Share

Finding Love
Finding Love
Penulis: Novelalavina

Bab 1: Yayasan Panti Asuhan Cempaka Putih

Kasih antara manusia semakin mendingin, maka tidak heran jika kita sulit mencari cinta sejati. Banyak penghianatan yang berujung kata perpisahan. Janji sehidup semati berakhir dengan dusta dan luka. Tapi, terkadang kita belum mampu menyadari bahwa kita dapat menemukan orang yang tepat, cinta sejati dan itu tidak jauh dari kehidupan kita. 

Sengatan terik mentari kian terasa menyengat menusuk kulit. Suara orkestra tonggeret jantan di pepohonan bersahut-sahutan dan merdu memikat tonggeret betina sebagai tanda penghujung musim hujan dan sebagai awal musim panas. Diikuti gelak tawa anak-anak dari tempat bermain dalam sebuah Panti Asuhan bernama Tunas Cempaka Putih. Tampak dua orang anak perempuan berusia 8 tahun sedang bermain bersama. Anna adalah anak yang manis dan putih berpostur kurus dan berambut panjang memakai outfit terusan berwarna merah sedangkan Bella berambut pendek kulit berwarna kuning langsat dengan outfit casualnya.

"Anna, Mari bermain !" Bella mengajak Anna sambil mengayunkan tangan dan berlari ke arah jungkat-jungkit.

"Baiklah," sahut Anna berlari ke arah Bella dan mereka memainkan jungkat-jungkit bersama.

Anna adalah anak yang cerdas dan memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi. Maka untuk memuaskan rasa ingin tahu, Annapun mengajukan sebuah pertanyaan kepada Bella,"Bella, kenapa kamu sampai berada di Panti Asuhan Tunas Cempaka Putih ?" 

Sambil bermain jungkat-jungkit naik dan turun maka Bella menjawab dengan sedih dan bibir bergetar mengenang kembali kepahitan yang dialami," Ayahku meninggal karena serangan jantung akibat dikeluarkan dari tempat Ayah bekerja dan Ibuku bunuh diri karena itu. Jadi, melalui Dinas Sosial maka aku ditempatkan di Panti Asuhan Tunas Cempaka Putih. Lalu ceritakan kisahmu padaku Anna !" Bella dengan antusias mencondongkan tubuhnya ke depan dan melebarkan pandangan matanya ke arah Anna. Mencoba untuk memaksa menceritakan kisah Anna.

Anna mencoba mempertahankan kontak mata dengan Bella dan memperlihatkan wajah sendu juga berempati.

"Menyedihkan sekali kisahmu Bella, hampir sama karena kita kehilangan kedua orang tua. Kejadiannya waktu aku berusia 6 tahun, saat itu aku dan kedua orangtuaku bersama sopir pribadi kami mengalami tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuaku. Hanya aku dan sopir pribadi yang selamat. Namun, keluargaku yang tersisa hanya nenek dan bibiku. Sayangnya, mereka menganggapku pembawa sial dan menitipkan aku di Panti Asuhan Tunas Cempaka Putih. Aku tidak begitu ingat bahkan lupa akan wajah nenek dan bibiku yang tak pernah menjengukku. Cerita ini aku dengar dari Mama Rose, salah satu koki di Panti Asuhan Cempaka Putih."

Sambil menatap Anna dengan mata berkaca-kaca, Bella segera turun dari jungkat-jungkit dan segera mencoba menguatkan juga menghibur seraya mendekati Anna. 

Bella segera memeluk Anna dengan lembut lalu Bella berujar, "aku senang berbagi rasa duka dan suka denganmu Anna."

"Iya Bella, selamanya kita adalah sahabat sejati."

"Janji sampai kakek-nenek dan mati pun kita tetap jadi sahabat ya Anna." Bella berikrar sambil mengulurkan jari kelingkingnya ke pada Anna dan mereka saling melilitkan jari kelingkingnya kepada satu sama lain.

"Janji sehidup semati sahabat sejati," Anna berseru dengan antusias. 

"Janji, jungkat-jungkit di Yayasan Panti Asuhan Cempaka Putih saksi persahabatan kita sampai mati," ucap Bella masih melilitkan jari kelingking sebelah kanannya di jari kelingking Anna sambil jari telunjuk tangan kiri Bella menunjuk ke arah jungkat-jungkit. 

Begitulah persahabatan yang terjalin erat antara Anna dan Bella di Yayasan Panti Asuhan Cempaka Putih. Walau Anna lebih dulu tinggal di Yayasan Panti Asuhan Cempaka Putih tapi tak jarang Anna di bully sesama penghuni Panti Asuhan. Anna mengalami PTSD pasca trauma kecelakaan sehingga membuatnya takut naik mobil dan bus sekolah atau bus umum. PTSD yaitu singkatan dari Post Traumatic Stress Disorder. PTSD sangat menggangu kualitas hidup Anna karena menyebabkan kecemasan jika teringat kejadian di masa lalu yang membuat trauma. Walaupun selama 6 bulan pihak Yayasan Panti Asuhan Cempaka Putih sudah membawa Anna berobat dan konsultasi ke psikiatri tapi tak kunjung membuat Anna pulih. Maka, sosok Bella yang menjadi penyelamat saat Anna di bully. PTSD dan bully membuat mental Anna sering drop dan self harm di usia dini. Anna berpikir bahwa dia pembawa sial yang membuat kedua orang tuanya meninggal.

