MasukBara Sena segera melepaskan belenggu yang menahan kekuatan jiwa miliknya. Saat itu juga cahaya emas terang memancar dari tubuhnya.
Duaarrr!!!Ledakan keras terdengar saat telapak tangan sosok pria tua itu menghantam perisai cahaya milik Bara Sena."Dewa Cahaya!? Huh! Kau akan mati di tempat ini!" ucap pria itu lalu dari dalam telapak tanganya keluar sebilah merah yang langsung menembus perisai cahaya tersebut. Bara pun dibuat terkejut dengan apa yang dilakukan olehDewa Perang Ares menatap sekelilingnya dengan napas memburu. Pasukan Dewa yang dipimpin olehnya untuk membunuh Batara Geni, hanya tersisa sedikit. Bahkan dirinya juga terluka oleh ledakan tersebut."Kekuatan yang mengerikan..." batin Dewa Ares.Batara Geni menatap kearah Dewa Perang tersebut lalu sekejap kemudian tubuhnya menghilang. Dewa Ares terkejut. Namun belum habis rasa terkejutnya, sosok Batara Geni sudah ada di belakang tubuhnya. Aura kekuatan yang menekan itu membuat Dewa Ares membeku."Ares, aku beritahu kau sesuatu...Ini peringatan sekaligus ancaman dariku...Sebenarnya, aku bisa saja memusnahkan Olimpus dengan tanganku sendiri. Tapi aku mendapat mandat dari seseorang, agar aku menghormati leluhur kalian. Jadi, sebelum aku melanggar janjiku padanya, lebih baik kau katakan kepada Zeus ayahmu, agar tidak berbuat ulah terlalu jauh." kata Batara Geni membuat Dewa Ares terdiam terpaku. Namun bukannya takut dengan ancaman tersebut, tinjunya malah justru terkepal. Amarahnya mengge
Dewa Ares yang sudah sangat marah dan dendam kepada Batara Geni langsung memerintahkan pasukan besar yang dia bawa untuk menyerang Mahadewa tersebut. Para dewa yang berjumlah ribuan itu pun melesat ke arah sang Batara tanpa berpikir seberapa kuat Dewa yang akan mereka serang. Gemuruh teriakan mereka menggetarkan langit. Namun itu tak mempengaruhi Batara Geni sama sekali. Dia masih tetap tenang meski ribuan Dewa menyerang secara bersama-sama. "Tak bisa melihat gunung yang lebih besar di depan mata, kau hanya mencari masalah denganku Ares," kata Batara Geni lalu dari dalam tubuhnya memancar aura merah yang sangat kuat. Ribuan Dewa yang sudah melesat kearah Mahadewa itu terkejut bukan main. Namun mereka tetap menyerang karena perintah dari Dewa Perang Ares. Batara Geni tersenyum kecil dengan mata yang yang berkilat merah. "Kalian ingin menjadi abu ya? Akan aku kabulkan..." ucapnya lalu dia menjentikkan jarinya. Klik! Begitu Batara Geni menjentikkan jari, tiba-tiba dari arah langit m
Bara Sena tersenyum lalu menganggukkan kepala. "Kekuatan yang dimiliki oleh Nara Soka memang tidak dapat dipungkiri sangat luar biasa dan mengesankan. Dia adalah salah satu pengikutku yang paling kuat dan tangguh selain tiga dewa lainnya yang juga dikenal memiliki kemampuan dahsyat," ujar Bara dengan nada penuh keyakinan dan kebanggaan, membuat semua orang yang berada di sekelilingnya terkejut dan terdiam sejenak, kecuali Batara Geni yang tampaknya sudah mengetahui dan memahami seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Nara Soka sehingga tidak menunjukkan reaksi yang serupa."Jadi, ada tiga dewa lagi pengikutmu yang sudah berada di Ranah Alam Nirwana? Siapa saja mereka bocah!" seru Anoman penasaran dengan nada suara yang dipenuhi rasa ingin tahu yang membara dan ketidakpuasan. Keingintahuan ini bukan hanya miliknya, melainkan juga mencerminkan perasaan seluruh orang yang hadir di tempat tersebut, yang sama-sama diliputi pertanyaan dan kekaguman terhadap keajaiban yang mereka saksika
Kahyangan Barat geger setelah terjadi ledakan yang menghancurkan gerbang Dunia harta. Setelah para dewa menyelidiki tempat tersebut, mereka mendapatkan petunjuk bahwa disana telah terjadi pertempuran hebat yang tak diketahui oleh Istana Olimpus. Apolo dan Artemis yang bertugas untuk menyiapkan formasi ikut menyelidiki tempat tersebut.Setelah penyelidikan itu selesai, disimpulkan bahwa pertarungan itu terjadi antara Pasukan Pemburu Dari Neraka milik Hades dan Hefaistos melawan sesuatu yang masih menjadi misteri. Namun dari kehancuran yang terjadi disana, Apolo dan Artemis yakin, lawan Pemburu dari Neraka sangatlah kuat.Bahkan setelah Apolo dan Artemis melapor kepada Zeus mengenai yang terjadi di tempat kejadian, hampir tak ada yang bisa percaya."Pasukan Pemburu Dari Neraka milik Hades terkenal sangat kuat, bahkan mungkin sulit untuk di kalahkan oleh para dewa sekalipun. Tapi, kau mendapat laporan bahwa jumlah yang tewas dari pasukan itu berjumlah lebih dari sembilan puluh!? Bagaiman
Sosok pemuda berambut merah keluar dari dalam Busur Matahari milik Bara Sena. Sukma Geni, Gandi, Yao Ling dan Raksa Geni menatap tak berkedip kearah sosok tersebut.Tekanan kekuatan saat Nara Soka muncul membuat semua yang ada disana langsung berlutut saat itu juga kecuali Bara Sena seorang."Sungguh kekuatan yang mengerikan...Siapa orang ini...?" batin Sukma Geni sambil berusaha bertahan agar tidak sampai bersujud. Gandi dan yang lainnya pun sama-sama bertahan sekuat tenaga. Raksa Geni yang hampir saja tumbang segera menggunakan Pedang Maharaja miliknya untuk menahan tubuhnya dari tekanan kuat tersebut."Kekuatan ini...Sepertinya bukan Ranah Alam Semesta...!" batin Gandi."Memang bukan! Itu adalah Ranah Alam Nirwana bocah! Kekuatannya sampai masuk ke dalam Alam Jiwa milikmu ini!" sahut Ki Ageng Samudra Biru di dalam tubuh Gandi. "Kekuatan jiwa yang sangat mengerikan seperti ini, bagaimana bisa bocah Iblis itu memilikinya?" tanya Empu Jagat Martapura.Namun tak ada jawaban karena Gan
Dewi Saros tertegun setelah lima jarinya yang berniat menjebol tubuh Sukma Geni malah hancur berantakan setelah menghantam tubuh wanita bergelar Ratu Jagat tersebut. Matanya menatap nanar kearah lima jarinya yang patah berantakan."Apa yang terjadi...? Seranganku...Tidak mempan pada tubuhnya? Mustahil..." batinnya.Hanya itu yang sempat terpikir olehnya. Karena sedetik kemudian, tinju kanan Sukma Geni telah menghajar dagunya dengan keras hingga membuat tubuh wanita itu mencelat dan menghantam pilar raksasa.Dum!Setelah menghantam pilar raksasa tersebut, tubuh Saros melayang jatuh ke lantai dengan keras. Bruk!Darah mengucur dari luka parah yang menghancurkan dagunya. Bara dan tiga orang lainnya menatap takjub kearah Sukma Geni."Wah...Kekuatanmu sangat mengerikan Sukma..." ucap Bara tak menyangka putri Batara Geni itu bisa membuat Dewi Saros sekarat hanya dengan sekali pukulan.Sukma Geni tak menyahut. Kedua matanya masih menatap kearah Dewi Saros yang telungkup dilantai dengan waja
Ratu Mayadwipa mengertakkan rahang nya karena murka setelah Shupala kembali dalam wujud burung gagak. Meski manusia iblis itu bisa merubah kembali wujudnya menjadi manusia, kemampuannya sudah sangat menurun dibanding sebelumnya yang berada di Ranah Alam Dewa. Sekarang dia seperti halnya manusia bia
Du Khan menggunakan kekuatan dari Mata Penjelajah Semesta untuk melancarkan serangan Pembuka dari jarak jauh. Sinar putih terang menderu ganas tanpa suara dan langsung menghantam pasukan Bunisrawa yang ada di sisi sebelah timur gerbang Istana Abadi.Dentuman dahsyat mengguncang tempat tersebut diir
Beralih ke peperangan yang terjadi di depan reruntuhan kuno...Ledakan besar terjadi setelah dua kekuatan milik Bara dan Bunisrawa saling beradu di udara. Tubuh Dewa Cahaya itu terpental jauh dan menabrak bebatuan hingga tercipta dentuman. Bunisrawa sendiri juga terpental dan menghantam pasukannya
Dewi Es Lian Xie mendengus geram melihat apa yang tengah dilakukan oleh para prajurit bawahan Raja Agra. Lu Xie yang juga melihat hal itu tak tinggal diam. Dia berniat untuk membantu wanita tersebut menggunakan kemampuan petir merah miliknya."Jangan membantuku Lu Xie! Biarkan aku yang menangani pa




![Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]](https://acfs1.goodnovel.com/dist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)


