Arthur menatapi langit-langit kamarnya dengan muak. Di kamarnya yang sangat luas ini, dia merasa kesepian. Hanya ada dirinya, para pelayan, dan pengawalnya yang tinggal di mansion mewah miliknya. Tidak ada anggota keluarganya. Arthur bahkan sudah lupa jika sebenarnya dia masih memiliki keluarga di Jakarta, kota tempatnya tinggal sekarang. Karena dia sudah terbiasa hidup sendiri sejak kecil. Arthur melepaskan selapis udara dari hidungnya dengan kasar. Arthur kira dengan dirinya mempunyai kekayaan dan kekuasaan, dia bisa hidup bahagia. Namun, nyatanya tidak. Meski, Arthur bergelimang harta dan menjadi pengusaha nomor satu di Indonesia, dia tidak pernah merasa bahagia. Arthur mengeluarkan napasnya dengan keras sekali lagi, lalu memejamkan kedua matanya untuk mengistirahatkan kepalanya yang berdenyut-denyut sakit. Namun, ketenangannya malah terganggu karena ponselnya yang ada di atas meja mendadak berdering nyaring. "Shit!" umpat Arthur terpaksa membuka lagi kedua matanya, dan
Terakhir Diperbarui : 2026-06-24 Baca selengkapnya