LOGINFreya Winata dijadikan alat tukar hutang oleh ayahnya, saat berusaha kabur dari perjodohan dengan pria beristri 3, Freya bertemu dengan bos dinginnya—Keano Pradipta—Pemilik Mall tempat Freya bekerja, dan juga pria dingin, galak, dan tak tersentuh. Demi menyelamatkan diri dari pernikahan dengan pria tua bangka, Freya menerima tawaran gila Keano, yaitu menjadi istri kontrak Bos dinginnya ini. Lantas, bagaimana Freya menjalani kehidupannya setelah ini?
View MoreFreya menatap layar ponselnya yang masih menampilkan riwayat panggilan tak terjawab. Dari pagi sampai siang ini, Rachel masih tak mau menerima panggilan darinya.Setelah beberapa saat mencoba menenangkan diri, dia memutuskan untuk mengetik pesan panjang, mencurahkan semua yang tidak sempat dia jelaskan lewat telepon tadi.[Chel, maaf aku nggak pernah cerita soal ini. Bukan karena aku nggak percaya sama kamu, tapi karena ini bagian dari kesepakatan yang harus aku jaga. Aku tahu ini terdengar aneh, tapi aku janji akan jelasin semuanya kalau memang sudah waktunya.][Kaki aku masih sakit banget, Chel. Kemarin aku sampai digendong karena nggak bisa jalan sama sekali. Aku cuma pengen kamu tahu, aku nggak lagi baik-baik aja, dan aku butuh kamu di saat kayak gini.][Please, jangan marah lagi. Aku sayang kamu sebagai sahabat, dan aku nggak mau kehilangan kamu.]Freya menekan tombol kirim, lalu menatap layar itu dengan napas tertahan, menunggu tanda centang biru yang menandakan pesannya sudah d
Freya menatap Keano dengan kening berkerut dalam, tidak sepenuhnya memahami maksud dari kalimat yang baru saja diucapkan pria itu. “Maksudnya, Pak? Kenapa Bapak bicara seperti itu?”“Aku tidak pernah mengajukan permintaan itu,” jawab Keano tegas, matanya menatap Freya lurus tanpa keraguan sedikit pun.“Memang benar saya yang mengajukannya, Pak,” balas Freya cepat, suaranya masih bergetar menahan gejolak emosi. “Karena saya tahu, pernikahan dengan saya bisa membuat citra Bapak buruk di mata orang lain. Saya hanya ingin menjaga nama baik Bapak, apalagi Bapak sudah begitu baik pada saya, sudah menolong saya dari masalah yang begitu besar.”“Itu hanya pikiranmu sendiri,” potong Keano cepat, tidak memberi ruang bagi Freya untuk melanjutkan.Freya tersentak, menatap Keano dengan mata membola tidak percaya. “Ta-tapi, Pak—”“Pernikahan ini pilihanku,” lanjut Keano, suaranya semakin tegas dan penuh keyakinan. “Aku tidak pernah takut pada apa pun, apalagi hanya soal citra diriku sendiri.”Freya
“Ap-apa?” Rachel semakin terkejut sampai tergagap mendengar nominal yang begitu fantastis itu. Jika benar Freya sudah menikah, kenapa tidak pernah cerita ke Rachel?Rachel semakin penasaran, dia mencoba memastikan. “Memangnya siapa nama suaminya, Pak?”Kevin mengernyitkan dahi, mencoba mengingat-ingat sejenak sebelum akhirnya menjawab. “Kalau nggak salah, namanya Keano. Keano Pradipta.”Rachel merasa dunianya berputar mendengar nama itu.“Bapak jangan bercanda!” Rachel masih tak percaya.“Tidak percaya ya sudah, ganggu saja!” Kevin menutup kembali pintu rumah, membiarkan Rachel yang masih berdiri di depan.Rachel membeku dengan wajah bingung dan syok. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia membalikkan badan, melangkah cepat meninggalkan rumah itu dengan rasa penasaran yang bercampur menjadi satu dalam kepalanya.Sepanjang jalan, Rachel menarik ingatannya ke kejadian di mall yang berhubungan dengan Freya. Kenapa Keano turun tangan langsung mengurus masalah yang menyangkut Freya waktu itu. Ke
Freya masih duduk membeku di atas ranjang, matanya mengikuti gerakan pelayan yang datang membersihkan pecahan mangkuk dari lantai marmer. Suara sapu yang mengumpulkan serpihan keramik terdengar begitu jelas di tengah keheningan kamar.“Sudah, Tuan. Saya permisi.” Pelayan membungkuk ke arah Keano, lalu berjalan menuju pintu.Keano melangkah mendekat, berdiri di samping ranjang dengan tatapan yang masih menyimpan sedikit kekhawatiran.“Apa kamu baik-baik saja? Ada yang terluka?” tanya Keano, matanya memperhatikan kaki Freya, memastikan tidak ada bagian yang tergores pecahan mangkuk tadi.“Saya baik-baik saja, Pak,” jawab Freya, suaranya masih sedikit gugup. “Tidak ada yang terluka.”Keano mengangguk pelan, meski tatapannya masih terpaku sejenak pada Freya sebelum akhirnya berkata, “Istirahatlah lagi.”Freya mengangguk, tidak membantah. Freya memperhatikan Keano yang berjalan keluar dari kamar.Begitu Keano menghilang dari balik pintu kamar yang kembali tertutup, Freya mengembuskan nap






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews