FAZER LOGINDia adalah ketua Pasukan Aksara yang menyebar di seluruh dunia! Dia adalah pendiri Perusahaan Aksara yang memiliki kekayaan ratusan triliun! Dia kembali ke Kota Kumara untuk mencari tunangannya. Namun, dia malah menemukan tunangannya bertunangan dengan orang lain. Tunangannya itu merobek surat nikah secara terang-terangan dan mempermalukannya ....
Ver maisAroma keringat bercampur dengan parfum mawar samar memenuhi udara kamar pasca pergulatan yang melelahkan. Di bawah temaram lampu, kulit Sella berkilap peluh, namun desah nafasnya yang tidak teratur bukanlah tanda kepuasan, melainkan amarah tertahan.
“Ahh, Mas, jangan keluar dulu dong!” Sella mendesah kecewa saat Bimo, suaminya, cepat keluar sebelum dia dapat meraih klimaksnya. Bimo melepaskan penyatuan mereka dengan perasaan bersalah karena lagi-lagi sudah membuat sang istri kecewa. Padahal sebelum bercinta, dia sudah meminum obat kuat agar bisa melayani nafsu Sella yang cukup tinggi. Namun tampaknya, usahanya masih sia-sia. Bimo memeluk Sella dan mencoba menghiburnya. “Sayang, maafkan aku. Aku sudah minum obat kuat untuk memuaskanmu, tapi aku malah mengecewakanmu. Kita coba lagi besok, ya?” “Ck, cuma segitu kemampuanmu, Mas?! Aku bahkan belum pernah merasakan bagaimana nikmatnya klimaks!” seru Sella, kesal setelah Bimo melepaskan penyatuan berdua. “Aku iri mendengar cerita temanku yang baru menikah dengan suami bulenya di Australia itu! Setiap hari temanku selalu mendapatkan kepuasan dari suaminya!” “Maafkan aku, Sella. Aku sudah berusaha melakukan apa saja agar bisa memuaskanmu di atas ranjang. Aku sudah minum obat kuat dan melakukan gym dua minggu sekali di tengah kesibukan pekerjaanku yang lumayan padat. Aku…” Belum selesai Bimo bicara, Sella sudah lebih dulu menyelanya. “Aku capek, Mas! Milikmu selalu loyo dan lemas sebelum aku dapat meraih puncak! Masih mendingan aku main sama timun dan terong sekalian!“ hina Sella sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lalu tidur dengan posisi berbalik memunggunginya. Bimo hanya bisa terdiam membisu sambil menundukkan kepalanya dengan wajah bersalah dan malu setelah mendengar keluhan istrinya. Dengan langkah gontai, ia turun dari ranjang lalu memakai pakaiannya dengan cepat sebelum memutuskan untuk keluar dari kamar. Bimo berjalan menuju ruang tamu dengan langkah berat. Ia memilih untuk menghidupkan laptopnya demi mengalihkan rasa malunya karena gagal memberikan kepuasan pada istrinya. Sebenarnya, pikirannya benar-benar kacau dan ia sama sekali tidak dapat berkonsentrasi mengingat pertengkarannya dengan Sella barusan. Namun, ia tidak bisa menunda pekerjaannya karena besok adalah deadline tugas kantornya. Baru saja layar laptopnya menyala, tiba-tiba terdengar derap langkah kaki yang mendekat dari arah dapur. “Bimo, kamu belum tidur, Nak?” suara lembut itu memecah kesunyian. Mayang, mama mertuanya, muncul sambil membawa secangkir kopi hangat yang aromanya langsung tercium oleh Bimo. Fokus Bimo seketika teralihkan pada kemolekan tubuh Mayang yang menggoda. Meskipun sudah berkepala empat, mertuanya itu terlihat seperti wanita umur 30-an. Darahnya berdesir ketika melihat dua tonjolan yang tercetak sempurna di balik daster mini yang dipakai wanita itu. Bimo bisa menebak bahwa Mayang tidak memakai bra sama sekali. Saat sang mertua menunduk meletakkan kopi di atas meja, dia dapat melihat bukit kembarnya dari balik kerah daster yang terbuka. Bukit ranumnya terlihat sangat besar dan menantang, lebih besar dari milik istrinya—ukurannya diperkirakan 38 cup