แชร์

84. Abaikan Saja Mereka!

ผู้เขียน: Zila Aicha
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-11 17:42:49

“Tidak perlu. Kita kan hanya disuruh untuk mengawasinya saja. Lagipula … kita tidak mungkin menyerangnya hari ini. Bos sudah mengatakan akan menyerangnya besok. Jadi … kita ikuti dia saja dulu. Kita lihat sebenarnya apa yang dia ingin lakukan.”

Temannya pun manggut-manggut, setuju terhadap perkataan temannya.

Sedangkan Mark yang mengemudi dalam kecepatan sedang perlahan semakin menyadari bahwa ada sebuah mobil yang mengikuti mobil mereka.

Saat dia mengintip dari kaca spion, dia tidak bisa menentukan dengan pasti Siapa pemilik mobil itu.

Dia memberanikan diri untuk melirik ke arah bosnya, tapi begitu dia melihat Elang yang sedang tertidur begitu lelap, Mark menghela napas lega.

Tidak masalah. Mobil itu mungkin hanya kebetulan saja memiliki tujuan yang sama. Mark membatin dengan santai.

Satu jam berlalu, Mark semakin lama semakin khawatir sebab mobil itu ternyata memang benar-benar kemungkinan besar memiliki tujuan tempat yang sama.

Tapi anehnya, tidak sekalipun mobil itu mencoba u
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Elang, si Dewa Medis   86. Apa Kau Bisa Mendengarku?

    Mark terburu-buru masuk ke dalam mobilnya lagi selalu mengemudikannya dengan kecepatan sedang seraya mencari-cari bos barunya.“Kalau terjadi apa-apa terhadap Tuan Elang, bisa gawat!” Mark menelan ludah dengan kasar.Pria itu menajamkan kedua matanya untuk melihat setiap orang yang dia temui di jalan.Tapi tetap saja setelah dirinya mencari selama 15 menit selamanya di area itu dan bahkan telah masuk ke dalam kota, dia tetap tidak bisa menemukan Elang.Dia mencoba untuk menghubungi Elang, tapi ternyata ponsel itu dimatikan.Dia tidak tahu apakah Elang sengaja mematikan ponsel miliknya atau sedang kehabisan daya ponselnya.Hanya saja kecemasannya kini meningkat lebih banyak hingga berulang kali dia berkeringat dingin.Tak mau jika ada hal buruk yang terjadi pada Elang, Mark memutuskan untuk menghubungi Yandra.Sang asisten pribadi dari Yasa Wiraya pasti memiliki solusi untuk masala

  • Elang, si Dewa Medis   85. Apa Kau Tahu Kesalahanmu?

    “Bung, mengetahui hal semacam itu justru akan membuat kita menjadi kesulitan. Jadi … apapun yang telah dilakukannya, tugas utama kita adalah membawanya ke hadapan Tuan Cakra. Hanya itu.”Temannya itu berpikir sejenak berakhirnya mengangguk setuju, tidak ingin tahu sesuatu yang tidak perlu tahu.Kedua orang itu pun memilih untuk segera pergi kembali ke kota untuk menemui bos mereka.Mereka berdua telah sepakat bila bos mereka tidak bertanya mengenai Elang, mereka tidak akan berbicara.Ketika mereka tiba di markas mereka, Arman sontak berkata kepada mereka, “Kalian berdua … bergabunglah dengan teman-teman kalian!”“Baik, Bos.”Arman memiliki setidaknya 22 orang anggota.“Ingat, ini adalah misi pertama kita setelah kita berdiri sendiri tanpa Gilang. Kita tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun. Siapapun yang melakukan kesalahan besok malam, aku akan langsung men

  • Elang, si Dewa Medis   84. Abaikan Saja Mereka!

    “Tidak perlu. Kita kan hanya disuruh untuk mengawasinya saja. Lagipula … kita tidak mungkin menyerangnya hari ini. Bos sudah mengatakan akan menyerangnya besok. Jadi … kita ikuti dia saja dulu. Kita lihat sebenarnya apa yang dia ingin lakukan.”Temannya pun manggut-manggut, setuju terhadap perkataan temannya. Sedangkan Mark yang mengemudi dalam kecepatan sedang perlahan semakin menyadari bahwa ada sebuah mobil yang mengikuti mobil mereka. Saat dia mengintip dari kaca spion, dia tidak bisa menentukan dengan pasti Siapa pemilik mobil itu. Dia memberanikan diri untuk melirik ke arah bosnya, tapi begitu dia melihat Elang yang sedang tertidur begitu lelap, Mark menghela napas lega.Tidak masalah. Mobil itu mungkin hanya kebetulan saja memiliki tujuan yang sama. Mark membatin dengan santai. Satu jam berlalu, Mark semakin lama semakin khawatir sebab mobil itu ternyata memang benar-benar kemungkinan besar memiliki tujuan tempat yang sama. Tapi anehnya, tidak sekalipun mobil itu mencoba u

  • Elang, si Dewa Medis   83. Harus Melapor Tidak?

