Share

99.

Penulis: Al_Fazza
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-14 19:16:41

Pria besar itu menyeringai makin lebar ketika mendengar nada malas Alex.

“Sehebat apa?” Ia tertawa keras. “Cukup hebat untuk membuatmu masuk kedalam neraka secara paksa!"

Kerumunan langsung hening. Banyak diantara mereka menganggap ancaman ini sebagai lelucon kecil.

Tapi Pria kurus di sampingnya ketua geng Kapak mulai menyilangkan tangan.

“Kami tidak ditangkap,” katanya santai. “Kami itu sengaja menyerahkan diri.”

Beberapa napi mengernyitkan alis, tapi tak ingin berkomentar lebih jauh. Hingga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   123. Pasukan kekaisaran datang.

    WUUUUSH!Belasan penjaga langsung bergerak bersamaan. Aura mereka meledak, menekan udara di sekitar gerbang tambang. Pedang dan tombak energi muncul dalam sekejap.Clara mulai menghela napas ringan.“Benar-benar bodoh.”Namun Alex bahkan tidak bergerak. Ia hanya berdiri di tempat. Tatapannya terlihat tenang dan dingin.Penjaga terdepan berteriak.“MATI!”Pedang energi meluncur lurus ke arah leher Alex.Namun...Hanya satu langkah kecil. Tubuh Alex telah bergeser setengah jengkal. Yang membuat pedang itu hanya melewati udara kosong.Mata penjaga itu membelalak.“Bagaimana bisa..."Belum selesai. Karena Alex sudah berada di depannya. Gerakannya begitu cepat hingga seolah menghilang.Yang disambut dengan salah satu tangan Alex terangkat. Tidak ada teknik. Tidak ada aura berlebihan. Hanya satu tamparan.PAK!Tubuh penjaga itu terlempar seperti peluru meriam. Ia menabrak menara penjagaan. Batu dan kayu hancur. Debu beterbangan.Semua orang membeku sesaat. Yang membuat Clara hanya tersenyum

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   122.

    Kepala keluarga Wang masih berlutut. Tubuhnya gemetar, namun kali ini bukan hanya karena takut. Ada kemarahan dan penyesalan bercampur di wajah tuanya. Ruangan itu kembali terasa sunyi. Kabut di luar jendela semakin tebal, membuat cahaya senja berubah redup. Beberapa saat kemudian, Alex akhirnya berbicara. “Kau jelas tahu konsekuensinya.” Nada suaranya datar. Kepala keluarga Wang mengangguk perlahan. “Jika masalah ini sampai ke telinga istana… keluarga Wang akan hancur.” Clara menatap Alex. “Bukan hanya hancur. Mereka bisa dianggap berkhianat pada kekaisaran. Dan tujuh generasi klan Wang akan di bunuh tanpa sisa.” Kepala keluarga Wang menggertakkan gigi. “Saya… siap menerima hukuman dari anda. Asal tuan AX bisa melindungi keluarga Wang.” Alex tersenyum tipis. "Kau memang sudah siap..." Ia berhenti sejenak. “Tapi keluargamu belum tentu.” Tubuh pria tua itu menegang. Akan tetapi Alex masih bersandar santai. “Kaisar Negeri Heliox tidak akan memaafkan pengkhianatan yang mel

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   121. Masalah keluarga Wang1.

    Alex hanya melirik Clara sekilas. Ekspresinya tetap datar. Namun tekanan di ruangan itu tidak berkurang sedikit pun.“Cukup.”Satu kata. Suasana langsung membeku. Alex menatap kembali wajah kepala keluarga Wang.“Aku tidak datang untuk berbasa-basi.”Nada suaranya dingin. Tegas. Tanpa emosi.“Kita langsung ke inti.”Kepala keluarga Wang menelan ludah. Tubuhnya semakin tegang.“Baik… Tuan.”Alex bersandar sedikit di sofa.“Kau mengelola sendiri tambang keluarga Wang?”Pertanyaan itu terdengar sederhana. Namun kepala keluarga Wang langsung gemetar.“Saya…”Tatapan Alex berubah tajam.“Jawab.”“Tidak.”Ruangan menjadi sunyi. Clara menyipitkan mata. Lori tetap diam di samping.Namun Alex telah melanjutkan.“Kenapa?”Pria itu menunduk.“Saya sudah tua. Tenaga dan waktu saya terbatas. Pengelolaan harian tambang diserahkan pada putra kedua saya.”“Namanya?”“Wang Zemin.”Lori mengangkat salah satu alis.“Kau percaya sepenuhnya padanya?”Kepala keluarga Wang terlihat sedikit ragu.“Saya… sela

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   120.

