Share

30

Penulis: nastasya hyuuga
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-22 22:14:19

"Jas muffinnya masih ada 2 cup, aku bungkuskan buat mama kamu."

"Baik Miss, terima kasiih."

Jason pulang dengan perasaan riang gembira, bibirnya selalu tersunggingkan senyuman.

"Tumben my boy pulang jam segini." Tegur mama Jason yang sedang duduk di sofa menonton Tv.

"Hay Moms, ini Jason bawain Muffin coklat special." Jason menyerah 1 kotak muffin.

"Wah, enak ini."

"Iya mam, yang bikin cewek yang Jason suka."

"Serius?" Jason mengangguk.

"Wah enak sekali muffin ini, pintar dia memasak." Jason tersenyum bangga.

"J, siapa namanya?"

"Rahasia." Jason berlalu masuk ke dalam kamarnya siulannya masih terdengar meski pintu kamar telah di tutup.

[J, kau pergi ke party Elisabeth?] text dari Cavin

[Kapan?]

[Besok]

[Ntah]

[mau pergi denganku?] ajak Cavin

[no] tolak Jason

[Aku tak ada pacar, kau pun tak ada pacar. Jadi ayo pergi bersama]

[Ogah, kalaupun pergi aku akan bersama gadis cantik]

Jason terfikir untuk mengajak Caroline ke pesta dansa topeng. Siapa tau
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Godaan Nakal Brondong Manis   95

    Mama Jason keluar lalu menutup pintu kamar Jason. Karena Jason jarang berada di rumah untuk makan malam, Mamanya sangat antusias untuk menyiapkan makan malam. Mama Jason segera menstater mobil dan melaju menuju supermarket membeli banyak bahan - bahan masakan yang di sukai anaknya. Saat kembali ke rumah, Jason masih di kamarnya jadi Mamanya langsung menyiapkan bahan masakan dan memasak dengan semangat. "Maah!" Mama Jason menoleh kearah tangga, Jason turun dengan muka kusut, rambut berantakan dan tangannya mengucek mata. "Udah bangun? Sebentar ya mama buatkan makan malam." Mama Jason kembali sibuk dengan pisau dan telenan. Memotong asparagus dan wortel, serta merebus dada ayam. "Harum sekali, tumben banget mama masak banyak." "Karena liat kamu pulang jam segini jadi tadi mama buru - buru belanja. Nanti bawakan makan malam buat calon menantu mama ya." Mama tersenyum menggoda. "Ha?" "Ha? apa? kok malah bengong." "Mama masak sup, salmon panggang dan kentang tumbuk k

  • Godaan Nakal Brondong Manis   94

    Caroline mundur menghindari Jason yang berjalan mendekatinya. "Keluar Jas!" "Miss, cium aku! Biar kamu tau sedalam apa perasaanku." "Tidak!" Caroline menghindar tidak mau menatap Jason. Namun Jason mendesaknya sampai kaki Caroline menabrak kursi meja rias. "Miss!" tubuh Jason merapat jarinya mengangkat dagu Caroline mata mereka bertemu. Perlahan wajahnya mendekat. Bibir Jason menyentuh bibir Caroline dengan lembut, Caroline diam tak merespon. Jason kembali mengecup bibir Caroline awalnya lembut namun menuntut. Perlahan Caroline mulai membalas ciuman Jason, dia mulai membuka bibirnya dan mereka berciuman semakin inten. Caroline mencium Aroma mint, lidahnya mulai bertaut bibirnya berpagut. Jason mengangkat tubuh Caroline ke atas meja rias dan lanjut berciuman sangat lama.

  • Godaan Nakal Brondong Manis   93

    Caroline turun dari ranjang dan bergegas mengunci pintu kamar. "Aku mau mandi J, ada apa?" "Aku membawakanmu makan siang, ini sudah sore dan kamu belum makan." "Terima kasih, kamu simpan saja di dapur." "Oke." Jawab Jason. Caroline menempelkan telinganya di daun pintu, terdengar suara pintu depan di tutup. Dia merasa lega, hasratnya pun padam jadi dia menyalakan air di bak mandi lalu menuangkan sabun aroma lemon yang sangat segar. Caroline berendam sekitar 10 menit dia sudah merasa kedinginan. Karena di rumah sendirian dia hanya memakai tanktop nyaman dan hanya celana dalam. Caroline memakai handbody dan skincare rutinnya, dia jauh merasa segar. Bibirnya masih terlihat lecet dan pipinya masih lebam, sebaiknya besok dia pergi ke kampus mengenakan masker.

  • Godaan Nakal Brondong Manis   92

    "Siapa kau?" Teriak Amos. Jason menjawabnya dengan pukulan di bagian rahang. Amos kembali terjatuh dengan bunyi gedebuk, badannya yang besar terpelanting di lantai senam. "Kami sudah mendapatkan bukti kalau kalian penipu, jika tak mengembalikan semua uang yang sudah kalian tipu siap - siap saja viral dan mendekam di penjara." Caroline memperlihatkan video saat Paul memaksanya menscan barcode. Paul dengan mata merah terlihat kesal, tangannya mengepal tapi dia hanya diam di tempat dengan nafas cepat. Amos duduk kesakitan memegangi wajahnya. "Kamu ingin terkenal? aku akan mengunggah video ini beserta kesaksian para korban kalian. Mau coba?" Ancam Caroline dengan sudut bibir yang masih bengkak dan berdarah. "Kamu menjebakku? siapa kalian sebenarnya?" Teriak Paul frustasi. "Bukan menjebak, tapi mengikuti cara mainmu. Kamu masih ingat sama dia? gadis yang sudah kalian tip

  • Godaan Nakal Brondong Manis   91

    Caroline memperhatikan keliling, toko itu beraroma rempah yang membuat tubuh hangat hanya dengan menciumnya. Desainnya minimalis, tak banyak hiasan di dinding. Hanya beberapa figura berisi daun - dan bunga yang di keringkan. Si dekat pintu masuk sebelah kanan ada meja kasir, seorang ibu paruh baya dengan kaca mata baca duduk disana. Seorang gadis belasan tahun memakai celemek, sedang menyusun beberapa botol minyak zaitun di rak. Gadis itu berambut gelap yang ditutupi skraf. Caroline mendekati rak bagian teh dan kopi herbal yang di keterangannya bisa menurunkan berat badan. Caroline mengambil sekotak teh daun cina lalu membaca inggredent secara detail. "Maaf kak, apa kakak ingin menurunkan berat badan?" Tiba - tiba seseorang menepuk bahu Caroline dari belakang. "Maaf? siapa?" Tanya Caroline. "Kenalkan saya, Amos instruktur aerobik. Apa kakak berminat menurunkan berat badan?" "Saya, saya sebenarnya..." "Saya akan membantu kakak jika berminat, ini kartu nama saya. Dan se

  • Godaan Nakal Brondong Manis   90

    Caroline mematikan ponselnya dan mencoba untuk tidur.* "Line, Cass ayo banguun!" Deborah menarik selimut mereka berdua. "Masih ngantuk, biarkan aku tidur." Caroline menahan selimutnya, lalu kembali meringkuk. "Ayo Ra tidur lagi, ini hari yang indah untuk tidur." "Ayoo anak gadis ini sudah siang, aku sudah memasak sarapan. Ayo buruan bangun." Deborah menatap kedua temannya yang tidak bergerak di tempat tidur, dia menghela nafas lalu keluar dari kamar. [Jaas, ke rumah Miss Caroline, sarapan!] Deborah mengirimi Jason pesan. [Siap] 1 menit berikutnya balasan dari Jason masuk. Tak kurang dari 10 menit kemudian, Jason sudah berdiri di depan pintu rumah Caroline. "Kok sepi miss?" "Kedua dosenmu masih tidur, saya kesulitan membangunkan mereka." "Biar aku saja yang bangunin." Jason segera berdiri lalu masuk ke kamar. Caroline tidur disisi kiri, ada boneka teddy di pelukkanya. Sedangkan Cassandra tidur dengan posisi kaki menyentuh lantai sedangkan badannyan masih di ata

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status