Walau Bella menjadi sahabat yang lebih karib daripada saudara tapi tak membuat Anna berhenti self harm. Hati Anna lebih sakit daripada luka dari self harm yang Anna goreskan di tubuhnya sendiri. Walau bersama tumbuh di tempat yang sama, pola asuh yang sama, juga tidak memiliki orang tua tapi kondisi mental Anna dan Bella tidak sama. Anna walau cerdas dia juga rapuh. Bella yang memiliki IQ jongkok tapi cenderung ambisius dan optimis. Tetapi persahabatan Anna dan Bella tetap kokoh dan tak goyah terbukti di mana ada Anna maka di situ juga ada Bella. 

Musim berganti dan tahun berlalu, Anna dan Bella sudah memasuki usia sweet seventeen. Maka mereka duduk di bangku SMK di mana mereka memilih jurusan broadcasting dan sekolah yang sama. Matahari sudah mulai tinggi pertanda hari sudah menjelang siang. Kabut pun perlahan sirna dan hawa dingin berganti hangat. Tampak dari kejauhan Anna dan Bella berlarian dengan nafas yang berpacu memburu waktu. Seraya mereka memakai tas sekolah di punggung dengan seragam lengkap. 

"Tunggu Anna! Kenapa lari kencang sekali?" Langkah Bella terhenti karena nafas sesak terlalu lelah berlari sambil terbungkuk memegang perut.

"Ayo lari Bella! Sekolah sudah di depan mata. Coba lihat gerbang mau ditutup petugas security!"

"Makanya Anna, kalau takut naik bus sekolah lebih baik berangkat lebih pagi daripada selalu tergesa-gesa seperti ini."

"Besok Bella, aku upayakan bangun pagi."

"Tiap hari kamu janji seperti itu dan keesokan harinya bangun kesiangan lagi!"

Dari kejauhan Anna melihat anak perempuan sepertinya kelas 6 SD tergesa-gesa menyeberang jalan raya dengan berjalan cepat tanpa menengok kanan kiri.

Anak itu tidak menyadari bahwa sebuah mobil Vellfire hitam tahun 2008  sedang melaju kencang ke arah anak perempuan tadi. Melihat itu Bella menghentikan langkahnya dengan sangat panik sambil berseru sangat lantang, "woy dek! Cepat menghindar! Awas ditabrak mobil!" 

Tapi anak perempuan itu tidak mendengar apapun termasuk suara mobil dan teriakan Bella beserta teriakan orang sekitar.

Karena tergerak oleh rasa kasihan, Anna ingin menyelamatkan anak perempuan tersebut. Tapi Anna sangat takut. Dia merasa sesak nafas, berkeringat dingin, jantung berpacu kencang. Tidak lain karena PTSD yang Anna derita, Anna sangat trauma apalagi jika melihat mobil. Terbayang kedua orangtuanya yang meninggal karena kecelakaan mobil. Anna bisa memilih pergi dan membiarkan anak kecil tersebut tertabrak. Tapi Anna berpikir jika terlambat satu detik saja maka nyawa anak perempuan tersebut akan melayang. Kasihan masih kecil dan masa depan masih panjang. Anna yang merasa bersalah atas kematian kedua orangtuanya itu pun memutuskan mengakhiri hidupnya dengan menyelamatkan anak perempuan yang hampir tertabrak. 

Kedua tangan Anna mendorong tubuh anak perempuan tersebut. Sontak Anak perempuan itu sangat terkejut tubuhnya terlempar ke depan dan terjerembab di rerumputan di pinggir jalan raya. 

"Brak!"

Nahas, tubuh Anna tertabrak Vellfire hitam dan terpental ke jalan raya. 

"Ah!" 

Suara Anna Terjatuh tertelungkup kepala Anna terantuk aspal jalan raya dan darah segar berceceran mengalir dari kepala Anna dan membasahi aspal jalan raya. Anna melihat semua berputar dan semakin rabun. Anna berupaya mempertahankan kesadaran tapi tak mampu. Tubuh Anna terbaring lemas lunglai di jalan raya.

Melihat Anna bersimbah darah, pemilik mobil Vellfire hitam 2008 tersenyum sinis dan puas. Di dalam mobil Vellfire, Pria misterius berkacamata hitam berkendara dengan melaju kencang tanpa berhenti. 

Semua orang yang melihat kejadian ini lantas berteriak, "tolongin dong! Ada gadis korban tabrak lari." 

Mereka segera menghampiri tubuh Anna yang tak sadar kan diri. Tapi tidak ada satupun di antara mereka yang berani membantu apalagi memegang tubuh Anna, mereka takut berurusan dengan polisi. Banyak orang berdiri melihat Anna dengan memegang gadget dan berlomba mengunggah foto Anna yang telah bersimbah darah ke akun media sosial. 

