MasukMetode yang digunakan Jordi bukan hanya licik, tetapi juga kejam. Dia hampir sampai pada titik mencoba untuk melenyapkan Nia.Jordi sengaja membuat reputasi Nia dikenal sebagai sosok yang suka menindas sesama aktris. Pria itu merusak citra publiknya. Kemudian, Nia menghadapi banyak pemutusan kontrak merek. Setelah dia menghabiskan semua tabungannya untuk membayar biaya pelanggaran kontrak, pria itu menempatkannya dalam masa hiatus.Nia pernah mencoba untuk menyuarakan pendapatnya, tetapi suaranya tidak bisa didengar oleh dunia luar.Selanjutnya, Nia dipaksa bercerai. Bukan hanya tidak menerima pembagian harta, Nia bahkan diusir dari rumah dan tidak punya tempat tinggal. Terakhir, dia juga terpaksa meninggalkan Kota Yasel.Kiana sangat memahami maksud Nia ketika dia mengatakan dia tidak bisa melawan Jordi, karena pria itu benar-benar tidak punya perasaan lagi padanya dan sangat kejam terhadapnya.Jika Tristan memperlakukannya dengan cara yang sama, dia juga tidak berdaya untuk membalas
Kiana memegang dadanya. Jadi, inilah yang dikatakan Tristan pada putranya?Bukankah ini sudah mengaitkan dendam pribadi di dalamnya!"Tadi aku memang bilang ada kemungkinan 30% kamu dan pamanku akan menikah, tapi setelah mengenalmu lebih dalam, aku rasa kemungkinan itu bahkan lebih kecil. Agar kamu nggak kecewa, aku nggak akan buat penilaian lebih lanjut lagi. Semoga beruntung!"Setelah Kiana mencerna masalah dirinya telah dianggap meninggal, dia menatap Wilson dan berkata, "Aku penasaran, bagaimana ayahmu mengajarimu selama ini? Kenapa kamu jadi ...."Aneh!Wilson menyipitkan matanya. "Aku kenapa?""Kamu sangat imut!""Jangan gunakan kata 'imut' untuk menggambarkan laki-laki. Itu penghinaan terbesar bagiku!"Bibir Kiana berkedut lagi. "Kamu sangat pintar.""Terima kasih. Tapi tanpa kamu bilang pun, aku juga tahu."Setelah diinterogasi sepanjang jalan dan mengalami pukulan berat, akhirnya Kiana tiba di rumah Luis.Kiana enggan berpisah dengan putranya, tetapi dia takut putranya akan m
Mobil Kiana berada di tempat parkir hotel. Dia bisa mengemudi pulang sendiri, tetapi mungkin ini satu-satunya kesempatan yang bisa dia habiskan bersama Wilson.Namun selama perjalanan, Kiana menjadi agak minder karena perlakuan Wilson.Wilson tiba-tiba berbalik dan bertanya pada Kiana dengan ekspresi sangat serius, "Aku masih belum tahu siapa namamu?"Mendengar itu, Kiana tiba-tiba merasa sedih. Mereka adalah ibu dan anak. Mereka seharusnya punya hubungan yang dekat, tetapi putranya tidak mengenalinya."Hm, namaku ... Kiana Liman."Dia agak khawatir mengungkapkan namanya, tetapi Tristan mungkin tidak pernah mengungkit hal itu pada putranya.Saat mendengar nama itu, Tristan memang tidak menunjukkan reaksi apa pun, tetapi dia dengan serius mencatatnya di buku catatannya."Usia?""..."Kenapa kedengaran seperti lagi menginterogasinya?Melihat Kiana tidak menjawab, Wilson mendongak dan berkata, "Kuharap Tante bisa menjawabku dengan jujur. Ini sangat penting bagiku.""Apa yang ingin kamu la
"Kenapa kalian diam saja? Tangkap dia dan suruh dia hapus video tadi!"Doris tidak melihat Wilson sampai Pak Haris menghalanginya."Nona Doris, kamu akan menakuti Tuan Muda kami."Doris terkejut melihat Pak Haris. Dia baru menyadari Wilson berdiri di samping Kiana."Tuan Muda Wilson, kamu ... kenal dia?"Wilson meliriknya. "Bukan urusanmu."Wajah Doris agak gelap. "Ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengannya. Kamu ....""Dia nggak mau bicara denganmu.""Tapi masalah sangat serius ....""Bukan urusanku!"Doris tampak marah. "Anak kecil nggak boleh ikut campur masalah orang dewasa.""Lantas kenapa kalau aku mau ikut campur?""Kamu ....""Tapi, siapa kamu?"Doris sangat marah hingga terengah-engah. Sebaliknya, Kiana berusaha menahan tawa.Anak ini sangat menyebalkan. Benar-benar mirip dengannya.Mungkin karena keributan terlalu besar, Jordi pun keluar. Dia terkejut saat melihat Kiana."Jordi, inilah wanita yang kubicarakan tadi. Dia menanyakan hal-hal aneh dan bahkan merekamku. Tolong ba
