Menjadi Tawanan Takdir sang Alpha

Menjadi Tawanan Takdir sang Alpha

last updateLast Updated : 2026-04-01
By:  YukariUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
10Chapters
7views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah menyelamatkan nyawa sang alpha, Lyra berakhir melakukan kontrak darah dan terjebak dalam kehidupan werewolf sebagai tawanan di bawah kekuasaan pria itu. Lyra tidak tahu bahwa ada sesuatu tentang aroma tubuhnya yang memikat telah menarik insting liar Kael, sang alpha. Membuat pria yang ditakuti tersebut tidak bersedia melepaskannya.

View More

Chapter 1

Bab 1 Apa Kamu Manusia?

Bau darah.

Itulah yang Lyra cium saat dirinya sedang mencari perlindungan dari hujan yang tiba-tiba turun lebat. Tadi, ia hanya berniat mengumpulkan tanaman obat tanpa menyadari hujan datang dan ia sudah terlalu jauh memasuki hutan.

Lyra menegakkan punggungnya, lalu dengan hati-hati bergerak mendekati sumbernya. Bau itu baru tercium setelah ia mendengar bunyi berat, seperti tubuh besar menghantam tanah. Disusul geraman rendah yang terlalu dalam untuk seekor rusa, terlalu berat untuk serigala biasa.

“Siapa di sana?” Suaranya terdengar kecil.

Tidak ada jawaban.

Langkah Lyra terhenti saat ia melihat semak di depannya roboh, rantingnya patah seperti diinjak sesuatu yang besar.

Dan di baliknya, seorang pria terbaring miring di tanah.

Tubuhnya tinggi dan lebar, bahkan dalam posisi terjatuh pun ia tampak besar. Mantel hitamnya koyak di beberapa bagian, memperlihatkan dada bidang yang sebagian terbuka oleh kemeja yang robek. Hujan menelusuri kulitnya yang pucat kecokelatan, bercampur dengan darah yang mengalir dari luka panjang di bahu dan rusuknya.

Bekas itu tidak seperti sabetan pisau.

Garisnya tidak rata. Dalam. Seperti dicabik sesuatu yang memiliki cakar.

Lyra menelan ludah.

Ia tidak pernah melihat luka seperti itu sebelumnya.

Pria itu bergerak pelan, dan ketika matanya terbuka, tatapan kelamnya langsung mengunci dirinya. Mata itu tidak kosong seperti orang yang hampir mati. Tatapan itu sadar. Waspada. Liar.

“Pergi.”

Suaranya berat, rendah, dan serak, tetapi tetap memiliki nada perintah yang membuat punggung Lyra menegang.

“Kau terluka parah,” jawab Lyra, berusaha menjaga suaranya tetap stabil. “Kalau tetap di sini, kau akan mati.”

“Aku bilang… pergi.”

Pupil pria itu menyempit, memanjang seperti garis tipis di tengah iris gelapnya.

Tubuhnya menegang. Otot-otot di leher dan rahangnya bergerak jelas di bawah kulit yang basah. Kukunya tampak menekan tanah, dan dalam detik berikutnya, ujungnya memanjang, mencakar lumpur.

Geraman rendah keluar dari tenggorokannya. Bukan sekadar kesakitan.

Lebih seperti binatang yang berusaha keluar dari dalam tubuh manusia.

Lyra mundur satu langkah, jantungnya berdebar begitu keras hingga ia yakin pria itu bisa mendengarnya.

“Apa kau…” suaranya gemetar. “Apa kau manusia?”

Tatapan itu berkilat tajam.

“Pergi sebelum aku kehilangan kendali.”

Ancaman itu nyata. Ia bisa merasakannya di udara, seperti tekanan yang menekan dada. Tubuh pria itu bergetar hebat, seolah dua kekuatan saling bertarung di dalamnya. Hujan memukul punggungnya tanpa henti, tetapi ia tetap berdiri di sana.

“Aku tidak akan meninggalkanmu,” katanya akhirnya.

Ekspresi pria itu mengeras, menatapnya seakan hendak menerkam. Otot-ototnya menegang, bahunya bergerak maju.

Namun tubuh besar itu justru terhuyung. Matanya berkedip, kukunya perlahan kembali normal, dan dalam satu gerakan berat, ia roboh tak sadarkan diri di hadapannya.

Lyra berdiri terpaku beberapa detik sebelum kesadarannya kembali.

“Baik… baik…” gumamnya pada diri sendiri, mencoba mengatur napas.

Ia memutar tubuh pria itu agar terlentang, lalu mencoba cara lain. Ia menyelipkan lengannya di bawah ketiaknya, memanfaatkan kemiringan tanah untuk menggeser tubuh itu sedikit demi sedikit. Lumpur menempel di rok dan tangannya, napasnya tersengal, punggungnya terasa perih.

Setiap beberapa langkah, ia harus berhenti untuk mengatur napas.

Hujan tidak membantu. Tanah menjadi semakin licin. Dua kali ia tergelincir dan hampir terjatuh di atas tubuh pria itu.

Perjalanan yang biasanya ia tempuh dalam sepuluh menit terasa seperti satu jam penuh perjuangan. Ketika akhirnya lampu redup pondok kayunya terlihat di antara pepohonan, lututnya hampir tak mampu menopang tubuhnya sendiri.

Ia membuka pintu dengan bahunya, menyeret pria itu masuk sedikit demi sedikit. Lantai kayu basah oleh air hujan dan lumpur. Dengan sisa tenaga, ia mendorong tubuh besar itu hingga mencapai ranjang sederhana di sudut ruangan.

Lyra menatap pria asing itu. Bahkan dalam keadaan tak sadarkan diri, ia tampak berbahaya. Dada bidangnya yang terekspos oleh kemeja robek bergerak perlahan, memperlihatkan garis otot yang tegas dan bekas luka lama yang melintang samar di kulitnya. Rambut hitamnya menempel basah di dahi, dan rahangnya yang kuat membuat wajahnya tampak keras meski sedang pingsan.

Lyra memalingkan wajahnya sesaat, menyadari pipinya menghangat bukan hanya karena kelelahan.

“Fokus,” bisiknya pada diri sendiri.

Tangannya gemetar ketika membersihkan luka-lukanya dengan air hangat. Setiap sentuhan membuat otot pria itu bergerak refleks, seolah tubuhnya tetap waspada meski pikiran tidak sadar. Saat ia membalut bahunya, ujung jarinya tanpa sengaja menyentuh kulit dada pria itu.

Hangat.....

Bukan hangat biasa seperti kulit yang terpapar api perapian. Panas itu terasa hidup. Berdenyut di bawah telapak tangannya, seolah ada sesuatu yang bergerak di balik kulit pria itu.

Lyra tidak langsung menarik tangannya. Ia terpaku sepersekian detik, merasakan suhu yang tidak masuk akal itu merambat ke ujung jarinya. Napasnya tercekat.

“Tubuh manusia tidak seharusnya sepanas ini....,” batin Lyra.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status