LOGINFreya Winata dijadikan alat tukar hutang oleh ayahnya, saat berusaha kabur dari perjodohan dengan pria beristri 3, Freya bertemu dengan bos dinginnya—Keano Pradipta—Pemilik Mall tempat Freya bekerja, dan juga pria dingin, galak, dan tak tersentuh. Demi menyelamatkan diri dari pernikahan dengan pria tua bangka, Freya menerima tawaran gila Keano, yaitu menjadi istri kontrak Bos dinginnya ini. Lantas, bagaimana Freya menjalani kehidupannya setelah ini?
View MoreFreya tertegun. Pipinya seketika memanas. Apa dia baru saja salah bicara?Freya meremat jemari tangannya di depan gaun putihnya, berusaha menetralisir detak jantungnya yang tiba-tiba berpacu liar."Sa-saya ...." Freya meneguk ludah susah payah, memalingkan pandangan sejenak sebelum kembali memberanikan diri menatap mata hitam Keano. "Maksud saya, bersikap layaknya suami istri itu ... sejauh apa? Dan bagaimana dengan status kita di luar rumah ini?"Keano menyipitkan matanya tipis. Pria itu menurunkan lipatan tangannya, lalu menegakkan posisi duduknya. "Maksudku bersikap layaknya suami istri adalah di depan orang tuaku dan para pekerja di rumah ini. Kita harus terlihat meyakinkan agar mereka tidak curiga.""Hanya di depan mereka?" tanya Freya memastikan, suaranya terdengar
Keano tidak langsung melangkahkan kakinya menuju kamar utama di lantai dua. Dia justru membelokkan arah langkahnya menuju ruang kerja pribadinya yang terletak di sudut koridor lantai satu. Begitu pintu kayu tebal itu tertutup rapat, Keano merogoh saku jasnya, mengeluarkan ponsel, lalu menekan satu nama di daftar kontak.Tak butuh waktu lama, panggilan itu diangkat pada dering kedua."Selamat siang, Pak Keano." Suara Nanda—asisten pribadinya—terdengar sigap di seberang telepon. “Bagaimana? Apa yang aku perintahkan sudah kamu siapkan?" Nanda bicara dengan nada tegas."Dokumen kesepakatan pernikahan dan perombakan hak akses yang Bapak minta sudah selesai disusun. Semua drafnya sudah siap."Keano mendengar balasan Nanda, dia diam beberapa detik sebelum kembali bicara."Bagus." Keano membalas pendek sembari melangkah menuju meja kerjanya. Pria itu menyandarkan pinggulnya di tepi meja kayu yang dingin. "Kirim draft halus ke email-ku sekarang."Keheningan sempat menyelimuti saluran telepo
"Apa kamu bilang, Keano?!" Suara Nadine melengking menembus keheningan ruangan. Napas ibu Keano itu memburu dengan raut wajah yang pucat pasi, menatap Keano dan Freya secara bergantian seolah tak percaya dengan pendengarannya sendiri.Di sampingnya, Jordan berdiri tegap dengan rahang mengeras. Matanya yang tajam menyorot sangat dingin, mengunci pandangan tepat pada putra tunggalnya. Pecahan porselen dan genangan teh di lantai marmer sama sekali tak dihiraukan oleh kedua orang tua itu.Freya merasakan seluruh persendiannya melemah. Pinggangnya yang merapat pada tubuh Keano terasa semakin tegang saat rematan halus jemari Keano di sana memberi ketegangan tersendiri. Freya menundukkan kepala, menurunkan pandangan dalam-dalam sambil meremat jemarinya yang bergetar hebat di depan gaun putihnya.Setelah ketegangan beberapa saat ini. Nadine maju selangkah dengan tatapan terus tertuju pada sang putra, dia menunjuk ke arah Keano dengan jari yang gemetar. "Kamu bercanda, 'kan?! Jangan main-m
Mata Kevin menatap lurus ke arah amplop cokelat di tangan Keano, lalu mengalihkan pandangannya pada pria tinggi berjas rapi yang kini berdiri tegak di depannya."Tentu saja! Siapa bilang aku tidak merestui?" Suara Kevin mendadak melunak, diiringi cengiran lebar yang memperlihatkan deretan giginya yang tidak terawat. "Kalau kamu serius dan punya niat baik begini, aku pasti merestui. Lagi pula, Freya ini anak kesayanganku."Freya memalingkan wajahnya ke samping, dia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat untuk menahan rasa muak yang menghantam dadanya. Anak kesayangan? Kalimat itu terdengar begitu menjijikkan keluar dari bibir pria yang semalam berniat menjualnya pada juragan kontrakan tua.Keano tidak membalas senyuman Kevin sedikit pun. Ekspresi wajahnya tetap sedingin es. "Selesaikan masalah utangmu dengan pria bernama Pak Kusuma itu sekarang juga. Saya tidak mau ada urusan yang tersisa di belakang.""Siap, siap! Beres, kamu jangan mencemaskan itu." Kevin tertawa kecil, tangannya mengga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.