ホーム / Romansa / Sentuhan Terlarang Dokter Tampan / Bab 62 Syarat Dokter Raditya

共有

Bab 62 Syarat Dokter Raditya

last update 公開日: 2026-02-09 15:50:06

"Suster! Kenapa hanya diam?" Airin melontarkan pertanyaan untuk yang kedua kalinya.

Wanita berseragam serba putih itu pun terhenyak, lalu menyahut. "Dokter Raditya sudah kembali tapi hari ini beliau ada meeting penting, saya akan coba hubungi beliau dulu ya," Jelasnya lalu segera meraih telepon yang ada di bagian resepsionis.

Airin hanya mengangguk seraya mengulum senyum tipis. Berharap Raditya memiliki waktu luang yang tepat untuknya.

Sambungan telepon pun terhubung, dengan nada sedikit gem
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuhan Terlarang Dokter Tampan    Bab 71 Butuh Bukti

    Airin menatap nanar, saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Raditya. Namun seketika hatinya menciut seolah tak sanggup untuk berkata. Terlebih saat baru tahu sikap suaminya di belakang. "Kami tidak percaya, Nona cantik ini pacar mu," Ledek kedua pria itu yang masih tetap ingin mendekati Airin. Raditya semakin geram, dia pun tanpa sungkan memberi pelajaran pada kedua pria itu, karena hampir saja bersikap tidak sopan pada Airin. "Kalian harus di pelajaran!" Raditya kembali menghajar mereka, meskipun dia seorang diri, membuatnya dalam sekejap membereskan mereka. Sampai para pria nakal itu memohon ampun, ketika Raditya membuat mereka bertekuk lutut di bawah sana. Dokter Dimas tak ingin jika Raditya sampai kehilangan kendali dan akan mempengaruhi reputasinya dan pihak rumah sakit. "Dit! Sudah cukup, biarkan para security saja yang mengurus mereka.""Tapi, mereka pria tidak tahu diri," Raditya masih emosi dan meledak-ledak, Dimas pun meminta security di sana membawa mereka

  • Sentuhan Terlarang Dokter Tampan    Bab 70 Mencari Hiburan

    Airin sudah tak tahan melihat dan mendengar suara menjijikan serta pemandangan yang begitu menyakitkan sampai kedua bola matanya berkaca-kaca dan lidahnya seolah kelu tidak bisa untuk berkata-kata lagi. Tak ingin berada di sana lebih lama, Airin perlahan berjalan mundur lalu segera pergi dari sana karena tak kuat, air matanya pun sampai tak terasa menetes begitu saja. "Kamu jahat mas!" Umpat Airin dalam hati, yang terus berjalan menuju ke arah pintu luar. Saat di dalam lift beberapa karyawan menatap heran ketika melihat istri bos mereka terlihat begitu sedih, tak ada yang berani bertanya. Gerimis kecil mengiringi langkah Airin, saat keluar dari perusahan itu. Cake dan nasi kotak penuh cinta dia bawa kembali karena sudah merasa percuma tak akan membuat Adrian senang lagi, hatinya seperti teriris ribuan belati. Hancur dan tak bersisa tak berdebu. Ketika wanita cantik itu berjalan tanpa tanpa arah tujuan, dengan tatapan kosong. Ia tidak sengaja melihat seorang wanita dengan anaknya

  • Sentuhan Terlarang Dokter Tampan    Bab 69 Dia Mengkhianati Ku?

    Setelah sampai di rumah, Airin sedikit sedih karena ternyata malam ini Adrian tidak pulang. Padahal ada hal penting yang harus ia bicarakan terlebih lagi tentang perusahaan sang ayah yang begitu membutuhkan. Tak sengaja melirik ke arah meja samping, terlihat kalender kecil menunjukan jika hari ini adalah hari ulang tahun Adrian. Membuat Airin sedikit terkejut dan kecewa pada dirinya. "Astaga! Harusnya aku bikin cake dan buat kado buat suami ku," Gumam Airin merutuki diri sendiri. Karena hari sudah mulai siang, ia memutuskan untuk memasak dan nanti mampir ke toko kue dengan niat hati memberikan surprise. Berharap sang suami hatinya tersentuh. Tanpa membuang waktu lagi, Airin berjalan ke arah kamar mandi lalu menyalakan air shower, dan mulai membersihkan keringat di seluruh tubuhnya. Sekilas Airin kembali ingat kemarin malam, di mana ia tanpa sengaja menampar pelan wajah Dokter Raditya. "Airin! Please, untuk apa terus mengingat dia?" Airin menepis rasa bersalahnya. Tak terasa suda

  • Sentuhan Terlarang Dokter Tampan    Bab 68 Getaran Cinta Yang Terpendam

    Airin menghela nafas jengah, tanpa banyak bicara lagi kini ia pun mulai mengambil garpu dan sendok lalu memotong steak dan mulai menyodorkannya ke arah bibir merah sang Dokter. "Buka mulutnya," Suara Airin terdengar sangat lembut, tangannya terlihat sangat gemetar bahkan perasaannya sedikit tak karuan. Raditya menyeringai, ia mulai membuka mulut dan begitu lahap memakan steak di tangan Airin. Sungguh hatinya tidak bisa di bohongi saat makan di depan wanita yang sangat dia cintai, meskipun dengan cara sedikit memaksa."Makanannya sangat enak jika kamu yang suapi-nya." Celetuk Raditya menyanjung.Airin terlihat canggung, bahkan dia memberanikan diri untuk meminta berakhir untuk menyuapi, namum. Respon yang di berikan Raditya sangatlah menohok. Sampai menegaskan akan membatalkan perjanjian mereka.Airin reflek menggelengkan kepala tak habis pikir, Bagaimana bisa sang Dokter ucapannya tidak konsisten dan sempat membuat dirinya tersulut emosi.Tapi jika mengingat perkataan suami dan mert

  • Sentuhan Terlarang Dokter Tampan    Bab 67 Bukan Sandiwara

    Airin tertegun, tat kala mendengar ucapan Dokter Raditya yang memang benar menjadi kendala dalam hubungan rumah tangganya bersama Adrian. "Bagaimana ini? Kalau aku dan mas Adrian tidak harmonis maka ayah pun tidak bisa lagi minta tolong jika ada kesulitan?" Batin Airin terlihat sangat bimbang. Tak ingin terus di cemooh dan di remehkan membuat wanita cantik itu pun tidak ada pilihan lagi, selain setuju. "Lalu apa lagi yang anda inginkan Dokter?" Airin masih menunggu entah hal apa lagi yang harus dia lakukan. Raditya terlihat kesal, dia yakin jika Airin mau mengabulkan permintaannya itu hanya karena demi suaminya. Namun baginya itu tidak peduli. "Nona Airin santai saja, mari duduk dulu dan kita nikmati makanannya," Ucap Raditya tersenyum penuh arti. Meskipun sedikit canggung Airin tidak bisa menolak, mereka berdua akhirnya makan bersama. Di meja makan terlihat beberapa menu sangat familiar yaitu makanan kesukaan Raditya dan juga dirinya. Bahkan Airin menatap tidak percaya, saat me

  • Sentuhan Terlarang Dokter Tampan    Bab 66 Kencan Bersama Mantan

    Keesokan harinya, sesuai janji Airin berjalan pelan setelah turun dari taksi menuju ke dalam sebuah kafe yang memiliki nuansa taman yang begitu indah. Jantungnya berdegup sangat kencang, setiap ruangan tempat itu seperti mengingatkan dirinya akan kenangan di masa remaja dulu. Wa wa AQ"Kenapa harus tempat ini yang diaa pilihkan?" Airin menghela nafas berat, lalu sedikit terkejut saat melihat ada seorang pelayan wanita yang tiba-tiba saja datang menghampiri. "Maaf, apa anda Nona Airin?" Tanya pelayan wanita itu memastikan lebih dulu sembari membungkukkan badan penuh hormat. Airin tersadar dari lamunannya, lalu mengiyakan pertanyaan itu. Tanpa membuang waktu lagi, mereka berjalan ke lantai dua ruangan VIP yang sudah di booking. Airin menelan saliva beberapa kali, saat berjalan dari belakang mengikuti sang pelayan. Hati berdetak tak karuan entah hal apa yang akan di lakukan oleh Raditya di sana. Setelah berjalan sepuluh menit, akhirnya mereka sampai di ruangan itu. Pelayan wanita

  • Sentuhan Terlarang Dokter Tampan    Bab 46 Salah Paham

    "Kamu sepertiya kenal dekat dengan Dokter itu?" Satu pertanyaan Adrian yang selama ini di takutkan oleh Airin seolah menjadi nyata."Tidak mas, kenapa kamu berpikir seperti itu?" Sanggah Airin, dia terpaksa berbohong karena tidak ingin jika sampai suaminya tahu tentang hubungan mereka di masa lalu

  • Sentuhan Terlarang Dokter Tampan    Bab 45 Rahasia Identitas

    Airin berjalan tergesa, rasanya ia sudah sangat jengah dengan sikap Dokter Raditya yang menurutnya seperti sengaja ingin membuat ia berprasangka jelek pada Adrian. Adrian yang dari tadi mencarinya terlihat kesal, segera menghampiri. "Airin! Kamu ini dari mana?" Suara Adrian terdengar meninggi, me

  • Sentuhan Terlarang Dokter Tampan    Bab 44 Kamu Akan Menyesal

    Suasana di dalam ballroom terlihat begitu ramai, para elit tengah bertegur sapa termasuk Adrian dan Airin. Semua mata tertuju pada penampilan Airin karena begitu cantik dan mempesona. "Tuan Tama, selamat atas pesta ulang tahun pernikahan anda terima kasih karena telah mengundang saya," Kata Adrian

  • Sentuhan Terlarang Dokter Tampan    Bab 43 Aku Pasti Bisa

    Tepat jam delapan malam, Airin dan Adrian telah tiba di sebuah gedung mewah di mana pesta itu di adakan. Mereka berdua turun dari mobil setelah sang supir membukakan pintu. Terlihat memakai gaun dan jas formal dengan warna navy yang senada, meskipun Adrian sedang marah. Tapi sebagai seorang istri

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status