Share

Bab 30

Janda Terhormat (30)

Siang ini aku sudah duduk di Cafe Zen, tempat dimana Adit mengajakku bertemu setelah semalam kami membuat janji ingin membicarakan sesuatu. Ya, Adit bersikeras ingin mengajakku bertemu daripada menjelaskan lewat telepon.

"Bagaimana?" tuturnya memecah konsentrasiku.

Aku masih terdiam, tubuhku seakan membeku saat kudengar penjelasan yang baru saja dia utarakan kepadaku. Bukan perihal tutur katanya, tapi waktu dan situasi yang sangat tidak tepat.

"Aku serius denganmu, Nurma. Mungkin kemarin aku begitu bodoh dengan tidak menyadari arti kehadiranmu. Aku terlalu sibuk dengan duniaku hingga sedikit mengabaikan rasaku padamu. Sebenarnya, bukan aku tidak memiliki rasa padamu sejak kemarin, tapi aku hanya bimbang untuk mengungkapkan semua ini padamu. Terlebih, semenjak kehadiran Reina yang semakin membuat fokusku terpecah. Di satu sisi, aku memikirkan psikis Shima yang menginginkan kedua orang tua biologisnya bersatu. Di sisi lain, aku juga ing

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Dian Rahmat
huuuu .... kecewa ...... klw sy milih Deva. Secara, kepribadiannya lebih menyenangkan. Pun ternyata bukan Deva bohong soal Yosi, tapi keadaan yg blm memungkinkan Deva cerita ttg Yosi. smntara klw dg Adit, msh ada resiko dg kembalinya reina yg psikopat...hiiii sereeem
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status