Chapter: 935.Dewa Bintang Merah,(2)Tombak biru dengan ujung tombak menyala merah itu bergetar hebat setelah melihat Bara Sena yang mendekat kearahnya. "Kau menciptakan kehancuran seperti ini, siapa sebenarnya dirimu manusia?" tanya roh senjata yang ada di dalam tombak tersebut."Aku Bara Sena. Orang yang akan mengambil dirimu sebagai senjata milikku. Apakah sekarang kau sudah menyerah?" sahut Bara Sena. Tombak itu bergetar hebat mengeluarkan aura warna merah."Pertarungan tadi masih belum selesai. Apa kau berpikir aku sudah kalah? Serangan mu memang kuat, tapi tetap tidak mampu menembus pertahanan Dewa Bintang Merah milikku." kata sosok roh bernama Astra.Bara terdiam."Benar juga...Dia baik-baik saja setelah ledakan Pukulan Sakti milikku...meski gunung harta ini lenyap..." batinnya."Pertarungan yang sesungguhnya akan dimulai...Jika kau berhasil mengalahkan diriku, maka...Aku akan menjadikan dirimu sebagai Tuanku yang baru," ucap Astra lalu dari dalam tombak tersebut muncul bayangan samar yang kemudian memadat dan me
Zuletzt aktualisiert: 2026-02-10
Chapter: 934.Dewa Bintang MerahBara Sena melesat kearah tombak yang masih terikat oleh rantai cahaya miliknya. Tangannya langsung memcengkram tombak tersebut tanpa ragu-ragu. Torun yang menyaksikan hal itu pun hanya bisa berdecak kagum dengan keberanian Bara.Begitu pemuda itu menyentuh tombak tersebut, saat itu juga kekuatan yang luar biasa dahsyat menghempaskan tubuhnya. Bara bertahan sekuat tenaga agar tubuhnya tidak terpental oleh gelombang yang sangat kuat tersebut. "Ugh! Kuat sekali!" serunya dalam hati."BERANI KAU MENYENTUH SENJATA INI!?" terdengar suara yang sangat dalam dari arah Tombak Pashupata Astra tersebut.Bara menyeringai lalu mengerahkan kekuatan cahaya yang dia miliki. Sinar kuning keemasan menyeruak dari tubuhnya menekan aura merah. Namun ternyata tombak itu tidak diam saja. Saat itu juga aura merah yang menyelimuti senjata tersebut merebak dengan kuat sehingga dua kekuatan itu saling bertabrakan.Drrrttt! Blar!"KAU HEBAT JUGA BISA BERTAHAN SETELAH MENYENTUH SENJATA INI. KALAU BEGITU, BIAR KAU
Zuletzt aktualisiert: 2026-02-10
Chapter: 933.Mata Langit & Pashupata AstraBara menatap sosok Kera raksasa yang kini mengubah ukuran tubuhnya menjadi sebesar manusia biasa. Setelah Torun menyerah, Dewa Cahaya itu sedikit mempertanyakan alasan Makhluk tersebut menyerah begitu saja di saat-saat terakhir dia menyerang. Torun pun menceritakan tentang Pedang Dewa Matahari yang Bara Sena miliki. Dan semua perkataannya tidak ada yang meleset sama sekali. Semuanya benar bagi Bara Sena."Jadi kau adalah penjaga yang ikut dibawa oleh Resi Karmapala ke tempat ini?" tanya Bara setelah Torun menjelaskan semuanya. Kera tersebut mengangguk."Harta yang aku jaga di tempat ini adalah Mata Langit." kata Torun sambil menancapkan tangannya ke dada. Jleb!Darah muncrat dari luka yang Torun ciptakan di dadanya sendiri. Bara terkejut dan sempat ingin melarang. Namun Kera iu sudah terlanjur melakukanya."Apa yang kau lakukan!?" seru pemuda itu yang mengira Torun akan bunuh diri karena tidak mampu menjaga harta yang ada di tempat itu.Kera berbulu lebat itu menyeringai lalu menarik
