LOGINRossa dijodohkan dengan kakak iparnya sendiri yang bernama Darren. Tidak ada cinta diantara keduanya tapi demi kedua orang tua mereka akhirnya sepakat menikah. Sebelum menikah Rossa meminta mahar 2 M agar pernikahan ini gagal. berharap Darren menolak. Akan tetapi, Darren menerimanya dan Darren mengajukan syarat ke Rossa. "jangan berharap cinta padaku karena aku masih mencintai Rassi. Dan jangan katakan kepada siapapun aku suamimu." Rossa tidak bisa mengelak lagi, pernikahan terjadi tapi sikap dingin Darren membuat Rossa menjauhi Darren. Akankah, Darren bisa menerima Rossa sebagai istrinya dan bisa mencintai Rossa? Yuk kisah romantis dan baper ada di sini.
View More"Ocha, kamu dari mana saja. Pulang jam segini. Apakah kamu tidak tahu kalau kamu itu anak gadis tidak boleh pulang larut. Apa kamu pergi dengan pria itu lagi?" tanya wanita paruh baya yang menatap tajam ke arah gadis cantik yang dipanggil Ocha oleh wanita paruh baya yang tidak lain ibu kandungnya.
Ocha membolakan matanya, dia kesal ibunya sudah mulai bereaksi menjadi posesif pasti ada yang akan ibu katakan. "Aku pulang bukan dengan siapa-siapa. Aku pulang dengan kekasihku. Mama juga tahu siapa dia. Jadi, jangan diributin deh," jawab Ocha yang meninggalkan orang tuanya. "Ocha, mau kemana kamu? Mama belum selesai bicara. Ocha, kamu harus menikahi Darren dua minggu lagi," kata ibu kandungnya yang bernama Mila. Ocha yang hendak naik menghentikan langkah kakinya karena terkejut mendengar perkataan dari ibunya. "Apa ? Menikah dengan kakak iparku sendiri? Mama tidak salah?" tanya Ocha. "Tidak. Mama tidak salah. Apa kamu tega melihat Darren hidupnya seperti itu? Tidak ada yang mengurusi dia. Apa kamu tega melihat kakak iparmu itu?" tanya Nyonya Mila. Rossa menatap sang ibu dengan tajam. Rossa tidak suka menikahi pria yang bernama Darren Wijaya. Dia tidak mencintai pria itu sama sekali. Tapi, kini pihak keluarga malah menikahi dia dengan pria dingin dan arogan itu. "Tidak, Ma. Ocha tidak akan menikahi Mas Darren. Dia kakak iparku, mana mungkin aku menikah dengan kakak iparku sendiri, Ma. Lagian, aku punya pacar dan kami berencana menikah setelah lulus kuliah. Mama tidak bisa paksa aku untuk menikahi suami almh kakakku sendiri. Apa Mama tega menikahkan aku dengan dia tanpa cinta lagi. Masih banyak wanita di luar sana, kenapa harus aku. Kenapa?" tanya Rossa dengan tatapan sedih dan putus asa mendengar dirinya akan dinikahkan dengan kakak iparnya sendiri. 8 tahun sudah kepergian kakak kandungnya, dan sejak 8 tahun itu pula kakak iparnya tidak pernah menikah dengan wanita manapun. Darren sibuk dengan pekerjaannya sebagai dosen dan CEO di perusahaan ekspor mebel dan perhiasan berlian. Sifatnya yang arogan dan pemarah membuat wanita manapun enggan untuk menikahi Darren. "Kamu jangan membuat malu kami, Ocha. Kedua orang tua Darren sudah meminta Mama dan Papa untuk menikahi kamu dan dia. Pokoknya, kamu harus menikah dengannya. Jangan membantah. Paham kamu, Ocha?" tanya Nyonya Mala ke Rossa. "Lebih baik Ocha pergi dari sini daripada menikah dengan pria arogan itu. Apa Mama tidak sayang dengan Ocha? Ocha ini anak Mama. Anak kandung Mama sendiri. Kenapa Mama tega melakukan itu ke Ocha. Kenapa?" tanya Rossa dengan suara melengking. Satu tamparan mengenai pipi Rossa hingga wajahnya mulus Rossa memerah. Napas Nyonya Mala naik turun, dia tidak menyangka kalau Rossa berani membantah perkataan dia. "Jangan mencoba membantah. Kamu harus menuruti apa yang Mama katakan. Karena orang tua tahu apa yang terbaik untuk anaknya. Ingat, jika kamu tidak mau Mama mati, ikuti kata-kata, Mama. Apa kamu mengerti, Rossa Bayuni?" tanya Nyonya Mala dengan cukup tegas ke Rossa untuk menerima perjodohan antara dirinya dan kakak iparnya. Rossa menggelengkan kepala mendengar perkataan ibunya itu. Rossa tidak menyangka kalau hidupnya harus seperti ini. Rossa masih kuliah semester awal dan dia juga sudah memiliki kekasih dari dia duduk di bangku sekolah menengah dasar. Dan sampai sekarang mereka berpacaran dan mereka berencana menikah jika sudah lulus kuliah dan mapan. Tapi, sekarang dirinya harus dijodohkan oleh kakak iparnya itu. Apa yang harus dia katakan dengan kekasihnya nanti. Dan janji mereka sudah teramat dalam satu sama lain. Rossa frustasi dengan perjodohan ini. Dirinya dipaksa menikah dengan kakak iparnya sendiri yang sudah menduda selama 8 tahun tanpa anak karena keponakannya meninggal setelah dilahirkan bersama dengan kakak kandungnya. "Apa yang harus aku lakukan. Kenapa Mama tidak pernah peduli denganku. Apa salahku, kenapa harus aku yang menikahi Mas Darren. Kenapa dia tidak mencari wanita lain saja. Kenapa harus aku," tangis Rossa pecah. "Karena, mertua kakakmu menginginkan kamu. Jadi, terima perjodohan ini. Dan lupakan kekasihmu itu. Percayalah, kamu akan berterima kasih dengan Mama dan Papa kelak." Nyonya Mala meyakinkan Rossa kalau mertua kakaknya yang menginginkan dia menjadi menantunya. Rossa menggelengkan kepala pelan. Dirinya tidak percaya, jika nasibnya seperti kisah Siti Nurbaya tapi ini versi zaman sekarang. Dirinya dikurung dan tidak diperbolehkan bertemu dengan kekasihnya juga kuliah pun dia absen. Penolakan demi penolakan diberikan oleh Rossa pada akhirnya, Nyonya Mala jatuh sakit. Melihat ibunya sakit, Rossa tidak mampu menolak permintaan ibunya. Dia pun terpaksa menerima perjodohan itu demi kedua orang tuanya. Pertemuan antar keluarga terjadi, Rossa terpaksa ikut dengan keluarganya untuk bertemu dengan Darren. Selama pertemuan baik Rossa dan Darren hanya diam dan tidak satu patah kata pun yang terucap. Darren sebenarnya sudah menolak perjodohan ini, dia masih mencintai istrinya dan tidak ada yang bisa menggantikan istrinya itu. Karena pengorbanan istrinya itu luar biasa. Sehari sebelum pertemuan ibu kandung Darren juga menekan Darren untuk menuruti keinginan mereka. "Darren, kali ini turuti Mama. Tolong menikah lah dengan adik istrimu yang bernama Rossa. Mama tidak mau kamu menikahi wanita lain. Mama sudah nyaman dengan keluarga mereka dan wajah Rossa mirip dengan istrimu, Rissa. Mereka juga dari keluarga baik-baik. Kali ini saja turuti apa kata Mama. Kali ini, nak. Hanya kali ini," pinta ibu kandung Darren bernama Nyonya Pingkan. Darren yang sayang dengan ibunya akhirnya menyetujui pernikahan ini. Walaupun, dia enggan wanita lain menggantikan posisi istrinya tapi demi ibunya dia akan melakukannya. "Darren, kenapa melamun?" tanya Nyonya Pingkan ke Darren. Darren yang tangannya disentuh oleh ibunya tersentak dan menoleh ke arah Nyonya Pingkan. "Ah, tidak apa-apa. Hanya memikirkan pekerjaan saja," jawab Darren. "Kalian bicarakan berdua saja mengenai pernikahan kalian. Kalian bahas apa saja yang akan disiapkan untuk acara pernikahan kalian. Dari seserahan dan mas kawin. Ayo, sana bicara nanti setelah itu katakan kepada kami apa saja kesepakatan kalian berdua. Ingat, jangan ada kontrak dan lainnya. Kami tidak mau dengar," ujar Nyonya Pingkan ke Darren dan Rossa. Darren tersenyum kecil hampir samar hingga Rossa tidak bisa melihat senyuman kakak iparnya itu. Sejak dulu, memang kakak iparnya