ホーム / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 131. Bodohnya Deni

共有

Bab 131. Bodohnya Deni

作者: Andy Lorenza
last update 公開日: 2026-05-07 22:25:55

“Oh ya, bagaimana kalau aku saja yang menggantikan pekerjaan Ayah di rumah Om Syamsul itu? Sementara Ayah bisa bekerja seperti biasanya, menyadap karet ataupun ke sawah bersama Ibu? Hingga nanti aku akan kembali ke kota 2 hari menjelang kegiatan kuliah dilaksanakan!” tawar ku pada Ayah.

“Ayah sih setuju-setuju aja, tapi apa kamu nggak capek? Mending istirahat aja di rumah menjelang kamu kembali lagi ke kota!” tutur Ayah.

“Aku justru bakal suntuk kalau nggak ada kegiatan apa-apa di sini,” ujar k
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 132. Mengerjakan Pekerjaan Ayah

    “Ya harus begitu, Mila. Banyak loh orang-orang yang kehidupannya mampu seperti Mila dan Syamsul, namun anak-anak mereka justru ogah-ogahan sekolah, apalagi sampai melanjutkan ke perguruan tinggi.” ujar Ayah, yang melihat di desa itu beberapa orang yang terbilang mampu kehidupannya tak begitu menyokong anak-anak mereka dalam hal pendidikan, mereka seolah-olah acuh dan membiarkan begitu saja.“Ya Mas, nggak jauh-jauh kok tetangga di sebelah ini juga membiarkan anak-anak mereka putus sekolah. Padahal mereka cukup mampu dari segi ekonomi dibandingkan yang lain! Tapi sudahlah Mas, yang terpenting sekarang kita memikirkan bagaimana putra-putri kita kelak berhasil dalam pendidikan mereka.” tutur Bu Karmila, Ayah mengangguk.“Oh ya, kamu udah sarapan Ryan?” sambung Karmila bertanya pada ku.“Sudah Tante, tadi minum segelas kopi hangat dan sepotong panganan yang dibuatkan Ibu.” jawab ku.“Hanya itu saja?”“Iya Mila, Ryan ini memang sejak dulu tak pernah mau sarapan pagi. Paling juga segelas ko

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 131. Bodohnya Deni

    “Oh ya, bagaimana kalau aku saja yang menggantikan pekerjaan Ayah di rumah Om Syamsul itu? Sementara Ayah bisa bekerja seperti biasanya, menyadap karet ataupun ke sawah bersama Ibu? Hingga nanti aku akan kembali ke kota 2 hari menjelang kegiatan kuliah dilaksanakan!” tawar ku pada Ayah.“Ayah sih setuju-setuju aja, tapi apa kamu nggak capek? Mending istirahat aja di rumah menjelang kamu kembali lagi ke kota!” tutur Ayah.“Aku justru bakal suntuk kalau nggak ada kegiatan apa-apa di sini,” ujar ku.“Ya udah kalau begitu, besok pagi Ayah antar kamu ke rumah Syamsul. Di sana nanti kamu akan dibantu beberapa orang untuk menimbang karet yang dibawa dari kebun, kamu hanya bertugas mencatat saja. Lalu sorenya mengatur jumlah muatan truk-truk yang akan berangkat mengantar karet-karet itu ke kota,” tutur Ayah.“Baik Ayah, aku rasa nggak terlalu sulit melakukan pekerjaan itu.” Ayah hanya anggukan kepala, karena ia memaklumi tugas seperti itu akan sangat mudah dilakukan oleh putra sulungnya itu.

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 130. Bertemu Ayah Dan Ibu

    Lewat beberapa menit dari jam 5 sore aku tiba di desa di rumah orang tua ku, seperti biasa kedatangan ku tentu disambut dengan penuh kegembiraan oleh Ayah dan Ibu, dan tentu pula akan memberikan suasana yang beda di rumah itu.Aku pun diminta beristirahat dulu, karena perjalanan dengan bus yang kadang lebih dari 7 jam itu tentu melelahkan, namun sebelum gelap aku telah merasakan tubuh ku segar terlebih selepas mandi dan berganti pakaian. Aku duduk di ruang depan bersama kedua orang tua ku, sementara adik-adik ku saat itu tengah mengerjakan tugas dari sekolahnya masing-masing.Karena cuaca di desa itu gerimis sejak sore tadi, udara terasa dingin ketika malam menghampiri, aku minta dibuatkan kopi hangat oleh Ibu begitu pula dengan Ayah. Aku meneguk kopi hangat itu, kemudian mengeluarkan sesuatu dari kantong celana, Ayah dan Ibu kaget karena ternyata aku mengeluarkan sebungkus rokok, mengambilnya sebatang lalu menyulutnya.“Ryan..! Kamu merokok sekarang?” seru Ibu.“Iya Bu. Bolehkan, Aya

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 129. Dola Merasa Kehilangan

