Accueil / Romansa / Gairah Membara Paman Tunanganku / BAB 131 - Kenapa Tidak Pertemukan Lebih Dulu

Share

BAB 131 - Kenapa Tidak Pertemukan Lebih Dulu

last update Dernière mise à jour: 2025-12-31 21:15:21

“Terima kasih sudah memikirkan perasaanku. Tapi aku tidak bisa berdiam diri saja. Aku tahu sudah berapa banyak waktu dan tenaga yang kamu keluarkan untuk perusahaan. Sekarang mereka ingin mengambilnya? Jangan harap.”

“Baiklah Nyonya Whitmore, kita menikah sekarang.”

Flashback off.

“Sayang.”

Serena langsung mendongak saat mengenali suara yang memanggilnya. Steave dan sudah selesai berbicara dengan Frederick dan Evelyn.

“Sudah selesai?” Serena tidak hanya menunggu di duduknya, tapi langsung menghampiri Steave. Ia melewati Ethan yang sejak tadi berdiri di dekatnya.

“Ada yang terjadi saat aku tidak ada?” Steave langsung memeluk Serena dengan posesif begitu melirik Ethan yang masih memperhatikan istrinya.

Sebelum Serena sempat menjawab, Evelyn lebih dulu menyahut. “Memang apa yang akan terjadi? Di sini tidak ada kriminal.”

Steave mengangkat wajahnya, menatap Evelyn dengan tatapan dingin yang tidak ia sembunyikan sedikit pun. Tangannya justru semakin erat melingkari pinggang Serena, se
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 151 - Ketemu Kau!

    Vivian menggertakkan giginya. Rahangnya menegang, dan matanya berkilat menujukan amarah yang benar-benar tersulut sampai ke inti hatinya.Ucapan Serena tadi terlalu tepat sasaran, dan menyakitkan. Terlalu mirip dengan kenyataan yang selalu ia hindari.Tanpa peringatan, tangannya bergerak cepat ke balik gaun mahalnya.Serena sempat membelalak kecil.Adrian menyadarinya sepersekian detik lebih cepat.Klik!Sebuah pistol hitam mengilap terarah tepat ke wajah Serena.Atmosfer ruangan langsung berubah dingin membeku.“Jangan bergerak!” Suara Vivian terdengar rendah, bergetar oleh amarah tapi tetap stabil. “Sedikit saja kau mendekat ke arahnya, Adrian… peluruku menembus kepalanya tanpa ragu.”Adrian langsung berdiri di depan Serena, menjadikan tubuhnya tameng hidup. “Vivian,” desisnya. “Turunkan itu.”Serena membeku di belakangnya. Jantungnya memukul dada dengan keras, namun ia berusaha tetap bernapas stabil. Adrian berdiri begitu dekat hingga ia bisa merasakan hangat tubuh pria itu melind

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 150 - Siapa Aku Serena?

    Adrian menatap Vivian dengan pandangan penuh selidik, seolah mencoba membaca isi kepalanya. Sampai detik ini ia hanya tahu satu kalau Vivian adalah orang yang menghubunginya dan mengatakan Serena dalam bahaya, harus dibawa sejauh mungkin dari Steave. Itu saja. Namun melihat tatapan Serena yang mulai pucat, dan senyum sinis Vivian yang terasa penuh kemenangan, Adrian sadar, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.“Apa sebenarnya yang kau inginkan?” tanya Adrian dingin.Vivian melenggang masuk ke dalam kamar. Ia berhenti tidak jauh dari mereka, matanya bergantian menatap Serena dan Adrian dengan tatapan seperti singa yang berhasil menjebak mangsanya ke sudut paling sempit.“Tenang saja,” ujarnya sambil tertawa kecil. “Aku tidak datang untuk menyakitinya. Justru aku ingin, membuka sedikit kebenaran.”Serena meremas ujung selimut, jantungnya berdegup kencang. Ada firasat buruk bahwa wanita ini akan melakukan sesuatu yang lebih jahat. Vivian menoleh pada Serena, lalu t

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 149 -Jadi, Kau Dalangnya?

