首頁 / Romansa / Hasrat di Balik Meja Presdir / Bab 9. Gunung Kembar yang Nikmat

分享

Bab 9. Gunung Kembar yang Nikmat

作者: Cececans
last update publish date: 2026-08-21 21:36:42

"Kamu sengaja menggodaku ya?"

Arthur menarik satu sudut bibirnya ke atas. Tatapannya jatuh pada gunung kembar Renata yang tampak menggoda di balik kemeja yang dikenakan wanita itu.

Renata yang menyadari arah pandang Arthur tertuju segera menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Tidak, Pak Arthur. Braku basah jadi aku melepasnya," ucap Renata panik.

Sebelum Renata sempat berucap lagi, sebelah tangan Arthur sudah lebih dulu meraih pinggang ramping Renata dan menarik wanita itu mendekat. Sanga
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Hasrat di Balik Meja Presdir   Bab 16. Ibu Mertua Dajal

    Mendengar suara ibu mertuanya, Renata sontak mendorong Arthur menjauh darinya.Arthur terpaksa melepaskan kejantanannya dari milik Renata. Padahal, dia masih ingin bercinta dengan wanita itu."Dia siapa, Renata?" tanya Arthur menyadari betapa paniknya Renata sekarang.Renata tidak menjawab pertanyaan Arthur. Dia memilih buru-buru memakai semua pakaiannya yang tercecer di atas kasur. Lalu, dia mendorong Arthur untuk bersembunyi di dalam lemari pakaiannya.Namun, karena tubuh Arthur lebih besar dan lebih tinggi dari tubuhnya, Renata kesulitan menggeser tubuh Arthur ke arah lemari.Pasalnya sekeras apapun Renata mendorong tubuh Arthur. Tubuh gagah pria itu tidak bergeser sama sekali.Renata pun memohon dengan sangat pada Arthur. "Pak Arthur, sembunyi dulu sebentar di lemari ya. Aku mohon. Nanti akan aku jelaskan semuanya."Arthur mendengus kasar. Selama menjadi seorang presdir, dia tidak pernah disuruh bersembunyi di lemari pakaian seperti ini.Rasanya sungguh memalukan."Kenapa harus se

  • Hasrat di Balik Meja Presdir   Bab 15. Sentuh Aku, Pak Arthur

    "Anda harus banyak istirahat, Bu Renata. Anda tidak boleh terlalu banyak pikiran dan kelelahan agar tipes Anda tidak kambuh lagi. Dan, jangan lupa minum obatnya tiga kali sehari setelah makan sesuai resep yang saya berikan.""Baik, Dok. Terima kasih." Renata tersenyum pada dokter pribadi Arthur yang sudah memeriksa keadaannya dan juga sudah memberikan obat."Kalau begitu, saya permisi." Dokter pribadi Arthur itu segera mengambil tasnya yang berisi peralatan medis dan obat, lalu berderap keluar kamar.Sesuai perintah dari Arthur, dia tidak boleh terlalu lama memeriksa wanita bernama Renata itu.Dia tidak tahu hubungan Arthur dengan Renata. Tapi, dia merasa ada sesuatu di antara mereka. Karena sebelumnya Arthur tidak pernah menyuruhnya untuk memeriksa orang lain di luar keluarga pria itu."Bagaimana keadaannya?" tanya Arthur begitu dokter pribadinya keluar dari kamar Renata. Dia kini tengah berdiri menyandar pada dinding sambil menyelipkan sebelah tangan ke saku celana."Oh!" Si dokter

  • Hasrat di Balik Meja Presdir   Bab 14. Kekhawatiran Arthur

    Arthur merasa geram sendiri. Sudah tiga kali dia menelepon Renata, tapi ponsel sekretarisnya itu tidak aktif. Panggilannya tetap berada di luar jangkauan.Sebenarnya apa yang terjadi pada Renata? Tanya Arthur dalam hati heran sendiri.Sekarang sudah hampir waktunya Arthur melakukan rapat penting, dan dia memerlukan Renata di sampingnya."Bagaimana, Pak Arthur? Renata masih tidak bisa dihubungi?" tanya Pak Surya seolah tahu kekalutan yang tengah dirasakan tuannya itu.Pak Surya sudah menjadi pengawal pribadi Arthur sejak pria itu masih kecil sehingga dia sudah mengenal Arthur dengan sangat baik."Apa Anda ingin saya mencoba melihat keadaannya di rumahnya, Pak Arthur?" sambung Pak Surya menawarkan diri.Namun, Arthur yang sebelumnya duduk di balik meja kebesarannya sambil mengetuk jari ke meja dengan kesal, segera berdiri dan mengambil jasnya yang dia sampirkan di kepala kursi."Biar aku saja. Katakan pada para petinggi perusahaan rapat akan ditunda besok pagi," tukas Arthur yang sudah

  • Hasrat di Balik Meja Presdir   Bab 13. Siapa Wanita Itu, Mas?!

    Kening Renata berkerut samar saat dia melihat ada sepatu high heels yang tergeletak di depan pintu rumah. Sepatu high heels itu tampak asing. Bukan miliknya. Apalagi milik ibu mertuanya. Lalu milik siapa?Sudah jam sepuluh malam. Tidak mungkin ada tamu yang sedang berkunjung di rumah. Lagi pula, Renata dan Wira tidak pernah kedatangan tamu akhir-akhir ini. Kecuali Arthur, sepupu suaminya itu.Dan rasa penasaran Renata semakin membuncah saat didapatinya pintu rumah sedang dikunci dari dalam.Padahal, Wira tidak pernah mengunci rumah seperti ini.Buru-buru Renata merogoh tasnya untuk mencari kunci cadangan yang dia simpan di saku tasnya.Beruntung, Renata memiliki kunci cadangan. Kalau tidak, dia tidak tahu harus tidur di mana malam ini.Suaminya itu sangat aneh. Bisa-bisanya mengunci pintu saat Renata belum pulang.Begitu mendapatkan kuncinya, Renata membuka pintu perlahan.Kerutan di dahi Renata semakin dalam saat tidak melihat siapapun di ruang tamu.Dan samar-samar Renata mendenga

  • Hasrat di Balik Meja Presdir   Bab 12. Ciuman Selamat Malam

    "Pikirkan tawaranku ini baik-baik, Renata. Kamu hanya perlu memberikan tubuhmu padaku satu malam. Maka aku akan memberikan uang seberapa pun kamu minta."Mulut Renata sudah terbuka hendak membalas ucapan Arthur barusan, tapi dia mengurungkan niat saat mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki area parkir restoran.Arthur dengan sigap turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil di samping Renata dan mengulurkan tangannya membantu wanita itu turun dari mobil.Renata memegang tangan Arthur dengan menahan perasaannya.Tawaran Arthur memang menggiurkan. Tapi, juga sangat berbahaya.Bagaimana tidak berbahaya? Renata harus menjual tubuhnya pada atasannya itu demi uang.Walaupun Renata sangat memerlukan uang itu sekarang. Dia tidak akan semudah itu tergiur oleh tawaran Arthur.Sebagai wanita dan seorang istri, Renata akan menjaga harga dirinya dengan baik. Dia juga tidak akan membiarkan pesona Arthur dan harta yang dimiliki atasannya itu membuat Renata jatuh dalam dosa perselingkuhan. Karen

  • Hasrat di Balik Meja Presdir   Bab 11. Aku Perlu Tubuhmu, Renata

    "Putra Anda harus dioperasi secepatnya. Kelainan hati yang putra Anda derita sangat parah. Jika tidak segera dioperasi nyawa putra Anda tidak akan tertolong. Paling lambat minggu depan. Saya akan menjadwalkan operasinya secepat mungkin. Jika Anda sudah membayar biayanya sesuai prosedur rumah sakit, Anda bisa menginfokannya pada saya."Hancur sudah hati Renata mendengar ucapan dokter di depannya. Dia jatuh terduduk di kursi dengan bahu merosot. Matanya berkaca-kaca.Alvaro harus segera dioperasi, dan keadaannya sekarang sedang kritis.Tapi, Renata tidak tahu dari mana dia bisa mendapatkan uang ratusan juta untuk biaya operasi Alvaro di waktu dekat ini.Renata tidak memiliki kerabat ataupun keluarga yang bisa dia minta tolongi. Dia yatim piatu dan dibesarkan di panti asuhan sejak lahir.Ibu panti yang sudah Renata anggap seperti ibunya sendiri pun telah meninggal satu tahun yang lalu.Sementara kerabat dan saudara dari Wira pasti tidak mau meminjamkan uang pada Renata dengan berbagai al

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status