Accueil / Urban / Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas / 125. Auriel Kaisar Negeri Heliox.

Share

125. Auriel Kaisar Negeri Heliox.

Auteur: Al_Fazza
last update Dernière mise à jour: 2026-02-25 19:16:37

Semua tubuh prajurit kekaisaran langsung menegang. Tatapan mereka berpindah dari Wang Zemin… menuju Alex.

"Jangan bilang, kau juga orangnya Wang Zemin... Sejak kami menyelidiki masalah ini, kamu tidak ada pada daftar kami... Jangan buat kamu terjerumus masalah besar ini..."

"Benar... Anak muda, kekasihmu begitu cantik... Jalani saja kehidupan yang normal!"

Namun Raven menyipitkan mata. Aura di tubuhnya perlahan naik.

“Kau berani menghalangi titah Kaisar?”

Nada suaranya dingin. Tidak ada emosi,
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   125. Auriel Kaisar Negeri Heliox.

    Semua tubuh prajurit kekaisaran langsung menegang. Tatapan mereka berpindah dari Wang Zemin… menuju Alex."Jangan bilang, kau juga orangnya Wang Zemin... Sejak kami menyelidiki masalah ini, kamu tidak ada pada daftar kami... Jangan buat kamu terjerumus masalah besar ini...""Benar... Anak muda, kekasihmu begitu cantik... Jalani saja kehidupan yang normal!"Namun Raven menyipitkan mata. Aura di tubuhnya perlahan naik.“Kau berani menghalangi titah Kaisar?”Nada suaranya dingin. Tidak ada emosi, tapi jelas berniat mengancam.Clara hanya melirik ke arah Alex. Ia tahu semua kejadian hari ini, tidak berada dalam kendali tangan suaminya.Namun Alex tetap terlihat begitu santai.“Yang bersalah Wang Zemin.”Tatapannya lurus.“Jadi kalian tak pantas membunuh satu keluarga tanpa sisa.”WUUUUM!Aura prajurit di sekitar langsung meledak. Beberapa bahkan sudah menggenggam senjata.Raven mulai melangkah maju.“Orang luar… tidak berhak ikut campur dalam hukum Kekaisaran.”Alex tersenyum tipis.“Bena

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   124. Raven jendral ke tiga.

    Ucapan Alex hampir tidak terdengar. Namun Clara yang berdiri di sampingnya hanya tersenyum.“Sulit? Bukankah ini justru mempercepat semuanya?” Clara hendak berlutut mengikuti perintah. Namun saat Alex tidak menjawab. Energinya menahan Clara, karena mereka bukan target Jendral utusan dari Kekaisaran."Sayang?""Tenang saja..." Tatapannya tetap ke depan.Sementara itu, Wang Li sudah berubah pucat. Namun sebelum ia sempat berkata apa pun.WUUUUSH!WUUUUSH!WUUUUSH!Puluhan… tidak. Ratusan aura muncul dari segala arah. Langit di atas tambang seperti tertutup bayangan tubuh manusia yang bergerak dari tiap sudut kecil.Dari puncak bukit, dari hutan di sekitar, bahkan dari lorong-lorong tambang yang tidak diketahui… Pasukan Ahli Bela Diri Kekaisaran Negeri Heliox bermunculan.Clara mengangkat alis.“Wow… mereka benar-benar serius. Inikah kekuatan negeri Heliox yang lepas dari sistem canggih!”Alex yang penasaran mulai menatap Clara."Maksud mu?""Di benua ini... Terdapat ratusan negara berdi

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   123. Pasukan kekaisaran datang.

    WUUUUSH!Belasan penjaga langsung bergerak bersamaan. Aura mereka meledak, menekan udara di sekitar gerbang tambang. Pedang dan tombak energi muncul dalam sekejap.Clara mulai menghela napas ringan.“Benar-benar bodoh.”Namun Alex bahkan tidak bergerak. Ia hanya berdiri di tempat. Tatapannya terlihat tenang dan dingin.Penjaga terdepan berteriak.“MATI!”Pedang energi meluncur lurus ke arah leher Alex.Namun...Hanya satu langkah kecil. Tubuh Alex telah bergeser setengah jengkal. Yang membuat pedang itu hanya melewati udara kosong.Mata penjaga itu membelalak.“Bagaimana bisa..."Belum selesai. Karena Alex sudah berada di depannya. Gerakannya begitu cepat hingga seolah menghilang.Yang disambut dengan salah satu tangan Alex terangkat. Tidak ada teknik. Tidak ada aura berlebihan. Hanya satu tamparan.PAK!Tubuh penjaga itu terlempar seperti peluru meriam. Ia menabrak menara penjagaan. Batu dan kayu hancur. Debu beterbangan.Semua orang membeku sesaat. Yang membuat Clara hanya tersenyum

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   122.

