Share

38. lorong gelap

Penulis: Alvarezmom
last update Tanggal publikasi: 2025-08-07 16:07:20

Pagi di rumah keluarga Wijaya Gunawan menyapa dengan keheningan yang asing bagi Amara. Tak ada suara pelayan yang menyapa dengan ramah, tak ada sapaan lembut seperti yang biasa ia bayangkan saat kecil. Yang ada hanyalah gema langkah kakinya sendiri saat ia melangkah menyusuri lorong-lorong besar dengan dinding marmer dingin. Mewah, megah, tapi sunyi.

Ia melewati ruang keluarga, lalu berhenti sejenak. Foto-foto keluarga berbingkai emas terpajang rapi di dinding. Ada foto ayahnya muda, ibunya yan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gadis Tanpa Ingatan   104.

    Suara notifikasi ponsel membelah keheningan dini hari itu.Bukan keras. Namun cukup untuk membuat Raina membuka mata sebelum alarm berbunyi.Ia meraih ponselnya perlahan. Layar masih redup ketika nama Armand muncul di sana disertai satu pesan singkat.“Ada media yang mulai mengangkat kasus ini. Kita perlu bicara pagi ini.”Raina membaca pesan itu dua kali.Lalu meletakkan ponselnya kembali di meja samping tempat tidur.Ia tidak langsung bangun.Matanya menatap langit-langit kamar yang masih gelap sebagian.Dan untuk sesaat, ia merasakan sesuatu yang selama ini berhasil ia jaga di dalam dirinya mulai bergetar lagi.Bukan kepanikan.Namun kesadaran bahwa mulai hari ini.krisis ini tidak lagi hanya hidup di ruang rapat.Ia akan masuk ke ruang publik.Ke ruang opini.Ke ruang yang sering kali tidak memberi waktu untuk memahami secara utuh.Pagi datang perlahan.Di dapur, suara air mendidih terdengar lebih nyaring dari biasanya. Elvano memperhatikan Raina diam-diam saat ia menuang teh.“Ka

  • Gadis Tanpa Ingatan   103.

    Pagi itu datang tanpa kelembutan seperti biasanya. Cahaya tetap masuk melalui jendela, tetapi rasanya berbeda—lebih tajam, seolah menyoroti sesuatu yang tidak bisa lagi dihindari. Raina duduk di meja makan dengan secangkir teh yang hampir tidak ia sentuh. Pikirannya tidak kacau, tetapi juga tidak tenang. Ia berada di titik di mana semua yang selama ini ia yakini tentang kepemimpinan, kepercayaan, dan sistem… sedang diuji secara nyata, bukan dalam teori, bukan dalam refleksi aman. Hari itu, hasil investigasi awal akan dibahas secara terbuka bersama dewan dan beberapa pihak eksternal. Tidak ada ruang untuk jeda panjang lagi. Di kantor, suasana terasa lebih berat dari hari-hari sebelumnya. Orang-orang berbicara lebih pelan. Beberapa menghindari kontak mata terlalu lama. Informasi memang belum tersebar sepenuhnya, tetapi intuisi kolektif sudah menangkap bahwa ini bukan masalah kecil. Raina berjalan melewati lorong dengan langkah yang tet

  • Gadis Tanpa Ingatan   102.

    Pagi berikutnya datang tanpa kelegaan yang instan. Cahaya tetap masuk melalui jendela seperti biasa, tetapi kali ini tidak membawa rasa ringan yang selama ini akrab bagi Raina. Ada sesuatu yang masih menggantung—bukan kekacauan, melainkan ketegangan yang belum selesai.Ia tidak mencoba menyingkirkannya.Ia berdiri di tempat yang sama, dengan secangkir teh di tangan, dan membiarkan perasaan itu hadir apa adanya.Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ketenangan yang ia miliki tidak terasa seperti tempat beristirahat, tetapi seperti ruang kerja—tempat ia harus tetap sadar, tetap hadir, tanpa menghindar.Di kantor, suasana berubah.Tidak gaduh. Tidak panik.Namun jelas berbeda.Percakapan menjadi lebih hati-hati. Tatapan saling mencari kepastian. Ada keinginan untuk tetap percaya—namun juga ada retakan kecil yang mulai terasa.Raina tidak mencoba menutupnya dengan pidato atau motivasi cepat.Ia justru memperlambat ritme.Mengatur ulang pert

  • Gadis Tanpa Ingatan   101.

