Fated to the Cursed Alpha King

Fated to the Cursed Alpha King

last updateLast Updated : 2025-05-10
By:  Justin LightsCompleted
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
103Chapters
847views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Lyria Voss was born into a legacy of betrayal. Her parents were falsely accused of treason and executed, leaving her to be sold into slavery to the ruthless Ironclaw Pack. She learned to survive by hardening her heart, vowing never to trust an Alpha—but fate bound her to Kael Raventhorn, a ruthless alpha king, feared and respected in equal measure. When kael discovers Lyria is his mate, he refuses to accept the bond, unwilling to be shackled to an Omega with a past that could threaten his reign. But destiny is relentless. As long-buried secrets resurface and an ancient bloodline emerges from the shadows, Lyria and Kael find themselves at the heart of a war that could reshape the werewolf world. With enemies lurking in the shadows, betrayals cutting deeper than fangs, and a love that defies destiny, Kael and Lyria must decide whether to fight for each other or become the very weapons that destroy everything. In a world where power is everything, can love rewrite fate?

View More

Chapter 1

Chapter 1: The Unknown Enemy

"Pak Noel, bisakah kamu menyelesaikan surat perceraianku hari ini?"

Mendengar sepasang pria dan wanita mengobrol riang di dalam vila, Anna tidak bisa menahan diri untuk menghubungi pengacaranya.

Angin malam berembus kencang, tetapi tidak sedingin hatinya.

Jelas-jelas, ini adalah rumahnya dan hari ini adalah hari peringatan lima tahun pernikahan mereka.

Namun, suaminya malah mengusirnya agar sekretaris suaminya tidak merasa terganggu dan menghindari kesalahpahaman.

Orang di ujung lain telepon mengembuskan napas panjang. "Nona Anna, mari bertemu dan bicarakan langsung."

Satu jam yang lalu, Anna bergegas pulang. Melihat berbagai hidangan di atas meja, dia otomatis menghela napas.

"Rio, kamu tahu aku nggak bisa makan pedas ...."

Dia bukanlah orang yang pemilih dalam hal makanan.

Namun, hampir tidak ada lauk yang bisa dia makan di meja ini.

Meskipun dia tidak pemilih, dia tidak mungkin mempertaruhkan nyawanya demi makan.

Rio tahu bahwa Anna alergi pada cabai.

Jadi, selama beberapa tahun ini, sebagian besar makanan yang disiapkan Anna bercita rasa ringan.

Namun kali ini, Rio malah memesan berbagai hidangan bercita rasa kuat.

Dia mendorong satu-satunya hidangan yang tidak pedas, sup tomat dan telur ke hadapan Anna sambil berkata dengan kesal, "Kamu tahu aku sibuk bekerja, nggak punya waktu untuk mengurus hal-hal kecil seperti ini. Perusahaan sebesar itu bergantung hidup padaku. Hari ini, aku luangkan waktu untuk makan bersamamu, jangan cari masalah. Lagi pula, bukannya sup tomat dan telur ini nggak pedas?"

Meskipun Anna tahu Rio sudah berpindah hati atau mungkin tidak pernah peduli padanya, dia tidak menyangka Rio akan memperlakukannya dengan semena-mena dan tidak menghargai hubungan yang sudah berlangsung selama lima tahun ini.

Jelas-jelas, hari ini adalah hari peringatan lima tahun pernikahan mereka. Ada dua belas hidangan di atas meja, tetapi Anna hanya pantas memakan satu hidangan.

Ketika Anna hendak mengatakan sesuatu, ponsel Rio berdering.

Saat ini, wajah Rio berseri-seri.

Dia menjawab telepon dengan riang, lalu pergi ke dapur untuk mengambil alat makan dan meletakkan alat makan itu di sampingnya.

