Share

Terlambat

Author: Purplexyiii
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-25 09:40:42

"Kau pikir aku akan datang membawakanmu pengacara atau sebungkus rokok?"

Ivy memotong teriakan Liam yang tertahan oleh kaca tebal di antara mereka. Ia duduk tenang, menyilangkan kakinya yang terbungkus celana bahan berwarna arang yang jatuh sempurna di atas sepatu tumit tinggi runcingnya. Di ruangan kunjungan yang pengap ini, bau disinfektan murah dan keputusasaan merayap di setiap sudut, tapi Ivy tampak seperti entitas dari dunia lain yang tersesat di sana.

Liam mencengkeram gagang telepon pla
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Kesempatan

    "Kau sudah siap melihat bagaimana seekor tikus besar gemetar saat jalurnya diputus?"Arthur berdiri di dekat meja makan minimalis yang terbuat dari bongkahan kuarsa putih, sambil memperhatikan Ivy yang sedang merapikan garis kerah kemeja merah marunnya. Ivy mengangkat buku catatan hitam ayahnya dan mendekapnya di dada seolah benda itu adalah jantung tambahan yang memberinya detak kekuatan baru. Matanya yang cokelat kini tidak lagi menyimpan sisa air mata, yang tersisa hanyalah binar predator yang sangat jernih."Aku bukan cuma siap, Arthur. Aku sedang antusias," sahut Ivy. Ia melangkah mendekati suaminya, membiarkan jemarinya yang dingin merayap di atas kemeja hitam Arthur, merasakan panas tubuh pria itu yang selalu menjadi candu baginya. "Jonathan Thorne, Jaksa Agung itu, dia berhutang posisi pada ayah Liam. Dia tidak akan membiarkan kita lewat begitu saja tanpa perlawanan."Arthur menyeringai tipis yang tampak sangat berbahaya di bawah cahaya pagi yang masuk melalui dinding kaca pen

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Bertindak

    Gedung Collins Group menjulang di antara deretan beton dan kaca Midtown, tampak seperti monumen kejayaan yang sempat ternoda. Begitu mobil hitam Arthur berhenti di depan lobi privat, suasana terasa begitu steril. Tanpa ada kerumunan staf yang biasanya sibuk lalu lalang. Arthur benar-benar mengosongkan jalur itu.Mereka melewati koridor minimalis yang dindingnya dilapisi panel komposit gelap. Ivy merasa seolah-olah ia sedang berjalan di dalam perut sebuah mesin raksasa yang siap menelan siapa pun yang lemah. Lift privat membawa mereka turun jauh ke lantai paling bawah, tempat yang bahkan tidak tercantum dalam denah resmi gedung.Dingin udara di ruang bawah tanah itu terasa menusuk, bahkan membawa aroma debu tua dan kertas yang tersimpan lama. Di ujung lorong, sebuah pintu baja berat dengan sistem keamanan biometrik ganda menunggu."Hanya kau yang bisa membukanya sekarang," bisik Arthur, berdiri satu langkah di belakang Ivy, memberikan ruang namun tetap menjadi pelindung yang tak terlih

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Keberanian

    Ivy merengkuh leher Arthur dan menarik pria itu agar benar-benar menyatu dengannya. Ciuman mereka terasa asin karena percikan air laut, tapi juga manis karena kemenangan yang baru saja mereka raih. Ketegangan yang sejak pagi tadi ia tahan di ruang rapat kini meledak menjadi gairah yang menuntut pelepasan. Ia tidak lagi peduli pada etika atau batasan. Di atas dek kapal ini hanya ada mereka berdua dan kegelapan yang menjadi saksi.Arthur mengangkat tubuh Ivy dengan mudah, mendudukkannya di atas tepian pagar yang dilapisi bahan sintetis halus. Ia tidak melepaskan tautan bibir mereka meski Ivy sempat memekik pelan karena terkejut. Tangan Arthur yang besar merayap ke balik jas kantor Ivy, merobek kancing kemeja sutranya tanpa sedikit pun penyesalan."Jas ini sangat mengganggu," geram Arthur di sela-sela napasnya yang mulai memburu."Bakar saja kalau kau mau," tantang Ivy dengan nada lembut karena gairah yang mulai menguasai sistem sarafnya. Ia membiarkan jas mahalnya merosot ke lantai dek,