    Permen kecil itu masih berada di tangan Alex ketika ia melangkah keluar dari pesawat. Udara pegunungan langsung menyambut. Dingin, bersih, dan membawa aroma energi spiritual yang jauh lebih padat dibanding wilayah lain.Bandara Provinsi Naga Barat tidak terlalu ramai. Para penumpang masih menatap mereka dengan rasa hormat, namun Alex tidak memperdulikannya. Ia berjalan seperti orang biasa.Clara melirik permen di tangannya.“Kau benar-benar akan memakannya?”Alex tidak memakannya melainkan, memasukkannya ke dalam saku.“Untuk kenang-kenangan.”Lori tersenyum tipis. Bahkan membuat Candra hampir tertawa, namun ia segera menahan diri.*Beberapa menit kemudian, mereka keluar dari area bandara.Tidak ada penyambutan. Tidak ada orang keluarga Wang. Kedatangan mereka memang dirahasiakan.Candra segera mengurus penyewaan kendaraan pribadi. Mobil sederhana berwarna abu-abu, tidak mencolok akhirnya datang tak lama mereka menunggu.“Kendaraan ini cukup untuk menghindari perhatian,” lapornya.Al

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   119. Tiba di Provinsi Naga Barat.

    Teriakan itu menggema di kabin. Beberapa penumpang hampir histeris. Pramugari bahkan berpegangan pada kursi agar tidak jatuh.Namun Alex tetap duduk. Memperlihatkan wajah tenang seperti biasanya. Seolah benda yang sedang berdenyut di dalam kurungan energi emas itu hanyalah mainan anak kecil.Bom waktu itu juga terus berdetak.5…Clara menatapnya tajam. “Alex apa kau yakin…” Ia tahu. Jika Alex membiarkan ini, pasti ada alasan."Ledakannya tak seberapa dari serangan tinju dari ranah Penyatuan tubuh dengan Qi tingkat menengah yang sebenarnya... Kau tenang saja..."4…Candra sudah berdiri di sisi lorong, menghalangi pandangan sebagian penumpang agar tidak semakin panik.Lori justru tersenyum tipis. Dia menduga, tuan mudanya ini seperti tengah mempermainkan semua rasa takut para penumpang pesawat. Sama seperti ekspresi Alex saat sedang mempermainkan lawannya.Pembajak yang lumpuh itu menatap bom dengan wajah pucat, namun masih mencoba tertawa.“Kalian… semua akan mati! DAN KITA AKAN MATI B

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   118. Pembajakan pesawat 2.

    Perintah itu terdengar ringan. Namun bagi Lori dan Candra, itu adalah perintah mutlak.Udara di kabin seketika terasa membeku. Lori tidak menjawab. Ia hanya menarik napas pertama.Wuuuush!Aura dingin yang selama ini tersembunyi tiba-tiba memancar. Tidak liar. Tidak meledak. Namun tekanan itu membuat jantung para pembajak berdegup tak terkendali.Pria yang ditahan Lori langsung menyadari bahaya.“KAU ADALAH KULT...”WUUUUSH! KRAAACK!Belum selesai kata itu keluar, lehernya sudah dipelintir. Retakan tulang terdengar jelas. Tubuhnya jatuh tanpa suara.Tarikan napas pertama selesai.WUUUUUSH!Dua pembajak yang menodongkan senjata dari arah kokpit refleks menekan pelatuk.BAK! BAK! BAK!Namun…Sosok Lori telah berkelebat cepat nyaris terlihat menghilang. Hal itu hanya membuat peluru menembus kursi kosong.Satu detik kemudian...WIIISH!Ia muncul di depan mereka. Terlalu dekat. Terlalu cepat. Yang membuat sepasang mata kedua pembajak itu membesar.“Mustahil aku tidak bisa mengikuti kecepat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status