Mag-log inBencana besar terlihat di Mata Kebenaran Batara Geni. Sehingga dia pun mulai mencari Pilar Penjaga Dunia dengan cara menggelar Turnamen Besar yang melibatkan para dewa termasuk anak-anaknya sendiri. Salah satu tujuan utama pagelaran turnamen tersebut adalah untuk membangkitkan kekuatan dahsyat yang tertidur di dalam tubuh salah satu anaknya. (Buku ini adalah lanjutan dari kisah Legenda Dewa Cahaya. Agar terhubung dengan kisah ini, silahkan baca dulu Legenda Dewa Cahaya.)
view moreBara Sena menatap kearah sosok yang masih hidup. Kedua matanya menyala kuning terang. Sosok itu tercekat melihat kedua mata Bara yang seolah memancarkan cahaya menyilaukan."Sekarang giliranmu," ucap pemuda itu kemudian terbang dengan cepat kearah sosok tersebut.Wut!Pedang Dewa Matahari di tangannya bergerak cepat kearah tubuh pria berkulit gelap yang saat ini tengah membawa Pedang kembar."Tak bisa ditahan! Harus menghindar!" seru pria itu kemudian dia melompat ke udara. Dan terbang menjauh.Tebasan Bara Sena menciptakan gelombang cahaya yang membentuk sabit. Semua yang ada di sekitarnya hancur seketika itu juga. Melihat sosok itu berhasil menghindari serangan darinya, Bara Sena langsung menghentakkan kaki kananya ke tanah.Brak! Setelah menghentakkan kakinya, tiba-tiba saja dari dalam tanah keluar rantai cahaya yang meluncur kearah sosok tersebut. Melihat adanya serangan, sosok itu segera menggunakan harta pusaka miliknya untuk pertahanan. Dia mengeluarkan tameng ungu berbentuk
Bara Sena menceritakan semua hal tentang dirinya kepada Dewi Perang Athena. Setelah mendengar hal itu, wanita tersebut tak bisa berkata-kata. Dia sama sekali tak pernah menyangka, dirinya akan berhubungan dengan sosok yang memiliki pengaruh sangat besar di Kahyangan Barat tersebut. Tak hanya di Kahyangan barat, bahkan di alam semesta yang luas."Aku ingin tidak percaya...tapi setelah melihat kekuatan Zirah Matahari yang kau miliki, aku tak ragu lagi dengan apa yang kau katakan...Belum lagi senjata berupa Pedang yang merupakan pasangannya...Kau benar-benar diluar perkiraan semua orang. Apakah ada orang yang tahu hal ini selain diriku?" tanya Dewi Athena."Ada. Dia adalah Batara Geni. Hanya dia yang tahu siapa diriku sebenarnya. Dan hanya Batara Geni orang yang paling aku percaya, selain dirimu tentunya." kata Bara membuat Athena tersipu. Padahal selain wanita itu, ada banyak kekasihnya yang tentu sangat dia percaya. Hanya saja dia belum memberitahu mereka semua."Terimakasih sudah memp
Bara melompat ke atas batu besar yang ada di lereng gunung tersebut. Dari sana dia menatap ke arah bawah. Tak ada tanda-tanda kehidupan manusia atau Dewa yang ada disana."Apakah benar ini Dunia Harta...? Kenapa malah seperti alam lain yang belum terjamah? Lebih seperti kuburan..." gerutu pemuda itu.Karena tak tahu harus kemana, akhirnya Bara memutuskan untuk duduk bersila dan mulai melakukan semedi. Dari dalam tubuhnya terpancar aura kuning terang. "Athena...Apa kau mendengarku?"Dewi Athena yang berada di dalam Dunia Penyimpanan mendengar suara dari Bara Sena. "Aku mendengarmu...Ada apa?" tanya wanita tersebut."Aku sudah berada di dalam Dunia Harta. Tapi aku terpisah dengan rekan-rekanku. Apakah tempat ini memang tak bisa dimasuki dua orang atau lebih secara langsung? Kami dikirim ke tempat yang berbeda..." kata Bara."Benarkah...? Kalau begitu, kau harus waspada. Sepertinya semua sudah direncanakan. Mereka pasti mengirim pembunuh ke tempat ini. Jadi jangan lengah." kata Athena.
Beberapa hari kemudian setelah para peserta Turnamen Dewa berstirahat... Bara, Gandi, Sukma, Yao Ling dan Raksa Geni telah berkumpul di depan aula besar yang katanya adalah tempat untuk pergi ke Dunia Harta milik Kahyangan Barat. Dari auka tersebut, nanti mereka akan dibawa ke tempat lain lagi yang masih berada di dalam aula yang luasnya setara dengan satu dunia.Konon katanya, aula tersebut merupakan aula terluas di Tiga Dunia yang hanya di miliki oleh Kahyangan Barat.Di belakang mereka juga telah datang dari kelompok juara kedua maupun juara ke tiga. Yaitu kelompok Dewa Pengembara dan kelompok dari Kuil Naga Api. Kedua mata Bara menatap tajam kearah Ezumi yang ternyata juga tengah memandangnya. Wanita itu nampak tersenyum di balik cadarnya. Tapi Bara hanya membuang muka dan pura-pura melihat kearah gerbang putih setinggi belasan tombak.Gandi yang melihat tingkah kedua Dewa itu mulai merasa curiga. "Hei iBlis Mesum, apakah kau memiliki hubungan dengannya?" tanya Raja Naga Air te












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore