Home / Romansa / Enak Banget, Kak! / 29 - Kecelakaan?

Share

29 - Kecelakaan?

Author: Kaitani_H
last update publish date: 2026-02-07 13:44:59
Aria menoleh saat pintu ruang rawatnya dibuka dan tanpa sadar dia menghela napas lega begitu melihat Rexan berdiri di sana.

Sedangkan Rexan yang awalnya masuk dengan senyum menghias wajahnya langsung meringis canggung begitu melihat Alicia yang juga berada di ruangan itu sekarang.

Rexan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Maaf, saya akan keluar kalau pembicaraan di antara kalian masih belum selesai."

Aria menggelengkan kepalanya panik. Dia berharap Rexan terus berada di sana, karena de
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Enak Banget, Kak!   36 - Satu-satunya

    Kak Alva : Selamat siang, Aria!Aria : Selamat siang, Kak Al!Kak Alva : Apa kamu sudah memutuskannya?Aria : Memutuskan apa, Kak?Kak Alva : Bukannya kamu mau beli apartemen? Apa kamu sudah memutuskan mau beli apartemen di mana?Aria sontak meringis pelan ketika membaca pesan masuk dari kakaknya. Dia memang ingin membeli unit apartemen, tapi dia ingin membelinya menggunakan uang tabungannya sendiri, bukannya dibelikan oleh kakak pertamanya ini.Walaupun Aria tahu, harga sebuah unit apartemen bisa mencapai milyaran rupiah, tapi dengan uang saku sebulan seratus juta, ditambah nanti kalau dia sudah bekerja ... Aria rasa semua itu tidak akan mustahil untuk jadi realita.Aria : Aku akan membelinya sendiri dengan uangku, Kak. Aku akan menabung setiap hari hingga bisa membelinya.Tidak ada jawaban cepat yang datang. Aria pun menghela napasnya lega. "Apa sifat orang kaya memang seperti ini, ya?"Alicia yang juga berada di ruangan itu menoleh ke Aria. "Kenapa, Aria?"Aria menggeleng pelan. "T

  • Enak Banget, Kak!   35 - Hancur

    "Kak!""Hm?""Aku rasa, ada yang salah dengan isi kepala Kak Al."Ucapan itu berhasil Rexan tersedak dan langsung menatap Aria horor. "Kamu bertemu Alva?"Aria mengangguk dengan wajah bingung yang terlihat lucu. "Kapan dan di mana kamu bertemu dengannya?" Rexan terlihat kaget sekaligus panik sekarang."Tadi pagi, Kak, di rumah. Kak Al pulang dan dia berencana untuk tinggal sementara waktu, Kak," jelas Aria.Rexan mengernyitkan dahi. Seorang Alva Nagara Putra yang mandiri dan sangat peduli dengan harga diri mana mungkin mau tinggal di rumah orang tuanya begini?!"Apa orang itu benar-benar Alva?" Rexan mengernyitkan dahinya curiga. Dia tidak yakin, pria ditemui Aria adalah kakaknya. "Alva yang aku kenal tidak akan mau tinggal di rumah orang tuanya apa pun yang terjadi."Aria mengerjapkan kedua matanya dengan wajah polos yang begitu menggemaskan. "Dia benar-benar Kak Al, kok.""Ohh, ya? Dari mana kamu tahu kalau dia adalah Alva?""Wajahnya mirip kalian, selain itu Kak Killian juga terli

  • Enak Banget, Kak!   34 - Aku Belikan

    Aria terkejut melihat sosok pria dewasa memakai kemeja dan celana rapi sedang duduk di kursi meja makan. Bukan karena kehadirannya yang tiba-tiba, tapi karena dia berani duduk di kursi milik kepala keluarga.'Apa dia Kak Al?'Aria memperhatikan wajah tampan itu dengan teliti. Pria itu memang terlihat mirip dengan kakak tirinya yang lain. Tentu saja dalam versi yang lebih dewasa dari dua kakak kembarnya.Apakah pria tampan itu benar-benar kakak pertamanya?"Selamat pagi, Kak Al!" Aria memutuskan untuk menyapa, karena rasa penasaran pada pria yang duduk si seberang meja.Pria yang sejak tadi hanya memejamkan matanya dengan ekspresi wajah datar itu akhirnya mau membuka matanya. Dia menoleh ke arah Aria dan saat itu dia terkejut melihat rupa adik tirinya."Kamu ...." Alva Nagara Putra menelan kembali kalimatnya.Sedangkan Aria memiringkan kepalanya, kedua matanya mengerjap, menunjukkan kebingungan yang nyata. "Aku kenapa, Kak?"Alva menggeleng. "Lupakan. Di mana Killian?"Aria menoleh ke

  • Enak Banget, Kak!   33 - Cium Dulu!

