MasukAdam approached Nora, a chubby girl with acne, to use as a bet. Unfortunately, Nora became pregnant and Adam left her, asking her to have an abortion. Nora went back to her hometown and gave birth to her child there. Years later, Nora returned as a person who was almost unrecognisable.
Lihat lebih banyak“Nyonya, saya ucapkan selamat kepada anda karena kartu merah baru saja dibuka.”
Bagai disambar petir di siang bolong, seorang wanita seksi yang tengah berada di ruangan kerjanya itu mendadak tercengang.
“APA?!” pekiknya memastikan apa yang barusaja dia dengar.
“Benar nyonya … anda diminta untuk datang ke mansion utama hari ini pada pukul 7 malam,” lanjut pelayan itu dengan nada yang bergetar karena dia sedang berbicara dengan satu-satunya pewaris dari keluarga paling berpengaruh di Italia.
Kartu merah ke-14 sudah dibuka dan dia barusaja menikah dengan suaminya yang ke-14 dua minggu lalu. Apa mereka sudah gila? Setiap kakeknya mengumumkan tentang orang yang akan menikah dengannya Serena selalu was-was. Sebab semua pria yang pergi dan masuk ke mansionnya bisa saja menjadi suaminya.
“Siapa?” Serena—wanita yang tengah diajak berbicara oleh pelayan itu bertanya dengan pertanyaan yang sangat singkat namun mampu membuat pelayan itu gugup setengah mati.
“Itu … Maafkan saya nyonya, saya tidak diizinkan untuk memberita—"
PRANG!!!!!
Sebuah vas bunga sudah berserakan di lantai. Serena menjambak rambutnya frustasi. “Keluar!”
Tanpa menunggu suruhan kedua kalinya, pelayan itu keluar, meninggalkan Serena yang berteriak frustasi karena masalah itu tidak pernah ada ujungnya.
KLEK!!!
“Kenapa kamu lama sekali, sayang?” Suara yang muncul dari lift rahasia di balik sebuah rak buku itu membuat fokus Serena teralihkan.
Seorang pria tampan dengan mata biru dan rambut cokelatnya yang menawan keluar sambil membawa segelas wine di tangannya.
“Sudah berapakali aku katakan jangan kesini seenaknya!” bentak Serena dengan nada yang marah. Penampilannya yang sudah kacau itu membuat suasana semakin menegangkan.
“Aku tidak bisa membuang sedetikpun waktu jika itu tentangmu, Serena,” ucap pria itu sensual sambil mencium tangan Serena dengan sangat lembut.
“NICHOLAS!” seru Serena sambil menyentakkan tangannya dari genggaman pria tampan itu. “Tunggu di bawah, bodyguardku bisa masuk kapan saja!” bisik Serena setelah menyadari suaranya meninggi ketika mengatakan nama pria itu.
Nicholas Rodriguez—pria tampan yang sangat terkenal di Amerika bahkan Eropa karena kekayaannya. Wajah tampannya adalah sebuah bonus. Pria ini sudah bekerja untuk Serena semenjak keluarganya menikahkannya dengan sembarang pria. Mereka berdua berhubungan secara diam-diam dan semuanya berjalan dengan mulus karena kekuatan Nicholas.
“Kenapa kamu terlihat sangat kesal, hm?” tanya Nico sambil mengusap pelan pipi Serena.
“Ikut aku! Kita tidak bisa berbicara disini,” jawab Serena sambil celingak-celiguk melihat keadaan diluar ruangan kerjanya.
Serena dan Nicholas berjalan mendekati rak yang berisi berkas-berkas lalu menekan tombol hitam yang ada di balik salah satu berkas dan rak kaca tersebut akan terbuka dan memperlihatkan lift yang akan membawa mereka ke ruangan bawah tanah yang hanya diketahui oleh Serena dan Nico.
“MPHH!!!” Nicholas langsung melumat kasar bibir Serena ketika mereka sudah sampai di ruangan rahasia itu.
“Nico! Kau harus bekerja dulu untuk mendapatkan bayaranmu,” sindir Serena sambil berusaha mendorong bahu kekar Nico.
“Ayolah, sayang. Kita baru bertemu setelah satu minggu. Aku sangat merindukanmu,” ucap Nico dengan nada yang sangat sensual sambil melepas kancing kemeja Serena.
“Aku akan segera menikah, lagi!”
DEG!!