    Senin pagi kampus perguruan tinggi negeri ternama Kota P ramai dikunjungi calon-calon mahasiswa baru, baik calon mahasiswa yang berasal dari sekolah-sekolah yang mendapat undangan maupun calon mahasiswa yang lulus tes ujian masuk perguruan tinggi negeri. Saat itu mereka melakukan daftar ulang yang diadakan panitia kampus, dengan ketentuan harus membayar sejumlah uang untuk semester dan biaya almamater.Setiap calon mahasiswa tentu berbeda-beda jumlah besaran uang yang akan dibayar terutama calon mahasiswa undangan dengan calon mahasiswa yang berhasil lulus ujian masuk. Termasuk juga dengan aku yang saat itu menjadi salah satu calon mahasiswa undangan dari SMEA Negeri Kota P, besaran uang yang harus ia bayar Rp. 500.000,- dengan rincian Rp. 450.000,- uang semester dan Rp. 50.000,- uang untuk almamater.Sekembalinya dari kampus aku yang berencana ingin pulang ke desa dan akan kembali ke kota itu 2 hari menjelang kegiatan perkuliahan dilaksanakan, hanya singgah sebentar di bangunan tempa

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 128. Dola Kecewa

    “Ryan pindah kos? Aku nggak ada dikasih tahunya, Mas. Mas Sugeng tahu nggak tempat kosnya yang baru?” tanya Dola yang tak kalah kagetnya mengetahui aku diam-diam telah pindah dari kos-kosan itu.“Tempatnya sih aku nggak tahu persis, Bu. Ryan hanya bilang cari kos-kosan yang dekat dengan kampus,” jawab Sugeng.Dola hanya diam sepertinya tengah memikirkan ke mana aku pindah kos, jika kampus yang dikatakan Sugeng, di Kota P itu banyak sekali terdapat kampus perguruan tinggi negeri maupun swasta, Dola tiba-tiba ingat perguruan tinggi negeri yang memberikan undangan pada siswa-siswanya yang berprestasi saat ujian akhir di sekolahnya, dengan buru-buru Dola menghabiskan sate pesanannya itu.“Nih Mas uangnya! Aku pamit dulu ya, kali aja aku bisa temuin nanti tempat kos Ryan itu.” tutur Dola berdiri dari duduknya sembari membayar sate pesanannya pada Sugeng.“Loh, kok buru-buru sih Bu?” tanya Sugeng.“Takut nanti kemalaman mencari kos Ryan yang baru itu, soalnya dia kan nggak nyebutin tempat y

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 127. Dola Ke Kos Lama Ku

    Hal itu jelas tak mudah dilakukan, mengingat aku telah terlanjur menaruh hati pada mantan Guru ku itu, dengan cara menghindar seperti yang aku lakukan saat ini bisa jadi akan menimbulkan resiko dibenci oleh wanita yang pertama kali mampu menimbulkan rasa sayang di hati ku itu.“Semua pakaianmu udah kamu masukan ke dalam lemari, Ryan?” tanya Eva.“Udah Tante.”“Nah, sekarang yuk ikut aku! Akan aku perkenalkan kamu dengan para penghuni kos-kosan di sebelah!” ajak Eva, aku mengangguk lalu mengikuti Eva melangkah menemui para penyewa kos-kosannya.Sebagian besar penghuni kos-kosan itu memang belum kembali ke sana, karena masih berada di daerah atau desa mereka masing-masing. Karena memang hampir 75% dihuni oleh mahasiswi yang baru akan tiba 2 minggu ke depan saat kegiatan kuliah dimulai, sementara yang ada di sana para wanita muda yang bekerja di kantor instansi pemerintah dan swasta.Eva memperkenalkan aku kepada mereka sebagai keponakannya sendiri, dan aku ditugaskan untuk mengawasi dan

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 42. Kesedihan Tante Dewi

    Aku tersenyum, jemari tangan Tante Dewi memang aku genggam tapi bukan menjabatnya, aku menggenggam erat jemari tangannya lalu Tante Dewi otomatis duduk begitu rapat dengan ku. Aku merasa tersentuh akan ketulusan permohonan maaf dari Tante ku itu, malahan kini aku merasa kasihan melihat kenyataan pa

    last update最終更新日 : 2026-03-25
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 45. Tuntaskan Birahi Bi Lastri

    Aku tiba-tiba saja diam, selain aku merasa bersalah dengan semua yang telah terjadi hingga membuat Bi Lastri terkena imbasnya dari hubungan terlarang ku beberapa kali dengan Dola di rumah itu, aku pun merasa kasihan melihat pembantu itu.Sebagai wanita normal dan sudah menikah tentu saja gairah itu

    last update最終更新日 : 2026-03-25
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 43. Desy Cemburu

    Aku merasakan sesuatu sentuhan yang beda dari jemari Tante Dewi yang mulai menyentuh bagian sentitif ku, entah itu disengaja atau tidak yang pasti aku mulai merasa risih hingga aku memikirkan cara untuk dapat terlepas dari situasi yang bisa membawa ku dalam hubungan terlarang dengan Tante ku sendir

    last update最終更新日 : 2026-03-25
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 38. Kenyaman Hati Dola

    “Hemmm... Aku nggak pernah ingin berkata yang nggak sejalan dengan hatiku, Tante. Apa yang aku lihat dan nilai, akan aku katakan apa adanya.” Dola menatap lekat ke wajah ku seolah-olah mencari kebenaran atas semua yang aku ucapkan, Dola kemudian tersenyum dan merasa yakin kalau aku benar-benar berk

    last update最終更新日 : 2026-03-24
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status