Skandal Sang Duchess Yang Diabaikan

Skandal Sang Duchess Yang Diabaikan

last updateHuling Na-update : 2026-08-07
By:  Chani yohIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
9Mga Kabanata
14views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Duchess Aubrey semakin kehilangan perhatian suaminya, Duke Oliver, saat pujaan hati suaminya itu kembali. Dalam kesepiannya, Aubrey bertemu Edgar yang menyebalkan, tapi malah tak pernah mengabaikannya. Kebersamaan mereka yang awalnya tak sengaja dan karena terpaksa, semakin hari menimbulkan getaran yang tak terbendung. Sekalipun Aubrey tahu rasa baru di hatinya ini sangatlah terlarang, Aubrey tidak ingin melepaskannya. Karena hanya inilah cinta yang pernah dia rasakan. Tapi itu sebelum Aubrey menemukan jati diri Edgar yang sebenarnya. Ketika jati diri Edgar terkuak, Aubrey menyadari cinta saja tidak cukup untuk bertahan. Lalu, mampukah Aubrey bertahan? Atau melupakan cinta yang sulit itu demi hidup tenang yang datar?

view more

Kabanata 1

Chapter 001

“Zeline sudah kembali. Sebentar lagi aku akan menemaninya melihat lokasi yang dia inginkan untuk membangun sebuah butik.”

Ucapan suaminya, Oliver Osbourne sebagai seorang Duke, menghentikan segala pergerakan Aubrey. Bahkan napasnya pun terhenti sejenak.

“Zeline?” ulang Aubrey seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Begitu mudah Oliver menyebut nama itu di depannya.

Zelina adalah putri dari kepala pelayan di rumah keluarga Osbourne, yang tumbuh besar bersama dan menjadi teman dekat Oliver.

Satu tahun lalu, Oliver nyaris tertimpa batang pohon besar tapi Zeline menyelamatkan Oliver dengan mendorong Oliver sehingga kaki Zeline menderita cedera parah dan membuatnya tak bisa berjalan.

Sebagai ucapan rasa terima kasih, orang tua Oliver membiayai pengobatan Zeline serta menikahkan Zeline dengan seorang pria yang baik dan mapan dan itu berarti Zeline pergi ke wilayah negara lain untuk memulai kehidupan barunya. 

Semua itu terjadi satu tahun lalu, beberapa minggu sebelum orang tua Oliver mendatangi kediaman Aubrey dan melamarnya untuk menikah dengan Oliver.

Aubrey menerimanya karena dia memang sudah lama menyukai Oliver. Karena siapa yang tidak? Nama Oliver terkenal di kalangan nona bangsawan.

Ini membuat Aubrey menerima pernikahannya meskipun selama satu tahun ini, cintanya belum terbalas sedikit pun.

Namun ... apa tadi kata Oliver?

“Membangun sebuah butik?” tanya Aubrey lagi yang langsung mendapatkan tatapan tajam nan dingin.

Wow! Luar biasa!

Seorang gadis jelata yang telah bersuami, meminta suaminya yang seorang Duke, untuk bertemu dan menemaninya melihat lokasi butik?

Dan paling luar biasanya lagi, sudah dia tidak diajak, dia malah mendapat pelototan marah dari Oliver!

“Dia sudah sembuh,” ujar Oliver lagi seakan menjawab pertanyaan yang berterbangan di benak Aubrey, meski belum terucap.

Aubrey terperangah.

“Sudah bisa berjalan?” tanya Aubrey masih mencerna apa sebenarnya maksud Oliver.

Bagaimana mungkin Zeline yang satu tahun lalu terluka dan lumpuh, kini sudah sembuh?

Tatapan dingin kembali menusuknya sebelum Oliver menjawabnya lagi, kali ini dengan desisan yang penuh penekanan. “Dia berobat dan menjalani terapi. Sudah pasti sembuh. Apa kau mengharapkannya tidak pernah sembuh? Dan oh ya ... dia juga sudah bercerai.”

