Share

Bab 115. Obat Nyamuk

Penulis: ZeeHyung
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-27 15:04:41

"Kalian jangan bermesraan di sini. Karena di sini ada anak kecil kalau mau bermesraan di rumah saja atau di kamar sana. Dasar menyebalkan." Rafi menyindir kakaknya dan kakak iparnya untuk tidak bermesraan di depan mereka.

Mereka sedari tadi hanya memperhatikan keduanya. Dan anehnya sang kakak yang seorang mafia terkenal kejam dan menakutkan kini berubah 360° . Kini kakaknya sangat bucin dengan musuhnya sendiri yang sekarang sudah jadi istri.

Dan musuhnya itu sudah memaafkan kakaknya karena pengakuan dari kakaknya tersebut. Bunga yang mendengar sindiran dari adik iparnya menjauhi Verrel namun Verrel tidak ingin Bunga menjauh.Dia ingin bunga lebih dekat dengannya.

"Jangan seperti ini tidak enak dilihat orang. Ayo cepat lepaskan," pinta Bunga kepada Verrel untuk melepaskannya.

Verrel pun mengikuti perkataan dari Bunga dan dia melepaskan Bunga dan mengambil minuman yang tadi Bunga minum.

Bunga melihat minumannya di minum oleh Verrel hanya menggelengkan kepala. Apakah dia tidak jijik unt
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 124. Bunuh Saja Aku

    Verrel berlari mengejar istrinya Bunga. Verrel takut jika Bunga terluka. Dan saat Bunga ada di depannya, Verrel segera memeluk Bunga. "Sayang, kamu baik?" tanya Verrel ke Bunga. "Aku baik. Aku mau hajar Tantri," ucap Bunga ke Verrel. Akan tetapi ditahan oleh Verrel dengan gelengan kepala. "Jangan, biarkan saja. Kita akan selesaikan nanti dia. Kamu tinggal kasih tahu saja dimana dia dan kita akan serang dia balik," ujar Verrel menahan Bunga untuk tidak menyerah Tantri. "Tapi dia sudah menculik aku," jawab Bunga. "Tenang aja, kita akan buat jebakan untuk dia. Kamu tenang aja ya," ucap Verrel ke Bunga. Verrel menganggukkan kepala dan dirinya membawa Bunga pergi. Dari kejauhan terlihat Tantri menatap Bunga bersama pria yang dia ketahui itu suaminya. "Bunga aku akan buat kamu menyesal. Aku akan buat kamu tidak akan pernah bisa melihat matahari esok. Aku akan pastikan itu," geram Tantri yang sudah lebih dulu menjauh karena rekannya sudah meninggal dan dia selamat. Bunga berhasil di

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 123. Ledakan

    "Tutup mulutmu, Bunga," pekik Tantri yang kesal dengan Bunga. "Jawabannya sudah bisa ditebak Bunga. Cinta sepihak. Menyakitkan sekali kenapa harus cinta sepihak. Yang ada rugi, merendahkan harga diri wanita, bodoh," ejek Cintya membuat Tantri makin murka. Tantri memukul Cintya dengan kencang. Dia melampiaskan amarahnya atas ejekan dari Tantri. Bunga melihat Cintya dipukul tentu saja tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Tantri. Bunga memberontak dia ingin membalas apa yang Tantri lakukan kepada Cintya. Begitu juga dengan Cintya dia ikut memberontak tapi tenaganya kalah dengan dua pria yang bertubuh tegap. "Itu untukmu, wanita sialan!" pekik Tantri dengan napas memburu. "Kamu yang sialan! Wanita tidak punya harga dirinya. Asal kamu tahu si tua bangka itu tidak menyukaimu. Apa kamu pikir dengan menyerahkan tubuhmu itu dia menyukaimu? Tidak, Sayang. Kamu tidak akan mendapatkan cinta dari dia. Sampai mati pun kamu tidak akan bisa, stupid!" Cintya mengeluarkan amarahnya kepada T