    Elang menjawab dengan cepat, “Ya.”Lora menelan ludah, terlihat agak cemas tapi Elang langsung menambahkan, “Apa kau keberatan kalau kau menemaniku dan kembali berpura-pura menjadi kekasihku, Lora?”Seketika wajah Lora memerah, “Bos, bukan itu yang saya maksud. Saya … adalah asisten pribadi Anda. Sudah menjadi tugas saya untuk menemani Anda kemanapun Anda pergi. Dan untuk … berpura-pura menjadi kekasih Anda, saya sama sekali tidak keberatan.”“Justru saya merasa ….” Lora tergagap tiba-tiba, Elang masih menunggu gadis itu dengan sabar, tidak terlihat memaksanya untuk berbicara. Gadis muda itu pun mendadak malah kehilangan suaranya karena terlalu malu. Tapi dia tahu bahwa dia harus tetap melanjutkan perkataannya karena dia tidak ingin bosnya salah paham kepadanya. “Malahan sayalah yang mengawali sandiwara itu. Saya sungguh-sungguh merasa khawatir kalau Anda terganggu dengan sandiwara itu,” jelas Lora dengan kepala tertunduk.Elang terdiam selama beberapa saat. Tapi tak lama kemudian d

  • Elang, si Dewa Medis   82. Kamu Benar-Benar Sialan!

    Sarah senang sekali karena Elang ternyata masih mudah untuk dimanipulasi. Dia pun yakin kali ini dia juga akan berhasil membuat Elang masuk ke dalam perangkapnya. Gadis itu pun tersenyum manis dan bertanya, “Besok malam Bryan mengajakku untuk makan malam di Hotel Sky Line. Kamu tahu kan … itu restoran paling mahal dan juga terkenal di kota ini.” Lora yang sedikit agak penasaran itu pun menaikkan alisnya, tapi dia tidak menanggapi apapun. “Aku tahu. Lalu kenapa?” Elang bertanya lagi. “Yah … bagaimana jika kalian juga ikut menikmati makan malam di sana seperti kami?” Sarah bertanya sembari menatap lurus-lurus ke arah Elang. Elang terdiam selama beberapa saat. Dia pikir setelah dia membuat Sarah melihat bagaimana dirinya sekarang yang jauh berbeda dari dirinya yang dulu itu akan membuat Sarah langsung mengerti. Sayangnya, yang terjadi tidaklah seperti itu. Sarah malah terlihat tertarik kepada kehidupannya seperti caranya yang satu ini. Jelas Sarah ingin tahu bagaimana diri

  • Elang, si Dewa Medis   81. Ah, Begitu Rupanya!

    Di dalam hati, jelas Sarah sudah begitu sangat tidak sabar menunggu kedatangan kekasihnya.Dia benar-benar ingin membuat Elang dan kekasihnya yang cantik tapi begitu menjengkelkan itu ternganga atas kekayaannya dimiliki oleh Bryan.Jelas dia sangat yakin bila Bryan Milan lebih kaya dari Elang Viscala. Sebab Bryan telah menjanjikan dirinya untuk membeli tiga buah gedung sekaligus. Sementara Elang hanya mampu membeli dua gedung saja sehingga pemenang dari dua orang itu telah jelas, yakni Bryan. “Sayang, mengapa kamu hanya diam saja? Apa … urusan kantormu belum selesai jadi kamu belum bisa ke sini?” Sarah bertanya dengan nada cemas. Dari seberang sana akhirnya Bryan menjawab, “Sarah, aku minta maaf. Aku … sepertinya harus menunda untuk membeli gedung itu.”Awalnya Sarah malah terkikik geli mendengar ucapan sang kekasih, “Sayang, kamu sedang bercanda ya? Atau … kamu sedang merencanakan sebuah kejutan untukku jadinya kamu bilang seperti itu? Begitu ya?”Sarah kembali tertawa kecil seray

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status