Share

75.

Author: Alvarezmom
last update publish date: 2025-12-28 15:11:09

Sidang pertama digelar dua minggu kemudian, di ruang pengadilan yang dingin dan terang. Raina duduk di barisan depan bersama Elvano, sementara Raditya berada beberapa kursi di belakang mereka—wajahnya lebih tenang dari hari-hari pelarian, meski garis lelah masih tertinggal di sudut mata. Ketika palu hakim diketukkan, Raina merasakan getaran halus merambat dari lantai hingga tulang dadanya. Karena semua ini belum berakhir sepenuhnya, setelah Ini akan menjadi awal yang lain.

Jaksa membacakan dakw
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Tanpa Ingatan   108.

    Hujan akhirnya turun malam itu.Tidak deras. Hanya rintik-rintik yang memukul kaca jendela kantor dengan ritme pelan namun konstan. Sebagian besar lantai gedung sudah kosong ketika Raina masih berdiri di dekat jendela ruangannya.Pertemuan siang tadi terus berputar di kepalanya.Bukan karena fakta-fakta baru yang muncul.Melainkan karena satu hal yang jauh lebih sulit.Ia melihat kemanusiaan di balik kesalahan itu.Dan justru itulah yang membuat semuanya terasa berat.Jika orang yang mereka hadapi adalah sosok yang jelas-jelas jahat, mungkin keputusan akan lebih mudah diambil.Namun kenyataannya tidak demikian.Pria itu pernah berjuang untuk organisasi.Pernah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kehidupan pribadinya demi membangun banyak program yang kini menjadi kebanggaan mereka.Ia pernah menjadi alasan banyak orang bertahan.Termasuk Raina.Dan sekarang semua itu berdiri berdampingan dengan fakta bahwa ia juga telah melanggar batas yang tidak seharusnya dilanggar.Pintu ruangannya

  • Gadis Tanpa Ingatan   107.

    Pagi berikutnya datang dengan udara yang lebih dingin. Hujan semalam masih meninggalkan jejak pada kaca-kaca gedung dan jalanan yang tampak basah berkilau di bawah cahaya matahari yang malu-malu muncul di balik awan. Namun yang membuat suasana berbeda bukanlah cuaca. Melainkan keputusan yang harus diambil hari itu. Raina tiba di kantor lebih awal dari biasanya. Belum banyak orang datang. Lorong-lorong masih sepi. Lampu beberapa ruangan bahkan belum dinyalakan. Ia berjalan perlahan menuju ruang rapat kecil yang selama beberapa minggu terakhir menjadi pusat berbagai diskusi penting. Di tangannya ada map yang berisi dokumen-dokumen terbaru. Dokumen yang semalaman tidak berhasil membuatnya tidur nyenyak. Ketika ia membuka pintu, Armand sudah berada di sana. Di hadapannya terdapat laptop yang menyala dan beberapa lembar catatan. "Kamu juga tidak tidur?" tanya

  • Gadis Tanpa Ingatan   106.

    Malam turun lebih cepat dari biasanya.Awan gelap menggantung di atas kota, menelan warna jingga yang biasanya bertahan beberapa menit sebelum senja benar-benar hilang. Dari jendela ruang kerjanya, Raina memandangi pantulan lampu-lampu gedung yang mulai menyala satu per satu.Di atas mejanya, map tipis itu masih terbuka.Beberapa lembar kertas.Tidak banyak.Namun cukup untuk mengguncang fondasi yang selama ini ia kenal.Armand masih berada di ruangan itu. Sudah hampir satu jam mereka tidak banyak berbicara. Masing-masing tenggelam dalam pikiran sendiri.Akhirnya Armand memecah keheningan."Kita harus melibatkan tim investigasi tambahan."Raina mengangguk."Besok pagi.""Dan kalau informasi ini bocor sebelum kita siap?"Pertanyaan itu menggantung di udara.Karena mereka sama-sama tahu risikonya.Jika temuan baru ini benar, maka kasus yang selama ini dianggap penyimpangan individu bisa berubah menjadi dugaan jaringan yang jauh l

  • Gadis Tanpa Ingatan   105.

    Angin malam berembus lebih kencang dari biasanya ketika Raina menutup pintu teras dan kembali masuk ke dalam rumah.Jam di dinding menunjukkan hampir pukul sebelas malam.Rumah terasa tenang.Terlalu tenang.Elvano belum pulang dari perjalanan kerjanya. Biasanya keadaan seperti itu tidak lagi menjadi masalah bagi Raina. Ia sudah terbiasa menghabiskan malam sendirian dengan buku, secangkir teh, atau catatan-catatan kecil yang memenuhi mejanya.Namun malam itu berbeda.Bukan karena kesepian.Melainkan karena ada sesuatu yang belum selesai mengendap dalam pikirannya.Sejak laporan investigasi diumumkan dan berbagai reaksi publik bermunculan, ada satu bagian yang terus mengganggunya.Sesuatu yang belum bisa ia jelaskan.Ia berdiri di depan rak buku ruang kerja kecilnya.Tatapannya jatuh pada beberapa map lama yang berisi dokumen evaluasi program-program terdahulu.Entah mengapa, tangannya bergerak mengambil salah satu map.Program yang kini menjadi pusat krisis.Program yang selama ini di

  • Gadis Tanpa Ingatan   104.

