Home / Romansa / Gairah Liar Adik Ipar / Bab 17. Terancam

Share

Bab 17. Terancam

Author: Ellea Neor
last update Last Updated: 2025-10-11 15:00:29

Tiara meremas ujung roknya saat mendengar percakapan antara Erland dan orang kepercayaannya itu. Rupanya Erland memerintahkan orang itu untuk mencari keberadaan Esther.

“Kak Erland, kenapa kau masih mencari Kak Esther?” batin Tiara yang tampak kecewa.

Saat Esther tidak ada di rumah, Tiara sangat senang. Tidak ada yang mengganggu waktunya bersama Erland. Tiara juga bisa bertindak sesuka hatinya.

Kalau ada Esther, Tiara merasa terancam. Terlebih mengingat Esther selalu bersikap kasar dan main tangan. Kejadian saat Esther mencabut rambutnya, terlintas di kepala Tiara dan membuat wanita itu merasa trauma.

“Sepertinya aku harus membuat mereka bercerai,” batin Tiara.

Tiara segera menyingkir dari pintu saat mendengar derap langkah kaki mendekat. Ia kembali ke mejanya dan berpura-pura menyibukkan diri.

Saat melihat Erland keluar, Tiara segera bangkit lalu menghampiri Erland.

“Kak Erland!” panggil Tiara sembari berlari kec
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 125.

    Esther terdiam untuk beberapa saat. Ia tahu di mana orang tua Arion. Mereka tak lagi berada di dunia ini. Melainkan di dunia yang berbeda. Itu artinya, Arion akan mengajaknya untuk berziarah ke makam mereka. Arion melirik ke arah Esther. Wanita itu tampak terdiam. Dan itu membuat Arion merasa dirinya telah salah bicara. “Kenapa kau diam? Apa kau tidak senang?” Esther menoleh ke arah Arion. Senyum kecil terukir di bibir wanita itu. “Bukan itu, kenapa kau tidak bilang dari tadi kalau kau ingin mengajakku bertemu orang tuamu,” kata Esther. “Memangnya kenapa?” “Kita akan mengunjungi kedua orang tuamu, bukankah kita harus membawa sesuatu?” Esther berkata dengan sangat lembut, sehingga ucapannya dengan cepat dipahami oleh Arion. “Berhenti di toko bunga.” “Baiklah.” Beberapa meter kemudian, Arion menepikan kendaraannya dan berhenti di toko bunga sesuai dengan permintaan Esther. Wanita itu keluar setelah Arion membukakan pintu mobil. Aroma harum bunga menyentuh indera penciuman Esther

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 124.

    Esther tidak mengerti apa maksud Daxton menanyakan hal ini. Apa pria itu hanya ingin menguji dirinya saja? Atau ada maksud lain? Yang terpenting, Esther sudah menjawab sesuai dengan kata hatinya. Selanjutnya, Esther pasrah dengan keputusan Daxton. Ia tahu pria itu adalah pria yang sangat bijak. Ia tidak pernah melihat Daxton memberikan keputusan yang salah selama ini. “Baguslah.” Daxton menghela napas lega. Esther menatap pria tua itu. Ia sangat penasaran dengan semua ini. Mengapa pria itu tidak marah saat dirinya mengakui perasaannya kepada Arion? “Kakek,” panggil Esther. “Hmmm…” “Kenapa Kakek melakukan ini? Maksudku kenapa Kakek tidak marah pada kami karena telah menyembunyikan hubungan kami. Kenapa Kakek justru mendukung kami?” Esther memberondong Daxton dengan beberapa pertanyaan yang bersarang di kepalanya. Mendengar itu, Daxton malah tertawa. Dan itu membuat Esther semakin heran. Detik selanjutnya, pria itu malah mengangguk-angguk saja. Membuat Esther makin bingung saja.

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 123.

