Beranda / Romansa / Gadis 100 Juta Tuan Luis / 17. Celina dan Riana

Share

17. Celina dan Riana

Penulis: Nannys0903
last update Tanggal publikasi: 2025-12-03 17:27:43

Bab 17

Celina menatap telapak tangannya yang masih terasa panas, dada naik turun dihimpit penyesalan. Riana memegangi pipinya, mata bening itu membulat tak percaya kakaknya sendiri melakukan kekerasan padahal ia tak seperti itu.

“Riana.” Tadi emosinya meledak begitu saja. Apalagi dalam keadaan seperti ini. Celina harus berjuang melanjutkan hidup untuk adik dan ibunya, tapi Riana justru membohonginya.

Wajah Celina penuh penyelesaian, ia tak bisa mengontrol tangannya hingga menyakiti adiknya se
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 124

    Bab 124 Dari balik batang pohon kamboja yang besar dan rindang, Luis berdiri mematung. Jemari kekarnya meremas kuat sebuah dompet kain kecil bergambar kartun milik Aldo yang tertinggal di jok belakang mobilnya. Uang recehan di dalamnya berdenting pelan, menjadi satu-satunya saksi bisu detak jantung Luis yang berpacu liar.Niat awalnya hanya memutar balik mobil untuk mengembalikan dompet itu. Namun, instingnya menuntun kendaraan mewahnya mengikuti rombongan ambulans hingga sampai ke kompleks pemakaman umum ini. Dan sekarang, kenyataan menghantam dada Luis bagai hantaman badai.Di depan makam yang masih basah bertabur bunga mawar, Celina tengah berlutut. Matanya yang sembab meneteskan air mata duka, memeluk erat tubuh mungil Aldo yang terisak pelan."Mommy," bisik Aldo parau di sela tangisnya. "Nenek Lela sudah di surga, ya?"Celina mengusap lembut kepala putranya, membenamkan wajah anak itu di dada hangatnya. "Iya, Nak. Nenek sudah tenang. Aldo harus jadi anak pendoa buat Nenek, ya?"

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 123

    Bab 123Di lorong depan ruang perawatan intensif, suasana duka terasa begitu pekat. Celina duduk di kursi besi dengan kepala tertunduk, pakaian kerja sederhananya tampak kusut, dan wajahnya pucat pasi. Di sampingnya, Denada terus mengelus punggung putrinya sembari mengusap air mata.Namun, ketenangan penuh duka itu terganggu oleh perdebatan sengit di sudut lorong.Mereka masih mengurus jenazah dan belum dibawa pulang. Sedangkan di rumah Celina sudah ramai para tetangga berdatangan untuk membantu pemakaman."Brian! Kamu tidak bisa membiarkan janji konyol itu mengikatmu!" cecar Elisabeth dengan suara tertahan penuh penekanan. Wajah cantiknya yang biasa terpoles sempurna kini tampak bengis oleh amarah. "Ibumu sudah meninggal! Janji pada orang mati tidak ada artinya jika itu merusak masa depan kita! Aku tidak setuju jika kamu kembali bersama Celina. Kita sudah berjanji akan hidup dan menua bersama. Aku mencintaimu Brian. Jangan ikuti ucapan ibumu." "Cukup, Elisabeth!" bentak Brian rend

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    bab 122

    "Aldo sayang Papa Luis," balas Aldo, memeluk leher Luis erat-erat, menyembunyikan wajahnya di bahu pria itu. Ia belum pernah merasakan kebahagiaan memiliki seorang Papa yang sesungguhnya. Di depan pintu netra seseorang membulat ketika melihat keduanya di atas panggung."Tuan Luis ....." Wajah pucat seperti kapas. Ia mengusap netranya memastikan tak ada air mata atau kotoran. Apa yang dilihatnya nyata dan benar. Pria paruh baya berjas abu-abu yang berdiri di ambang pintu aula sekolah matanya melebar ketidakpercayaan. Sebagai salah satu jajaran direksi di konsorsium bisnis terkemuka, ia mengenali wajah itu dengan sangat jelas Luis Suarez. Pria dingin berdingin dingin yang mendominasi panggung bisnis internasional, sosok berpengaruh yang tak tersentuh, kini berdiri di panggung TK dengan mata berembun sambil memeluk erat seorang anak kecil."Tuan Luis?" gumam pria itu lirih, tertegun melihat bagaimana Luis mengelus punggung anak laki-laki itu dengan kelembutan yang tak pernah diperliha

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 121

    Bab 121 Celina terjebak macet. Ia hendak ke rumah sakit setelah mendapatkan telepon dari tetangganya. Ibunya, Denada meminta tetangga untuk menghubungi Celina karena keadaan Mama Lela memburuk dan ponsel Denada mati daya setelah menerima panggilan dari Brian.Celina meremas tangannya. Di kemudi supir perusahaan hanya menghela napas panjang."Pak, apa tidak ada jalan lain?""Ada Nona. Di depan ada gang kecil. Kita bisa lewat sana hanya saja macet."Celina menatap ponselnya sudah tiga puluh menit berlalu. Tapi perjalanan rumah sakit masih jauh. Hingga akhirnya ada pergerakan dari mobil setelah di kondisikan oleh keamanan.Langkah Celina semakin cepat. Tubuhnya gemetar setelah menerima kondisi terbaru Mama Lela. Ia mendorong pintu ruangan. Di sana Brain dan Elizabeth berdiri berdampingan dan Denada mengenggam tangan Mama Lela.Langkah Celina berdiri di samping tubuh mertuanya. Ia menatap wanita itu dengan iba. Baru beberapa hari saja tubuhnya semakin ringkih."Ma, ini Celina sudah datan

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 120

    Bab 120 Wajah Aldo begitu riang untuk pertama kalinya ia duduk bersama pria yang bisa dipanggil papa. Brian bukan tak bisa hadir. Aldo sudah berbicara semalam, tapi pertengkaran antara Brian dan Elizabeth membuat dirinya sadar diri kalau ia bukan siapa-siapa. Aldo tak menyalahkan mereka justru dirinya yang menyusahkan saja sejak dalam kandungan. Aldo memilih pergi tak ingin menganggu Brian dan kekasihnya. Untung saja bertemu Luis di jalan. Pria itu bisa diajak kerjasama. Lampu aula sekolah meredup. Hanya sorotan cahaya kuning hangat yang menerangi panggung kayu di depan. Di barisan kursi terdepan, Luis membetulkan posisi duduknya yang terasa kaku. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang dari biasanya. Di sebelahnya, beberapa ayah lain tampak bersenda gurau, bangga menunggu giliran anak mereka tampil dalam perayaan Hari Ayah pagi itu."Selanjutnya." Suara guru pembawa acara terdengar melalui pengeras suara, "kita sambut penampilan dari Aldo, kelas nol besar, yang akan mempersembah

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 119

    Bab 119Aldo duduk di teras sudah siang ia belum juga pergi ke sekolah. Hari ini hari perayaan ayah sedunia. Ia belum mendapatkan penganti ayahnya. Semalam ia mencoba beranikan diri untuk berbicara dengan Brian. Pria itu bisa menjadi ayahnya di panggung. Aldo menatap jemari mungilnya yang sejak tadi dimainkan. Kendaraan berlalu lalang menyapa anak itu. Tapi tak ada satupun ia jawab. Hanya menatap tanpa kehangatan. Semua orang menyadari hal itu. "Aldo. Kenapa kamu belum berangkat? Ke mana Aunty mu itu?" tanya salah satu orang tetangga. "Mereka pergi pagi-pagi ke rumah sakit. Nenek Lela kambuh dan Aunty Riana mengantar Nenek ke sana. Mami belum pulang." "Lalu kenapa kamu belum berangkat?" tanya wanita itu berusia lima puluh tahunan. Ia menatap iba Aldo. Biasanya wajah anak itu sangat ceria. Hari ini raut wajahnya berbeda. "Aku segera berangkat." Aldo beranjak bangkit. Ia menatap sepedanya yang sedang rusak. Bel

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    94. Rencana Celina

    Bab 94 Suara pintu digendor keras. Celina menoleh ke arah jam dinding. "Malam-malam begini siapa yang gedor pintu?" keluh Celina keluar kamar. Ia membuka pintu rumah dan di sana berdiri seorang pria wajahnya sangat sedih dan menyentuh lengan Celina. Pria yang wajahnya lelah mengenakan kaos hitam

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    92. Kelapangan Hati Denada

    Bab 92 Global Innovator Program — Overseas Research Division sebuah pesan email masuk dari perusahaan itu. Seminggu lagi ia harus datang ke tempat itu. Celina sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Buku proyek yang selama ini ia simpan anak mengalami perkembangan bagus. Robot mungil di tangannya

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    91. Taman Kota

    Bab 91 "Hanya ini saja? Kalian hanya mendapatkan foto mereka? Yang aku inginkan keberadaan dia bukan foto ini. Di mana mereka dan tinggal. Bagaimana keadaan Celina. Apa kalian bodoh, ah!" Luis melempar amplop itu ke lantai. Ia ingin bertemu langsung dengan Celina bukan fotonya saja. Anak buah Lui

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    34. Saling bertabrakan

    Bab 34 Celina menatap pemuda di hadapannya. Celina tak pernah bercerita tentang perusahaan ini baik keluarga ataupun sahabatnya. Ia hanya mengaku sebagai pengasuh di rumah orang kaya. "Doni kenapa kamu di sini?" Celina selalu ingat perkataan Luis kalau ia tak suka berdekatan dengan siapapun di pe

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status