Merasa jijik ....Saat mendengar kata itu, hati Kiana tiba-tiba terasa pedih.Tristan membencinya. Sebenarnya, dia sudah tahu hal itu di saat dia dengan tegas menceraikannya."Aku barusan melihat putri walikota. Sepertinya dia juga mencarimu.""Hm.""Nggak pergi menyapanya?""Pergilah kalau kamu ingin menyapanya. Nggak perlu menyeretku ikut bersamamu.""Kenapa aku harus menyapanya? Yang pacaran dengannya dan mau menikah dengannya bukanlah aku!"Kiana tanpa sadar mengerutkan bibirnya. Dia ... sudah punya calon pasangan ...."Kali ini, aku akan lebih berhati-hati.""Pernikahan memang harus dilakukan dengan hati-hati.""Aku nggak mau membuang waktuku untuk orang yang nggak cocok dan nggak layak.""Aku merasa Nona Stella sangat cocok denganmu.""Jangan sampai aku membuat keputusan yang salah lagi.""Apa yang kamu bicarakan? Kenapa aku nggak mengerti?""Nggak apa-apa. Ada orang yang bakal mengerti."Tepat di saat itu, Wilson kembali dengan segelas air."Ayah, kamu mengambil tempat dudukku!"
"Kamu pernah bertemu denganku?" tanya Kiana."Aku pernah melihatmu dari CCTV.""CCTV di rumah Luis?"Mata Wilson berkedip. "Ya."Kiana menyipitkan matanya. "Kamu mencuri CCTV rumahnya!""Kata 'mencuri' nggak tepat. Aku hanya 'meretas' laptopnya.""Jadi, kamu melihatku?""Dan juga perilakumu yang nggak senonoh."Kiana mendadak ingin muntah darah. Bagaimana Tristan mengajari putranya?"Jangan berpikir yang nggak-nggak. Sudah kubilang aku hanya meretas laptopnya."Pikiran Kiana memang sudah ke mana-mana, tetapi itu juga tidak sepenuhnya salah."Kamu masih kecil. Kamu seharusnya membangun pandangan hidup, nilai-nilai, dan pandangan masyarakat yang benar ....""Apa kamu ibuku?"Mata Kiana tiba-tiba membelalak. Bagaimana anak ini bisa tahu? Apa dia telah terbongkar? Oh tidak. Dia harus bagaimana menghadapi anak ini? Dia benar-benar tidak siap!"Kamu bukan ibuku, jadi apa hakmu untuk mengguruiku!" kata Wilson sambil memutar bola matanya ke arah Kiana.Kiana tertegun sejenak, lalu tersadar dar
"Bukan masalah besar," ucap pria tua itu.Mendengar kata itu, Kiana tidak kuasa menahan perasaan gembira.Sejak mengalami kecelakaan, Kiana telah mengunjungi beberapa rumah sakit. Semua dokter mengatakan peluangnya untuk hamil sangat kecil. Meski dia meyakinkan dirinya bahwa itu bukan apa-apa dan ti
Tristan mengerutkan kening dan bertanya, "Pak Arman tanya, apa kamu tadi buru-buru keluar rumah?" "Maksudnya?""Ritsleting bajumu nggak tertutup rapat."Kiana panik dan buru-buru menyentuh belakang punggungnya untuk menarik ritsleting bajunya. Hanya saja, karena tidak terjangkau, dia tidak bisa men
Keesokan harinya. Kiana baru terbangun ketika sudah tengah hari. Ingatan tentang tadi malam langsung menyergapnya.Jadi setengah jam kemudian, dia menutupi wajahnya dan menyelinap keluar dari vila Keluarga Januar.Setelah keluar dari area vila, wajahnya yang terasa memanas barulah perlahan kembali n
Rachel ingin membongkar kebenaran, tetapi Kiana tidak mengizinkannya!Lantaran permainan telah dimulai, jangan harap ada yang bisa menghentikannya sebelum dia puas bersenang-senang!Apa lagi yang bisa dikatakan Rachel? Dia hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam, seperti orang yang berdosa."Ha