Nico seketika berhenti melakukan kegiatannya. Pria itu menatap gadis yang mengatakan itu dengan tatapan bingung, marah, dan terkejut yang bercampur menjadi satu.
“Apa Fredrick sudah gila?” pekik Nico sambil mengumpat mengucapkan nama keramat yang paling ditakuti oleh seluruh orang di Italia.
Pasalnya, baru beberapa bulan yang lalu gadis pujaannya ini dinikahkan dengan seorang dokter, dan lagi?
Fredrick Ambrose adalah pemilik hotel Serenity yang merupakan hotel mewah yang sangat terkenal di Italia. Tapi, di dunia gelap Fredrick bukan hanya pria yang mengelola hotel mewah tetapi merupakan senior dari kalangan mafia kelas kakap yang ada di Milan. Dan kabar buruknya lagi, pria yang adalah kakek Serena itu masih kalah licik dari papanya, Jack Ambrose.
“Aku mendengar kakek menelpon dengan seseorang malam itu dan mengatakan bahwa pernikahan akan diadakan setelah aku diresmikan menjadi direktur utama dari Serenity,” jelas Serena.
“APA? Itu kurang dari seminggu Serena!” ucap Nico kini berubah posisi dengan bangun sambil mengecek sesuatu di ponselnya dan meninggalkan Serena yang hampir telanjang di dekat sofa.
Nico menyeringai. “Permainan ini semakin menarik. Jadi akhirnya setelah belasan pria yang dinikahkan denganmu, pria ini yang disiapkan untuk menjadi suamimu yang resmi?” tanya Nico masih dengan tatapannya yang lurus dan menyeramkan.
“Kita harus hati-hati. Dia tidak mungkin pria sembarangan,” balas Serena sambil menatap ke arah Nico dengan tatapan khawatir.
“Apa perlu aku musnahkan seluruh pria yang ada di negara ini untukmu, Sayang?” tanya Nico dengan raut wajah tampannya yang penuh ambisi dan keyakinan.
“Jangan lakukan apapun tanpa perintahku!” Serena mengucapkan itu dengan nada yang serius. Bukan karena dia takut Nico akan kenapa-napa tapi takut jika Nico benar-benar melakukannya.
“Ya, ya. Aku paham. Anak buahku sudah menyelidiki orang itu. Jangan khawatir aku bisa membereskannya dengan cepat. Sekarang kemarilah, aku bisa gila jika tidak berada di dekatmu, Serena,” ucap Nico sambil menarik Serena mendekat dan mulai melanjutkan aksinya melepas sisa kancing kemeja Serena.
“Ahh! Nico,” desah Serena membuat seringaian kecil muncul di wajah tampan Nico.
“Mendesahlah hanya untukku, kau mengerti, hm?” Nico mencumbu setiap inci leher jenjang Serena sambil menarik rambut panjang legam miliknya dengan sangat sensual.
“AKH!!” pekik Serena ketika Nico mengangkatnya tanpa melepaskan ciumannya dan melempar tubuh seksinya ke atas kasur.
3 jam kemudian…..
Ruangan itu hanya dipenuhi oleh desahan dan juga kata-kata sensual dari Nico hingga Serena tertidur pulas di pelukan Nico. Kini, jam menunjukkan pukul 18 lewat 30 menit tapi Serena belum kunjung bangun.
Drtt!! Drttt!!
Suara ponsel yang berdering membuat Serena seketika terbangun. “Ahhh! Aku tertidur lagi,” ucap Serena dengan nada serak sambil memindahkan tangan kekar Nico yang melingkar di pinggangnya.
“Hmmm… jangan kemana-mana!” Nico semakin mengeratkan pelukannya membuat Serena mendesah kesal.
“SIAL!” Serena mengumpat ketika melihat ada 50 panggilan tak terjawab dari kakeknya.
“Bagaimana ini? Aku hanya mempunyai waktu 30 menit.”
Dengan cepat Serena beranjang dan memakai pakaiannya yang tersisa seadanya dan berlari menuju lift.
“Nico! Aku akan menghubungimu setelah ini!” ucap Serena sebelum menghilang di balik lift yang membawanya ke basement.
“Ayolah cepat!!” Serena mengetukkan kakinya dengan tidak sabaran ketika dia mengendarai mobil Bugatti miliknya memecah jalan Kota Milan dengan kecepatan diatas rata-rata.
Ini adalah pertemuan yang sangat penting bagi kakek dan papanya, jika sampai Serena terlambat entah hukuman apa yang akan didapatkannya.
