Home / Romansa / Gairah Salah Sasaran / Bab 103 | Perbandingan

Share

Bab 103 | Perbandingan

Author: MAMAZAN
last update publish date: 2026-09-24 10:53:27
Irish mengusap lembut punggung atletis Killian yang masih dibasahi peluh. “Sayang?” bisiknya perlahan tepat di samping telinga pria itu.

​“Hmm?” Killian bergumam rendah, seolah enggan mengurai pelukannya. Pria itu makin membenamkan wajahnya di leher Irish, menghirup dalam-dalam aroma tubuh kekasihnya demi menyimpannya rapat-rapat dalam ingatan.

Satu yang akhirnya ia sadari, ​aroma tubuh antara Irish dan Irina ternyata berbeda. Irish memiliki wangi tubuh yang segar, menenangkan, dan alami. Sement
MAMAZAN

Killian! Kamu jahat banget :(

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Culuu Culkeng
cowok bingung , pacarnya irish tapi yg terbayang2 irina
goodnovel comment avatar
Jennifer Karisoh
ya ampun kilian, tentuin pilihan aja spya itish gak sakit hati
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 120 | Perasaanku Saja 'Kan?

    ​"Irina, Killian?" Suara Irish dari ujung koridor membuat mereka berdua terlonjak kaget.​Dengan sigap, Killian menarik turun kedua tangannya dari dinding, mengambil satu langkah mundur untuk memperlebar jarak di antara mereka.​"Kalian di sini?" tanya Irish dengan suara rendah.​"Hmm, kamu mau ke toilet juga?" tanya Irina cepat, sengaja mengalihkan dan tidak menjawab pertanyaan saudari kembarnya itu.​"Ah ... iya. Kamu sudah selesai?"​"Baru saja." Irina menoleh ke arah Killian sesaat, melemparkan tatapan dingin penuh peringatan agar pria itu tidak berbuat hal nekat atau bersikap mencurigakan.​"Mau kutungguin atau ...?" Irina menggantung kalimatnya.​Irish melangkah mendekat. "Duluan aja, kamu temanin Dokter Kane. Ada Killian kok." Ia menoleh ke arah Killian, tersenyum tipis. "Boleh kan, Sayang?"​"Iya. Aku tunggu," sahut Killian rendah seraya mengusap lembut surai rambut Irish, mencoba bersikap semanis mungkin di depan kekas

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 119 | Interfensi Killian

    ​"Kamu ikut aku saja, Irina. Gak usah bawa mobil sendiri-sendiri," ujar Kane begitu mereka berempat melangkah keluar dari pintu butik.​Irina mengangguk santai. "Uhm, boleh deh."​"Daripada dua mobil, lebih baik kita pergi bersama saja," sela Killian cepat dari belakang, melangkah maju memangkas jarak. "Gimana, Sayang, menurut kamu?" Pria itu menoleh ke arah Irish, meminta dukungan kekasihnya.​Irish tersenyum dan mengangguk setuju. "Ide yang bagus, Sayang."​"Sayangnya, aku gak mau mengganggu dua orang yang lagi kasmaran, Sis!" sahut Irina cepat sambil memutar bola matanya malas.​"Aku setuju sama Irina. Lebih baik kita pergi dengan pasangan masing-masing," sambung Kane menggodai Irina, melirik tipis dengan senyum khasnya.​Irish tertawa kecil mendengar interaksi mereka. "Ya sudah kalau gitu."​"Tapi ..." Killian menahan langkahnya, memotong pembicaraan.​"Tapi kenapa, Sayang?" tanya Irish bingung menatap wajah tegang Killian.​Killian terdiam sejenak, menelan saliva yang terasa pahi

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 118 | Sejak Kapan?