    Aria masih terdiam. Dia tampak merenungi kelakuannya yang telah menghabiskan dua puluh juta dalam hitungan menit saja. Walaupun laptop memang menjadi salah satu barang yang dia perlukan untuk kuliah, tapi harusnya dia tidak perlu membeli laptop yang mahal itu, kan?Aria menghembuskan napasnya berat. Setelah keluarganya bangkrut beberapa tahun lalu, Aria memang tidak pernah lagi menghabiskan uang sebanyak itu.Bahkan, dia tidak pernah memiliki uang sebanyak itu lagi dalam beberapa tahun terakhir, hingga Aria lupa ... kalau dulu dia pernah menjadi anak orang kaya juga."Kenapa?" Killian tampak geli melihat ekspresi Aria sejak tadi. "Jangan bilang, lo masih nggak ikhlas ngeluarin uang buat beli laptop itu, ya?"Aria mengulum senyum getir. Dia ingin menganggukkan kepala, tapi dia takut menyinggung perasaan kakaknya. Apalagi Aria sekarang telah menjadi bagian dari keluarga Putra, hanya dua puluh juta bagi keluarga ini jelas bukan nominal seberapa."Kalau lo masih nggak ikhlas, gue bisa gan

  • Enak Banget, Kak!   32 - Tidak Sabar

    Setelah makan malam dan menyuruh Aria untuk istirahat di kamarnya, ketiga tuan muda keluarga Putra berkumpul di ruang keluarga."Jadi, Aria sebenernya sakit apa?"Killian memang bertanya, tapi tatapan matanya sejak tadi tertuju pada layar ponselnya. Entah apa yang sedang dia lakukan, karena tangannya tak kunjung berhenti bergerak mengusap layar."Entahlah." Rexan mengembuskan napas berat. "Gue juga nggak tahu."Tangan Killian berhenti bergerak, kepalanya mendongak, menatap sang kakak yang terkenal sebagai seorang dokter bedah sekaligus pemilik rumah sakit tempat Aria dirawat sebelumnya dengan tatapan heran."Kenapa bisa nggak tahu?""Karena psikiaternya nggak mau ngasih tahu." Rexan balas menatap Killian dengan ekspresi yang sulit dijelaskan."Bukannya lo yang punya rumah sakit itu?""Hm." Rexan mengangguk."Kenapa lo nggak dikasih tahu?""Karena itu termasuk privasi pasien." Rexan tersenyum masam. "Psikiaternya nggak mau ngasih tahu gue, karena emang Aria nggak ngizinin gue buat tahu

  • Enak Banget, Kak!   31 - Seratus?

    "Kamu yakin mau langsung pulang?"Rexan tampak tidak senang mendengar kabar kalau Aria sudah diperbolehkan untuk pulang. Padahal, dia berharap Aria akan menginap selama satu atau dua hari ke depan untuk observasi lebih lanjut, tapi Aria malah menolaknya.Aria menganggukkan kepalanya. "Iya, Kak. Lagian aku udah baik-baik saja sekarang."Tentu saja Aria mau pulang secepatnya. Jika dia sampai dirawat, bukankah keluarga barunya akan menghabiskan banyak uang untuk biaya perawatannya?Lagi pula, Alicia bilang tidak masalah kalau Aria mau pulang sekarang. Asalkan dia berjanji akan kembali lagi jika sesuatu terjadi atau mungkin Aria perlu konsultasi mengenai kondisi terbarunya."Jangan berbohong, Aria. Aku tidak mau melihatmu pingsan lagi dengan alasan tidak jelas seperti tadi." Rexan menatap adik tirinya lurus.Aria hanya mengulum senyum menenangkan. "Kak Alicia sudah memberiku obat tadi, kan? Obat itu sudah lebih dari cukup untuk mengatasi semua masalahku, Kak."Rahang Rexan menegang, ekspr

  • Enak Banget, Kak!   10 - Pak Bara

    "Apa kalian tidak keberatan, jika seandainya keberadaanku hanya akan merepotkan kalian?" Aria menundukkan kepala, lalu menggigit bibir bagian bawahnya pelan. Tidak. Kenapa Aria malah meminta sesuatu yang berlebihan pada Killian? Seharusnya, Aria tidak merepotkan keluarga barunya lagi. Dia bisa d

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Enak Banget, Kak!   11 - Orientasi Seksual

    Revan menyeret Killian untuk keluar dari ruang kesehatan. Tidak lupa, dia menutup kembali pintu di belakangnya sebelum melepaskan tarikannya di bagian belakang kerah kaus yang digunakan oleh adiknya. Killian memegangi kerah kausnya dengan ekspresi datar. "Kenapa lo bawa gue keluar?" "Serius, lo ma

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Enak Banget, Kak!   14 - Pacaran

    Aria merasa jantungnya berhenti berdetak. Ucapan Killian berhasil membuatnya merasa ketakutan. Daripada disebut merepotkan, dia lebih takut tidak diakui bahkan dibenci oleh kakak tirinya sendiri.Killian masih memandangnya lurus, tatapan yang intens dan terlihat fokus. Dia masih menunggu Aria membu

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Enak Banget, Kak!   15 - Sepasang Suami Istri

    "Jadi, apa yang mau kalian lakukan setelah ini?" tanya Revan sebelum dia pergi meninggalkan kedua adiknya. "Aku mau pulang saja, Kak." Aria memasang senyuman. "Aku cuma punya satu mata kuliah aja hari ini, jadi aku mau langsung pulang buat ngerjain tugas yang lain." Killian yang sejak tadi sibuk m

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status