Masuk"Lahirkan anak untuk saya!" Clove tidak pernah menyangka Dewangga Clinton Davidson, konglomerat paling berpengaruh sekaligus "iblis bernapas", bisa menyodorkan syarat segila itu. Impiannya menjadi chef pribadinya demi membangun kembali karier justru berujung jebakan perjanjian gila berisiko ganti rugi miliaran rupiah. Di saat bersamaan, pernikahan Clove berada di titik nadir. Reno, suami yang dibelanya dari nol, tak hanya membiusnya setiap malam demi bersetubuh dengan Fara, selebgram yang diklaim sebagai pencipta resep restorannya, tetapi juga memboyong wanita itu ke rumah mereka. Terdesak pengkhianatan dan tuntutan Dewa, Clove akhirnya menandatangani perjanjian tersebut. Ia tak pernah tahu, di balik dingin dan lantamnya mulut Dewa, tersimpan muslihat besar untuk menghancurkan mantan suaminya, serta api cinta yang siap mengikat mereka selamanya.
Lihat lebih banyakPOV AuthorSindiran tajam dan tawaran gila dari Dewa meluncur begitu tenang, membuat Clove membelalakkan mata.Reno tidak kalah terkejut. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Punggungnya mendadak kaku. Dadanya bergemuruh menahan gejolak panas yang membakar hingga ke ubun-ubun. Kalimat Dewa yang dilontarkan di depan umum itu jelas-jelas sebuah penghinaan telak terhadap harga dirinya sebagai seorang suami. Namun, melihat Dewa berdiri tegak di hadapannya, nyali Reno menciut hingga tak berbekas. ‘Bangsat! Mentang-mentang berkuasa, dia ngomong seenaknya!’ makinya dalam hati.Ia mengepalkan tangan di samping tubuhnya. Menelan saliva yang terasa sepahit empedu. Dengan susah payah, Reno memaksakan sebuah tawa garing yang terdengar sangat memprihatinkan."A-ah, Pak Dewa ini bisa saja bercandanya," tawanya sumbang, berusaha keras menjaga kesopanannya meski wajahnya sudah sepucat kertas. "Mana mungkin saya membiarkan istri saya mendampingi pria lain, Pak."Dewa tidak ikut tertawa. Pria
POV AuthorKeringat dingin membasahi telapak tangan Clove. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga rasanya mau melompat keluar dari dada. ‘Sial! Kenapa harus dia?!’ batinnya.Kakinya yang masih lemas akibat pergulatan intim beberapa saat lalu serasa hendak luluh ketika menyadari siapa sosok 'pengusaha nomor satu' yang dimaksud Reno. Pria jangkung di hadapannya ini baru saja menindihnya, menggagahinya di atas ranjang presidential suite, dan menandai tubuhnya tanpa belas kasihan.Dewa berdiri tegak, memegang gelas champagne dengan tenang. Tatapan matanya yang pekat merayapi wajah Clove, melirik sekilas ke arah gaun burgundy yang melekat sempurna di tubuh wanita itu.Bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang misterius. Senyum yang hanya dipahami oleh mereka berdua.Clove salah tingkah setengah mati. Bayangan erangan, bisikan vulgar, dan hentakan tanpa pengaman di kamar atas mendadak berputar liar di otaknya.Sementara itu, Reno yang sama sekali tidak menyadari “badai” di depan matany
POV AuthorClove menggigit bibirnya. Rasa penasaran itu membuat dadanya sesak.Namun ia sadar, ia tidak memiliki cukup keberanian untuk mempertanyakan hal itu pada sosok dominan seperti Dewa.Clove masih mengumpulkan kesadarannya yang tersisa. Tubuhnya terasa begitu lemas, seolah seluruh tenaganya baru saja dikuras habis. Meski begitu, berada di kamar itu lebih lama membuatnya semakin tidak nyaman. Bayangan pergulatan panas yang baru saja terjadi di atas ranjang dan di depan cermin besar itu terus berputar di kepalanya.“Sial! Kenapa aku harus inget itu terus, sih?!” keluh wanita itu. Wajahnya sampai panas karena malu.Ia memaksakan diri turun dari tempat tidur. Namun, begitu kedua kakinya menapak lantai, rasa perih yang tajam di area sensitifnya langsung menjalar, membuat langkahnya terhenti seketika.‘Ck! Buas banget, sih,’ maki Clove dalam hati.Padahal ia bukan lagi seorang perawan. Namun hentakan dan dominasi Dewa tadi terasa jauh lebih menyiksa sekaligus intens daripada malam
POV AuthorClove membeku. Pintu kamar mandi yang tertutup menyisakan gema kalimat terakhir Dewa yang masih memantul di kepalanya.“Setiap hari?” gumam wanita itu sambil mengerutkan keningnya.Clove menelan saliva dengan susah payah. Pernyataan itu meluncur dari bibir Dewa begitu santai.Pria itu seolah baru saja mengajaknya bermain tenis atau membahas jadwal rapat mingguan. Bukan membicarakan hubungan intim.Berbagai pertanyaan langsung berjejalan di otaknya. Kenapa konglomerat nomor satu yang dikelilingi ribuan wanita cantik dan berstatus sosial tinggi justru memilih dirinya? Wanita yang saat ini masih berstatus istri orang lain, baru saja dipermalukan di depan umum, dan sedang berada di titik terendah dalam hidupnya.Selain itu, keberadaan Dewa di kamar ini sejak awal sangat membingungkan. Aldo adalah sahabat dekatnya sejak kuliah. Aldo tidak mungkin begitu ceroboh hingga memberikan akses kamar yang sudah dihuni oleh tamu VIP sekelas Dewa.Garis wajah tegas pria itu, sorot mata in






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.