Anak perempuan yang ditolong Anna melihat kejadian tersebut sangat syok dan menangis. 

Sementara Bella, tidak menemani Anna. Terengah-engah Bella berlari kembali ke Yayasan Panti Asuhan Cempaka Putih dan menceritakan kejadian tersebut ke Nyonya Neni selaku pengelola Panti Asuhan Cempaka Putih. 

"Nyonya Neni, ga…ga...gawat!" panggil Bella sambil ngos-ngosan dan sedikit terbungkuk karena sesak nafas.

"Iya Bell, pelan-pelan ya Bella ceritanya. Jangan sambil Terengah-engah ! Ceritakan perlahan tentang apa yang terjadi?" Nyonya Neni nampak menenangkan Bella.

Bella segera bercerita,"Begini ceritanya Nyonya Neni, ada kejadian darurat karena Anna tertabrak mobil saat berusaha menyelamatkan nyawa seorang anak perempuan !"

Nyonya Neni masih belum percaya dengan seruan Bella.

 "Apa benar? Kamu tidak salah bicara Bella? Baru saja Anna berangkat sekolah bersamamu."

"Benar Nyonya Neni, saya tunjukkan TKP-nya!" Bella berusaha meyakinkan sambil meraih lengan Nyonya Neni berupaya mengajak ke tempat kecelakaan Anna.

"Bip,bip,bip!"

Hp milik Nyonya Neni berdering dia segera mengangkat telepon dari nomor yang tak dikenal.

"Halo, Apakah benar ini Yayasan Panti Asuhan Cempaka Putih ?"Suara penelpon.

"Ya benar, saya Neni selaku pengelola Yayasan Panti Asuhan Cempaka Putih."

"Saya pihak rumah sakit. Anak asuh Ibu Neni sedang di rawat di ICU RSK. Martadinata. Lewat tanda pengenalnya kami mengetahui bahwa identitasnya Anna."

"Iya Benar, tolong rawat Anna dengan baik ! Saya segera kerumah sakit."

Sambil menangis terbata-bata Nyonya Neni bergegas ke RSK. Martadinata bersama Bella.

Sesampainya di RSK. Martadinata, Nyonya Neni dan Bella segera menuju ke ruangan ICU tempat Anna dirawat.

Tapi, salah satu perawat menghadang langkah kaki Nyonya Neni dan Bella.

"Maaf, keluarga pasien dilarang masuk! Hanya dokter dan perawat yang bertugas saja boleh masuk!"

"Begini, Saya Neni selaku wali dari Anna. Baru saja mendapat telpon dari pihak RSK. Martadinata terkait kecelakaan Anna."

"Oh, Ibu Neni dari Yayasan Panti Asuhan Cempaka Putih?" Perawat menyahut.

"Benar, itu Saya Pribadi," ucap Nyonya Neni.

"Untuk saat ini Pasien bernama Anna sudah mendapatkan penanganan medis. Ibu Neni bisa mengurus administrasinya tapi sebelum itu, Dokter dan Polisi sudah menunggu Ibu Neni. Silahkan ikuti saya! Akan saya antar menuju ruangan dokter bedah saraf yaitu Dr.Victor, Sp.Bs" 

Nyonya Neni serta Bella Mengikuti langkah kaki Perawat laki-laki yang mengenakan baju dan celana panjang identik dengan warna putih dan sepatu maskulin pantofel hitam. Nyonya Neni masih sesenggukan memikirkan Anna sambil mengusap-usap kedua pipi dan mata dengan tissue. Suatu hal aneh dari raut muka Bella yang sama sekali tidak menunjukkan kesedihan apalagi meneteskan air mata. Mungkin karena syok, Bella lupa cara mengungkapkan kesedihan.

Sekejab telah sampai di depan ruangan praktek Dr.Victor, Sp.Bs. Perawat menunjuk ke dalam ruangan Dr. Victor. 

"Silahkan masuk Ibu Neni, semua sudah menunggu di dalam!" Kata perawat sambil mempersilahkan masuk dan segera pergi ke ruang ICU.

Nyonya Neni dan Bela langsung masuk ke ruangan Dr.Viktor. Disana Bu Neni, Bella, Dr.Viktor, Orang tua dari anak perempuan yang diselamatkan Anna berkumpul. Mereka mendiskusikan akan melakukan perawatan tindak lanjut kepada Anna dan meminta persetujuan Nyonya Neni selaku Wali Asuh dari Anna. Nyonya Neni terpaksa menandatangani prosedur medis Anna karena nenek dan bibi Anna tidak dapat dihubungi dan sudah lama kehilangan kontak.

Pihak Kepolisian juga tidak menemukan bukti rekaman CCTV dan sedang memburu pelaku tabrak lari yang mengemudikan mobil Vellfire hitam 2008. 

 Siapa pelaku menabrak Anna ?

Bagaimana kondisi Anna selanjutnya ?

Apakah Anna akan bertahan dan tetap hidup?                                 

     

Komen (1)
goodnovel comment avatar
anggi
astaga Anna (T-T ) jadi penasaran sama lanjutannya (>__<) btw author gaada sosmed kah? aku pingin follow~
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status