Zuletzt aktualisiert: 2026-02-10
Chapter: 932.MenyerahLedakan yang sangat besar tercipta setelah Torun menghantam tameng Angkara dengan kedua tinjunya. Bara Sena masih bertahan di balik tameng tersebut meski dia bisa merasakan kehebatan Torun, sang penjaga."Hanya dengan serangan fisik sudah menciptakan kehebohan seperti ini...Dia memang hebat..." batin Bara.Kedua tangan Torun yang besar mencengkram tameng yang menjadi perisai andalan Bara Sena. Dia berniat merebut harta tersebut dan membuangnya. Tapi sayangnya tameng itu bukanlah tameng sembarangan. Begitu dia berniat untuk meraih tameng Angkara, tiba-tiba saja aura merah keluar dari dalam tameng lalu kemudian melilit kedua tangannya dengan sangat kuat membuat Torun terkejut setengah mati.Bara tersenyum melihat hal itu."Indira tidak terima tameng ini disentuh oleh orang lain...Hahaha!" batinnya."Aaaarrrrrggghhh!"Kera raksasa itu meraung setinggi langit saat kedua tangannya dililit aura yang membentuk sulur (tanaman merambat).Bara mengangkat tameng besar itu kemudian melepaskan ten
Zuletzt aktualisiert: 2026-02-10
Chapter: 931.TorunKRAAAAAKKK!!!BLAAARRRRRR!!!!Ledakan yang sangat besar mengguncang gunung berukuran sangat besar tersebut. Perlahan gunung raksasa itu terbelah menjadi dua oleh Pedang Es yang berukuran tak kalah besar.Perisai merah dan Kiraya yang ada di dalamnya tentu saja tidak selamat setelah menerima serangan mengerikan seperti itu. Seketika itu juga, lahar di dalam gunung itu berubah menjadi es yang membeku.Xue Ruo dan yang lainnya bergerak menjauh saat pedang mulai amblas membelah tempat itu hingga hancur berkeping-keping.Guo Jiu dan Manguntur sempat membawa tubuh Athena sebelum pedang itu menciptakan ledakan yang luar biasa. Jika mereka terlambat sedikit saja, Dewi Perang itu akan ikut hancur oleh serangan tersebut. Dan mereka bisa kena hukuman dari Bara Sena karena tidak mampu menjaga salah satu kekasihnya yang berharga.Setelah keadaan menjadi tenang kembali, mereka semua menatap kearah pedang raksasa yang kini menancap di atas lahar beku. Xue Ruo menyipitkan mata saat melihat seorang wa
Zuletzt aktualisiert: 2026-02-10
Chapter: 930.Perisai MerahPria bertubuh besar dengan ikat kepala merah itu menerjang dengan sangat cepat. Athena yang berada di barisan paling depan terkejut saat melihat sosok tersebut sudah ada tepat di hadapannya. Dengan cepat dia menggunakan tameng miliknya untuk menahan serangan tinju dari pria itu.Wut!Tinju melayang dengan sangat cepat.DANG!Tameng emas Athena menahan serangan pria itu. Meski Athena sudah mengerahkan semua kekuatan yang dia miliki, ternyata itu tak cukup mampu bertahan dari hantaman tinju sosok pria besar tersebut. Tubuhnya terpental sejauh ratusan tombak dan berhenti setelah menghantam salah satu bangunan istana merah hingga membuatnya hancur luluh lantak.Melihat Athena dipukul sekeras itu, Guo Jiu dan Manguntur pun berteriak keras menyerang sosok itu secara bersama-sama. Manguntur dengan tombak hijau nya menyerang secepat kilat. Sementara Guo Jiu dengan kekuatan darah miliknya berguna untuk menahan pergerakan sosok pria besar tersebut.Dewi Yu Jie yang mengetahui hal itu segera iku
Zuletzt aktualisiert: 2026-02-10
Chapter: 293.Dewa KehancuranKun Long menghantamkan golok nya dengan sekuat tenaga. Saat dia mengayun, golok itu di ikuti cahaya hijau terang. Jaka Geni tidak bisa menghindari karena kecepatan Kun Long yang meningkat pesat membuatnya semakin sulit di perkirakan. Dengan teriakan keras Jaka Geni akhirnya menangkis serangan Golok Kehancuran milik Kun Long. "Gledek Membelah Langit!" Matahari baru saja menunjukkan wajahnya. Cahaya kekuningan menembus kabut di pagi hari. Belum lama sinar sang surya menyinari bumi, awan gelap berkumpul dari berbagai arah menutupi cahaya mentari pagi. Suasana menjadi gelap gulita karena awan hitam berkumpul di atas hutan tersebut. Shin menatap langit dengan senyum mengembang. Mata merahnya membesar. "Ini kenyataan, kabar itu bukanlah isapan jempol belaka! Orang asing itu benar benar bisa memanggil Lei Gong!" ucap Shin penuh kekaguman. Matanya menatap ke langit yang sudah tertutup awan hitam. Awan semakin pekat menutupi langit di atas hutan Yao Chang. Para pendekar yang menyaksikan
Zuletzt aktualisiert: 2026-01-28
Chapter: 292.Duel Melawan KunlongJaka Geni menangkis serangan golok hijau besar milik Kun Long menggunakan pedang biru di tangannya. Dengan kekuatan petir yang di alirkan ke kaki kanannya, Jaka bergerak cepat menyambar perut Kun Long dengan tendangan. Namun Kun Long berhasil menghindari tendangan lawan dengan sedikit memundurkan tubuhnya ke belakang. Disaat yang sama, kaki kanan Kun Long langsung menendang ke arah dagu Jaka Geni. Terkejut lawan membalas dengan serangan tak terduga, Jaka Geni langsung membuat gerakan jungkir balik sehingga dagunya terselamatkan dari tendangan Kun Long. Jaka mundur beberapa langkah. Ternyata Kun Long bukanlah pendekar biasa. Tanpa melihat, dia bisa menghindari setiap serangan hanya dengan merasakan pergerakan. "Tak semudah yang ku bayangkan," pikir Jaka. Kun Long menatap tajam ke arah Jaka Geni. Tanpa senyuman, dia langsung berkelebat ke arah Jaka Geni dengan cepat. Jaka menyambut serangan golok besar itu dengan pedang biru yang bernama Rubah Biru. Setiap serangan Kun Long sang
Zuletzt aktualisiert: 2026-01-28
Chapter: 291.Cakar BesiRatu Lu Che berteriak kesakitan. Sesaat tadi setelah dia tertusuk pedang Chang Yun, tiba-tiba dia merasa tubuhnya seperti tersengat api yang sangat panas hingga tubuhnya terpental. Itu adalah ledakan kekuatan petir milik Chang Yun. Para pengikut Ratu Lu Che langsung menyerang kearah Chang Yun begitu melihat ketua mereka terluka. Cakar besi yang menggantung di pinggang segera mereka pakai untuk mengeroyok Chang Yun. "Jangan gegabah!" teriak Ratu Lu Che, namun para pengikutnya terlanjur menyerang. Chang Yun tidak gentar menghadapi delapan orang sekaligus. Dengan ajian Gledek Sambar Nyawa yang dia pelajari dari Jaka Geni, dengan lincah Chang Yun menangkis dan menyerang. Shin tak menyangka Chang Yun adalah seorang pendekar berkelas. Bahkan ketua di Serikat Teratai Biru berhasil dia lukai. "Lu Che, kau terlalu ceroboh." ucap Shin dalam hati. Dia lebih serius mengamati Chang Yun bertarung daripada melihat ke arah Jak Geni. Itu karena dia penasaran dengan kekuatan yang baru saja gadis it