Setelah mengakhiri panggilan, dia bertanya pada Anna, "Sella sendirian di rumah dan tiba-tiba mati lampu. Dia nggak tahu harus pergi ke mana, aku menyuruhnya datang untuk makan bersama. Anna, seharusnya kamu nggak keberatan, 'kan?"

Jelas-jelas Rio sedang menanyakan pendapatnya, tetapi malah terdengar seperti sedang mengabarinya.

Anna tersenyum masam.

Rio sudah bertindak sejauh ini, bahkan sudah menata piring dan sendok dengan rapi.

Apa gunanya dia menentang?

"Omong-omong, Anna, tadi kamu mau bilang apa?"

Rio tiba-tiba teringat bahwa tadi Anna hendak mengatakan sesuatu, tetapi disela oleh dering teleponnya. Jadi, dia berinisiatif untuk bertanya pada Anna.

Hari ini adalah hari peringatan lima tahun pernikahan mereka.

Anna sangat menghargai kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua, dia tidak ingin diganggu oleh orang lain.

Meskipun dia tahu Rio akan kesal mendengar ucapannya, dia tetap ingin mengutarakan isi hatinya.

"Rio, hari ini adalah hari peringatan lima tahun pernikahan kita. Aku hanya ingin berdua denganmu, mengobrol dan makan ....."

Memang benar, sebelum Anna selesai berbicara, Rio sudah menyelanya.

Rio mengerutkan kening, dia tampak sangat kesal dan langsung membanting sendok di tangannya.

"Aku tahu hari ini adalah hari peringatan lima tahun pernikahan kita, kamu nggak usah terus mengingatkanku."

"Aku pesan begitu banyak makanan, kamu nggak bisa menghabiskannya sendirian. Sella menemaniku bekerja setiap hari, asam lambungnya sering kambuh karena kelaparan. Anggaplah ini kompensasi untuknya."

Mendengar nada bicara Rio yang begitu tegas, Anna menundukkan kepala.

Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, dia mulai menyantap sup tomat dan telur di hadapannya.

Tanpa sadar, matanya memerah.

Air matanya menetes ke dalam sup, lalu disantap olehnya.

Memang benar, dia tidak bisa menghabiskan semua hidangan ini.

Sekalipun bisa, dia akan mati kekenyangan.

Anna menghabiskan sup tomat dan telur itu dalam beberapa suapan.

Ketika dia kembali mengangkat kepalanya, ekspresinya sudah kembali normal.

Hanya saja, sudut matanya agak bengkak dan merah. Kalau Rio memperhatikan dengan saksama, Rio pasti akan menyadari ada yang aneh dengannya.

"Rio, bagaimana kalau kita bercerai saja?"

Rio yang duduk di seberangnya sedang menatap ponsel.

Perhatian Rio tidak tertuju padanya, suatu senyuman tipis muncul di sudut bibir Rio.

Sepertinya dia tidak mendengar ucapan Anna dengan jelas. Dia hanya bergumam pelan tanpa mengangkat kepalanya.

Anna tidak menunjukkan ekspresi apa pun, tetapi suatu rasa sakit perlahan-lahan melanda hatinya.

Dia menarik napas dalam-dalam untuk menahan kekesalannya.

Ketika dia hendak mengulangi ucapannya, Rio menyelanya, "Sella sudah datang. Kalau ada urusan, kita bicarakan nanti."

Anna membuka mulutnya, tetapi Rio bahkan tidak menunggunya berbicara dan meninggalkan ruang makan dengan terburu-buru.

Melihat Rio pergi dengan tegas, Anna mengerutkan bibirnya dan menundukkan kepala untuk mengetik pesan.

"Nanti, aku akan menemuimu di firma hukum."

Ke depannya, Rio tidak perlu khawatir Anna akan mengganggunya berinteraksi dengan wanita lain.

Lima tahun sudah berakhir, keinginan ibu Rio pun sudah terpenuhi.

Namun, dia tidak ingin menunggu lagi.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
103 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status