Aubrey seperti disengat lebah.

Zeline, yang secara halus disingkirkan orang tua Oliver agar tidak terus membuat hati Oliver terpaku padanya, kini kembali dengan tubuh yang sudah normal kembali dan status yang kembali single!

Lucunya ... tidak, ini tidak lucu tapi miris. Mirisnya, di hati Oliver kepergian Zeline satu tahun lalu membuahkan penyesalan mendalam baginya karena tak mampu memperjuangkan Zeline.

Sekarang Zeline kembali, Oliver melihatnya sebagai kesempatan baginya untuk sungguh-sungguh memperjuangkannya kali ini.

Segala tenaga Aubrey seakan menguap menyisakan tubuhnya yang terasa tak berdaya. Tapi dia masih menyahuti Oliver, “Tapi kau masih terikat pernikahan denganku!”

Sudah bisa ditebak Aubrey, Oliver marah. Dia bangkit dan memukul meja.

Brak!

“Apa maksudmu? Kau menuduhku selingkuh dengannya? Jangan berpikiran picik!”

“Aku tidak menuduh! Aku hanya mengingatkan statusmu. Dia sudah single, tapi kau tidak single, Oliver!”

Oliver semakin tersinggung. “Kau pikir aku akan serendah dirimu, hanya melihat teman lama kembali dalam keadaan single lalu langsung selingkuh? Aku tidak serendah pikiranmu!"

Dengan kedua mata melotot lebar seakan ingin keluar untuk menerkamnya, Oliver berkata lagi, "Atau ... kau sebenarnya begitu ingin aku berselingkuh sehingga terus menuduhku agar aku pada akhirnya melakukan hal yang terus-terusan kau tuduhkan ini?”

Aubrey tak habis pikir mendengar argumen Oliver.

“Bagaimana mungkin bisa seperti itu? Tidak ada seorang istri pun yang mengharapkan suaminya selingkuh!”

“Kalau tidak mengharapkan maka ...” Oliver tiba-tiba saja sudah di hadapan Aubrey lalu mencekal rahangnya.

Sakit ....!

Tapi Aubrey menahannya. Dia tak mau dirinya lagi-lagi kalah hanya karena disakiti secara fisik.

Aubrey menahan cengkeraman tangan Oliver sampai air matanya merembes di pelupuk mata.

Oliver berbisik dalam desisan mengerikan. “Kalau tidak mengharapkan maka jangan membahas itu terus menerus. Sekali lagi aku mendengarmu menuduhku seperti tadi, aku akan menganggap kau mengharapkan hal seperti itu menjadi kenyataan!”

Oilver menghentak wajah Aubrey dengan rautnya yang penuh kebencian.

Selama satu tahun menjadi istri Oliver, Aubrey sadar bagi Oliver dirinya hanyalah sebuah simbol status sepadan yang dipaksakan orang tua padanya.

Karena Zeline tak sepadan untuk Oliver.

Namun, Zeline lah yang mengisi hati Oliver.

Satu tahun Aubrey berusaha mencuri hati Oliver, tapi ini yang didapatnya.

Menahan rasa sakit di rahangnya Aubrey membalas tatapan marah Oliver.

Namun, dia hanya mendapati punggung Oliver yang kini menjauh dengan cepat dan menghilang di balik pintu .

Sesak terasa melilit di hati Aubrey.

Butik ...

Apakah Oliver yang memodali butiknya? Ini sungguh tidak adil!

Sedangkan dirinya selama satu tahun menjadi istri Oliver, jangankan diajak melihat lokasi bisnis untuknya, Aubrey bahkan tak pernah bepergian berdua saja dengan Oliver!

Setiap mendapatkan undangan pesta atau jamuan makan malam, Oliver tidak pernah mengajaknya. Dia bahkan tak merasa malu setiap orang-orang menanyakannya kenapa datang sendiri.