    Pagi berikutnya tidak memberi jeda panjang untuk merenung. Realitas bergerak lebih cepat dari perasaan, dan Raina tahu ia tidak bisa berlama-lama berada di dalam pikirannya sendiri.Namun kali ini, ia tidak langsung berlari mengejar ritme itu.Ia bangun lebih awal dari biasanya. Bukan karena gelisah, tetapi karena ada sesuatu yang perlu ia siapkan—bukan di luar, melainkan di dalam dirinya.Di meja makan, secangkir teh hangat dibiarkan hampir tak tersentuh. Raina duduk diam, menatap uap yang perlahan menghilang.Ia tidak sedang mencari ketenangan seperti hari-hari sebelumnya.Ia sedang menyiapkan keberanian.Di kantor, atmosfer berubah drastis.Bukan lagi hanya rasa ingin tahu atau bisikan-bisikan kecil.Kini, semua orang tahu.Atau setidaknya… merasa tahu.Percakapan berhenti ketika Raina lewat. Tatapan mengikuti, tidak dengan prasangka, tetapi dengan harapan—dan sedikit ketakutan.Bagaimana ini akan ditangani?Apa yang akan berubah?

  • Gadis Tanpa Ingatan   100.

    Langit sore itu tampak biasa—terlalu biasa, justru. Tidak ada tanda bahwa sesuatu akan berubah. Namun justru dalam ketenangan seperti itulah, hal-hal besar sering datang tanpa peringatan.Raina sedang berada di ruang kerjanya ketika pesan itu masuk.Bukan dari tim internal. Bukan dari mitra biasa.Pesan itu datang dari pihak eksternal yang selama ini hanya ia dengar dalam konteks strategis—bukan personal.Singkat. Formal. Namun cukup untuk membuatnya berhenti membaca di tengah kalimat.Permintaan pertemuan mendesak. Terkait dugaan pelanggaran serius dalam salah satu program organisasi.Raina tidak langsung bereaksi.Ia membaca ulang.Lalu sekali lagi.Dadanya tidak berdegup kencang seperti dulu. Namun ada sesuatu yang mengeras di dalam—bukan panik, melainkan kewaspadaan.Ia berdiri perlahan.Melangkah ke jendela.Menatap kota yang tetap berjalan seperti biasa.Namun ia tahu, sesuatu baru saja bergeser.Keesokan harinya, pertemuan itu berlangsung.Ruangannya dingin. Tidak secara suhu,

  • Gadis Tanpa Ingatan   99.

    Pagi itu datang dengan cara yang hampir tak terasa—seperti napas yang masuk perlahan tanpa disadari. Tidak ada perbedaan besar dari hari sebelumnya, namun Raina merasakan sesuatu yang halus berubah di dalam dirinya. Bukan perubahan yang mengguncang, melainkan pergeseran kecil yang membuat segalanya terasa lebih jernih.Ia duduk di kursi dekat jendela, secangkir teh hangat di tangannya. Uap tipis naik perlahan, menghilang di udara yang masih sejuk. Di luar, langit belum sepenuhnya terang. Ada jeda antara malam dan pagi yang selalu ia sukai—ruang singkat di mana dunia belum benar-benar sibuk.Di ruang itu, pikirannya tidak berlari.Ia tidak sedang merencanakan hari. Tidak pula mengulang percakapan kemarin. Ia hanya… ada.Dan untuk beberapa menit, itu cukup.Di kantor, suasana terasa sedikit lebih padat dari biasanya. Ada beberapa agenda yang saling berdekatan, dan beberapa keputusan yang harus segera diambil. Namun yang berbeda bukanlah situasinya—melainkan cara Raina memasukinya.Ia ti

  • Gadis Tanpa Ingatan   56.

    Hujan turun perlahan di luar rumah sakit sore itu. Butiran air membasahi kaca jendela, memantulkan cahaya lampu yang berpendar lembut di koridor. Raina duduk di ruang tunggu, tangan gemetar di pangkuan, sementara matanya terpaku pada pintu laboratorium yang tertutup rapat. Di dalam sanalah nasibnya

  • Gadis Tanpa Ingatan   55.

    Pagi itu, rumah besar Wijaya Gunawan dibangunkan bukan oleh suara burung, melainkan ketukan keras di pintu-pintu kayu yang menggema. Para pelayan berlarian, pengawal bergantian berpatroli di koridor, dan udara dipenuhi bisikan cemas. Uji DNA dijadwalkan siang ini—dan semua orang tahu, hasilnya bisa

  • Gadis Tanpa Ingatan   54.

    Lorong rumah besar Wijaya Gunawan masih dipenuhi langkah kaki para tamu yang baru saja keluar dari ruang sidang. Udara tegang belum sepenuhnya reda, seolah bayangan pertengkaran tadi masih menempel di setiap dinding. Di balik itu semua, Nadine berjalan cepat, tumit sepatunya beradu dengan lantai ma

  • Gadis Tanpa Ingatan   53.

    Pagi itu, udara di rumah besar Wijaya Gunawan terasa tebal dan berat, seolah setiap dinding menyerap kecemasan yang memenuhi isi rumah. Para pelayan bergegas, suara langkah kaki dan bisikan memenuhi lorong-lorong panjang. Hari ini, dewan keluarga akan berkumpul untuk menentukan satu hal penting: si

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status