LOGIN“Tidak perlu. Kita kan hanya disuruh untuk mengawasinya saja. Lagipula … kita tidak mungkin menyerangnya hari ini. Bos sudah mengatakan akan menyerangnya besok. Jadi … kita ikuti dia saja dulu. Kita lihat sebenarnya apa yang dia ingin lakukan.”Temannya pun manggut-manggut, setuju terhadap perkataan temannya. Sedangkan Mark yang mengemudi dalam kecepatan sedang perlahan semakin menyadari bahwa ada sebuah mobil yang mengikuti mobil mereka. Saat dia mengintip dari kaca spion, dia tidak bisa menentukan dengan pasti Siapa pemilik mobil itu. Dia memberanikan diri untuk melirik ke arah bosnya, tapi begitu dia melihat Elang yang sedang tertidur begitu lelap, Mark menghela napas lega.Tidak masalah. Mobil itu mungkin hanya kebetulan saja memiliki tujuan yang sama. Mark membatin dengan santai. Satu jam berlalu, Mark semakin lama semakin khawatir sebab mobil itu ternyata memang benar-benar kemungkinan besar memiliki tujuan tempat yang sama. Tapi anehnya, tidak sekalipun mobil itu mencoba u
Elang menjawab dengan cepat, “Ya.”Lora menelan ludah, terlihat agak cemas tapi Elang langsung menambahkan, “Apa kau keberatan kalau kau menemaniku dan kembali berpura-pura menjadi kekasihku, Lora?”Seketika wajah Lora memerah, “Bos, bukan itu yang saya maksud. Saya … adalah asisten pribadi Anda. Sudah menjadi tugas saya untuk menemani Anda kemanapun Anda pergi. Dan untuk … berpura-pura menjadi kekasih Anda, saya sama sekali tidak keberatan.”“Justru saya merasa ….” Lora tergagap tiba-tiba, Elang masih menunggu gadis itu dengan sabar, tidak terlihat memaksanya untuk berbicara. Gadis muda itu pun mendadak malah kehilangan suaranya karena terlalu malu. Tapi dia tahu bahwa dia harus tetap melanjutkan perkataannya karena dia tidak ingin bosnya salah paham kepadanya. “Malahan sayalah yang mengawali sandiwara itu. Saya sungguh-sungguh merasa khawatir kalau Anda terganggu dengan sandiwara itu,” jelas Lora dengan kepala tertunduk.Elang terdiam selama beberapa saat. Tapi tak lama kemudian d
Sarah senang sekali karena Elang ternyata masih muda untuk dimanipulasi. Dia pun yakin kali ini dia juga akan berhasil membuat Elang masuk ke dalam perangkapnya. Gadis itu pun tersenyum manis dan bertanya, “Besok malam Bryan mengajakku untuk makan malam di Hotel Sky Line. Kamu tahu kan … itu restoran paling mahal dan juga terkenal di kota ini.”Lora yang sedikit agak penasaran itu pun menaikkan alisnya, tapi dia tidak menanggapi apapun. “Aku tahu. Lalu kenapa?” Elang bertanya lagi. “Yah … bagaimana jika kalian juga ikut menikmati makan malam di sana seperti kami?” Sarah bertanya sembari menatap lurus-lurus ke arah Elang.Elang terdiam selama beberapa saat. Dia pikir setelah dia membuat Sarah melihat bagaimana dirinya sekarang yang jauh berbeda dari dirinya yang dulu itu akan membuat Sarah langsung mengerti. Sayangnya, yang terjadi tidaklah seperti itu. Sarah malah terlihat tertarik kepada kehidupannya seperti caranya yang satu ini. Jelas Sarah ingin tahu bagaimana dirinya lebih
Di dalam hati, jelas Sarah sudah begitu sangat tidak sabar menunggu kedatangan kekasihnya.Dia benar-benar ingin membuat Elang dan kekasihnya yang cantik tapi begitu menjengkelkan itu ternganga atas kekayaannya dimiliki oleh Bryan.Jelas dia sangat yakin bila Bryan Milan lebih kaya dari Elang Viscala. Sebab Bryan telah menjanjikan dirinya untuk membeli tiga buah gedung sekaligus. Sementara Elang hanya mampu membeli dua gedung saja sehingga pemenang dari dua orang itu telah jelas, yakni Bryan. “Sayang, mengapa kamu hanya diam saja? Apa … urusan kantormu belum selesai jadi kamu belum bisa ke sini?” Sarah bertanya dengan nada cemas. Dari seberang sana akhirnya Bryan menjawab, “Sarah, aku minta maaf. Aku … sepertinya harus menunda untuk membeli gedung itu.”Awalnya Sarah malah terkikik geli mendengar ucapan sang kekasih, “Sayang, kamu sedang bercanda ya? Atau … kamu sedang merencanakan sebuah kejutan untukku jadinya kamu bilang seperti itu? Begitu ya?”Sarah kembali tertawa kecil seray
Sarah malah tertawa menanggapi ucapan Lora.“Nona, sekarang aku tahu. Kau … itu sedang cemburu kepadaku.”Lora melongo kaget, “A-apa?”Tentu saja wanita itu terkejut dengan apa yang dipikirkan Sarah.“Tu-tunggu dulu, Nona. Bagaimana bisa kau mengira aku cemburu?” Lora kembali menyatakan kebingungannya.Sementara Elang yang sedari tadi hanya memperhatikan kedua wanita itu berbicara pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Wanita memang selalu membuat bingung, Elang membatin.“Ya tentu saja begitu. Kau … pasti tertarik kepada kekasihku yang tampan dan kaya itu kan? Jadi … kamu membuatku ragu terhadap kekasihku sendiri agar kamu nantinya bisa mendekatinya. Iya kan?” tuduh Sarah.Lora tercengang sampai dia kehilangan kata-kata selama beberapa detik lamanya. Sungguh ia tidak pernah menyangka bila mantan kekasih bos barunya itu benar-benar luar biasa percaya diri. Sarah bahkan berkata seolah-olah dirinya sedang menggoda Bryan dan mencoba untuk membuat mereka putus. “Sudahlah, Nona. Aku t
Elang tidak menjawab dan malah menatap ekspresi dari sang agen yang sedang menatapnya dengan ragu-ragu itu. “Kau tidak percaya kalau aku bisa membelinya ya?” Elang bertanya dengan nada santai, sama sekali tidak terlihat tersinggung.Leonardo seketika menjawab dengan terbata-bata, “Bu-bukan seperti itu, Tuan. Saya hanya … sangat terkejut karena ….”Dia menelan ludah dengan susah payah karena tiba-tiba saja dia khawatir bila Elang akan batal membeli dua gedung mewah itu karena kecurigaannya yang bodoh itu.Maka, staf agen yang masih begitu muda itu pun berkata pelan, “Saya siapkan semua dokumennya sekarang, Tuan. Mohon tunggu sekitar 30 menit.”“Lima belas menit,” ucap Elang yang terlihat tergesa-gesa. Leonardo terbelalak kaget. Melihat wajah terkejut Leonardo, Elang berbicara lagi, “Jika kau bisa menyelesaikannya dalam waktu 15 menit, maka aku akan memberimu tip sebanyak 2 persen dari harga dua gedung itu.”Leonardo ternganga. “A-anda serius, Tuan?”“Aku tidak pernah bermain-main de