Oliver dengan santai akan menjawab bahwa Duchess Aubrey seorang wanita penyendiri yang sangat menikmati menghabiskan waktunya seorang diri, ketimbang berada di acara dengan banyak orang.

Setiap memikirkan ini, Aubrey merasa dadanya sesak dan begitu perih.

Air mata menggenang di pelupuk matanya karena sakit di rahangnya sudah merambat ke hati.

‘Aku juga bisa membuatmu marah, Oliver!’ gumam Aubrey yang entah mengapa tak bisa menahannya lagi kali ini. 

Dia keluar dan menuju ke istal kuda. Dia melihat Velvet, kuda yang baru dibeli Oliver dengan harga sangat tinggi beberapa minggu lalu.

“Bawa keluar Velvet,” ujarnya pada penjaga istal.

“Nyonya mau menaikinya?” tanya penjaga istal dengan sedikit was-was.

“Iya.”

“Tapi Velvet kan masih dalam pelatihan. Dia belum sepenuhnya jinak, Nyonya.”

“Tidak apa. Aku bisa mengatasinya.”

Saat ini satu hal yang sangat tidak diinginkan Aubrey adalah mendengar penolakan atas permintaannya. Dia sengaja memakai Velvet karena Oliver sendiri belum menunggangi Velvet sama sekali.

Membayangkan betapa marahnya Oliver jika dia menunggangi Velvet untuk pertama kali, Aubrey merasa cukup puas.

Ketika penjaga istal mengeluarkan Velvet, Aubrey menaiki pungung kuda hitam legam itu.

Detik berikutnya, Velvet sudah melesat dan membawanya ke perbukitan hijau di belakang villa.

Terjangan Velvet melompati lahan demi lahan dengan begitu gesit. Awalnya itu semua membuat Aubrey merasakan pelampiasan.

Aubrey menikmati lonjakan Velvet yang membawa angin dingin menerpa wajahnya yang menahan perih dari hatinya. 

Namun tiba-tiba … tetes hujan turun mengenai mata Velvet dan membuat kuda itu terkejut.

Velvet yang sedang meloncat tinggi tiba-tiba merontak kuat dan Aubrey terpental dari punggung kuda itu.

Tubuhnya melayang di udara lalu jatuh beberapa meter dari tempat Velvet melengking tadi. Aubrey sudah bersiap merasakan sakitnya tanah yang keras.

Tapi ternyata dia malah mendarat di sesuatu yang kokoh tapi tidak terasa menyakitkan di tubuhnya.

Mata keperakannya mencaritahu namun tatapannya malah beradu dengan sepasang mata yang tajam namun menyorot pekat dan dalam sedang memandanginya.

Aubrey yang seakan tersedot akan tatapan pekat dan dalam itu tanpa sadar menjelajah tubuh pria itu dengan seksama. 

Wajahnya sangat jantan dengan mata yang bercekung dalam dan sorot yang tajam, hidung yang juga mancung, serta sedikit rambut tipis di garis rahangnya membuatnya tampak maskulin yang tak terbantahkan.

Pandangan Aubrey lalu menuruni kulit kecoklatan sarat sinar matahari yang mencetak jelas otot kokoh di baliknya.

Leher pria itu terlihat kokoh, liat, dan kencang, semakin menambah kemaskulinannya.

Lalu tatapannya semakin turun dan barulah Aubrey sadari bahwa pria itu ... bertelanjang dada!

Telapak tangannya dengan santai menempel di dada kokoh pria itu!

“Aargh! Siapa kau?” seru Aubrey sambil bangkit dari tubuh pria itu, membersihkan sisa-sisa pelukan pria tanpa pakaian itu dari gaunnya, lalu memelototi pria itu seakan-akan pria itulah yang jatuh lalu menindih tubuhnya.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
9 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status