分享

Mengurus

作者: Purplexyiii
last update publish date: 2026-10-30 09:24:16

Deru mesin mobil yang baru saja berhenti di pelataran depan terdengar seperti geraman serigala yang sedang menandai wilayah. Arthur tidak segera membuka pintu utama. Ia berdiri tegak di balik kaca satu arah, membiarkan bias jingga dari matahari yang tenggelam di balik puncak gunung menyinari separuh wajahnya yang kini mengeras. Ia merapikan kemeja hitamnya, mengancingkan manset dengan presisi yang menakutkan, seolah-olah ia sedang mengenakan baju zirah sebelum menuju medan pembantaian.

"Felix,
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Berpaling

    Mereka duduk berhadapan. Ivy mengambil sumpitnya, sambil menatap potongan ayam Kung Pao yang dipenuhi potongan cabai kering. Ia memakan satu potong, dan seketika rasa terbakar yang luar biasa menyerang rongga mulutnya. Ivy terbatuk kecil, seketika matanya mulai berair.Arthur hanya duduk bersandar, memutar-mutar gelas berisi air mineral es dengan wajah yang tampak sangat puas. "Bagaimana, Sayang? Masih ingin membahas soal otoritas akses biometrik?"Ivy meraih gelas air milik Arthur dan meminumnya hingga habis dalam satu tarikan napas. Ia menatap suaminya dengan mata yang kini dipenuhi oleh amarah yang bercampur dengan rasa tertantang. "Kau benar-benar monster yang licik, Sterling.""Hanya menyesuaikan dengan mangsanya." Arthur menyeringai. Ia berdiri, berjalan mendekati Ivy dan merangkul bahu istrinya dari belakang. Ia berbisik tepat di telinga Ivy, "Kau tahu, ada cara yang lebih efektif untuk menghilangkan rasa pedas di lidahmu daripada sekadar air es ini?""Apa? Meminum kopi pahit b

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Kemenangan

    Arthur memperlakukan Ivy seolah-olah wanita itu adalah satu-satunya benda berharga yang ia miliki di dunia ini, sementara Ivy menyerahkan seluruh tubuhnya ke dalam genggaman tangan dingin suaminya. Sepasang predator itu sedang menyatukan kegelapan mereka dalam gairah yang meledak.Bahkan meskipun kegiatan sudah selesai, Arthur tetap memeluk Ivy di atas meja itu. Ia menyelimuti tubuh istrinya dengan jas besarnya yang tadi ia lepaskan. Ivy bersandar di dada bidang Arthur, mendengarkan detak jantung suaminya yang perlahan mulai stabil."Kau menghancurkan draf merger Sektor Barat, Arthur. Aku harus mencetaknya ulang besok," gumam Ivy sambil jari-jarinya menelusuri bekas cakaran di bahu Arthur."Aku akan menyuruh departemen kreatif untuk membuatnya lebih cantik. Jadi kau tidak akan pergi ke kantor besok pagi," sahut Arthur sambil mencium kening Ivy dengan pengabdian yang sangat dalam."Kau tidak bisa membatalkan jadwalku lagi!""Tentu aku bisa. Karena besok kita punya janji temu dengan ars

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Mengunci

    Walaupun dunia yang penuh dengan pengkhianat dan pengintai, gairah mereka ini adalah satu-satunya tempat di mana mereka merasa benar-benar nyaman.Waktu seolah melambat di dalam ruangan kedap suara itu. Di luar sana, perusahaan mereka mungkin sedang mengguncang pasar, tapi di dalam sini, hanya ada detak jantung yang berpacu liar dan keringat yang menyatu. Setelah gairah itu mereda, Arthur tetap memeluk istrinya di atas meja rapat dan menyelimuti tubuh Ivy dengan jas besarnya yang tergeletak di lantai."Besok jadwal klien sektor barat jam tujuh pagi," gumam Ivy dengan mata terpejam, kepalanya bersandar di dada bidang suaminya."Batalkan. Aku tidak ingin melihatmu memakai sepatu hak tinggi itu untuk dua belas jam ke depan," sahut Ivy."Kau tidak bisa terus-menerus membatalkan jadwalku hanya karena kau ingin aku tetap di tempat tidur, Bos."Arthur menyeringai miring, ia mencium kening istrinya dengan pengabdian yang sangat dalam namun tetap terasa mencekik. "Aku pemilik perusahaan ini, d