    Kepala keluarga Wang masih berlutut. Tubuhnya gemetar, namun kali ini bukan hanya karena takut. Ada kemarahan dan penyesalan bercampur di wajah tuanya. Ruangan itu kembali terasa sunyi. Kabut di luar jendela semakin tebal, membuat cahaya senja berubah redup. Beberapa saat kemudian, Alex akhirnya berbicara. “Kau jelas tahu konsekuensinya.” Nada suaranya datar. Kepala keluarga Wang mengangguk perlahan. “Jika masalah ini sampai ke telinga istana… keluarga Wang akan hancur.” Clara menatap Alex. “Bukan hanya hancur. Mereka bisa dianggap berkhianat pada kekaisaran. Dan tujuh generasi klan Wang akan di bunuh tanpa sisa.” Kepala keluarga Wang menggertakkan gigi. “Saya… siap menerima hukuman dari anda. Asal tuan AX bisa melindungi keluarga Wang.” Alex tersenyum tipis. "Kau memang sudah siap..." Ia berhenti sejenak. “Tapi keluargamu belum tentu.” Tubuh pria tua itu menegang. Akan tetapi Alex masih bersandar santai. “Kaisar Negeri Heliox tidak akan memaafkan pengkhianatan yang mel

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   121. Masalah keluarga Wang1.

    Alex hanya melirik Clara sekilas. Ekspresinya tetap datar. Namun tekanan di ruangan itu tidak berkurang sedikit pun.“Cukup.”Satu kata. Suasana langsung membeku. Alex menatap kembali wajah kepala keluarga Wang.“Aku tidak datang untuk berbasa-basi.”Nada suaranya dingin. Tegas. Tanpa emosi.“Kita langsung ke inti.”Kepala keluarga Wang menelan ludah. Tubuhnya semakin tegang.“Baik… Tuan.”Alex bersandar sedikit di sofa.“Kau mengelola sendiri tambang keluarga Wang?”Pertanyaan itu terdengar sederhana. Namun kepala keluarga Wang langsung gemetar.“Saya…”Tatapan Alex berubah tajam.“Jawab.”“Tidak.”Ruangan menjadi sunyi. Clara menyipitkan mata. Lori tetap diam di samping.Namun Alex telah melanjutkan.“Kenapa?”Pria itu menunduk.“Saya sudah tua. Tenaga dan waktu saya terbatas. Pengelolaan harian tambang diserahkan pada putra kedua saya.”“Namanya?”“Wang Zemin.”Lori mengangkat salah satu alis.“Kau percaya sepenuhnya padanya?”Kepala keluarga Wang terlihat sedikit ragu.“Saya… sela

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   120.

    Permen kecil itu masih berada di tangan Alex ketika ia melangkah keluar dari pesawat. Udara pegunungan langsung menyambut. Dingin, bersih, dan membawa aroma energi spiritual yang jauh lebih padat dibanding wilayah lain.Bandara Provinsi Naga Barat tidak terlalu ramai. Para penumpang masih menatap mereka dengan rasa hormat, namun Alex tidak memperdulikannya. Ia berjalan seperti orang biasa.Clara melirik permen di tangannya.“Kau benar-benar akan memakannya?”Alex tidak memakannya melainkan, memasukkannya ke dalam saku.“Untuk kenang-kenangan.”Lori tersenyum tipis. Bahkan membuat Candra hampir tertawa, namun ia segera menahan diri.*Beberapa menit kemudian, mereka keluar dari area bandara.Tidak ada penyambutan. Tidak ada orang keluarga Wang. Kedatangan mereka memang dirahasiakan.Candra segera mengurus penyewaan kendaraan pribadi. Mobil sederhana berwarna abu-abu, tidak mencolok akhirnya datang tak lama mereka menunggu.“Kendaraan ini cukup untuk menghindari perhatian,” lapornya.Al

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status