D. Rasa bersalah langsung menyergapnya. Dia lekas memalingkan pandangannya ke arah lain, tidak seharusnya dia menatap mertuanya seperti tadi. “Te… terima kasih, Ma,” ucap Bimo dengan suara tergagap. Mayang tersenyum lembut. “Iya, sama-sama, Nak. Apa kamu habis bertengkar lagi dengan Sella?” Pertanyaan dari Mayang itu membuat Bimo ingin mengubur dirinya hidup-hidup. Apakah Mayang mendengar pertengkaran mereka barusan? Harga dirinya benar-benar runtuh di hadapan mama mertuanya itu. Mayang kemudian melangkah perlahan ke belakang Bimo dan mulai menyentuh pundaknya. “Kamu kelihatannya sangat capek dan tertekan, Bimo. Sini, biar Mama bantu pijat sedikit supaya pikiranmu bisa lebih rileks. Jangan terlalu dimasukkan ke hati ucapan Sella, mungkin dia hanya sedang lelah.” “Ti… tidak usah, Ma, aku tidak apa-apa kok. Lagian ini sudah malam, Mama istirahat saja,” tolak Bimo dengan suara bergetar karena gugup. Dia merasa kurang pantas jika mama mertuanya itu memijatnya di tengah malam begini. Namun, Mayang seolah tidak menerima penolakan tersebut dan tetap mulai memijat punggung Bimo dengan gerakan yang mantap namun lembut. Tangan Mayang terasa begitu halus, namun setiap sentuhannya membuat seluruh tubuh Bimo bergetar karena rasa tak nyaman. “Gimana, Nak Bimo? Pijatan Mama terasa enak, kan?” tanya Mayang dengan nada yang sangat pelan dan menenangkan di telinga Bimo saat pijatannya sudah merambat ke area punggungnya. “Iya, Ma… enak sekali,” jawab Bimo lirih, pijatannya memang nikmat hanya saja dia kurang menikmatinya lantaran yang memijatnya adalah mama mertuanya sendiri. Ia mencoba fokus pada layar laptop, namun pikirannya sudah tidak berada di sana lagi. “Mama punya cara supaya Sella berhenti marah,” bisik Mayang pelan di sela pijatannya. “Kalau kamu mau… Mama bisa membantumu agar Sella puas di atas ranjang.”Harus diketahui bahwa Leo dan Zaki baru berusia dua puluhan tahun, tetapi mereka sudah memasuki Alam Bawaan. Bahkan kekuatan para master senior pun tidak sebanding dengan mereka.Jika sepuluh hingga dua puluh tahun kemudian, sehebat apa kekuatan mereka?Dalam sekejap mata, keduanya bertarung selama puluhan ronde. Pertarungan itu semakin intens. Kekuatan keduanya tampak setara.Ekspresi Zaki tampak semakin masam. Hal ini karena Leo jauh lebih kuat dari yang dia bayangkan. Tidak peduli bagaimana Zaki menyerang, dia tidak dapat melukai Leo sehelai rambut pun. Dia bahkan tidak berhasil menyentuh sudut pakaiannya.Sementara Leo tampak lebih santai.Faktanya, dengan kekuatannya saat ini. Jangankan membunuh Zaki dengan cepat. Dia bahkan bisa membuatnya terluka parah dengan satu serangan.Alasan mengapa Leo tidak melakukan ini adalah karena dia takut akan menakuti Rangga.Sekarang, tujuan utama Leo adalah membunuh Rangga. Baginya, masalah lain tidak penting.Segera setelah puluhan ronde berlal
Zaki sangat marah. "Hari ini, kamu akan mati. Aku akan menginjakmu di hadapan semua orang, sehingga kamu akan dipermalukan seumur hidupmu!""Coba saja kalau bisa." Leo meletakkan tangan di punggungnya sambil tersenyum. Dia terlihat sangat percaya diri."Keluarkan senjatamu!"Zaki mengarahkan pedang panjangnya ke arah Leo. Auranya langsung memancar ke segala arah.Orang-orang di sekitar merasakan tekanan yang tak terlukiskan. Mereka tanpa sadar merasa ketakutan.Leo mengenakan jaket berwarna hitam. Kemudian, mereka melihat dia mengeluarkan sebuah belati berukuran Zaki dari jaketnya.Setelah Jessy yang berada di bawah arena melihat belati itu, dia langsung terkejut hingga membuka mulutnya.Orang lain tidak mengenalnya, tetapi dia langsung mengenali belati itu. Belati itu adalah miliknya. Dia selalu menyimpannya di vilanya. Kenapa belati itu bisa diambil oleh Leo?"Serang!"Awalnya, Zaki ingin menunggu Leo mengambil tindakan. Namun, Leo tidak menyerang untuk waktu lama. Zaki kehilangan ke
