Jangan Goda Aku, Pak Manager!

Jangan Goda Aku, Pak Manager!

last updateLast Updated : 2026-01-13
By:  Anggun_sariUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
41Chapters
793views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Nara dan Giorgio dijodohkan oleh keluarganya karena perjanjian masa lalu. Namun, Giorgio yang sudah memiliki kekasih membuat Giorgio dan Nara sepakat menyembunyikan pertunangan mereka. Nara adalah bawahan  Giorgio. Hubungan yang seharusnya disembunyikan itu, mendadak berubah: cemburu dan tekanan pekerjaan serta desas desus kedekatan mereka seolah menjadi bom waktu.  Apakah Giorgio dan Nara tetap pada kesepakatan awal: menyembunyikan pertunangan mereka atau justru membiarkan semua orang tahu karena cinta yang tumbuh mulai mempengaruhi semuanya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Nara diam dengan tatapan datar ketika duduk di ruang rapat. Hatinya bergemuruh sejak berangkat ke kantor tadi pagi. Pagi ini akan ada Manajer baru yang menggantikan manager sebelumnya. Tangannya terus terkepal sementara bibirnya mencebik kesal.

Ekspresi Nara jelas terlihat berbeda dari teman-temannya yang lainnya. Meski manajer baru yang akan menggantikan Bu Kanza itu tampan, namun berhati dingin dan kejam, mereka tetap terlihat antusias.

“Aku gugup sekali,” ucap Moana–teman sekantor Nara.

Nara memutar bola matanya. “Gugup? Untuk apa, kamu dan dia sama-sama makan nasi jadi untuk apa gugup. Biasa saja. Anggap saja dia sama seperti Bu Kanza.

Bu Kanza adalah manager pemasaran di tim Nara yang lalu. Sekarang beliau dipindah tugaskan ke luar pulau untuk pembukaan cabang baru.

“Itu mah kamu. Kamu sih enak selalu dapat yang terbaik, selalu jadi nomor satu. Nah kami,” celetuk Moana lagi.

“Histt…sudah, jangan membahas hal seperti itu. Aku dan kalian sama aja. Kita kan satu tim, jadi keberhasilanku juga keberhasilan kalian,” sahut Nara.

Percakapan-percakapan kecil terus berlanjut hingga suara pintu ruang meeting dibuka oleh seseorang. Seorang pria dengan perawakan tinggi besar dan berwajah rupawan masuk dengan membawa aura mendominasinya.

Nara menelan ludahnya susah payah melihat pria yang baru saja masuk. Pria dengan jas berwarna navy itu. Bukan karena suka, melainkan pria itu adalah teman semasa kecilnya.

Giorgio Aditama–pria yang dulu suka menjahilinya dan membuatnya menangis. Jika sudah seperti itu, Giorgio akan tertawa terbahak-bahak dan pulang ke rumahnya.

Mereka berpisah ketika Giorgio memutuskan untuk bersekolah di luar negeri dan baru bertemu kembali setelah giorgio lulus kuliah.

“Selamat pagi.”

Suara berat dan berwibawa Giorgio merubah ruang rapat semakin hening. Nara, masih menatap pria itu tanpa berkedip. Masih tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Giorgio Aditama–musuhnya, pria yang paling dibenci dan dihindarinya akan menjadi atasannya!

“Baiklah saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu.” Giorgio kembali membuka suaranya.

“Saya adalah Giorgio Aditama. Mulai hari ini saya akan menjabat sebagai manager pemasaran menggantikan Bu Kanza,” terang Giorgio.

Suasana ruang rapat masih sunyi. Semua mata menatap ke arah Giorgio, antara kagum dan takut. Aura yang diperlihatkan pria itu sungguh berbeda. Berita yang beredar mengenai Giorgio ternyata benar adanya. Pria itu terkenal berwibawa, tegas dan dingin.

“Dan hari ini saya akan memimpin rapat. Jadi….” giorgio menghentikan ucapannya. Ia menatap satu persatu orang yang ada di ruang rapat hingga tatapannya berhenti pada Nara.

“Kamu Nara, kan? Ketua dari tim satu?” tebak Giorgio.

“Iya, Pak,” jawab Nara tegas.

Nara mengumpat dalam hati. Bagaimana mungkin Giorgio yang dulu sering menjahilinya itu sekarang berdiri di depannya dan menjabat sebagai manajer. Membayangkannya saja tak pernah. Rasanya ingin sekali ia menyeret laki-laki itu keluar dari ruangan ini dan berteriak kencang di hadapan pria itu: untuk apa kamu disini?! Pergi sana!

“Bisa tampilkan persentase yang sudah kamu kerjakan?” perintah Giorgio.

Nara menarik napasnya dalam-dalam. Dia memberikan flashdisk kepada seseorang yang bertugas sebagai notulis. Dalam hatinya ia merapalkan doa agar Giorgio tidak membuat ulah dengannya.

Beberapa menit kemudi rincian pekerjaan yang telah dikerjakannya terlihat di layar. Kening Giorgio mengkerut, sementara tangannya mengusap dagu. Hanya beberapa menit, pria itu membaca laporan yang dibuat oleh Nara. dan wajahnya terlihat tak senang.

“Apa hanya seperti ini?” tanya Giorgio dengan nada rendah namun, penuh penekanan.

“Maksud Anda? Saya sama sekali tidak mengerti dengan apa yang Anda bicarakan? Hanya seperti ini? Bisa tolong dijelaskan secara spesifik?” balas Nara terlihat berani.

Bisik-bisik terdengar. Ada yang mengatakan bahwa Nara terlalu berani bersuara. Ada pula yang kagum dengan keberanian wanita itu.

Giorgio tersenyum miring. “Presentasimu sangat tidak layak!” ungkap Giorgio.

Mata Nara membulat. Jelas tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Giorgio. Semalaman ia begadang untuk mengerjakannya dan sekarang presentasi itu dikatakan tidak layak. Dia bahkan belum menjelaskan secara detail.

“Tidak layak?” ulang Nara. ia sudah hampir berdiri, namun ditahan oleh Moana.

“Bisa katakan pada saya bagian mana yang tidak layak. Selama ini saya bekerja tidak pernah tidak baik. Dan sekarang….” Nara menghentikan ucapannya. Bukan karena ingin, tapi karena hatinya terlalu kesal.

“Sepertinya kamu tidak terbiasa dengan penolakan,” cibir Giorgio. “Mungkin dulu kamu nomor satu, tapi itu dulu,” lanjut Giorgio. Suaranya rendah dan tenang, tapi mampu membuat Nara meradang.

Nara mengepalkan tangannya. Matanya bersingut marah menatap Giorgio. Dia benar-benar ingin mencabik-cabik wajah pria itu saat ini juga.

“Baiklah, saya rasa perkenalan kita cukup sampai di sini. Besok kita akan melakukan meeting lagi mengenai masalah ini,” kata Giorgio terlihat enteng.

Nara menganga, tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Giorgio saat ini. Pria itu seolah sedang mengerjainya saat ini.

Merapikan barang-barangnya dengan rasa jengkel, Nara menyusul teman-temannya yang sudah keluar terlebih dahulu. Namun, ucapan Giorgio dengan suara tak tahu malunya itu membuat hatinya semakin terbakar emosi.

“Jangan lupa nanti malam ada pertemuan keluarga untuk membahas pernikahan kita.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Rahayu Ningsih
Rahayu Ningsih
Thor, kenapa Gio dn Nara lama gak update
2025-12-31 08:56:12
0
0
41 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status