LOGINCaroline seorang wanita muda dengan hasrat seks luar biasa, menikahi Edgar lelaki karismatik yang sudah di pacarinya selama 3 tahun. Namun kehidupan pernikahan Caroline terasa hambar, Edgar memang lelaki gagah karismatik yang cukup kaya dan bisa memberikan semua hal yang dibutuhkan Caroline. Rumah, mobil, perhiasan apa saja, namun Edgar tak mampu mengimbangi hasrat seks Caroline. Hingga suatu malam, Caroline tak sengaja bertemu pemuda tampan yang mengubah jalan hidupnya dan memporakporandakan dunianya.
View MoreMata Caeoline dan Deborah mengarah ke Cassandra. "Oke kali ini aku yang bertanya, Cass apa ada lelaki yang sedang dekat denganmu? Jujur apa tantangan?" "Tantangan!" Jawab Cassandra cepat. "Waah, kenapa nih gak mau jujur?" Deborah menatap Cassandra penuh curiga. "Pengen aja, ayo apa nih tantangannya?" Caroline berpikir sejenak. "Keliling komplek 5 kali." "Yang bener aja Line, 5 kali? banyak amat." "Hayoo mau tantangan apa jujur aja?" Goda Deborah. "Ya sudah, ayo aku akan lari." Mereka bertiga memakai jaket lalu keluar rumah untuk melihat Cassandra lari keliling komplek. Di kompek perumahan Cassandra suasana cukup lenggang tak banyak orang lalu lalang di jam malam begini, padahal masih jam 7 malam. Cassandra berlari santai dengan sorakan semangat dari Caroline dan Deborah. "Hah hah hah hah hah." Cassandra membungkuk memegangi lututnya dengan nafas ngos ngosan. "Air, aiir aku butuh air." Deborah menyodorkan sebotol air mineral yang langsung tandas di tenggak C
Di kampus Caroline terus menghindari Jason, saat di kelas Caroline berkali - kali membuang muka saat tak sengaja bertatapan dengan Jason. klung [Miss, kenapa memghindariku?] Caroline mengabaikan pesan itu. [Kenapa tidak balas?]Caroline terus berjalan menuju ruangan dosen, dia mengabaikan pesan Jason.Saat berada di tikungan, antara kantor dan koridor yang menuju ke arah kantin, Caroline merasa terkejut saat tangannya di tarik kesudut yang sepi."Miss!" Bisik Jason tepat di telinga Caroline, tubuhnya berada di antara Jason dan tembok.Jantung Caroline berdegub kencang, tubuhnya terasa gerah. Nafas Jason yang hangat menyapu wajahnya."Lepas Jas, gimana kalau ada yang melihat?""Biarkan saja, kita tidak sedang melanggar hukum." Jason makin merapatkan tubuhnya, memhimpit tubuh mungil Caroline.Caroline memalingkan wajahnya, tak ingin menatap Jason."Jika butuh bantuan, panggil saja aku. Aku akan selalu membantumu.""Apa maksudmu?""Ini maksud ku!" Jason memgangkat dagu Caroline dan
"Jaaas.." Panggil Caroline lirih. Jason makin rakus menjilatt dan menhisap payudaranya, Badan Caroline bergetar gairahnya memuncak. Logikanyapun menghilang. Jason terus menikmati payudara dosennya itu, tangan kirinya merayap kebagian bawah tubuh Caroline. Menyibak rok pendeknya dan mulai mengelus vagina yang masih tertutup celana dalam. "Eehm auh, Jass." Mulut Jason terus melumat payudara sedangkan tangan kirinya mulai mencoba menarik lepas celana dalam, dan menekan jari tengahnya ke dalam vagina Caroline. "Aaah Jaaas, ehhm." "Kamu sangat basah dan hangat." Bisik Jason di telinga Caroline. Jason menarik kaki Caroline lalu membukanya lebih lebar, wajahnya mendekat dan mulai menjilati bukit itu, membuat Caroline menggelinjang tak karuan. Tangan sebelah kanan nya menyentuh rambut Jason dan tangan kirinya meremas payudaranya. "Aah aaah aaah, Jasooon. Jasoooon." Rintihnya, Mendengar namanya terus di sebut Jason makin beringas menjilati vagina Caroline, jari tengahnya bergan
Saat tamu bulanannya hampir datang, Caroline merasa tubuhnya gampang sekali terangsang. Karena itu dia tidak ingin berada dekat - dekat dengan pria.Seperti malam ini, vaginanya dan payudaranya mulai terasa gatal. Dengan gelisah Caroline membolak balikkan tubuhnya merasa tidak nyaman berbaring.Tangannya mengusap dada dan vaginanya berulang namun rasa gatal makin parah. Dia lalu berdiri dan masuk kedalam kamar mandi.Di dalam kamar mandi Caroline membuka seluruh pakaiannya dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Setelah beberapa menit di bawah sower, badannya mulai menggigil. Ini cukup efektif meredakan rasa gatal. Dengan handuk dia keringkan tubuhnya dan kembali berpakaian. Setelahnya Caroline mencoba untuk tidur lagi. Namun rasa gatal yang tidak nyaman itu datang lagi. Caroline bangkit lagi menuju kamar mandi."Miss? ada apa kamu mondar mandir kamar mandi?" Jason bangun dan duduk memandang Caroline yang sudah berada di depan pintu kamar mandi."Tidak hanya mules." Caroline langs
"Jas, aku akan pulang mandi dan berganti baju lalu kembali ke rumah sakit." Ucap Caroline saa makanan mereka datang. "Mau aku antar?" "Ya." Mereka makan dalam diam, tenggelam dengan pikiran masing - masing. Setelah makan, Caroline pulang dan mandi lalu mengemas barang - barangnya karena malam
"Tidak bekerja di rumah sakit?" "Iya, mama Jason bekerja di perusahaan Timberlake sedangkan papa Jason bekerja di perusahaan Timberlake luar negeri." "Oh ya? apa mamanya Jason sodara dokter Marco satu - satunya?""Ya, kami dua bersaudara. Dia kakak yang baik.""Apa dokter sering bertemu dengan
Caroline merapikan selimut Cassandra, dan duduk di sisi ranjangnya. "Line, pulanglah! kamu butuh istirahat." "Tidak, aku akan menemanimu." "Maaf Line, lagi lagi aku merepotkanmu." "Tidak masalah." Setelah berbincang sejenak, Cassandra sudah terlelap, Jam sudah menunjukan pukul 2 pagi. Car
"Aah." Desahan lolos dari bibir Caroline. Tangan sirambut abu mengelus pelan sisi dalam paha Caroline. Ujung jarinya menyentuh bibir vaginanya yang masih tertutup celana dalam. "Aaah. Jangaan sentuuh ehmm." Caroline meraoatkan pahanya, namun sang lelaki melebarkannya kembali. Dibagian atas tubu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews