LOGIN"Om, aku kalah taruhan. Om Gavin mau, kan tidur sama aku?!" Sebuah kalimat lolos dari bibir Xienna. Bukan hanya pertanyaan, tapi juga sebuah paksaan. Gavin Nathaniel Garth kembali setelah pengusirannya sembilan belas tahun yang lalu. Terlibat perseteruan dengan sang kakak, Gavin justru terjebak dalam cinta terlarang bersama dengan keponakannya sendiri. Ditunjuk sebagai pewaris Group Raharja, di tengah polemiknya dengan keluarga kakaknya, Gavin harus menghadapi keserakahan pamannya yang berusaha menyingkirkannya sebagai pewaris Group Raharja. Xienna, gadis yang baru beranjak dewasa itu mengambil keputusan paling buruk dalam hidupnya dengan masuk ke dalam kehidupan Gavin yang gelap. Ketika sebuah kisah terungkap, obsesi sang Tuan Muda menghancurkan hidup Xienna. Memberikan dua pilihan bagi gadis itu, pergi dan hancur sendiri atau bertahan dan dihancurkan oleh obsesi sang Tuan Muda.
View More"Karena aku udah tidur dengan anak kamu."Sebuah pengakuan terucap tapi sayangnya tak akan pernah sampai pada Ailyn karena hanya sebuah hati yang berucap dalam keterdiamanan mulut yang terkatup rapat. Dan senyum remeh itu datang sebagai ganti atas jawaban yang ditunggu."Kenapa aku harus kasih alasan yang udah jelas?"Ailyn sedikit terkejut. Entah kenapa hatinya sangat kecewa."Aku memang nggak tahu diri," ujar Ailyn, tersenyum pahit dan mengambil beberapa langkah mundur."Om Gavin..."Sebuah teriakan dari bawah mengalihkan perhatian mereka. Xienna melambaikan tangannya ke arah mereka. Lebih tepatnya ia memanggil Gavin.Gavin kemudian kembali berbicara pada Ailyn. "Kamu mungkin sedang bingung. Kamu butuh healing agar pikiran kamu kembali jernih."Dengan seulas senyum tipisnya Gavin meninggalkan Ailyn dan menghampiri Xienna. Keduanya lantas pergi ke pantai, mencuri waktu untuk mengukir kenangan romantis berdua ketika Ailyn tak melihat keberadaan mereka. Saat langit sudah gelap, Xienna
Di hari lain, karyawan kembali mengawasi ruangan CEO dari luar ketika melihat wanita yang berbeda mengunjungi Gavin dan tak kunjung keluar. "Cewek baru lagi, gila! Bukan cuma tampangnya yang sombong, ternyata beneran red flag. Mana dibawa ke kantor pula," komentar salah seorang. Yang lain menyahuti. "Lo jangan sembarangan kalau ngomong, Lo belum denger orang HRD dipecat kemarin gara-gara Pak Gavin?" Pria itu hanya menatap jengah. Sebagai orang baru, reputasi Gavin memang tidak terlalu baik. Sebagai seorang pimpinan ia terlalu arogan di mata para pegawai. Sedangkan hari itu Xienna lah yang datang berkunjung di hari liburnya. Duduk di pangkuan Gavin yang tengah sibuk dengan berkas di atas meja, Xienna hanya berdiam diri menunggu hingga Gavin memiliki waktu luang. Ia turut melihat berkas yang menjadi fokus Gavin, tapi begitu melihatnya ia sudah merasa pusing. "Kalau bosan kamu bisa pergi ke kafe di lantai bawah," ujar Gavin, fokusnya kini tertuju pada layar komputer di atas meja. "
Ailyn melihat-lihat ruang kerja Gavin, ia terlihat menyukai suasana di sana. Akan tetapi ruangan itu masih memiliki tempat kosong.Gavin keluar dari kamar mandi dan menarik perhatian Ailyn."Ruangan kamu masih kosong," tegur Ailyn."Ini kantor, bukan rumah. Buat apa barang banyak-banyak."Ailyn tersenyum tak percaya mendengar jawaban Gavin. Ia kemudian mendekati Gavin yang duduk di balik meja dan tengah mencari sesuatu di laci."Gimana rasanya jadi orang kantoran?""Nggak ada yang istimewa."Gavin mengambil pemotong kuku yang ia cari untuk merapikan kuku tangan sebelah kirinya yang patah. Melihat Gavin sedikit kesulitan, Ailyn pun segera berdiri di samping Gavin dan merebut pemotong kuku tersebut."Biar aku bantu."Gavin kemudian mengulurkan tangannya."Bagaimana keadaan Pak Abimana?" Ailyn kembali memulai pembicaraan."Nggak ada perubahan.""Udah jadi CEO, itu berarti kamu nggak akan kembali ke Jerman.""Siapa yang bilang?"Ailyn langsung memandang Gavin, tertegun. "Kamu mau kembali
"Nggak mau cari ART yang baru?" tegur Gavin kala memasuki dapur dan menemukan Ailyn yang sibuk membuat sarapan karena asisten rumah tangga yang lama berhenti bekerja."Belum sempat, mungkin nanti."Gavin berinisiatif meraih spatula dan mengaduk tumis yang dibuat oleh Ailyn."Kamu ngapain?" Ailyn sedikit tertegun."Bantu kamu," celetuk Gavin."Nggak perlu, aku bisa sendiri."Ailyn menggeser Gavin lalu menaburkan garam pada masakannya. Namun, tutup dari garam itu tiba-tiba terbuka, membuat garam tumpah ke masakannya."Astaga!"Ailyn dan Gavin saling bertukar pandang. Dengan ragu Gavin menggerakkan spatula, menutupi garam yang sudah tumpah dengan masakan yang baru setengah matang. Ailyn yang menyadari hal itu langsung saja memukul tangan Gavin."Kok malah diaduk!""Memangnya masih bisa dimakan?"Ailyn merampas spatula di tangan Gavin. "Ini gara-gara kamu ikut campur.""Kamu yang numpahin garam tapi orang lain yang disalahkan.""Udah, kamu pergi. Laki-laki ngapain di dapur? Aku bisa sendi
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.