“SIAL!!” umpatnya lagi ketika dia terjebak lampu merah, tapi dia hanya punya waktu 7 menit lagi. Dengan sekali hentakan, Serena menerobos lampu merah itu dan melajukan mobilnya dengan cepat.
“Persetan dengan semuanya! Aku harus sampai sebelum terlambat.” Lagi, Serena mengumpat sendiri.
Serena terus melajukan mobilnya dengan cepat hingga memasuki area perumahan mewah tempat tinggal utama dimana kakek dan papanya tinggal.
Namun, ketika Serena ingin berhenti, remnya malah tidak berfungsi.
“Kenapa ini?” ucap Serena dengan panik. Tanpa memperhatikan di depannya Serena berteriak ketika hampir menabrak sebuah mobil hitam di depannya.
BRAK!!!
“AAKHHH!!!”
A few years ago, when the twins were just two years old. Arthur came to Nora’s estate to fulfil a request from one of his close friends. As it happened, his friend’s parents were spending their holidays on the estate, so Arthur was asked to come and meet them. At the same time, he also wanted to inspect a project that was underway there. Ever since deciding to move and settle on the estate, the entire management had been entrusted to Nora. With her many ideas, Nora had developed the area far beyond that of a mere farm. Parts of the orange and apple orchards had been transformed into an educational tourist destination. Visitors can tour the orchards, pick fruit straight from the trees, and learn about the cultivation and care of the plants. Not only that, but Nora has also set up several processing plants that produce a variety of juices, jams, dried fruit and other processed products. Thanks to her touch, the plantation has flourished and become both a popular tourist destinatio
Adam! Nora swallowed hard. She then looked down, hiding the surprise on her face. They hadn’t seen each other for five years. Adam had really changed. His face looked more mature, having shed the boyish look she used to like. His build was more robust and muscular, and his presence was even stronger. Reyna seemed to sense that something was wrong with her mother. “Thank you for helping my brother, Uncle. I’m sorry he crashed into you, Uncle.” Reyna smiled. Adam sensed something strange about the boy and girl. For some reason, he felt a sense of familiarity. Nora stood with her body slightly stiff. Her fingers gripped the bag on her shoulder tightly so that her nervousness wouldn’t show. “I’m sorry for the trouble, sir. My children are a bit careless.” Her voice sounded calm, but she didn’t dare look Adam in the face for too long. She was afraid that with just one glance, he would recognise her. Adam frowned slightly. The woman’s voice sounded familiar to him. “Have w
Vivian smiled even though the person on the phone couldn’t see her. “Mr. Fisher, don’t worry. Everything’s taken care of. Adam will be leaving soon, and he has nothing to do with that woman anymore.”Mason Fisher, Rose’s father, replied coldly, “All right, Vivian. I’ll trust you this time.”“Thank you, Mr. Fisher. My son, Adam, and I won’t let you or Rose down.”“I’ll hold you to your word, Vivian. Remember, if Adam ever hurts Rose, I’ll make you and your family pay back the help I’ve given you tenfold,” Mason Fisher warned.“If only my daughter weren’t so infatuated with your son, I certainly wouldn’t be helping you and your son! Just you wait if you two let Rose down!” Mason Fisher continued.“I understand,” said Vivian.The phone call then ended. Mason Fisher had hung up.Vivian let out a long sigh. Her back was slightly covered in cold sweat. After all, she was risking her son’s future this time.“Adam, you must not let me down,” she muttered as she placed her smartphone on the ta
Adam turned his head and furrowed his brow. He wondered why Rose wanted to talk to him.To others, Rose was just affectionately holding Adam's hand. Some of them knew about their relationship. So, they immediately dismissed the idea that something was wrong between them.Adam took Rose to a private room there. Some of Rose's friends just watched and didn't say anything.“What's wrong, Rose?” Adam let go of Rose's hand. His voice sounded quite cold for a fiancé. “What do you want to talk about?”Rose's usually friendly face suddenly became expressionless. Instead of answering, she asked, “I heard you're looking for that fat woman? Is your relationship that serious, not just a bet?”Adam narrowed his eyes. “Don't make assumptions, Rose. Did you hit your head or something that made you think too far?”“Think too far?” Rose folded her arms across her chest.“Now explain to me why you're looking for her all over town? Do you think I'm just a game?” Rose clicked her tongue.Adam was silent.






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.