Início / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 151. Dikunjungi Rini

Compartilhar

Bab 151. Dikunjungi Rini

Autor: Andy Lorenza
last update Data de publicação: 2026-05-29 20:03:11

Sosok ku selalu terlihat mempesona bagi wanita-wanita yang pernah kenal dan bertemu dengan ku, padahal jika dilihat dari segi berpakaian dan gaya ku yang sederhana serta santai, tak ada menunjukan keistimewaan sedikitpun. Tapi yang membuat heran kenapa para wanita yang tiap kali bertemu dan memperhatikan ku, mudah saja tertarik.

Mungkin karena keserhanaan dan cool itulah, para wanita yang pernah bertemu dengan ku merasa penasaran, di samping juga mungkin wajah tampan ku tak bisa pula dipungkiri
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 151. Dikunjungi Rini

    Sosok ku selalu terlihat mempesona bagi wanita-wanita yang pernah kenal dan bertemu dengan ku, padahal jika dilihat dari segi berpakaian dan gaya ku yang sederhana serta santai, tak ada menunjukan keistimewaan sedikitpun. Tapi yang membuat heran kenapa para wanita yang tiap kali bertemu dan memperhatikan ku, mudah saja tertarik.Mungkin karena keserhanaan dan cool itulah, para wanita yang pernah bertemu dengan ku merasa penasaran, di samping juga mungkin wajah tampan ku tak bisa pula dipungkiri, terutama bagi Eva dan wanita yang telah cukup lama mengenal serta pernah tidur dengan ku, tentu sudah mengetahui dengan jelas keistimewaan dari ku.Sekitar jam 7 malam lewat sedikit, aku yang duduk di teras rumah tengah melakukan tugas seperti biasanya mengawasi para penghuni dan tamu yang datang ke kos-kosan itu, melihat kedatangan sosok wanita yang aku pernah lihat dan kenal memasuki halaman dan menuju ruangan terbuka tempat biasa digunakan para penghuni kos-kosan menerima tamu mereka.Aku l

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 150. Para Tante Tajir Penasaran

    “Iya Tante. Tapi aku kan baru saja masuk kuliah dan itu tentunya butuh waktu 3 sampai 4 tahun lagi, baru akan menjadi seorang sarjana.” ujar ku.“Nggak masalah, jika nanti kamu udah wisuda dan menjadi sarjana temui saja aku. Atau bilang sama Eva agar nanti kamu diantarnya ke kantorku,” tutur Clara yang membuat rekan-rekannya yang lain geleng-geleng kepala, karena begitu berharapnya dia pada ku untuk bergabung di perusahaannya, padahal baru juga kenal dan bertemu di cafe itu.Boleh dikatakan mereka itu adalah kumpulan wanita-wanita sosialita, yang bergelimang harta kekayaan, begitu pula cara hidup mereka yang memang terkesan serba mewah. Dengan harta kekayaan yang mereka miliki, masa itu mereka begitu bebasnya dapat berbuat sesukanya, keseharian mereka setelah bekerja di tempat usaha dan perusahaan mereka masing-masing, mereka akan menikmati hidup dengan bersenang-senang.Kehadiran ku menemani mereka duduk di cafe itu sesuatu yang menurut mereka menyenangkan, karena aku juga sosok yang

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 149. Tante-tante Tajir

    “Oh, ya nggak masalah sampai jam 10 malam juga banyak waktu untuk ngobrol kok. Di kos-kosan kami juga begitu peraturannya,” ujar Rini.“Ya udah kalau gitu, yuk kita bubar! Ntar lagi mata kuliah selanjutnya bakal dimulai,” ajak Fitria.“Oke sampai ketemu lagi, Ryan!” seru para cewek-cewek kampus yang duduk bersama ku di dalam perpustakaan itu.“Ya.” ucap ku lambaikan tangan pada mereka.Lewat dari jam 3 sore, Eva menjemput ku ke kos-kosan setelah beberapa menit aku pulang dari kuliah. Rencananya mulai hari itu setiap pulang kuliah aku akan langsung menuju cafe tempat usaha Mama-mama cantik itu, namun ternyata Eva tak langsung membawanya ke sana, melainkan singgah dulu di sebuah taylor langganan Eva menjahit baju-baju seragam karyawan cafe miliknya.Setelah mengukur ukuran baju dan celana, barulah aku dibawanya menuju cafe.“Nah, sekarang kamu pakai pakaian biasa saja dulu, 3 hari lagi paling lama pakaian seragam cafe itu akan selesai.” ujar Eva saat tiba di tempat parkiran cafe milikny