ini tidak pernah sedikitpun tersenyum atau menyapanya. Dan dia pun juga sama seperti kakak iparnya itu. Cuek dan masa bodoh. Tapi, sekarang dia malah menjadi istri pengganti kakaknya sendiri yang sudah meninggal. "Ayo kita ke tempat lain," ajak Darren yang segera berdiri meninggalkan Rossa. Rossa tersenyum kecil ke arah kedua orang tuanya dan orang tua Darren. Rossa mengikuti Darren keluar dan mereka berjalan ke arah taman. Restoran milik Darren di desain sangat unik ada taman dan danau. Itu permintaan sang mantan istri. Sebelum, melihat tempat itu istrinya lebih dulu meninggal. "Duduk jangan berdiri. Kamu bukan bodyguardku. Ayo duduk. Tapi, jangan dekat denganku. Menjauh saja duduknya," kata Darren dengan suara datar. "Siapa yang mau duduk di sebelahmu," gumam Rossa pelan tapi masih didengar Darren. Darren tidak peduli dengan apa yang Rossa katakan. "Berapa maharmu. Katakan saja, aku akan menurutinya." Darren langsung keintinya tanpa basa basi hingga membuat Rossa terdiam dan memikirkan berapa yang akan dia minta kepada kakak iparnya. Berharap jika kakak iparnya ini menolak mahar yang akan dia sebutkan. Setelah mendapatkan jawabannya, Rossa pun angkat bicara. "Mas, yakin dengan mahar yang akan aku katakan ini?" tanya Rossa. "Hmm." Derren hanya berdehem kecil mengiyakan pertanyaan Rossa. "Baik, aku minta seperangkat alat solat dan uang 2 milliar rupiah. Tidak boleh kurang satu rupiah pun dan kalau lebih boleh. Kalau cincin standar saja berlian 10 karat. Apa Mas sanggup?" tanya Rossa dengan wajah penuh kemenangan. Mana ada pria sanggup memberikan nafkah sebesar itu. Apalagi dia hanya dosen. Rossa tidak begitu tahu banyak pekerjaan sang kakak ipar. Yang dia tahu hanya dosen bukan CEO. Dan dia yakin 100% akan ditolak oleh kakak iparnya. "Baik, aku akan turuti. Tapi, dengan catatan khusus untukmu dan kamu harus menuruti apa yang akan aku katakan ini. Apa kamu sanggup melakukannya?" tanya Darren ke Rossa. Rossa yang tersenyum penuh kemenangan terpaku mendengar Darren menyetujuinya. Padahal, dia sudah katakan mahar yang fantastis tapi kenapa disetujui oleh kakak iparnya ini. "Ap-apa, Mas tidak keberatan?" tanya Rossa dengan suara terbata-bata. Darren menoleh ke arah Rossa dengan wajah yang semakin datar dan Darren menggelengkan kepala ke arah Rossa. 2 miliar sangat kecil untuknya. Lebih dari itu juga dia bisa. Percuma dia pengusaha 2 miliar tidak sanggup dia berikan. Pekerjaan Darren selain dosen di kampus terkemuka dia juga pengusaha jadi memberikan mahar 2 miliar tidak berat. Dan, pekerjaan sebagai CEO tidak ada yang tahu. Hanya Rissa istri pertamanya saja yang tahu pekerjaan sebagai CEO nya sisanya tidak ada. Termasuk orang tuanya sendiri pun tidak ada yang tahu. "Jadi, kamu mau mendengar apa yang akan saya katakan ini?" tanya Darren lagi dengan serius. Rossa terkesiap dan menganggukkan kepala. "Apa itu?" tanya Rossa penasaran dengan persyaratan khusus yang akan disampaikan oleh kakak iparnya itu. "Yakin, kamu akan menurutinya, Rossa?" tanya Darren dengan sorot mata dingin."Tutup mulutmu, Bunga," pekik Tantri yang kesal dengan Bunga. "Jawabannya sudah bisa ditebak Bunga. Cinta sepihak. Menyakitkan sekali kenapa harus cinta sepihak. Yang ada rugi, merendahkan harga diri wanita, bodoh," ejek Cintya membuat Tantri makin murka. Tantri memukul Cintya dengan kencang. Dia melampiaskan amarahnya atas ejekan dari Tantri. Bunga melihat Cintya dipukul tentu saja tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Tantri. Bunga memberontak dia ingin membalas apa yang Tantri lakukan kepada Cintya. Begitu juga dengan Cintya dia ikut memberontak tapi tenaganya kalah dengan dua pria yang bertubuh tegap. "Itu untukmu, wanita sialan!" pekik Tantri dengan napas memburu. "Kamu yang sialan! Wanita tidak punya harga dirinya. Asal kamu tahu si tua bangka itu tidak menyukaimu. Apa kamu pikir dengan menyerahkan tubuhmu itu dia menyukaimu? Tidak, Sayang. Kamu tidak akan mendapatkan cinta dari dia. Sampai mati pun kamu tidak akan bisa, stupid!" Cintya mengeluarkan amarahnya kepada T