    Daxton berdiri dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Tak jauh darinya, berdiri asistennya yang selalu menemani ke mana pun Daxton pergi. Arion jelas saja kaget. Bagaimana bisa Daxton tiba-tiba ada di sini. Tidak banyak yang tahu tentang mansion ini kecuali orang kepercayaannya saja, seperti Eric dan Harvey. Tetapi bukankah hal semacam itu sangat mudah dilakukan oleh seorang Daxton? Sementara Esther tampak menundukkan kepalanya. Mencoba menyembunyikan wajahnya beserta rasa malu dan rendah dirinya. Ia tidak menyangka bahwa Daxton akan melihat dirinya yang seperti ini. “Kakek, kenapa bisa ada di sini?” Arion ingin menampar mulutnya sendiri. Pertanyaan bodoh itu tak seharusnya keluar dari mulutnya. “Kita harus bicara.” Suara Daxton terdengar sangat berat.Satu kalimat, cukup membuat Arion segera bergeser meninggalkan tempat. Ia melangkah memasuki mansion. Tanpa isyarat, Esther yang cukup tahu diri memutuskan untuk mengekor di

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 122.

    Corrina sedikit puas saat melihat wajah pucat Daxton. Pria itu pasti tidak akan menduga bahwa cucu kesayangannya itu bertindak kotor seperti itu. Menyukai istri kakaknya sendiri adalah sesuatu yang sangat menjijikkan. Corrina yakin, Daxton pasti sangat kaget. Bersyukur bila sampai jantungan dan meninggal. Justru itu akan menjadi sesuatu yang menguntungkan baginya. Daxton meninggal karena Arion, kira-kira seperti itulah narasinya. “Ayah bisa menanyakannya pada Arion. Aku yakin saat ini cucu ayah itu sedang menyembunyikan Esther.” Corrina terus saja memprovokasi Daxton. Tetapi sepertinya pria itu sama sekali tidak terpengaruh. Alih-alih menyalahkan Arion. Daxton justru menyalahkan Erland. “Itu karena Erland menduakan Esther.” Mendengar itu, Corrina mendelik. Bisa-bisanya pria itu menyalahkan putranya. Corrina jelas tidak terima. “Pernikahan kedua Erland terjadi atas persetujuan ayah!” seru Corrina. “Tapi tidak dengan Esther,” sahut Daxton cepat yang membuat Corrina seketika terceng

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 121.

    Arion spontan membulatkan matanya. Terlebih kala melihat tatapan tajam Esther yang dihunuskan pada dirinya. Sesaat Arion tidak mengerti dengan apa yang terjadi. “Kenapa, Esther?” tanya Arion. Entah mengapa wanita itu tiba-tiba menolak sentuhan yang ia berikan. Esther tersenyum sinis. “Masih tanya kenapa? Tanya pada sendiri? Lagi pula untuk apa kau pulang? Bukannya kau sangat betah di rumah sakit?” Esther melipat kedua tangan di depan dada. Dagunya terangkat tinggi. Tatapannya masih seperti pertama kali Arion melihatnya, dingin dan tajam. Ia merasakan aura permusuhan dalam diri wanita itu. “Bukankah aku sudah bilang pada Sui, kalau Eric mengalami kecelakaan?” Arion belum menyadari kesalahan yang ia lakukan. Ia pikir Esther benar-benar mempercayai ucapannya. Namun setelah melihat kemarahan wanita itu, Arion pola pikir Arion. Pasti telah terjadi sesuatu yang membuat Esther murka kepada dirinya. Lagi-lagi Esther menyunggingkan senyumnya. Kemudian dengan sinis berkata, “Eric? S

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 120.

    Hening menggantung di udara. Tiara tampak gugup. Ia yakin, ia tidak memiliki kewenangan untuk menjawab, sehingga ia memilih untuk diam. Sementara Corrina terlihat tenang. Meski begitu ia tahu apa yang harus ia berikan, yaitu jawaban yang memuaskan untuk Daxton. Ia tahu, Esther adalah cucu menantu kesayangan pria itu. Kecemasan tampak dirasakan Erland. Pertanyaan yang dilontarkan Daxton terdengar sangat santai diucapkan. Tetapi, ia yakin pertanyaan itu lebih dari sebuah interogasi yang tegas. Erland menatap Corrina berharap mendapat bantuan untuk menjawab. Satu tatapan tajam, diterima Erland dan itu cukup membuatnya paham akan maksud Corrina yang memerintahkan dirinya untuk tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Corrina menarik napas dalam-dalam, mencoba mengatur napas. “Ayah, duduklah dulu dan bergabunglah bersama kami.” Daxton menyeret langkahnya mendekati meja makan. Ketukan tongkat beradu dengan sepatu terdengar nyaring. Di usia yang memasuki angka 80, Daxton terlihat masih gag

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status