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 148. Sok Paling Akrab

    Jam menunjukan hampir pukul 10 malam, itu artinya sebentar lagi tepat jam 10 tidak boleh ada kegiatan lagi di kos-kosan berupa terima tamu maupun aktifitas keluar masuk pintu pagar. Sepeninggal Weni dan Rista yang saat itu telah kembali ke ruangan kos-kosannya, aku tetap duduk di teras bersiap memberi tahu para penghuni yang tengah menerima tamu serta yang masih hilir-mudik keluar-masuk pintu pagar, bahwa sebentar lagi pintu pagar akan ditutup.Para penghuni dan tamu yang memang mengetahui batas yang ditetapkan di sana, secara teratur beranjak dari kawasan halaman kos-kosan itu, para tamu pun pergi dan para mahasiswi serta penghuni kos-kosan lainnya pun kembali ke ruangan mereka masing-masing, aku segera menutup dan mengunci pintu pagar, kemudian kembali ke bangunan di samping kos-kosan itu untuk beristirahat.****Seperti biasanya saat jam jeda kuliah menunggu mata kuliah selanjutnya, aku kembali menuju perpustakaan kampus. Aku kaget saat tiba di sana, Fitria, Anggi dan Puspita telah

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 147. Saran Dari Ku

    “Sendirian aja nih, Ryan? Boleh kami ikut gabung duduk di sini?” sapa salah seorang dari 2 cewek yang datang menghampirinya itu.“Eh, Weni dan Rista. Tentu saja boleh, silahkan duduk! Kalian mau minum apa? Sebentar aku bikinin!” ulas ku sambil menawarkan minum.“Nggak usah buat minum segala, kami baru saja siap makan. Kamu udah makan malam, Ryan?” tanya cewek yang bernama Rista.“Udah Ris, barusan aja. Selesai makan aku duduk-duduk di sini,” jawab ku.“Gimana Ryan, kuliah hari pertamamu seru nggak?” kali ini Weni yang bertanya.“Ya serulah, di samping merasakan ruangan dan cara belajar yang baru juga banyak kenalan teman-teman yang baru.” jawab ku.“Sejak Ibu Eva memintamu tinggal di sini, kok nggak ada kami lihat kamu membawa cewekmu bertamu ke sini? Apa kamu sengaja nggak ingin memperkenalkannya pada kami di sini? Atau juga Bu Eva melarangnya?” tanya Weni lagi.“He.. he.. he! Cewekku yang mana? Aku nggak punya cewek yang ada teman aja, Tante Eva nggak pernah melarangku mengundang t

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 146. Jadi Topik Pembicaraan

    Bram yang setengah jam lalu pulang dari kantor hanya bisa memandangnya dari kejauhan, tak berani menghampiri apalagi bertanya pada Dola kenapa dia bermenung seorang diri di pinggiran kolam, Ia mengakui betapa sulitnya meluluhkan hati istrinya itu, namun Bram faham butuh ekstra kesabaran lagi dalam memperjuangkan cintanya.Yang mengherankan kenapa juga Bram begitu bersikukuhnya mempertahankan dan berjuang untuk mendapatkan hati Dola? Sementara di sekitarnya banyak wanita yang ingin menjadi pendampingnya, jika dilihat dari raut wajah Dola tak ada sedikitpun kemiripan dengan wajah mantan istrinya yang telah tiada itu.Lantas dari mana Bram begitu besarnya menaruh harapan jika kelak ia akan menemui kebahagiaan bersama Guru cantik itu? Entahlah yang pasti hatinya berkata sosok Dola wanita yang baik dan penyanyang, hanya saja sampai saat ini ia belum mampu untuk menundukan hatinya.Karena hari sudah semakin senja, Bi Lastri pun menghampiri Dola. Dia tak ingin melihat Nyonya itu terlalu menu

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 51. Membuat Kolam Ikan

    Siang itu kembali aku bareng dengan Dola dari sekolah menuju rumah megah milik Guru cantik itu, setelah makan siang bersama dan beristirahat sejenak, aku menuju perkarangan belakang rumah lokasi galian kolam ikan yang dikerjakan para pekerja dari toko bangunan langganan Dola, galian itu benar-benar

    last updateÚltima atualização : 2026-03-27
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 46. Persiapan Menikah

    “Kamu kenapa, Cindy? Kok kelihatan bingung begitu? Apa kamu masih meragukan keseriusanku untuk menikahimu besok siang?” tanya Deni yang melihat Cindy seperti memikirikan sesuatu, wajahnya pun memperlihatkan kecemasan.“Nggak kenapa-kenapa kok, sayang. Mungkin aku belum benar-benar fit, hingga wajah

    last updateÚltima atualização : 2026-03-26
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 48. Desy Merasa Bahagia

    Selama ini aku hanya tahu hubungan badan itupun dengan Dola dan wanita yang usianya terpaut jauh dengan diri ku, hubungan yang hanya melibatkan gejolak terlarang tanpa melibatkan perasaan selain tujuan mencapai puncak dari hubungan terlarang itu. Sementara yang ku hadapi sekarang ini adalah sosok g

    last updateÚltima atualização : 2026-03-26
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 47. Birahi Liar Di Dalam Bioskop

    “Bi..!”“Iya Nyonya.” Bi Lastri berjalan agak cepat ke ruang tamu tempat Dola duduk sambil membaca koran.“Ada apa, Nyonya?” tanya Bi Lastri saat tiba di ruang tamu itu.“Tadi Ryan sebelum berangkat sekolah ada tinggalkan pesan buatku nggak, Bi?”“Nggak tuh, setelah Ryan membersihkan sisa-sisa rump

    last updateÚltima atualização : 2026-03-26
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status