    Suara notifikasi ponsel membelah keheningan dini hari itu.Bukan keras. Namun cukup untuk membuat Raina membuka mata sebelum alarm berbunyi.Ia meraih ponselnya perlahan. Layar masih redup ketika nama Armand muncul di sana disertai satu pesan singkat.“Ada media yang mulai mengangkat kasus ini. Kita perlu bicara pagi ini.”Raina membaca pesan itu dua kali.Lalu meletakkan ponselnya kembali di meja samping tempat tidur.Ia tidak langsung bangun.Matanya menatap langit-langit kamar yang masih gelap sebagian.Dan untuk sesaat, ia merasakan sesuatu yang selama ini berhasil ia jaga di dalam dirinya mulai bergetar lagi.Bukan kepanikan.Namun kesadaran bahwa mulai hari ini.krisis ini tidak lagi hanya hidup di ruang rapat.Ia akan masuk ke ruang publik.Ke ruang opini.Ke ruang yang sering kali tidak memberi waktu untuk memahami secara utuh.Pagi datang perlahan.Di dapur, suara air mendidih terdengar lebih nyaring dari biasanya. Elvano memperhatikan Raina diam-diam saat ia menuang teh.“Ka

  • Gadis Tanpa Ingatan   103.

    Pagi itu datang tanpa kelembutan seperti biasanya. Cahaya tetap masuk melalui jendela, tetapi rasanya berbeda—lebih tajam, seolah menyoroti sesuatu yang tidak bisa lagi dihindari. Raina duduk di meja makan dengan secangkir teh yang hampir tidak ia sentuh. Pikirannya tidak kacau, tetapi juga tidak tenang. Ia berada di titik di mana semua yang selama ini ia yakini tentang kepemimpinan, kepercayaan, dan sistem… sedang diuji secara nyata, bukan dalam teori, bukan dalam refleksi aman. Hari itu, hasil investigasi awal akan dibahas secara terbuka bersama dewan dan beberapa pihak eksternal. Tidak ada ruang untuk jeda panjang lagi. Di kantor, suasana terasa lebih berat dari hari-hari sebelumnya. Orang-orang berbicara lebih pelan. Beberapa menghindari kontak mata terlalu lama. Informasi memang belum tersebar sepenuhnya, tetapi intuisi kolektif sudah menangkap bahwa ini bukan masalah kecil. Raina berjalan melewati lorong dengan langkah yang tet

  • Gadis Tanpa Ingatan   44. Diam Diam Mengawasi

    Sorak-sorai kecil di dalam aula perlahan mereda, namun getarannya masih terasa di udara. Pernyataan Nadine yang lantang tadi seakan mencabik ruang, membuat semua mata kini tertuju padanya.Raina berdiri di samping Elvano, tubuhnya kaku, seolah kaki enggan berpijak. Jemarinya bergetar halus, hingga

  • Gadis Tanpa Ingatan   43. di balik bayangan nadine

    Jamuan itu belum berakhir ketika Nadine mengumumkan dirinya sebagai Amara Wijaya Gunawan. Sorot lampu kristal jatuh tepat pada wajahnya, membuatnya terlihat begitu percaya diri. Senyum yang ia ukir tampak tenang, namun di baliknya tersimpan kesombongan yang menyilaukan.Raina berdiri kaku di sampin

  • Gadis Tanpa Ingatan   42. Rahasia Pewaris Yang Hilang

    Aula besar keluarga Wijaya Gunawan mendadak menjadi panggung penuh bisikan dan sorotan. Setelah Nadine menyatakan dirinya sebagai Amara, semua mata tertuju padanya. Gaun merahnya menyala seperti bara, senyum liciknya berlapis pesona, membuat sebagian orang langsung percaya pada klaimnya.Namun, di

  • Gadis Tanpa Ingatan   41. nadine muncul kembali

    Suasana malam itu terasa lengang. Lampu-lampu temaram dari rumah mewah keluarga Elvano memantul di lantai marmer, meninggalkan kesan sejuk sekaligus dingin. Dari balik jendela besar, Raina berdiri dengan tatapan kosong, menatap pekatnya langit. Angin berembus pelan, menerpa rambutnya yang jatuh lem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status