INICIAR SESIÓNBerkisah tentang Okiku, seorang gadis kecil yang terlahir dengan tubuh yang begitu lemah dan tak dapat melihat. Selalu diremehkan oleh orang lain bahkan keluarganya sendiri, hingga ia memutuskan untuk melatih tubuhnya sampai tak ada seorang pun yang akan berani mengejeknya lagi.
Ver másThe ceremony passed in a blur with traditional wedding music, we exchanged vows, and I had mulled over it more than a hundredth time.
'Why am I here? Why didn't I run away?' I thought but something stopped me. We could say my father coaxed me in.
Nothing could soothe my nerves. I couldn't run away. The global hysteria over my impending wedding was the lead story on every channel. I couldn't lose myself in the wedding. It wasn't my choice. My thinking was no comfort to me.
My dad offered me the money I wanted for my business. It was shocking when I heard him. But he repeated it for me. I wouldn't call it business. I wanted a school for needy kids in South Africa. That demanded money. So I was here. Keeping my words, that I made to my father. I was officially into this alone.
He brushed a gentle kiss across my mouth after we were being pronounced man and wife. It made my pulse pounded in my ears and butterflies swirled in my belly. I couldn't ignore the chills it gave me.
' I'm twenty-seven years old. I got married to the Royal CEO of Steel Industries. It's unbelievable. But he has a castle somewhere in Dover. My husband is two years older than me, gorgeous, six feet tall, and muscular. He is the dream of every girl, but not mine. I wanted to be single and wanted to adopt two kids. I have no problem physically. I just don't wanna get married. Single life is a happy life. Someone ditched me in college. It created hate for all men. Our family has booked a honeymoon suite for us in a five-star hotel. My husband has booked another room, next to our suite's door. Not because he wanted some privacy. It's because he wants to spend the night with an experienced woman, not a virgin like me. He doesn't need to know this.'
Arrogant future king!
I cracked open the door. He forgot to lock it in his ecstasy. I snorted inward. I needed a strong reason to get rid of him, this wedding.
' Dad has already transferred the promised money to my account. I don't need to stay with him, in an unwanted wedding. We're over, though, we haven't even started. '
I darted my gaze around. A brunette was wearing a tight red dress, revealing most of the parts of her gorgeous body. She walked into the room in her red stiletto. Her dress was barely covering her a**. I wanted to hit her with the pillow that was resting beside me on the couch. But it wasn't her fault. There was nothing to be jealous of. We're not a couple.
I sneaked into his room because that was the only hope. Giving room service extra money, I got the extra key to his room. I was his wife. As both rooms were booked with his name. So it wasn't difficult for me. Though, he must have instructed someone. I didn't care. I got what I wanted. A strong reason to get rid of him. The hotel wasn't far from our wedding hall.
I walked into his room slowly. I was hiding behind the curtains. I clicked his picture, kissing her, sucking her, and a small clip of it. That was enough. I contorted my lips in disgust. I just wish I had more time to think, to decide. I did what seemed right at that moment. Now I was feeling trapped in an unwanted wedding, and… no doubt - unwanted.
' Look what a king-in-waiting is doing! '
I wanted to snort but he couldn't know that they weren't alone. I was irritated before I saw myself out. Before he could strip her, I returned to our room, which was my room now. I could feel my blood boiling in my veins. My anger did not make sense to me. I smiled seeing the bright side.
Irritation strains my voice, ''Why did he marry me? Well! It's working in my favor, my profit.'' I shrugged my shoulders as I walked into my room. I was overtired from the wedding, especially what I just saw now.
' I'm five feet two inches tall, slim, and have blue eyes. He has brown eyes, jet-black hair, and a body like a model. It benefitted him to get a brunette on his wedding night. He's a king. He can get wha
tever he desires. '
Setelah berpikir cukup lama, gadis itu akhirnya memilih jalan yang penuh dengan duri yang tak pernah terpikirkan oleh Elric dan yang lainnya. Kekecewaan yang tak kunjung hilang bahkan setelah mendengar semua yang dikatakan oleh Elric, sang Elf."Maafkan aku, tapi aku tidak bisa kembali ke sana," ucap Okiku dengan suara yang dipenuhi kekecewaan. Gadis itu berdiri tegak dan dengan tegas mencabut pedangnya.Elric bisa memahami perasaan Okiku, tetapi tiba-tiba dia terkejut dengan tindakan yang akan dilakukan oleh gadis itu. Tanpa ragu, Okiku melukai matanya sendiri dengan pedang tersebut, mengorbankan penglihatannya."Kenapa kau melakukannya?" tanya Elric dengan wajah penuh kebingungan."Karena aku tidak ingin melihatnya lagi," jawaban Okiku membuat Elric terdiam, dan Musashi yang kebetulan berada di sana, membawa Artefak yang Elric maksud sebelumnya. Hatinya hancur mendengar jawaban dari anaknya sendiri."Musashi, dengar, dia-" Elric mencoba menjelaskan, tetapi Musashi tiba-tiba memotong
Sementara Okiku berjuang habis-habisan untuk mempertahankan kesadarannya, makhluk itu memaksa membuka segel kedua, mengakibatkan proses perpindahan tubuhnya terhalang. Di atas langit, retakan semakin melebar, langit terbelah dan hancur berkeping-keping dan jatuh menjadi serpihan, diikuti hancurnya segel yang kedua, membebaskan tubuh asli makhluk itu, yang kini memasuki dunia ini.Raksasa Perak, begitulah sebutan yang diberikan oleh orang-orang yang selamat pada hari bencana itu terjadi. Mereka menganggap makhluk itu sebagai dewa, iblis dalam bentuk dewa.Makhluk itu memiliki tubuh raksasa, menyerupai tubuh manusia, namun kulitnya berwarna perak. Makhluk itu dipenuhi dengan kekuatan yang begitu dahsyat yang meluap-luap hingga mampu mempengaruhi alam sekitarnya, hingga mampu membuat Musashi dan Elric begitu putus asa ketika menyaksikan momen tersebut.Semua orang di seluruh Korea terpaku melihat makhluk raksasa yang melayang di atas kota. Ketakutan akan datangnya kiamat melanda mereka,
Dengan sangat cepat, Elf itu melesat dan menyerang Okiku. Namun, dengan begitu elegan gadis itu dapat dengan mudah menghindari setiap serangannya yang membuat Elf itu begitu terkejut, layaknya seseorang yang dapat melihat sepersekian detik lebih cepat."Kau, dapat merasakan alam disekitarmu?" Tanyanya, dengan wajah tersenyum lebar."Mungkin," jawab Okiku."Hahaha, kau lebih menarik dari apa yang ku bayangkan!" Elf tersebut begitu menikmati pertarungan itu."Kalau begitu, ijinkan aku untuk sedikit lebih serius kepadamu," ucapnya, kini dia mengeluarkan sebuah busur yang terbuat dari kayu pepohonan."Terima ini!" Pekiknya, melepaskan puluhan anak panah kearah gadis itu. Dengan refleknya yang begitu hebat, Okiku menangkis seluruh anak panah itu bahkan tanpa mencabut pedangnya yang sekali lagi membuat Elf itu terkejut."Heh! Lumayan untuk seukuran bocah ingusan. Namaku Elric, sebutkan namamu, bocah!" Teriaknya, sambil terus menyerang Okiku dengan membabi-buta."Okiku, Okiku Musashi," ucap
Teriakan pilu pelayan itu bergema ke seluruh ruangan, begitu kesakitan. Namun, Rin dan Ayumi tak berhenti di situ. Mereka mulai mengeluarkan alat lain dari dalam tas yang mereka bawa, yang berbentuk seperti sebuah tang penjepit melengkung."Dimana kau menyembunyikan Okiku?" Tanya Rin."Aku, Aku bersumpah aku tak tau apapun! Saat aku pergi, nona muda Okiku masih ada di kamarnya. Aku bersumpah!" Pekik pelayan itu. Namun, Rin memerintahkan adiknya untuk kembali menyiksa wanita itu. Dipenuhi rasa takut dan tak tega, Ayumi kembali ragu."Apa yang kau lakukan? Jika kau tak sanggup melakukannya, maka berikan itu kepada ku!" Ucap Rin. Ayumi terus melihat kakaknya itu dengan tatapan gelisah yang semakin membuat Rin merasa merasa tak nyaman."Kalian memang tak berguna," tiba-tiba, mereka mendengar suara Ibu mereka yang membuat mereka kaget. Toki, kini sudah berada dibelakang mereka dengan tatapan tajam.Wanita itu mengeluarkan sebuah cambuk dengan paku diujungnya, "Dimana kau menyembunyikan Oki






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.