    Kapal kecil itu berhenti tepat di dermaga yang menjorok ke laut. Ombak memecah di sisi lambung kapal, sementara angin membawa aroma garam dan dedaunan kering dari pulau kecil yang tampak sepi itu.Pulau pribadi.Sunyi.Hanya suara burung dan laut yang terdengar.Serena tetap duduk di bangkunya, tidak bergerak sedikit pun. Ia memalingkan wajah, jelas menolak untuk turun. Adrian menatapnya sekilas, menghela napas panjang.“Serena… turunlah,” ucapnya tenang. “Kita sudah sampai.”“Aku tidak mau,” jawab Serena keras kepala tanpa memandangnya. “Bawa aku kembali.”“Kita tidak bisa kembali sekarang.”“Aku tidak peduli!” Suaranya meninggi, hatinya sudah campur aduk antara marah, takut, dan kelelahan.Adrian mengencangkan rahangnya. Sejenak ia mencoba bersabar. Tapi Serena tetap menolak. Tanpa banyak bicara lagi, ia menunduk dan tanpa memberi kesempatan untuk kabur mengangkat tubuh Serena ke dalam gendongannya.Serena langsung memberontak.“Adrian! Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri!” Ia memu

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 148- Biar Dia Kehilanganmu

    Steave tampak kusut. Mata cekungnya memerah, dan urat di pelipisnya menegang. Sudah berjam-jam tanpa tidur, tanpa istirahat sedikit pun hanya berlari dari satu informasi ke informasi lain untuk menemukan Serena, namun nihil.Ia melangkah masuk ke ruang utama mansion keluarga Whitmore dengan aura yang begitu gelap. Semua kepala menoleh.Frederick duduk dengan posisi paling dominan, beberapa dewan keluarga berada di sisi kanan dan kiri. Ethan berdiri tak jauh dari sana, dengan ibunya yang terlihat puas memandang keadaan Steave yang berantakan.Suasana hening sesaat.Lalu, mulai terdengar suara-suara menekan.“Apa yang sebenarnya kau lakukan, Steave?” suara salah satu dewan terdengar dingin. “Istrimu kini menghilang, kondisi mentalnya dipertanyakan, dan sekarang reputasi keluarga ikut terlibat.”“Ini sudah menjadi skandal publik,” sahut yang lain. “Jika kau tidak mampu mengendalikan keadaan, bagaimana kau bisa mengendalikan kekuasaan?”Ethan tersenyum tipis, suara penuh ejekan terdenga

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 147- Serena Dibawa Lagi

    Steave langsung berlari keluar hotel, napasnya memburu dan detak jantungnya menghentak dada. Seharusnya Serena menunggu di lobby seperti yang sudah direncanakan. Tapi kini, tidak ada sosok wanita itu di mana pun.Ia menoleh cepat, matanya menyapu setiap sudut. Tangannya mengepal kuat sampai buku jarinya memutih. “Serena,” gumamnya. Perkataan Clarine kembali terngiang di kepalanya.“Seharusnya yang kau khawatirkan sekarang adalah istrimu… Dia mungkin sudah dibawa pergi jauh.”Jantung Steave serasa dicengkeram. Ia segera menekan earphone komunikasinya. “Cari istriku!” perintahnya lantang. “Dia berada di sekitar hotel ini beberapa waktu yang lalu. Periksa setiap sudut, pintu keluar, kamera pengawas, semuanya!”“Ya, Tuan!”“Dan satu lagi!” Suara Steave semakin menegang. “Cari Catherine! Dia menghilang bersamaan dengan Serena!”Para pengawal Steave langsung bergerak menyebar. Mobil-mobil hitam yang sudah bersiaga di parkiran hidup bersamaan, lampu-lampu menyala dan beberapa orang segera

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 146 - Dia Mungkin Sudah Jauh

    Adrian membawa Serena ke apartemennya tanpa persetujuan. Serena duduk di sofa panjang, tubuhnya membungkuk sembari meremas ujung coat yang Adrian kenakan padanya tadi. Di kepalanya, banyak hal berkecamuk.Bagaimana caranya ia keluar dari sini tanpa membuat semuanya terlihat mencurigakan?Bagaimana Adrian bisa tiba tepat di saat dirinya membutuhkan pertolongan?Apa mungkin… Adrian dan Catherine bekerja sama?Pria itu berdiri tidak jauh dari sana, memperhatikan Serena dengan tatapan penuh pertimbangan. Ia tidak langsung bicara. Seolah mencoba memberi waktu agar Serena sedikit tenang. Namun ia bisa melihat jelas, wanita itu sama sekali tidak tenang.“Minum dulu,” ucap Adrian akhirnya, meletakkan segelas air hangat di meja. “Kamu kelihatan pucat.”Serena mengangkat kepalanya sedikit, menatap gelas itu tanpa benar-benar berniat menyentuhnya. “Aku tidak haus,” gumamnya. Adrian berpindah duduk ke sisi lain sofa, meski menjaga jarak, tapi cukup dekat untuk bisa menangkap jika tiba-tiba Ser

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status