LOGINAlgarrel Killian seorang laki-laki muda dengan kehidupan keluarganya yang sangat membuatnya muak hingga memiliki sikap yang dingin dan tak tersentuh justru tertarik dengan wanita asing yang memiliki usia lebih dewasa darinya, wanita cantik dengan tatapan tegas yang selalu berhasil menarik perhatiannya Ruby Queenza Alvaughan, wanita dengan masa lalu kelam yang membuatnya menjadi trauma akan cinta dan pengkhianatan justru menjadi obsesi bagi laki-laki yang lebih muda darinya Bagaimana kisah mereka...,akan kah berakhir bahagia atau hanya akan menambah luka dalam cerita hidup keduanya >Happy reading guys...
View More>Markas Darknez.. Siang ini matahari terlihat sangat terik membuat orang-orang merasakan penat berlebih dari biasanya begitupun para lelaki muda yang baru saja menyelesaikan kelas di kampus mereka " Tuh anak kenapa?" Tanya Raven yang baru saja tiba di markas Darknez setelah menyelesaikan kuliahnya "Sejak si bos datang juga dia hanya diam dan menghela nafas berat, apa jangan-jangan si bos punya banyak utang yah" celetuk Kafa "Bego, bahkan duit Garrel lebih banyak dari duit bokap lo" cibir Lucas "Yah kan siapa tahu saja tiba-tiba tuh bocah miskin mendadak". Balas Kafa anpa dosa "Ada apa?" Tanya Vaska yang melihat ketiga sahabatnya saling berbisik "Nah ini dia yang bisa buat kita tahu masalah Garrel" sahut Kafa "Apa?" Tanya Vaska bingung "Ka, lo tanyain Garrel dong dia kenapa, kita semua takut tuh bocah tiba-tiba kesurupan karena bengong mulu sejak tadi" pinta Lucas pada Vaska "Lo dari mana?, kenapa tidak masuk kampus?" Tanya Vaska yang kini duduk di sebelah Algarr
Mata laki-laki tampan yang awalnya terpejam kini perlahan terbuka dengan ringisan kecil yang terdengar dari bibirnya Sshh Algarrel Killian baru saja terbangun dari tidurnya, tubuhnya terasa remuk walau rasa perih di punggungnya sedikit berkurang, Algarrel mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang, ia memperhatikan tubuhnya yang tanpa atasan dan terlilitkan perban yang menutupi sebagian tubuh atletisnya Mata tajamnya yang terlihat sedikit sayu mengedar meneliti kamar yang ia tempati saat ini hingga pintu kamar itu terbuka membuatnya menoleh cepat Ceklek Tatapan Algarrel bertemu dengan tatapan datar seorang wanita cantik yang selalu berhasil membuatnya tertarik Hingga potongan kejadian semalam kembali terputar di kepalanya bersama dengan rasa pening yang ia rasakan >Flashback on... "Dia demam?, dan demamnya sangat tinggi, oh tuhan kenapa bocah ini sangat menyusahkan ku" gumam Ruby Setelah mengendarai mobilnya beberapa menit Ruby kini tiba di basement apartemennya dan denga
Tok Tok Ceklek "Bang Garrel?" Panggil Kaizen yang memasuki kamar Algarrel begitu saja dan melihat kakak tirinya itu sedang mengganti pakaiannya "Ada apa?" Tanya Algarrel dingin "Gue obatin punggung lo yah bang" ucap Kaizen "Tidak perlu" jawab Algarrel dingin "Tapi bang luka lo akan semakin parah jika tidak segera diobati" sahut Kaizen lagi Algarrel mengenakan jaketnya sebagai pelengkap penampilannya dan segera melangkahkan kakinya mendekati adik tirinya itu "Berhenti untuk peduli ke gue, karena lo dan keluarga lo itu hanya orang asing di hidup gue" ucap Algarrel penuh penekanan dan berlalu begitu saja meninggalkan Kaizen yang hanya bisa menghela nafasnya pasrah "Padahal gue senang punya kakak keren seperti lo bang" lirih Kaizen Algarrel mengendarai motor sportnya dengan kecepatan tinggi seakan jalanan yang macet karena berakhirnya jam kerja bagi semua karyawan bukan menjadi hambatan untuknya tiba di Markas mereka bahkan rasa perih di punggungnya hanya bisa ditaha
Beep... "Nona Ruby" panggil Lexa yang baru saja tiba di lokasi yang Ruby katakan, Lexa turun dari mobilnya dengan pakaian kantornya yang sudah terlihat rapi Ruby memang dengan sengaja meminta Lexa untuk menjemputnya di depan gedung apartemen mewah yang menjulang tinggi itu "Langsung ke perusahaan" titah Ruby masuk lebih dulu ke dalam mobil Lexa, sedangkan Lexa masih menatap bingung gedung mewah di hadapannya ini "Kenapa hanya diam?" tanya Ruby dengan suara tegasnya membuat Lexa kembali dalam kesadarannya dan segera masuk ke kursi kemudi "Apa yang ingin kau katakan?", tebak Ruby saat menyadari gerak-gerik Lexa yang seperti ingin mengatakan sesuatu "Bukan apa-apa, Nona muda" jawab Lexa ragu "Sudah ku katakan Lex, jangan bersikap formal jika kita hanya berdua" jengah Ruby "Ya udah kalau gitu gue to the point, semalam lo mabuk berat kan?, lalu tadi apartemen siapa?, karena gue sangat tahu itu bukan apartemen lo" Tanya Lexa beruntun "Salah satu teman gue" jawab Ruby bohon












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.