LOGINBANGKRUT Tatkala didalam mobil Zara dan juga Bagas bertengkar hebat. Zara sepertinya saat ini dihinggapi rasa malu terhadap semua orang yang berada di salon tadi dan juga cemburu terhadap Sherli. "Sayang masa kamu cemburu sama dia, lihat saja keadaannya dia sekarang. Selain sakit, diapun sudan tidak cantik lagi," Bagas menggenggam jemari tangan Zara yang lentik.Dengan cepat Zara melepaskannya seakan tidak mau di rayu. "Berarti kalau dia tidak sakit kamu mau kembali bersamanya?" Zara matanya melotot ke arah Bagas seperti hendak menerkam suaminya tersebut.Bagas nampak gugup dan menghela napas panjang seakan kehabisan kata. Zara pun mengungkit masa lalu Bagas bersama Sherli, wanita tersebut seakan tidak terima jika masa lalu Bagas sangat indah bersama Sherli. Bagas pun tidak tahu harus meyakinkan hati Zara seperti apa, dan dia pun tidak fokus mengendarai mobilnya itu.BRUKMobil yang di kendarai oleh Bagas dan Zara pun akhirnya menubruk pohon besar sangat kencang. Dan kedua oran
MEMAKAI KURSI RODA"Jadi kakiku lumpuh dan aku harus memakai kursi roda," ucap Sherli begitu lirih dengan mata yang berkaca-kaca dan nampak wajahnya terlihat sangat pucat.Wanita yang sudah mengkhianati tunangannya dulu itu, menjambak rambutnya sendiri dan berteriak. Dia seakan tidak terima dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Dia pun memukul-mukul kakinya sendiri dan hal tersebut buat panik Sonya sang Mama. Sonya pun memanggil suster untuk segera masuk ke ruangan dimana Sherli berada. Setelah sang suster datang dan memberikan obat agar Sherli lebih tenang keadaannya. Nampak Sherli terlihat lemah dan secara perlahan matanya pun terpejam tidur. Sonya menangis sesunggukkan. Dia pun seakan tidak percaya dengan apa yang kini tengah menimpa kondisi anaknya tersebut."Sabar ya nyonya, ini ujian," ucap sang art yang selalu menemani. Sang art yang selalu setia menemani keluarga Sonya sangat terpukul dengan kabar berita tersebut, kalau Sherli mengalami kelumpuhan dan nantinya h
"Mamaa.." Suara keras Sherli memanggil sang Mama buat Sonya yang tengah menikmati kopi di pagi hari wanita paruh baya tersebut terkejut dan panik.Dengan cepat Sonya menyeret langkah kakinya menuju kamar mandi dimana keberadaan Sherli disana. Tok...Tok...Tok..."Sayang, kamu kenapa? Buka pintunya! Sherli, kamu baik-baik saja kan." Sonya beberapa kali mengetuk pintu namun Sherli di dalam kamar mandi sana tidak menjawabnya dan yang terdengar hanyalah suara erangan rasa sakit yang begitu memilukan."Mamaa...""Apakah non Sherli jatuh," ucap sang art dengan dihinggapi rasa khawatir.Sonya sontak gelisah yang nampak terlihat dari gestur tubuhnya dan dalam hatinya berpikir, apa mungkin yang di ucapkan oleh sang art benar adanya kalau sang anak terjatuh.Sonya pun akhirnya sekuat tenaga membuka paksa atau mendobrak pintu yang tengah terkunci di dalam sana.BRUKPintu pun terbuka lebar setelah di dobrak oleh Sonya. Dengan tangan gemetar Sonya membuka pintu begitu lebar. Mulut Sonya pun me
PENGADILAN"Kita putus saja!" ucap Henri terdengar kesal dan penuh amarah ketika berucap kepada Karin.Sontak Karin terkejut dibuatnya, tatkala mendengar kata pisah dari Henri yang selalu memberikan pundi-pundi rupiah kepada dirinya. Karin seakan tidak rela jika harus berpisah dengan kekasih hatinya itu karena bagaimanapun Henri begitu baik dan perhatian full, lelaki itu selalu memberikan masalah finansial kepada dirinya. Wanita licik tersebut berpikir mungkin tidak ada lelaki yang begitu full memberikan materi yang berkelimpahan kepada dirinya. Bagas pun ketika dulu tidak pernah memberikan full masalah materi, seperti yang dilakukan seperti Henri. "Sayang, kamu tidak sedang becanda kan," suara lirih Karin seakan memelas tidak ingin pisah dari Henri.Di pagi buta Henri sudah datang menemui Karin yang masih tertidur lelap, dan Henri mendapatkan kabar dari seorang temannya kalau temannya tersebut sudah menemukan Karin tengah berada di kafe bersama Bagas lalu mereka memasuki mobil. Hen
KEHADIRAN BAYI CANTIK Beberapa bulan kemudian.Shenna yang tengah hamil besar sedang menunggu kelahirannya. Shankar yang sangat sibuk bekerja di kantor selalu meluangkan waktunya untuk menelepon kepada sang istri yang sebentar lagi akan melahirkan benih dari cintanya."Sayang, mungkin sudah saatnya kamu untuk melahirkan." ucap Shankar di layar sambungan video call.Shankar menatap penuh rasa khawatir terhadap sang istri yang begitu sangat dia sayangi dan cintai.Sepertinya Shenna sudah waktunya untuk melahirkan dan Shankar akhirnya ijin pulang dari kantornya untuk mengantar Shenna pergi ke rumah sakit.•••Sesampainya di rumah Shankar dengan cepat memeluk Shenna dan mencium kening sang istri sambil mengusap lembut rambutnya yang nampak peluh mulai bercucuran.Karena jauh hari kedatangannya sang bayi sudah di sambut oleh mereka . Jadi peralatan bayi yang sudah tertata rapi di dalam tas pun mereka siapkan dengan matang dan sempurna."Ayo Sayang! Kita menuju mobil hati-hati jalannya Say
PERTEMUAN BAGAS DAN KARINBagas tengah duduk menikmati secangkir kopi di sudut kursi sebuah kafe dengan santainya sambil sesekali membalas pesan yang muncul di ponselnya.Sementara terlihat seorang wanita memasuki kafe tersebut dengan pakaian seksi dan rambutnya nampak di ikat satu ke arah belakang seakan tengah memperlihatkan lehernya yang jenjang.Tatapan wanita tersebut mengarah ke meja Bagas dan dia menyipitkan matanya lalu tersenyum puas."Itu kan Bagas." batinnyaWanita tersebut tidak lain adalah Karin, sang mantan kekasihnya dulu atau wanita simpanan dari Henri, papa dari Sherli.Dengan langkah lebar Karin menuju arah dimana Bagas tengah duduk santai "Hallo, akhirnya kita bertemu lagi," ucap Karin sambil menepuk pundak Bagas. Sontak Bagas terkesiap dibuatnya dan dia pun menoleh ke arah bunyi suara wanita yang memanggil namanya.Bagas membuka matanya dengan lebar seakan tidak percaya dengan sosok wanita yang kini tengah berada di hadapannya itu."Ka-- Karin." dengan gugup Baga







