Mag-log in“Kalau aku booking satu minggu berapa tarifmu?” Ivanka Katleya terkejut saat tahu pria yang memesannya hari ini adalah Alvan Abbiya, salah satu dosen yang terkenal killer di kampusnya. Thea menolak dan berpikir jika Alvan sengaja memesan untuk menjebaknya kemudian melaporkan pekerjaan sambilannya sebagai call girl ke pihak kampus. Alhasil dia akan dikeluarkan dari kampus karena mencemarkan nama baik kampus. Namun, ternyata dugaan Thea salah. Alvan menyewa jasanya untuk menyamar sebagai kekasihnya. Keluarga Alvan percaya dan parahnya lagi, hari itu juga mereka langsung dinikahkan. _________________________________________ Cerita ini sekuel dari kisah Widuri dan Emran, ya. Tapi sebagai tokoh utamanya adalah putra ketiga mereka. Cus.. yang mau reunian, mampir di sini.
view more“Sudahlah, nanti aku yang ngatur. Kamu gak usah mengembalikannya,” imbuh Alvan.Thea semakin terkejut dan menggelengkan kepala.“Babe, bagaimanapun yang aku lakukan salah. Aku sudah melanggar syarat dalam beasiswa itu dan sebagai konsekuensi aku harus menggantinya.”“Kalau kamu keberatan, aku pinjam uang Kakek saja.”Alvan berdecak sambil menggelengkan kepala menatap Thea dengan sendu.“Aku sama sekali gak keberatan membayarnya. Hanya saja untuk apa aku bayar uang ke yayasan milikku sendiri?”Thea terdiam. Ia duduk tegak sambil menatap Alvan dengan bingung. Bastian yang mengemudi di depan hanya mengulum senyum melihat interaksi mereka.Wajah Thea terlihat linglung, menatap Alvan sambil mengerjapkan mata beberapa kali. Alvan gemas melihatnya.“Bas, jelaskan padanya!!!”Pada akhirnya Alvan malah menyuruh Bastian yang bersuara. Bastian mengangguk sambil melirik Thea melalui kaca spion.“Apa Nona ingat saat Anda memenangkan lomba melukis ketika SMA dulu?”Thea terdiam sejenak kemudian meng
“PAK ALVAN!!!!”Semua orang di dalam ruangan itu sangat terkejut begitu melihat kedatangan Alvan. Leo yang sedari tadi terlihat berapi-api dan sok kuasa, langsung membeku di kursinya.Sementara Thea langsung tersenyum lega begitu melihat Alvan. Ia tidak menduga Alvan akan datang secepat ini.Perlahan Alvan mendekat kemudian berdiri di samping Thea dan merangkulnya.“Kamu baik-baik saja?” tanya Alvan.Thea tersenyum sambil mengangguk. Semua yang hadir di ruangan itu tercengang kaget melihat interaksi mereka.“Jadi benar, Pak Alvan dan Thea sudah menikah?” tanya Pak Hanafi memecah keheningan.Alvan mengangguk. “Iya, benar. Saya sudah menikah dengannya sejak semester yang lalu. Hanya saja peresmiannya baru saat liburan semester ini.”Semua langsung terkejut mendengar pengakuan Alvan. Kemudian tak lama terlihat Bastian masuk ke dalam ruangan. Atas perintah Alvan, Bastian menunjukkan s
Semua yang hadir terdiam, sementara Leo langsung kembali ke tempatnya. Ia kembali menunjukkan beberapa foto kemesraan Alvan dan Thea ke dalam slide yang sudah disiapkan.Tanpa Thea tahu, Leo telah memodifikasi foto aslinya dengan Alvan menggunakan aplikasi pintar. Entah mengapa fotonya terlihat asli sama seperti sebelumnya.“Bagaimana? Kamu mau menyangkal apa sekarang?” sergah Leo.Belum ada jawaban dari Thea. Ia hanya terdiam sambil menatap slide yang memutar fotonya dengan Alvan. Meski Thea mencurugai foto itu tidak asli, tapi ia harus mendapatkan bukti kebohongan Leo.“Kalau tidak salah, bukankah Anda salah satu mahasiswi penerima beasiswa?” tanya salah satu dosen dari perwakilan rektorat.“Iya, Pak.”“Nah, tunggu apa lagi, Pak? Dia ini tidak pantas menjadi contoh mahasiswa yang lain.” Leo langsung menyahut sebelum Thea meneruskan jawabannya.“Harusnya beasiswanya dicabut, kalau
Thea membeku di posisinya kemudian menganggukkan kepala berulang.“Iya, Bu. Saya akan ke kampus.”Tidak ada jawaban dari Bu Nirma, tapi panggilannya sudah berakhir.“Apa semuanya baik-baik saja, Thea?” Suara Widuri menyeruak dari belakangnya.Thea menoleh sambil mengangguk.“Iya, Bun. Cuman saya harus ke kampus hari ini. Apa gak masalah Ayah dan Bunda saya tinggal?”“Iya, gak papa. Biar kamu diantar Pak Udin saja.”Thea mengangguk kemudian sudah berpamitan ke Widuri dan Emran. Selang beberapa saat Thea sudah tiba di kampus. Ia langsung menuju fakultasnya, tapi baru saja turun dari mobil. Beberapa mata sudah mengawasinya dengan tatapan kebencian.“Bukannya itu Thea yang ayam kampus dan pacaran ama Pak Alvan.”“Iya, ngapain dia ke kampus? Gak punya malu banget.”“Kemarin aku juga lihat dia lagi berantem ama seseorang di mini market depan.&
“IRMA!!!” seru Thea.Ia tidak kalah terkejutnya dengan Irma. Matanya melotot dan wajahnya terlihat tegang. Kemudian Thea melirik bahunya. Ia melihat Alvan sedang merangkulnya bahkan posisi mereka berdiri sangat dekat. Cepat atau lambat Irma pasti bisa menyimpulkan sendiri.
“APA!!!” seru Emran dan Widuri berbarengan.Pasutri itu sangat terkejut saat mendengar penuturan Erika. Sementara Erika hanya terdiam sambil menganggukkan kepala.“Terserah Om dan Tante mau percaya atau tidak, tapi itu kenyataannya.”“Thea sudah
Sementara itu, Irma belum berlalu pergi. Usai mobil Alvan berlalu, ia masih di depan mini market dan melihat ada Erika yang mengamati dari dalam mobil tidak jauh dari sana. Kebetulan Erika membuka kaca mobilnya sehingga Irma bisa melihatnya.“Loh, bukannya itu wanita yang tempo hari
Pagi itu, Thea melakukan aktivitas seperti biasa. Ia mendengar nasehat Alvan, hanya ingin fokus ke kuliahnya dan mengesampingkan hal yang lain.Sementara itu, Leo semakin gencar mengawasi gerak gerik Thea. Ia juga meminta beberapa mahasiswa untuk mengawasi, tentu saja dengan imbalan uang a
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.