Bunga dibawa pergi oleh Tantri begitu saja. Tantri tidak peduli dengan serangan dari Verrel. Karena saat ini anak buah dari Oliver Junior atau tepatnya rekannya sangat banyak hingga membuat Verrel sedikit kesulitan untuk menyelamatkan istrinya itu. Dan situasi di tempat tersebut benar-benar kacau semua pengunjung berhamburan pergi menyelamatkan diri mereka. Karena mereka takut jika mereka menjadi sasaran tembak antara dua kubu. Verrel yang melihat istrinya di bawa pergi hanya berteriak kencang dia tidak bisa berkata-kata dan hanya mengejar tanpa peduli tembakan yang terus terdengar. "Bunga. Bunga! Jangan bawa dia. Jangan bawa dia," teriak Verrel dengan kencang. Akan tetapi teriakan dari Verrel tidak terdengar sedikitpun mobil terus melaju bawa Bunga pergi ke markas milik Oliver Junior. Verrel sudah kehilangan akal dia menembak semua anak buah dari Oliver Junior dengan penuh emosi. "Kakak sudah cukup. Sudah, ayo kita kejar kalau Kakak di sini kita tidak bisa mengejar mereka. Ayo c
"Selama dia belum bereaksi kita tenang saja dulu, Pa. Jangan gegabah kita lihat saja perkembangannya dan kita ikuti dia. Jika dia sampai berbuat sesuatu maka kita akan selesaikan dia," jawab Verrel yang dianggukan oleh Darren. "Sayang, aku ingin ke kamar mandi sebentar saja nanti aku kembali lagi." Bunga meminta izin kepada Verrel untuk ke kamar mandi. "Aku temani ya. Aku tidak ingin kamu sendiri," ucap Verrel khawatir dengan Bunga. "Tenanh aja, tidak apa-apa. Aku dengan Cintya berdua. Dan kalau perlu yang lainnya juga ikut denganku. Kamu tenang saja tidak lama sebentar aja kok," jawab Bunga yang dianggukan oleh Verrel. Sebenarnya dia takut tapi entah kenapa dirinya mengiyakan dan beberapa pengawalnya ikut bersama dengan Bunga. Walaupun Bunga tidak ingin tapi melihat sorot mata Verrel yang tajam akhirnya Bunga setuju dia pun tidak mempermasalahkan pengawal Verrel ikut dengan dirinya. Mereka pun segera pergi ke kamar mandi bersama dengan Cintya, Lala, Lola dan Bella. Bunga bersam
Selesai bermain panas Verrel dan Bunga mandi keduanya tertawa dan bersenda gurau. Bunga yang memang memiliki kejahilan kembali menjahili Verrel. "Bunga, kamu nakal sekali. Kenapa kamu masih jahil hmm?" tanya Verrel. Bunga tertawa melihat Verrel kesal dengan dirinya yang terus mengganggu Verrel. "Aku tidak menjahulimu, Sayang. Sejak kapan aku menjahilihimu. Aku tidak seperti itu. Lagi pula aku ini baik," jawab bunga yang lagi-lagi mencolek perut Verrel. Keduanya memutuskan mandi bersama karena itu keinginan dari Verrel dan Bunga tidak membantahnya. Dia mengikuti apa yang Verrel inginkan. Akan tetapi sampai di kamar mandi bukannya mandi, keduanya lagi-lagi berbagi keringat karena kejahilan dari Bunga. Puas bermain keduanya pun segera menyelesaikan mandi dan berpakaian. "Apa aku bisa bekerja kembali menjadi sekretarismu, Sayang ?" tanya Bunga yang menatap ke arah Verrel meminta persetujuan dari Verrel apakah dirinya masih boleh bekerja di perusahaan milik Verrel atau tidak. "Tentu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews