Home / Romansa / Gairah Liar CEO Nakal / 18. KEADAAN MERUBAHNYA

Share

18. KEADAAN MERUBAHNYA

Author: NONA_DELANIE
last update Huling Na-update: 2025-01-01 13:05:46

"Aaargh!" Raline menjerit, kesakitan saat mobil itu berhasil menyerempet tubuhnya.

Ia terjatuh ke aspal dengan tubuh yang terbanting keras. Asap dari ban mobil dan suara deru mesin masih terdengar di telinganya, namun rasa sakit yang menjalar di tubuhnya segera mengambil alih.

Lututnya lecet, begitu juga dengan sikunya yang ikut tergores oleh aspal basah yang licin akibat hujan yang turun deras.

Setiap tetes air yang jatuh dari langit menyentuh lukanya, membuat perihnya semakin terasa. Raline menahan napas, merasakan nyeri yang semakin menyengat.

Hujan membasahi wajah dan tubuhnya, menciptakan rasa dingin yang tak terduga di tengah rasa panas yang menyebar akibat luka luka itu.

Dengan gemetar, Raline berusaha bangkit, menahan rasa sakit yang menguasai seluruh tubuhnya.

Ia melihat ke jalanan sepi itu, tempat yang seharusnya menjadi kenangan yang tak ingin diingat.

"Tempat ini ... Ya, aku ingat. Pohon itu, pohon randu.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Gairah Liar CEO Nakal   67. HONEYMOON

    Setelah beberapa hari di Paris, jet pribadi keluarga Walker mendarat di Yunani. Adam memboyong Aurora dan Alan Sky ke sebuah vila eksklusif di Oia, Santorini, yang dibangun tepat di tebing menghadap kaldera.Setelah semalaman beristirahat, pagi itu, Aurora berdiri di balkon vila, menghirup aroma laut yang segar. Ia mengenakan dress putih berbahan sifon yang melambai tertiup angin. Di belakangnya, Adam muncul dan langsung melingkarkan lengan di pinggang istrinya, menumpukan dagu di bahu Aurora."Bagaimana? Sesuai keinginanmu? Kamu tidak perlu jalan jauh, cukup rebahan di sini dan seluruh laut Aegea ada di depan matamu," bisik Adam.“Aku tidak pernah menduga aku akan menginjakkan kaki di tempat indah seperti ini, Yang.” Aurora tersenyum lebar, menyentuh lengan kokoh Adam. "Ini luar biasa. Terima kasih. Aku merasa seperti sedang di surga.""Uah! Papapa! Mamam mamam!" Alan yang berada di dalam stroller di dekat mereka ikut mengoceh, seolah setuju dengan keindahan tempat itu."Lihat, Alan

  • Gairah Liar CEO Nakal   66. MALAM PERTAMA

    Setelah rangkaian pesta pernikahan tiga sesi yang melelahkan dari pagi hingga sore, Adam dan Aurora memilih untuk melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk ucapan selamat. Mereka kini berada di sebuah penthouse hotel megah di jantung kota Paris, tempat di mana cahaya lampu kota mulai menyala, menciptakan suasana yang luar biasa romantis.Adam berdiri di dekat jendela besar yang langsung menghadap ke arah ikon kota, Menara Eiffel yang bersinar keemasan. Di lengannya, ia menggendong Alan Sky yang tampak takjub melihat kerlap-kerlip cahaya di luar sana."Lihat itu, jagoan Daddy. Indah, bukan?" bisik Adam lembut.“Ata ya ta tah!”Adam terkekeh. Ia kemudian menoleh ke arah Aurora yang berdiri di sampingnya, lalu kembali menatap putranya. "Nah, sekarang Mommy dan Daddy sudah bisa tidur bersama kamu, Baby Alan. Doakan agar Mommy segera hamil, oke? Biar kamu punya teman main di rumah.""Uah! Pa pa pa pa pa!" Alan Sky bersorak riang sambil menggerak-gerakkan tangan mungilnya ke arah jendela.M

  • Gairah Liar CEO Nakal   65. BENAR-BENAR BERAKHIR

    "Apa? Adam mau membunuhku? Dia sudah gila?! Aku ini adiknya sendiri—""Tuan Muda menganggap perbuatan Anda sudah sangat berbahaya," potong salah satu anak buah itu dengan suara datar, menghentikan histeria Elina. "Beliau tidak punya pilihan lain. Jangan anggap remeh peringatan ini, Nona. Kalau sampai Anda melakukan hal fatal seperti kemarin lagi, maka... jangan salahkan kakak Anda kalau beliau bertindak jauh lebih tegas dari sekadar mengikat Anda di sini."Elina terpaku, napasnya tertahan mendengar ancaman yang begitu nyata dari orang-orang kepercayaan kakaknya. Ia bisa merasakan bahwa kali ini, Adam benar-benar tidak main-main dengan ucapannya.Tanpa memedulikan tatapan penuh dendam dari Elina, ketiga orang itu berbalik dan melangkah keluar. Suara pintu yang dikunci dari luar terdengar begitu mengerikan, meninggalkan Elina sendirian dalam kesunyian kamarnya yang kini terasa seperti sel penjara.Sementara itu, di tengah kemeriahan pesta, sosok Evelyn tiba-tiba muncul di hadapan penga

  • Gairah Liar CEO Nakal   64. TIDAK SEGAN

    Di sudut aula yang remang, jauh dari jangkauan lampu kristal yang berkilauan, seorang wanita berdiri mematung dengan tatapan yang menghunus benci. Dia adalah Elina. Dia mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih, kuku-kukunya seolah ingin menembus telapak tangan sendiri.Setiap tawa yang keluar dari bibir Aurora adalah racun bagi pendengarannya, dan setiap tatapan pemujaan yang diberikan Adam pada wanita "miskin" itu adalah penghinaan bagi harga dirinya. Kemegahan pesta ini, yang seharusnya menjadi haknya atau wanita yang setara dengan kelas mereka, kini justru menjadi panggung kemenangan bagi Aurora."Tersenyumlah selagi kalian bisa," desisnya rendah, suaranya tenggelam di balik hiruk-pikuk musik orkestra yang elegan.Wajahnya tampak kaku menahan amarah yang meledak-ledak di dalam dada. Ia melihat bagaimana Adam mengecup kening Aurora dengan lembut, sebuah pemandangan yang membuatnya semakin mual. Dengan satu sentakan napas yang penuh dendam, ia berbalik, tak sudi lagi

  • Gairah Liar CEO Nakal   63. SAH

    Hari istimewa yang dinanti akhirnya tiba. Aula megah di mansion Walker telah disulap menjadi ruang sakral yang memukau, di mana setiap sudutnya memancarkan kemewahan yang elegan. Dekorasi serba putih mendominasi ruangan. Ribuan bunga lili dan mawar putih segar menebarkan aroma harum yang menenangkan, berpadu sempurna dengan juntaian kristal yang memantulkan cahaya lampu gantung dengan indah.Di tengah aula, sebuah meja akad kayu jati berukir halus telah siap, menjadi titik sentral bagi janji suci yang akan diucapkan. Karpet beludru putih membentang panjang menuju pelaminan yang dihias bak singgasana di taman surgawi. Atmosfer di dalam mansion itu terasa begitu magis dan khidmat, menandakan bahwa pernikahan ini bukan sekadar pesta besar, melainkan pernyataan kemenangan atas segala badai yang sempat menghantam hubungan Adam dan Aurora.Semua mata tamu undangan terpaku pada kemegahan tersebut, menanti momen saat Adam akan secara

  • Gairah Liar CEO Nakal   62. DIAM DAN NIKMATI

    “Dam ….”“Aku pergi. Jaga dirimu baik-baik dan jangan bertindak curang lagi. Aku yakin, tanpa aku dan Alan Sky, kamu akan bahagia.”Perlahan, raga tinggi tegap Adam menjauh, meninggalkan jejak otoritas yang mencekam di ruangan yang mendadak terasa hampa itu. Evelyn hanya bisa mematung, menyaksikan bagaimana pria yang pernah menjadi bagian dari hidupnya itu melangkah pergi tanpa ragu sedikit pun.Punggung lebar Adam tampak begitu kokoh, seolah telah membuang seluruh beban masa lalu yang pernah mereka bagi. Setiap langkah Adam adalah paku yang mengunci pintu hatinya rapat-rapat bagi Evelyn. Tidak ada tolehan, tidak ada keraguan, dan tidak ada lagi ruang untuk negosiasi.Evelyn menatap bayangan Adam yang kian mengabur di ambang pintu, menyadari bahwa pria itu benar-benar telah memutus sisa-sisa benang yang menghubungkan mereka. Adam pergi membawa sisa harga diri Evelyn yang hancur, membiarkan wanita itu tenggelam dalam keheningan dan penyesalan yang menyesakkan, ditemani oleh kenyata

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status