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Ketenangan

    Ujung tumit sepatu hak tinggi itu kembali menghantam lantai yang membeku dan menciptakan gema yang memutus keheningan lobi privat di lantai paling atas. Tanpa adanya lagi desis angin dari hutan bambu yang menenangkan. Udara di sini kering karena disaring oleh sistem pendingin yang berbau kemewahan steril dan aroma tinta printer yang mahal. Liburan singkat di negeri seberang telah resmi berakhir, digantikan oleh realitas baja dan kaca yang menuntut perhatian tanpa henti.Arthur di sampingnya melangkah dengan ritme yang sama tenangnya dengan pemangsa yang baru saja kembali ke sarang utamanya. Jas yang tadi malam dilepaskan sembarangan kini telah berganti dengan setelan baju korporat, kemeja biru navy yang sangat gelap hingga nyaris terlihat hitam, dipadukan dengan dasi sutra yang terikat sangat kaku di lehernya. Tangannya yang besar kini tidak lagi memegang sumpit bambu, melainkan mencengkeram ponsel enkripsi yang sejak tadi bergetar tanpa henti."Tiga ratus dua belas surel mendesak, tu

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Meditasi

    Ivy baru saja akan merogoh dompetnya karena menyukai motif burung bangau di kipas itu, tapi Arthur menahan tangannya. Arthur mengambil kipas itu, memeriksanya dengan teliti selama tiga detik, lalu melemparkannya kembali ke meja kayu dengan gerakan yang sangat meremehkan."Serat sutranya menggunakan mesin modern dan pewarnanya bukan tinta alami. Ini barang reproduksi dari pabrik di pinggiran kota yang baru dibuat bulan lalu." Arthur bicara dengan nada dingin yang sanggup meruntuhkan mental si penjual. "Jangan mencoba menjual sampah padaku. Aku tahu berapa nilai aset ini bahkan dalam kegelapan sekalipun."Si penjual memucat, bergumam dalam bahasa lokal sambil membungkuk ketakutan saat melihat aura predator Arthur yang mendadak muncul. Arthur menarik Ivy keluar dari toko tanpa menoleh lagi."Kau benar-benar tidak bisa membiarkan aku belanja dengan tenang, ya?" Ivy menggerutu saat berjalan di trotoar yang mulai basah karena gerimis tipis."Aku tidak suka melihatmu memegang barang palsu. K

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Negosiasi

    Berada di tengah keheningan hutan bambu yang hanya disaksikan oleh rembulan, mereka saling menyayangi. Arthur memperlakukan Ivy seolah-olah wanita itu adalah harta karun paling berharga yang ia temukan di negeri asing ini. Tentunya tanpa ada kata-kata berat tentang perusahaan atau rahasia masa lalu. Hanya ada desahan, gesekan kulit, dan janji yang tertulis dalam setiap belaian.Setelah semuanya berakhir dengan nyaman, Arthur tetap memeluk Ivy dan tidak membiarkan satu inci pun jarak tercipta di antara mereka. Ia menarik selimut wol untuk menutupi tubuh istrinya dari udara malam yang mulai menusuk."Arthur," panggil Ivy pelan, suaranya parau karena kelelahan. "Sepertinya besok kita jangan ke tempat yang ramai lagi. Anggap saja kita diam di sini saja, makan sushi, dan melihat hujan dari balik jendela."Arthur mencium kening Ivy dengan pengabdian yang dalam. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Ivy, menikmati detak jantung istrinya yang perlahan mulai stabil."Apapun yang kau inginkan, Saya

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status