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 122. Bawa Keranjang

    Bunga dibawa pergi oleh Tantri begitu saja. Tantri tidak peduli dengan serangan dari Verrel. Karena saat ini anak buah dari Oliver Junior atau tepatnya rekannya sangat banyak hingga membuat Verrel sedikit kesulitan untuk menyelamatkan istrinya itu. Dan situasi di tempat tersebut benar-benar kacau semua pengunjung berhamburan pergi menyelamatkan diri mereka. Karena mereka takut jika mereka menjadi sasaran tembak antara dua kubu. Verrel yang melihat istrinya di bawa pergi hanya berteriak kencang dia tidak bisa berkata-kata dan hanya mengejar tanpa peduli tembakan yang terus terdengar. "Bunga. Bunga! Jangan bawa dia. Jangan bawa dia," teriak Verrel dengan kencang. Akan tetapi teriakan dari Verrel tidak terdengar sedikitpun mobil terus melaju bawa Bunga pergi ke markas milik Oliver Junior. Verrel sudah kehilangan akal dia menembak semua anak buah dari Oliver Junior dengan penuh emosi. "Kakak sudah cukup. Sudah, ayo kita kejar kalau Kakak di sini kita tidak bisa mengejar mereka. Ayo c

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 121. Menculik Bunga

    "Selama dia belum bereaksi kita tenang saja dulu, Pa. Jangan gegabah kita lihat saja perkembangannya dan kita ikuti dia. Jika dia sampai berbuat sesuatu maka kita akan selesaikan dia," jawab Verrel yang dianggukan oleh Darren. "Sayang, aku ingin ke kamar mandi sebentar saja nanti aku kembali lagi." Bunga meminta izin kepada Verrel untuk ke kamar mandi. "Aku temani ya. Aku tidak ingin kamu sendiri," ucap Verrel khawatir dengan Bunga. "Tenanh aja, tidak apa-apa. Aku dengan Cintya berdua. Dan kalau perlu yang lainnya juga ikut denganku. Kamu tenang saja tidak lama sebentar aja kok," jawab Bunga yang dianggukan oleh Verrel. Sebenarnya dia takut tapi entah kenapa dirinya mengiyakan dan beberapa pengawalnya ikut bersama dengan Bunga. Walaupun Bunga tidak ingin tapi melihat sorot mata Verrel yang tajam akhirnya Bunga setuju dia pun tidak mempermasalahkan pengawal Verrel ikut dengan dirinya. Mereka pun segera pergi ke kamar mandi bersama dengan Cintya, Lala, Lola dan Bella. Bunga bersam

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 120. Bunga Jangan Nakal

    Selesai bermain panas Verrel dan Bunga mandi keduanya tertawa dan bersenda gurau. Bunga yang memang memiliki kejahilan kembali menjahili Verrel. "Bunga, kamu nakal sekali. Kenapa kamu masih jahil hmm?" tanya Verrel. Bunga tertawa melihat Verrel kesal dengan dirinya yang terus mengganggu Verrel. "Aku tidak menjahulimu, Sayang. Sejak kapan aku menjahilihimu. Aku tidak seperti itu. Lagi pula aku ini baik," jawab bunga yang lagi-lagi mencolek perut Verrel. Keduanya memutuskan mandi bersama karena itu keinginan dari Verrel dan Bunga tidak membantahnya. Dia mengikuti apa yang Verrel inginkan. Akan tetapi sampai di kamar mandi bukannya mandi, keduanya lagi-lagi berbagi keringat karena kejahilan dari Bunga. Puas bermain keduanya pun segera menyelesaikan mandi dan berpakaian. "Apa aku bisa bekerja kembali menjadi sekretarismu, Sayang ?" tanya Bunga yang menatap ke arah Verrel meminta persetujuan dari Verrel apakah dirinya masih boleh bekerja di perusahaan milik Verrel atau tidak. "Tentu

  • Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar    Bab 119. Aku Mencintaimu (21+)

    Verrel menganggukkan kepala dan dia tersenyum mendengar jawaban dari Bunga. Melihat anggukan dan senyuman dari Verrel tentu saja membuat Bunga ikut tersenyum. "Aku benar-benar sudah jatuh cinta denganmu. Sudah berkali-kali aku katakan kepadamu kalau aku mencintaimu. Dan jangan lagi meragukan cintaku, ya," jawab Verrel menarik tangan istrinya dan menggenggam erat kedua tangan istrinya. Bunga yang diperlakukan sangat manis oleh Verrel merasakan ledakan kupu-kupu yang sangat besar di dalam dirinya. Bunga terharu mendengar apa yang Verrel ucapkan."Aku percaya kepadamu. Maaf kalau aku bertanya seperti itu. Bukannya aku meragukanmu aku ingin memastikan kebenarannya. Apaakah kamu marah ?" tanya Bunga kepada Verrel yang masih mencium tangannya Bunga. Verrel yang mendengar Bunga berkata seperti itu tentu saja ditanggapi oleh Verrel dengan gelenga kepala. Dia tidak marah dengan apa yang Bunga katakan karena wajar jika Bunga bertanya seperti itu."Aku tidak marah sama sekali, wajar kalau ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status