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Jauh

    Seorang koki pribadi berbaju hitam muncul dari area dapur minimalis, menyajikan hidangan pembuka berupa seared scallops dengan truffle butter. Mereka makan dalam keheningan yang nyaman dengan diiringi suara deburan air dan sesekali denting alat makan yang bersentuhan. Ivy merasa beban di pundaknya perlahan menguap. Ia menatap pantulan dirinya di dinding kaca. Wanita di sana terlihat tenang. Matanya masih tajam, tapi tidak lagi dipenuhi oleh paranoia. "Kau melakukan sesuatu pada Chloe lagi?" tanya Ivy tiba-tiba di tengah hidangan utama. Arthur meletakkan pisau dan garpunya. Ia menyesap anggur merahnya sebentar. "Dia sedang menikmati fasilitas detoks yang paling ketat. Aku sudah menutup akses komunikasinya sepenuhnya. Dia hanya akan bicara dengan dokter sampai dia sadar betapa mahalnya harga sebuah pengkhianatan." "Kadang aku merasa kau terlalu jauh, Arthur." "Jauh adalah satu-satunya cara agar mereka tidak kembali lagi, Ivy. Aku tidak ingin kau menoleh ke belakang hanya untuk meli

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Kapal

    Setelah semua dokumen terkumpul, Ivy berdiri. "Kalian punya waktu sepuluh menit untuk mengemasi barang-barang kalian. Setelah itu, keamanan akan menyeret kalian keluar dari sini seolah kalian adalah pencuri. Karena memang begitulah kenyataannya."Tanpa menunggu balasan, Ivy keluar dari ruangan itu. Di koridor, ia berhenti sebentar, menyandarkan punggungnya ke dinding kaca yang memperlihatkan kesibukan kota di bawah sana. Jantungnya berdegup kencang. Ia merasa sangat kuat, tapi di saat yang sama, ada rasa lelah yang luar biasa menyergapnya.Arthur mendekat, melingkarkan lengannya di pinggang Ivy dari belakang. Ia membenamkan wajahnya di leher Ivy, menghirup aroma wanita itu yang memabukkan. "Kau melakukannya dengan sempurna, Sayang. Kau menghancurkan mereka tanpa perlu mengotori tanganmu dengan darah.""Ini baru permulaan. Masih banyak yang harus aku perbaiki," bisik Ivy, ia memutar tubuhnya dalam pelukan Arthur, menatap mata pria itu yang penuh dengan obsesi dan kekaguman."Aku akan m

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Jangkauan

    Ivy tertawa geli, jemarinya menyusup ke rambut Arthur dan menarik kepala pria itu agar menatapnya. "Ini kantormu. Kau punya reputasi yang harus dijaga.""Reputasiku adalah memiliki apapun yang aku inginkan. Saat ini, aku hanya menginginkanmu," cetus Arthur kasar. Ia mendaratkan ciuman di bibir Ivy, ciuman yang penuh gairah yang sudah tidak bisa ditahan lagi.Ivy membalasnya dengan gairah yang sama. Ia membiarkan tangan Arthur bergerak liar di balik gaunnya dan merasakan sentuhan kulit pria itu yang panas di tengah terpaan angin malam."Katakan kau milikku," tuntut Arthur di sela-sela ciumannya."Selamanya, aku milikmu," bisik Ivy, seolah suaranya hilang ditelan angin, tapi Arthur mendengarnya dengan jelas.Satu jam kemudian, mereka berada di dalam lift privat menuju penthouse. Begitu pintu terbuka, tidak ada lagi basa-basi. Pakaian mereka berserakan di lantai marmer ruang tengah. Arthur mengangkat tubuh Ivy, menggendongnya menuju kamar tidur utama yang menghadap langsung ke arah Empir

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status