    ​"Sayang ... hari ini aku gak makan siang dengan kamu, ya?" ujar Irish lembut saat mereka berdua baru saja menyelesaikan pekerjaan masing-masing di rumah sakit.​Langkah kaki Killian mendadak terhenti. Pria itu menoleh penuh perhatian. "Why?"​Irish menyunggingkan senyum tipis yang manis. "Irina ajak aku makan siang."​"Janjian di butik?"​Irish mengangguk pelan sebagai jawaban. "Iya, dia bilang ada beberapa koleksi baru yang mau dia tunjukkan sekalian makan siang di area sana."​Killian menghela napas pelan, mengusir sisa tegang di dadanya. "Ya sudah, biar aku antar kamu ke butik."​"Thank you, Sayang," sahut Irish hangat, menyandarkan kepalanya sejenak di bahu tegap Killian.​Keduanya lalu berjalan bersisian menuju ruangan masing-masing untuk menaruh jas putih dokter yang mereka kenakan. Setelah merapikan barang bawaan, Killian dan Irish melangkah bersama menyusuri koridor rumah sakit menuju pelataran parkir privat. Killian membukakan pintu mobil untuk Irish sebelum akhirnya memutar

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 117 | Beban Killian

    Mobil Killian bergerak perlahan melintasi gerbang besi tempa yang menjulang tinggi. Pria itu menghentikan kendaraannya di pelataran luas sebuah bangunan megah bernuansa klasik Eropa—kediaman utama keluarga. Tempat di mana seluruh kenangan pahit, instruksi keras, dan tekanan tanpa ampun dari sang Ayah mengkristal di kepalanya, melahirkan anxiety serta kegelapan di dalam dirinya.​Killian mencengkeram erat setir kemudi sejenak, memejamkan mata menghirup napas dalam-dalam. Dada dan hatinya mendadak bergemuruh hebat. Memaksa dirinya melangkah masuk ke tempat ini selalu membutuhkan seluruh sisa keberanian yang ia miliki.​Klek.​Killian menurunkan kakinya dari mobil, menjejakkan langkah berat menaiki anak tangga marmer. Begitu pintu kayu jati ganda berukir itu terbuka, barisan pelayan berbaris rapi membungkuk hormat.​"Selamat datang kembali, Tuan Muda Killian," sapa pelayan senior dengan suara ramah.​Killian hanya mengangguk tipis tanpa menghentikan langkahnya. Matanya yang gelap bergerak

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 116 | Pelepasan Amarah

    "Do it."​Perintah singkat dari Kane membuat wanita itu berani. Ia turun dari pangkuan Kane, berlutut tepat di antara kedua kaki pria itu. Dengan gerakan sensual, jemari lentiknya menurunkan zipper gaun ketatnya. Kain minim itu meluncur jatuh begitu saja ke lantai marmer, menelanjangi lekuk tubuh mulusnya.​Usai melucuti gaunnya, wanita itu mencondongkan tubuh, merogoh bagian bawah kaos polos Kane, membiarkan dada bidang serta otot perut pria itu terekspos bebas. Tanpa jeda, bibirnya yang terpoles lipgloss basah langsung menyapu kulit hangat di leher Kane. Lidahnya menjilat, menyesap, dan memberi lumatan-lumatan kecil di sepanjang tengkuk hingga ke garis rahang tegas yang langsung membuat napas Kane memberat.​Jari-jemari wanita itu tak tinggal diam. Dengan cekatan ia mengurai tali celana training Kane, menariknya turun secara erotis bersama boxer pria itu. Bebas dari kungkungan kain, batang kejantanan Kane yang tebal dan membesar menyapanya.​Tanpa menunggu, Ia menunduk, mengulum bagi

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 115 | Irish atau Irina?

    "Sejak kecil, memang hanya kamu yang selalu terlihat pantas di mata Ayah."​"Omong kosong apa yang kau bicarakan, Kane!" bentak Killian menahan emosi.​Bukannya marah atau terintimidasi, Kane malah tersenyum kosong. "Apa kamu ingin masuk?" tawarnya santai, menunjuk ke dalam dengan dagunya.​Kane bisa melihat dengan sangat jelas. Sedari tadi, pandangan Killian tak lepas dari lukisan berbingkai indah yang terpajang mencolok di dinding dalam unit apartemennya, lukisan dengan guratan nama 'Irina' di sudut bawahnya.​"Tidak perlu!" desis Killian tajam, matanya menghunus dingin. "Aku hanya memperingatkan kamu, Kane. Jangan pernah menyentuh orang-orangku!"​Kane menaikkan sebelah alisnya. "Orang-orangmu?" tanyanya memasang ekspresi bingung yang kelewat dibuat-buat. "Come on, brother ... aku baru saja tiba di sini setelah sekian lama. Siapa orang-orangmu?"​Kane berpura-pura berpikir sejenak, sebelum matanya berbinar jenaka. "Ah ... maksud kamu Dokter Irish?"​Killian membisu, bibirnya mengat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status