Sebelum Leo berbicara, Rangga sudah berkata dengan tidak senang, "Zaki, apa kamu nggak tahu aturan mengantre? Aku yang mengajaknya bertarung terlebih dulu. Cepat minggir!"Banyak orang yang menganggukkan kepala mereka. Rangga mengajak Leo bertarung terlebih dahulu, sementara Leo telah menyetujuinya. Saat pertarungan akan dimulai, Zaki malah membuat onar. Tindakan Zaki memang tidak sesuai dengan aturan.Namun, Zaki tidak memedulikan hal tersebut. Dia berkata sambil menatap Rangga, "Aku nggak peduli apa itu mengantre. Siapa pun yang berani menghentikanku menghapus rasa maluku, dia akan menantangku. Kalau kamu nggak setuju, aku akan membunuhmu terlebih dahulu!"Sialan, Zaki benar-benar gila.Seketika, Rangga langsung marah. "Zaki, apa kamu kira aku takut padamu?""Aku nggak tahu kamu takut atau nggak. Aku hanya tahu kalau kamu nggak turun, aku akan membunuhmu sekarang!" Tubuh Zaki memancarkan aura membunuh yang kuat.Dia ingin menantang Leo untuk menghilangkan rasa malunya. Dia juga ingin
Setelah Leo muncul, Rangga langsung memancarkan aura membunuh yang menakjubkan."Leo, akhirnya kamu muncul."Leo berjalan ke arah Rangga, lalu dia berhenti tidak jauh dari sana dan berkata, "Rangga, awalnya aku kira kamu adalah seorang pria sejati. Tapi, aku akui bahwa aku salah.""Apa maksudmu?" tanya Rangga dengan nada dingin.Leo berkata sambil menunjukkan senyuman sinis, "Kamu memaksa gadis yang nggak menyukaimu untuk menikah denganmu. Apa bedanya kamu dengan seekor binatang? Bukan, membandingkan kamu dengan binatang adalah penghinaan terhadap binatang.""Sialan, kamu cari mati!"Rangga marah. Leo bahkan berani mengatakan dia lebih buruk dari seekor binatang. Menjengkelkan sekali."Berani sekali kamu! Cepat berlutut dan minta maaf pada Pak Rangga!""Anak ini bahkan berani memarahi Pak Rangga. Dia benar-benar nggak takut mati."Semua anggota Keluarga Safwando marah. Mereka berteriak dengan suara lantang.Para tamu juga merasa Leo memiliki nyali yang besar. Sebelumnya, Keluarga Jonat
Dia melihat seorang lelaki duduk di sofa di dalam kamar, tepatnya adalah seorang lelaki tua.Orang ini adalah Leo. Namun, saat ini dia telah mengubah penampilannya. Rambut Leo terlihat memutih, wajah keriput dan banyak bekas luka di atasnya. Penampilannya itu tampak mengerikan dan menakutkan."Apaka
Hotel Kumara adalah hotel terbesar dan termewah di Kota Kumara. Mereka yang datang ke sini adalah orang kaya atau pejabat.Hari ini bahkan lebih meriah. Rendi dan Ranti mengenakan pakaian pengantin. Mereka berdiri di depan pintu hotel untuk menerima tamu.Banyak tamu datang untuk memberi selamat kep
Setelah melepas mantelnya, Febi menghentikan gerakannya. Lalu, dia menatap Leo dengan malu. "Bisakah kamu berbalik dulu?""Bukannya aku belum pernah melihatnya. Apalagi, kamu ingin menunjukkannya kepadaku nanti," kata Leo sambil tersenyum, lalu duduk di tempat tidur.Febi juga berpikir demikian. Jad
Leo datang ke ranjang rumah sakit dan duduk. Kemudian, dia memeriksa denyut nadi Dani.Karena waktu tiga hari semakin dekat, Dani mengalami koma lagi. Kondisinya tidak begitu baik.Agung dan Markus sedang menonton di samping. Sampai saat ini, mereka bahkan berpikir Leo tidak dapat menyembuhkan Dani.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliaçõesMais