya masuk ke dalam baju Tirta.Awalnya Elisa memejamkan mata u

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1836

    Tirta tidak memperhatikan 2 pertandingan sebelumnya. Alasannya karena dia sudah tahu tim Negara Khalo tidak mampu melawan tim Negara Darsia. Tirta juga menebak Negara Raigorou pasti pasti dikalahkan Negara Aftab.Namun, kali ini tim Negara Darsia melawan tim Negara Yumai. Situasinya sangat berbeda.

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status