Zuletzt aktualisiert: 2026-01-22
Chapter: 290.Pertarungan Di KuilJaka Geni dan Chang Yun berhenti di sebuah kuil tua. Bangunan kuil itu seperti sudah lama sekali tidak di gunakan. Melihat dari patung-patung di sana, terlihat bahwa itu kuil Buddha. "Bagaimana menurut mu Chang Yun, ada kuil ditengah hutan." celetuk Jaka. "Tidak masalah kak, sepertinya ini kuil yang di bangun oleh pejabat sebelumnya, hanya saja melihat keadaan kuil ini seperti sudah puluhan tahun di tinggalkan." sahut Chang Yun. Mereka mendorong pintu kayu besar yang langsung menuju halaman kuil. Halaman itu terlihat cukup luas, banyak rumput tinggi dan sampah daun kering menumpuk. Jaka melangkahkan kaki pertama kali ke halaman tersebut. Chang Yun menyusul. Mereka melangkah dengan waspada. Saat kaki Jaka melangkah ke arah dalam, dia mendengar suara berdesing dari kejauhan. "Chang Yun! merunduk!" teriak Jaka Geni. Gadis itu seketika merunduk. Sebuah pisau melesat di atas kepalanya lalu menancap di tembok. Mereka berdua menoleh ke arah depan mereka. Tak di sangka, Kun Long dan R
Zuletzt aktualisiert: 2026-01-11
Chapter: 289.Perburuan DimulaiRatu Lu Che berkelebat cepat menuju tempat persembunyian Jaka Geni dan Chang Yun. Saat dia bersama para bawahannya hampir sampai di dekat sungai, mata wanita itu terbelalak melihat beberapa mayat yang terkapar. "Kita terlambat! cepat kejar mereka!" seru Ratu Lu Che kepada para wanita bawahannya. Kun Long yang saat itu berada di seberang sungai menemukan dua mayat yang tergeletak tak jauh dari gubuk di atas pohon. Di periksa nya dua mayat yang tewas dengan lubang di kepala. Dia memperhitungkan jarak dua mayat itu dengan gubuk yang ada di atas pohon. "Jaraknya sudah cukup untuk mengintai, tapi... dalam gelapnya malam, bagaimana dia bisa melempar dengan tepat ke arah dua orang bodoh ini? Apakah dia turun lebih dulu? Akan tetapi jika dia turun, dua orang ini bisa kabur terlebih dulu. Dari keadaan tewas mereka yang saling bertumpu kan itu artinya mereka tewas di tempat tanpa perlawanan." batin Kun Long. Dia angkat golok nya ke atas. Dari ujung golok itu keluar cahaya hijau berkilat.
Zuletzt aktualisiert: 2026-01-06
Chapter: 288.Iblis PutihTiga orang itu saling tatap saat seorang mata-mata yang mereka kirim datang menghadap. Puluhan pendekar langsung tertuju kepada seorang Pendekar berpakaian putih yang baru saja datang. "Bagaimana? Apa kalian menemukannya?" tanya Ratu Lu Che. "Kami menemukannya, saat ini Huang Li tengah mengawasi mereka." ucap lelaki yang baru saja datang tersebut. Kun Long menyeringai lebar. "Baiklah, apakah kita akan berangkat sekarang?" tanyanya meminta pendapat. Shin si Iblis Putih diam tak menjawab. Dia tak bersuara sedikit pun. "Kita akan serang mereka bersama. Melihat kematian Sio Tong, pendekar asing bernama Jaka Geni itu bukanlah orang biasa. Bahkan sampai membuat Kaisar mengutus Yang Sian Kan putra Yang Jie. Itu pertanda orang asing ini pendekar yang berbahaya." ucap Ratu Lu Che menanggapi ucapan Kun Long. Shin tersenyum sinis. Mata merahnya sedikit menyala. Ratu Lu Che dan Kun Long saling tatap melihat senyuman Shin yang menurut mereka mempunyai makna tersendiri. "Apa kamu punya pend
Zuletzt aktualisiert: 2026-01-04
Chapter: 320. Maharaja Manusia (Tamat) Dewa Surya tertawa keras hingga menggema ke langit dan menggetarkan tanah. Tak ada yang bisa menghentikan kekuatan nya. Bima tergeletak tak berdaya. Ratu Azalea pun sama meski tidak terlalu parah. Arimbi bersandar di batang pohon sambil memejamkan matanya. Qing Long tak berdaya dan hanya bisa berdiri dengan terhuyung. Tangan Darah, Subali, Aryo, Birawa dan Meng Sui masih terkapar entah masih hidup atau sudah mati setelah beradu kekuatan dengan Dewa Surya. Ling Xia dan Dua Gerbang Penjaga masih sibuk bertarung dengan para pendekar Kerajaan. Setelah Batu Keramat harapan terkahir yang bisa mereka gunakan untuk memukul balik telah di hancurkan oleh Dewa Surya, mereka semua putus asa. Sementara Dewa Surya yang masih terlihat kokoh meski tubuhnya penuh dengan luka kembali terbang ke langit setelah menyambar tubuh Ratu Azalea yang berada tak jauh darinya. Wulan yang tadinya sempat mengira Dewa tersebut akan membunuh
Zuletzt aktualisiert: 2025-05-12
Chapter: 319. Rencana terakhir GagalDewa Surya berdiri dengan pakaian compang camping. Beberapa luka di tubuhnya terlihat meski tidak sejelas luka pada bahu kanan dan punggung nya yang di akibatkan oleh serangan kuku Pancanaka.Matanya menatap penuh amarah ke arah Qing Long lalu ke arah Bima yang sedang dirawat oleh Ayu Wulan Paradista."Makhluk-makhluk rendahan tidak tahu diri... Beraninya kalian membuat ku murka..." umpat Dewa Surya lalu melayang ke udara. Qing Long menatap tak percaya ke arah Dewa Surya. "Bagaimana bisa dia masih sanggup mengeluarkan kekuatan setelah dihantam serangan kami bertubi-tubi...?" batin Qing Long. Mata Dewa Surya bersinar putih. Seluruh urat di tubuhnya menyembul keluar pertanda dia tengah mengeluarkan sesuatu yang sangat dahsyat. "Akan aku musnahkan...." Kedua tangan Dewa Surya terangkat ke atas. Sinar matahari yang terang semakin terlihat terang dan panas! Bima yang sudah cukup kuat untuk berdiri se
Zuletzt aktualisiert: 2025-05-12
Chapter: 318. Ajian Jiwa Naga LangitKi Mangkubumi pun tewas setelah terkena serangan Sinar Pemusnah Kegelapan milik Ratu Azalea tepat di kepalanya hingga hancur. Setelah membunuh Ki Mangkubumi, Ratu Azalea segera melesat ke arah benteng yang baru saja bergetar setelah di hantam tubuh Bima.Namun belum juga sampai di benteng tebal tersebut, terdengar ledakan keras dan benteng tersebut hancur. Sesosok tubuh terpental dan melayang ke rumah para petinggi kerajaan. Sosok wanita berpakaian putih itu jatuh di sebuah taman rumah keluarga bangsawan kerajaan.Beberapa hiasan taman hancur terkena hantaman tubuhnya. Ratu Azalea menyusul sosok yang tak lain adalah Arimbi. Saat Dewa Surya akan menghabisi Bima yang sudah tidak berdaya karena di hajar begitu rupa oleh Dewa tersebut, Arimbi segera datang menolong. Namun dengan mudah Dewa Surya memukulnya hingga tubuh Arimbi terhempas ke dinding benteng."Arimbi...!" seru Ratu Azalea terkejut.Arimbi tak menyahut. Darah keluar dar
Zuletzt aktualisiert: 2025-05-12
Chapter: 317. Duel Melawan DewaBima tak bisa bergerak beberapa saat lamanya setelah tubuhnya di lempar oleh Dewa Surya dari pusat kerajaan hingga keluar kerajaan. Tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa setelah menghantam tiga benteng besar dan rumah-rumah batu di kerajaan. Kini dia berada jauh dari kerajaan Angin Timur. Matanya melihat api yang membubung tinggi di atas kerajaan tersebut. "Dewa itu sangat kuat... Gila, dia hanya melempar diriku namun rasanya seperti di hantam gada raksasa," batin Bima. Terlihat satu cahaya kuning melayang di atas kerajaan. Lalu banyak titik cahaya berkilau terlihat melesat ke arah Bima. Semakin lama, cahaya tersebut semakin terlihat jelas. Dan setelah tahu cahaya apa yang datang ke tempat Bima, pemuda itu terkejut lalu segera mengeluarkan sayap es milik nya. "Dewa gila! Dalam keadaan terluka pun masih bisa mengerahkan kekuatan segila ini!" Bima melompat ke udara dan menjauh dari tempatnya berada sebe
Zuletzt aktualisiert: 2025-05-12
Chapter: 316. Kemunculan Dewa SuryaArimbi dan pasukannya yang tengah bertarung di tembok sebelah luar menatap ke arah langit di atas kerajaan Angin Timur tersebut."Aura yang sangat kuat terpancar dari dalam kerajaan...Ada apa di dalam sana?" batin Arimbi.Pasukan dua kerajaan yang tengah menggempur benteng dari arah selatan dan barat pun semua merasakan aura yang mengerikan menyeruak dari dalam kerajaan.Ki Mangkubumi berteriak kencang. Dari atas langit semua awan menyingkir sehingga cahaya matahari menerangi kerajaan dengan lebih terang. Bersamaan dengan itu muncul satu sosok bercahaya terang dari dalam tubuh Ki Mangkubumi.Sosok itu berwujud pemuda tampan dengan aura cahaya membungkus tubuhnya. Di sebelah kanan keningnya sebuah tanduk putih berkilau tumbuh. Di belakang tubuhnya sepuluh bola bercahaya terang melayang.Kelopak matanya yang terpejam terbuka secara perlahan. Bola matanya berwarna kuning terang. Senyum tipis menghias bibirnya."Ternyata
Zuletzt aktualisiert: 2025-05-12
Chapter: 315. Lawan TerkuatAnggoro merasa kesal karena keberadaannya tidak di anggap. Tebasan pedang tadi hampir mengenai sasaran. Namun Bima dan gurunya bergerak cepat menghindar.Saat itu juga Barata segera meluncur ke arah Anggoro melakukan serangan cepat. Anggoro bahkan tidak dapat melihat kecepatan gerakan Barata. Pedang hitam di tangan Barata menebas bahu Anggoro menyilang hingga ke pinggang.Bima takjub melihat kecepatan gurunya. Dia pun segera membantu Ratu Azalea yang tengah bertarung melawan Ki Mangkubumi.Anggoro tergeletak di atas lantai arena. Namun beberapa saat kemudian dia bangun dan lukanya telah pulih kembali."Bagaimana mungkin lukanya langsung pulih tanpa melakukan apa pun!? Bahkan kecepatan pulihnya lebih mengerikan jika di banding dengan ilmu Ganti Rogo..." batin Barata.Anggoro menyeringai lebar."Jadi di dalam tubuhmu pun ada kekuatan Iblis Neraka sama sepertiku," ucap Anggoro.Barata tersenyum kecil."A
Zuletzt aktualisiert: 2025-05-11
Chapter: 674.Probo Lintang(TAMAT) Sosok wanita yang baru saja membukakan pintu terkejut dengan kemunculan pemuda tampan yang tahu nama dirinya dan siapa suaminya. "Kau siapa? Bagaimana kau bisa tahu namaku?" tanya wanita tersebut. "Aku tahu dari Kahiyang Dewi semua tentang Gandi dan dirimu. Bolehkah aku masuk? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu," kata Bara. "Oh...Sebentar, aku sendirian di rumah ini..." ucap wanita itu seolah enggan menerima tamu seorang pemuda tampan yang dia tak tahu siapa orang tersebut. "Ada aku Sinta," terdengar satu suara dari balik tubuh Bara Sena. Saat wanita itu melongok keluar pintu, dia melihat Raja Kartikeyasingha yang berdiri di belakang sang Pendekar Golok Iblis. "Paman...! Kalau begitu silahkan masuk!" kata Sinta sambil membuka pintu lebar-lebar. Dia merasa tenang setelah melihat Raja Kalinggapura tersebut ada disana. Itu artinya dia tidak sendirian. Bara dan Raja duduk di sebuah kursi kayu. Sementara Rara Sinta membuatkan minuman panas. Aroma teh yang wangi mengingatkan B
Zuletzt aktualisiert: 2024-10-13
Chapter: 673.KalinggapuraTak terasa, perjalanan Bara Sena dan armada Kekaisaran Zhou sudah memasuki kawasan laut Jawa. Itu artinya sebentar lagi mereka akan sampai di Pelabuhan Kalingga. Sebelum sampai kesana, Bara mengajak semua pengikutnya untuk memasuki Lantai Rahasia yang dia dapatkan setelah mengalahkan Dewa Hong di Lantai 100 Ujian Pagoda Dewa.Di lantai tersebut Bara menemukan banyak harta Karun yang tentu saja tidak dia makan sendiri. Para pengikutnya pun mendapatkan banyak harta Karun untuk menunjang kemampuan bertarung mereka. Bara mendapatkan satu gelang perak yang memiliki kemampuan untuk menahan tenaga dalam. Dia memberikan gelang tersebut kepada anaknya yang masih kecil dari Dewi Biru Xue Ruo bernama Meili Tianshi. Hal itu dikarenakan gadis bayi itu belum mampu mengendalikan kekuatannya yang sangat besar. Akan sangat berbahaya jika sampai tak terkendali diluar sana. Meili bisa menjadi bencana bagi manusia.Harta Dewa Hong terlalu banyak sehingga mereka semua bingung memilih harta untuk kemampuan
Zuletzt aktualisiert: 2024-10-13
Chapter: 672.Kabar BahagiaClep!Ranting itu menancap di bagian paling memalukan Dewa Angin Hong Li. Sontak saja hal itu membangunkan Dewa yang baru saja terkapar setelah terkena jurus ilusi milik Kala."Bocah keparat! Apa yang kau lakukan padaku!?" teriak Dewa Hong marah namun dia tak bisa bergerak sama sekali."Oh...! Maaf! Aku kira kau sudah mati!" sahut Bara lalu dia membuang ranting yang dia gunakan untuk menyogok tubuh Dewa tersebut."Aku kalah darimu...Kau pantas menjadi pemilik Pagoda Dewa ini..Dan sebagai hadiah, kau akan mendapatkan sebagian kekuatan yang aku simpan di dalam peti ini...Anggap saja ini sebagai hadiah untuk pemilik baru, bukan hadiah karena kau telah mengalahkan aku. Namun tetap saja, kau akan mendapatkan hadiah sesuai yang telah di tetapkan di Ujian Pagoda Dewa ini..." kata Dewa Hong masih dalam keadaan tengkurap.Sebuah peti perak muncul di hadapan Bara Sena. Dengan rasa penasaran yang tinggi, pemuda itu pun membuka peti tersebut. dan didalam peti itu nampak sebutir pil berwarna putih
Zuletzt aktualisiert: 2024-10-13
Chapter: 671.Jurus IlusiBlaaaarrr!!!Ledakan keras menggelegar terdengar saat tinju Bara Sena menghujam. Awalnya pemuda itu yakin serangannya akan membuahkan hasil. Namun ternyata, Dewa Hong tak semudah yang dia kira. Sesuatu yang menyerupai penutup kepala untuk prajurit perang menutupi kepala pria bernama Hong Li tersebut. Dan pelindung kepala itu tercipta dari kekuatan angin miliknya. Ledakan keras tercipta setelah tinju Bara menghantam pelindung tersebut dikarenakan pelindung itu memiliki kekuatan badai yang mampu menahan serangan apa pun!Disaat Bara tercengang dan kaget dengan apa yang dilihatnya, tangan Dewa Hong tiba-tiba saja sudah mencengkram kaki kanannya. Lalu denga satu kali tarikan, tubuh pemuda itu pun menghantam tanah dari pulau terbang tersebut dengan sangat keras hingga tanah itu hancur."Kau cukup pandai juga. Tapi sayangnya aku bukan Dewa lemah yang bisa dengan mudah kau kalahkan anak muda!" kata Dewa Hong lalu dia kembali mengayunkan tubuh Bara yang masih ada dalam cengkraman tangannya ke
Zuletzt aktualisiert: 2024-10-13
Chapter: 670.Keluar Dari LembahTubuh sosok bersayap kelelawar itu terbakar hebat dan seketika berubah menjadi abu dalam waktu sekejap mata. Dan yang tersisa disana hanya ada satu butiran kecil yang menyala. Itu adalah Inti Jiwa dari makluk tersebut. Bara mengarahkan tanganya ke benda tersebut sehingga benda berbentuk kelereng itu melayang terbang kearahnya.Setelah Inti Jiwa dari makhluk tersebut ada di tangannya, Bara tersenyum kecil."Aku kira akan menjadi Inti Jiwa yang bagus...Huh, ternyata hanya setingkat ini." gerutu nya lalu dia pun menelan butiran inti jiwa tersebut. Yui yang melihat itu terkejut."Hei! Kau langsung telan Inti Jiwa itu mentah-mentah!?" serunya.Bara menoleh dan alis kanannya sedikit terangkat."Kenapa?" tanyanya."Kau...Apakah kau sering melakukan ini?" tanya Yui yang masih ada di gendonga pemuda tersebut."Tentu saja dan itu tak masalah sama sekali bagiku," kata Bara."Bodoh! Kau menyiksa tubuhmu sendiri jika kau melakukan itu dalam waktu lama!" kata Yui membuat mata Bara terbelalak."Apa
Zuletzt aktualisiert: 2024-10-12
Chapter: 669.Para PenghadangBara Sena melangkah dengan perlahan memasuki Hutan Mati dimana semua pohon yang ada disana hanyalah pohon kering tanpa daun sama sekali. Yui yang berada di gendongan punggung sang pemuda hanya bisa ikut mengawasi keadaan di sekitar dengan waspada."Tak ada pergerakan apa pun yang aku rasakan," kata Bara dengan suara lirih."Justru karena sepi seperti ini kita harus meningkatkan kewaspadaan...Aku merasa gelisah sejak tadi...Kau tahu bukan, bagaimana seekor ular yang gelisah merasakan hawa kehadiran yang tidak jelas?" sahut Yui membuka Bara mengangguk paham.Setiap langkah kaki pemuda itu meninggalkan jejak api yang menyala. Setelah perjalanan hampir mencapai di Kuil, barulah Bara Sena merasakan ada sesuatu yang mengikutinya dari belakang."Sepertinya mereka mulai datang...Aku bisa merasakan ada beberapa ekor yang mengawasi pergerakan kita," bisik Yui."Aku tahu. Tenang saja, setelah sampai di Kuil, kau cukup duduk saja dan menantiku..." kata Bara. Yui mengangguk pelan.Pendekar Golok I
Zuletzt aktualisiert: 2024-10-12