LOGINWarning Area dewasa 21+ "Jika kamu ingin benar-benar sembuh maka lebih baik ceraikan suami mu." "Maksud anda apa Dokter Raditya? aku tidak mengerti?" ====================================== Terjebak dalam pernikahan yang toxic, membuat Airin Putri direndahkan serta mendapatkan tekanan dari suaminya Adrian dan ibu mertuanya di saat kondisinya tengah sakit. Demi mewujudkan tuntutan harus memberi keturunan, Airin pun tak menyerah hingga ia berobat ke sebuah rumah sakit terbesar pusat kota. Namun takdir mempertemukannya dengan masa lalunya yang belum selesai. Akankah Airin tetap teguh mewujudkan keinginan Adrian meskipun pernikahannya seperti neraka? Atau kesetiaannya goyah saat mendapatkan sikap lembut dan perhatian dari sang mantan kekasih? Yuk simak.
View MoreAirin menatap nanar, saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Raditya. Namun seketika hatinya menciut seolah tak sanggup untuk berkata. Terlebih saat baru tahu sikap suaminya di belakang. "Kami tidak percaya, Nona cantik ini pacar mu," Ledek kedua pria itu yang masih tetap ingin mendekati Airin. Raditya semakin geram, dia pun tanpa sungkan memberi pelajaran pada kedua pria itu, karena hampir saja bersikap tidak sopan pada Airin. "Kalian harus di pelajaran!" Raditya kembali menghajar mereka, meskipun dia seorang diri, membuatnya dalam sekejap membereskan mereka. Sampai para pria nakal itu memohon ampun, ketika Raditya membuat mereka bertekuk lutut di bawah sana. Dokter Dimas tak ingin jika Raditya sampai kehilangan kendali dan akan mempengaruhi reputasinya dan pihak rumah sakit. "Dit! Sudah cukup, biarkan para security saja yang mengurus mereka.""Tapi, mereka pria tidak tahu diri," Raditya masih emosi dan meledak-ledak, Dimas pun meminta security di sana membawa mereka
Airin sudah tak tahan melihat dan mendengar suara menjijikan serta pemandangan yang begitu menyakitkan sampai kedua bola matanya berkaca-kaca dan lidahnya seolah kelu tidak bisa untuk berkata-kata lagi. Tak ingin berada di sana lebih lama, Airin perlahan berjalan mundur lalu segera pergi dari sana karena tak kuat, air matanya pun sampai tak terasa menetes begitu saja. "Kamu jahat mas!" Umpat Airin dalam hati, yang terus berjalan menuju ke arah pintu luar. Saat di dalam lift beberapa karyawan menatap heran ketika melihat istri bos mereka terlihat begitu sedih, tak ada yang berani bertanya. Gerimis kecil mengiringi langkah Airin, saat keluar dari perusahan itu. Cake dan nasi kotak penuh cinta dia bawa kembali karena sudah merasa percuma tak akan membuat Adrian senang lagi, hatinya seperti teriris ribuan belati. Hancur dan tak bersisa tak berdebu. Ketika wanita cantik itu berjalan tanpa tanpa arah tujuan, dengan tatapan kosong. Ia tidak sengaja melihat seorang wanita dengan anaknya
Setelah sampai di rumah, Airin sedikit sedih karena ternyata malam ini Adrian tidak pulang. Padahal ada hal penting yang harus ia bicarakan terlebih lagi tentang perusahaan sang ayah yang begitu membutuhkan. Tak sengaja melirik ke arah meja samping, terlihat kalender kecil menunjukan jika hari ini adalah hari ulang tahun Adrian. Membuat Airin sedikit terkejut dan kecewa pada dirinya. "Astaga! Harusnya aku bikin cake dan buat kado buat suami ku," Gumam Airin merutuki diri sendiri. Karena hari sudah mulai siang, ia memutuskan untuk memasak dan nanti mampir ke toko kue dengan niat hati memberikan surprise. Berharap sang suami hatinya tersentuh. Tanpa membuang waktu lagi, Airin berjalan ke arah kamar mandi lalu menyalakan air shower, dan mulai membersihkan keringat di seluruh tubuhnya. Sekilas Airin kembali ingat kemarin malam, di mana ia tanpa sengaja menampar pelan wajah Dokter Raditya. "Airin! Please, untuk apa terus mengingat dia?" Airin menepis rasa bersalahnya. Tak terasa suda
Airin menghela nafas jengah, tanpa banyak bicara lagi kini ia pun mulai mengambil garpu dan sendok lalu memotong steak dan mulai menyodorkannya ke arah bibir merah sang Dokter. "Buka mulutnya," Suara Airin terdengar sangat lembut, tangannya terlihat sangat gemetar bahkan perasaannya sedikit tak karuan. Raditya menyeringai, ia mulai membuka mulut dan begitu lahap memakan steak di tangan Airin. Sungguh hatinya tidak bisa di bohongi saat makan di depan wanita yang sangat dia cintai, meskipun dengan cara sedikit memaksa."Makanannya sangat enak jika kamu yang suapi-nya." Celetuk Raditya menyanjung.Airin terlihat canggung, bahkan dia memberanikan diri untuk meminta berakhir untuk menyuapi, namum. Respon yang di berikan Raditya sangatlah menohok. Sampai menegaskan akan membatalkan perjanjian mereka.Airin reflek menggelengkan kepala tak habis pikir, Bagaimana bisa sang Dokter ucapannya tidak konsisten dan sempat membuat dirinya tersulut emosi.Tapi jika mengingat perkataan suami dan mert












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore