로그인Julia Rivas adalah sekretaris cantik nan lugu yang terpaksa menjual dirinya pada Diego Torres, bosnya yang angkuh dan hyper, demi menyelamatkan nyawa ibunya. Di tengah kegelapan keluarga, sang kakak penjudi dan adik pergi ke Amerika untuk menjadi bintang porno. Julia melihat Diego, sang 'Raja Es', sebagai satu-satunya jalan. Awalnya, affair ini adalah transaksi dingin. Namun, malam pertama menjadi bumerang bagi Diego. Ia terkejut menemukan Julia perawan. Kepolosan yang ia nodai itu segera memicu obsesi liar, mengubah hasrat iseng Diego menjadi kecanduan yang mematikan. Diego, yang seharusnya menikahi tunangannya, Lucia Ortega, kini bingung. Diego harus memilih: status dan kekuasaan bersama Lucia, atau Simpanan Tuan Torres yang telah merenggut hati dan kendalinya
더 보기สวัสดีค่ะทุกคน! ฉัน ผักกาด ภัทรวดี พิพัฒนาเตโชพัฒน์ ลูกสาวสุดที่รักและสุดจะหวงของครอบครัว
ตั้งแต่จำความได้ ฉันเติบโตมาท่ามกลางความรักที่เอ่อล้นจากทุกคนในครอบครัวมาโดยตลอด บ้านตระกูลเตโชพัฒน์ของฉันอบอุ่นมาก จนกระทั่งถึงเวลาที่ฉันต้องเติบโตขึ้นไปอีกก้าวใหญ่ ๆ เมื่อสี่ปีก่อน หลังจากวันปัจฉิมนิเทศ ม.6 ที่ฉันตัดสินใจบอกปะป๊าว่าจะเรียนคณะบริหารธุรกิจ เพื่ออนาคตจะได้กลับมาช่วยงานและแบ่งเบาภาระของปะป๊า ฉันก็มุ่งมั่นสอบเข้ามหาวิทยาลัยอย่างเต็มที่ พอสอบติดปุ๊บ ฉันก็ขออนุญาตปะป๊ากับหม่ามี้พ่วงกระเป๋าจากบ้านมาใช้ชีวิตโตเป็นผู้ใหญ่ด้วยการอยู่คอนโดคนเดียว ซึ่งกว่าปะป๊าจะอนุมัติคือส่งการ์ดชุดดำมาตรวจความปลอดภัยคอนโดไปสามรอบถ้วนค่ะ และวันเวลาหมุนผ่านไปไวมาก... เผลอแป๊บเดียวตอนนี้ฉันเรียนอยู่ ปีที่สี่ แล้วค่ะ อายุ 23 ปี และช่วงเวลานี้คือช่วงที่นักศึกษาทุกคนต้องเผชิญ นั่นคือ การยื่นเอกสารฝึกงาน แน่นอนค่ะ... ที่ฝึกงานของฉันไม่ใช่เอเครือกรุ๊ปของปะป๊าอคิณแน่นอน เพราะฉันอยากพิสูจน์ตัวเอง อยากเก่งด้วยลำแข้งของตัวเองก่อนจะกลับไปรับตำแหน่งใหญ่ต่อจากปะป๊า ส่วนสถานที่ที่ฉันตัดสินใจยื่นเรซูเม่ไปก็คือ บริษัทส่งออกและโลจิสติกส์ยักษ์ใหญ่ ซึ่งเป็นธุรกิจของ พี่เหนือ ภานุวัฒน์ เดชาพัฒนาสกุล ค่ะ ถ้าถามว่าทำไมต้องเป็นบริษัทของพี่เหนือ? คงต้องย้อนกลับไปเมื่อสี่ปีก่อน ตอนที่ฉันเพิ่งจบ ม.6 หมาด ๆ และเข้ามาเดินดูลาดเลาที่คณะบริหารธุรกิจของมหาวิทยาลัยเป็นครั้งแรก วันนั้นอากาศร้อนมาก แถมฝนดันตกลงมาปรอย ๆ ทำให้พื้นหินอ่อนหน้าตึกคณะลื่นสุด ๆ ด้วยความที่มัวแต่ตื่นตาตื่นใจมองตึกเรียน วืดดดด! เท้าฉันลื่นไถลไปกับพื้นทันที ตอนนั้นคิดในใจว่าล้มก้นจ้ำเบ้าอายคนแน่ ๆ แต่ทว่า... กลับมีวงแขนแกร่งของใครบางคนเอื้อมเข้ามาโอบประคองเอวฉันไว้ได้ทันท่วงที ท่ามกลางละอองฝนที่โปรยปราย วินาทีที่ฉันเงยหน้าขึ้นไปสบตา... หัวใจของฉันก็เต้นผิดจังหวะไปหนึ่งที ผู้ชายร่างสูงสง่าในชุดนักศึกษาชาย เสื้อเชิ้ตสีขาวเนี้ยบ ใบหน้าหล่อเหลาคมคายราวกับภาพวาด แววตาของเขาดูสุขุม นุ่มนวล แต่ก็แฝงไปด้วยความอบอุ่น ชายเสื้อของเขาปักชื่อไว้ชัดเจนว่า ภานุวัฒน์ “เป็นอะไรไหมครับน้อง? เจ็บตรงไหนหรือเปล่า พื้นตรงนี้มันลื่น ค่อย ๆ เดินนะครับ” เสียงทุ้มนุ่มของเขาเอ่ยถามด้วยความห่วงใย “มะ... ไม่เป็นไรค่ะ ขอบคุณมากนะคะพี่” ฉันตอบเสียงอ้อมแอ้ม หน้าแดงซ่านจนต้องรีบก้มหน้าหลบสายตา นั่นคือครั้งแรกและครั้งเดียวที่ฉันได้เจอ พี่เหนือ รุ่นพี่ปีสี่สุดฮอตของคณะในตอนนั้น หลังจากวันนั้นพี่เหนือก็เรียนจบและออกไปบริหารธุรกิจของครอบครัวอย่างเต็มตัว ทิ้งไว้เพียงความทรงจำสายหวานในใจของฉันที่ผ่านไปสี่ปีก็ยังไม่เคยลืม “ผักกาด... แกแน่ใจนะว่าจะยื่นฝึกงานที่ เดชาพัฒนาสกุล กรุ๊ป’ จริง ๆ อะ?” เสียงเจื้อยแจ้วของยัยพรีม เพื่อนสนิทในกลุ่มทักขึ้นขณะที่เรากำลังนั่งตรวจเช็กเอกสารกันในคาเฟ่ใต้คอนโด (บริษัทเดชาพัฒนาสกุลของพี่เขาคือชื่อเก่า พอพี่เหนือมาบริหารเปลี่ยนเป็น เอ็นพีซีกรุ๊ป) “อื้อ แน่ใจสิ บริษัทพี่เหนือระบบการบริหารดีระดับท็อปของประเทศเลยนะพรีม ถ้าได้ไปฝึกงานที่นั่น ฉันต้องได้ประสบการณ์กลับมาช่วยปะป๊าเยอะแน่ ๆ” ฉันตอบพลางยิ้มกริ่ม แต่ในใจแอบคิดถึงเจ้าของบริษัทไปแล้วแปดสิบเปอร์เซ็นต์ค่ะ แหะ ๆ ไม่รอช้าฉันก็กดส่งไฟล์เอกสารสมัครงานในตำแหน่ง ผู้ช่วยเลขานุการฝึกหัด ไปยังอีเมลของฝ่ายบุคคลบริษัทพี่เหนือทันทีด้วยหัวใจที่เต้นรัวแผ่วเบา ทางเดินข้างหน้าในฐานะ เด็กฝึกงานของฉันกำลังจะเริ่มต้นขึ้นแล้วค่ะ ไม่รู้ว่าการกลับไปเจอพี่เหนือในครั้งนี้ในฐานะท่านประธานบริษัทยักษ์ใหญ่ เขาจะยังจำเด็กผู้หญิงที่ซุ่มซ่ามลื่นล้มหน้าคณะคนนั้นได้ไหมนะ แต่ที่แน่ ๆ... ถ้าปะป๊าอคิณรู้ว่าลูกสาวคนสวยแอบยื่นฝึกงานกับบริษัทของหนุ่มหล่อมาดเข้มคนนี้ มีหวังปะป๊าได้บึ่งรถตู้หรูมาถล่มออฟฟิศพี่เหนือตั้งแต่วันแรกที่ฉันเริ่มงานแน่ ๆ เลยล่ะค่ะ! หม่ามี้เมลคะ... เตรียมช่วยผักกาดสกัดปะป๊าด้วยนะคะ ผักกาดมีรักครั้งแรกค่ะWaktu bergulir dengan ritme yang tak terduga. Masa-masa penuh ketegangan di kantor dan drama pelarian seolah terkikis oleh kehadiran nyawa baru di rahim Julia. Memasuki trimester kedua, garis tegas di wajah Diego mulai melunak. Pria predator itu kini lebih sering terlihat menatap perut Julia yang membuncit dengan binar yang sulit diartikan—campuran antara obsesi dan proteksi yang mutlak. Tanpa terasa, hari-hari penuh mual dan rasa lelah mengantar Julia ke garis finis: minggu ke-39. Persalinan itu menjadi momen paling sakral di kediaman Torres. Ketika tangisan pecah memenuhi ruangan, sebuah keberuntungan besar menghampiri mereka. Julia melahirkan bayi kembar laki-laki yang sehat, sebuah "jackpot" yang mengukuhkan posisi Julia di mata keluarga besar Torres. Richard dan Rachel Torres tak lagi memandang Julia sebagai sekretaris yang terjebak utang, melainkan ibu dari pewaris mereka: Marlo dan Marco Torres. Di sisi lain, sebuah babak baru yang penuh intrik terbuka di Portugal. Laura Riva
Diego mengusap punggung Julia. "Kamu harus kuat, Julia. Ada dua nyawa di perutmu, mereka adalah kunci pintu gerbang Torres International. Jangan biarkan hal-hal kecil mengganggu fokusmu."Julia menarik napas dalam-dalam, menenangkan diri dalam pelukan Diego. Ia tahu, di balik kelembutan pelukan itu, ada tuntutan besar dari pria yang kini menjadi satu-satunya pelindungnya."Javier sudah memperlambat jaringan internet di Madeira. Data internet Laura kini hanya tergantung dari situ."Diego memotong Bistec a la Española di piring Julia menjadi potongan-potongan kecil, matanya menunjukkan ketenangan."Tenang saja. Komunikasi dan koneksi internet Laura sudah kami kendalikan penuh. Sekarang makanlah, Sayang. Kita tidak perlu lagi memikirkan masalah Madeira malam ini."Julia menatap Diego. Rasa lega memenuhi dirinya, bercampur dengan kekaguman atas efisiensi Diego dalam mengatasi masalah. Ia mulai menyantap makan malamnya, kini dengan pikiran yan
Di kantor atau ruang kerja pribadi Diego di Girasol Estate, Madrid. Diego baru saja berpisah dari Julia yang sudah terlelap. Pablo berada di sana, sedang membereskan dokumen akhir mengenai penyebaran berita Georgina.Ponsel Pablo berdering. Ia melihat nama Oscar di layar."Ya, Oscar. Bagaimana situasi di sana? Apakah Nona Laura sudah tenang?"Pablo mendengarkan laporan Oscar mengenai kamera vlogging dan niat Laura untuk membuat video "Baking di Pengasingan." Wajahnya yang tenang mulai menunjukkan ketegangan."Baik, Oscar. Tetap tenang. Apakah kau sudah memeriksa isi paketnya dan menyita kameranya? Kita tidak bisa—""Apa yang terjadi? Kenapa wajahmu seperti melihat hantu?" tanya Diego, yang baru saja masuk ke ruangan Pablo.Saat Pablo hendak menjawab, Diego mendengar samar-samar suara Oscar dari telepon.Suara Oscar ."...Dia berencana membuat siaran langsung atau vlogging tentang 'pengasingan' di sini, Tuan. Ini jelas pel
Beberapa saat kemudian, sebuah paket datang dan diterima oleh Javier. Oscar, yang baru saja kembali dan meletakkan cookies hangat di meja jaga, langsung bertanya."Apa itu, Javier?""Sepertinya seperti biasa, belanjaan Nona Laura dari Amazon."Wajah Oscar kembali tegang. "Kau yakin itu Amazon? Diperiksa dulu! Aku khawatir isinya adalah jejak masa lalu Laura. Kita tidak mau mengambil risiko, apalagi jika dibuka, gadis itu histeris dan tidak stabil lagi."Javier mengulurkan paket itu, sedikit kesal. "Kau baca saja sendiri. Tertulis jelas dari Amazon, kan?"Oscar membaca label dengan cermat. "Betul, ini Amazon. Beli apa lagi dia kira-kira?""Tentu saja. Dia mendapat uang saku dari Nona Julia yang sangat banyak sebagai kompensasi dikurung di sini. Mungkin isinya perhiasan baru, atau alat pembuat kue terbaru."Laura menghampiri dua pengawal itu. Wajahnya menunjukkan sedikit antusiasme."Hei, apa kalian menerima paket
Di kegelapan dini hari, di jalanan pinggiran kota yang sepi, sebuah van hitam berhenti di depan gudang tua yang tampak ditinggalkan. Pintu belakang terbuka dengan suara derit keras.Seorang pria dengan perawakan besar dan wajah keras hanya dikenal sebagai El Toro mendorong keluar sesosok
Carmen bangkit dari ranjang dan berjalan mendekat untuk memeluk putrinya, mencoba menanamkan rasa khawatir dan kasih sayangnya."Baik, Bu. Tenang saja, aku hanya bekerja bukan untuk hal aneh-aneh." Julia memejamkan matanya mencoba membuang rasa bersalah yang bersarang di dadanya.
Oh ya, Julia. Ngomong-ngomong aku belum pernah melihat saudara perempuanmu. Di mana dia? Kalian tiga bersaudara, kan?" tanya Diego santai, meskipun di dalam hati dia sudah mengetahui jawabannya. Julia sedikit menegang mendengar pertanyaan itu, berusaha keras agar air mukanya tidak beru
Di rumah sakit, Julia sedang menata selimut Carmen, ibunya. Operasi akan dimulai pukul 10 nanti. "Julia, kamu meminta izin lagi? Nanti Tuan Diego marah?."Aku sudah meminta izin padanya, Bu. Ibu tak perlu khawatir.""Kamu tampak lelah, Nak? Apa kamu masih lembur seperti biasa?."Julia tersenyum sim
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰더 보기