LOGINDia adalah ketua Pasukan Aksara yang menyebar di seluruh dunia! Dia adalah pendiri Perusahaan Aksara yang memiliki kekayaan ratusan triliun! Dia kembali ke Kota Kumara untuk mencari tunangannya. Namun, dia malah menemukan tunangannya bertunangan dengan orang lain. Tunangannya itu merobek surat nikah secara terang-terangan dan mempermalukannya ....
View MoreKara walked out of the hospital with a smile on her face, she had just been told by the doctor that she was two months pregnant, this was what she and her husband Carlos had always wanted, this could finally make them happy and also change the heart of her mother-in-law who didn’t like her.
She held the test result and smiled down on it. “Mrs. Rita won’t be angry with me anymore after she learns I will be giving her a grandchild.” Tears of joy clustered in her eyes.
Carlos's mother despised her and had made things difficult for her ever since she got married to her son, Carlos loved her so much, but Kara couldn’t understand the reason her mother-in-law hated her.
She has tried to find reasons, she had done everything in her power to please Mrs Rita, but she was still treated the same way as when Mrs. Rita found out she was now married to Carlos because Carlos secretly married her.
Kara and Carlos were in love with each other, but Rita wouldn’t accept her precious son marrying her, Carlos loved her so much and decided to get married behind his mother’s back, but loving someone shouldn’t be a crime, but Mrs Rita has made things difficult for her everywhere.
“This news would certainly please mother-in-law.” Kara sniffled, wiping off her tears, she made her way out of the hospital.
Getting into a taxi she hailed over, she got in and took out her phone, immediately dialling Carlos's number, she couldn’t wait to share the news with him.
The call rang at the other side of the line but there was no answer which was weird as Carlos never ignored her call, Carlos was the CEO of the largest real estate company in New York and was always busy, but not for her, even when he is having an important meeting, he always picked up to tell her what he was up to.
She put down her phone and sighed softly. “Well, since it’s a weekend, he would be at home, whereas, it will be great to see the reaction on his face when I tell him of this news.” She giggled to herself,
The taxi driver saw her smiling from the rearview mirror and commented. “Something good must have happened today, because you look so happy.”
Kara looked at him and grinned. “Is it that obvious?” She asked and the driver nodded. “That’s because something good really happened.” She glanced down at the test result and smiled,
The taxi pulled over at the entrance of her apartment building, she paid the driver and he drove off, drawing a sharp breath, she tried to calm her smile, she wanted to give him the news as a surprise if she was too excited, he would catch on quickly.
She blew air from her mouth and reached for the door, she put in the passcode and pushed the door open, but her eyes dilated when she saw her mother-in-law in the living room.
“Mother, what are you doing here?” The words came out before she could greet her, she didn’t expect Mrs Rita to be here today, she usually came by on Sundays, or her husband would inform her when she was coming so that they could prepare for his mother’s arrival, so her visit was a surprise.
“Do I have a reason to come to my son’s house?” Rita scorned her.
“I am sorry mother, I am just surprised to see you.” Kara intertwined her hand and placed it in her front as she lowered her gaze.
Daughters-in-law shouldn’t be scared of their mother-in-law, but Mrs Rita always made her nervous.
“And where are your manners?” Rita’s voice out again, this time, she tsk her tongue with disdain.
Kara quickly paid her respect, but Rita did not acknowledge her greeting. “This is why my son should never marry just anyone, a child who doesn’t even know her manners, how can she be suitable for my perfect son.” She groaned and gave Kara a once-over.
Kara clenched the hem of her dress, and she held it in perfectly well, she knew how much her husband adored his mother because Mrs Rita was Carlos's mother, but she decided to tolerate all her insults, whereas, she knew it could stop when she reveals the truth about being pregnant.
Kara was too excited to let Rita ruin her happiness, first, she had to find her husband, and she looked at Rita with a smile. “I will go up to my room now and ask Carlos to come keep you company.” She turned to head upstairs but Rita quickly blocked her path.
Kara looked at her mother-in-law and blinked since she was acting strange right now. “Is there something you need?” She asked and Rita cleared her throat.
“Yes, get me some water,” Rita told her, but Kara glanced at the table in the living room to see a glass of water already there, she glanced towards the stairs, wondering what Rita was probably protecting.
Kara drew a sharp breath. “Mother, there is a glass of water already on the table, help yourself with it, I have to see Carlos, I will be right back.” She wanted to leave again but Rita held her hand.
“Pour the water for me!” She said with a frown on her face, her grip was tight on Kara’s arm and Kara couldn’t take it anymore, just then she heard a sound from upstairs, she pushed Rita’s hand away and went upstairs despite her mother-in-law’s obstruction.
“Honey!” She called out with a smile as she approached their room door, glad to finally be rid of her mother-in-law, all she had to do now was tell Carlos of the news.
“Honey, I have good news to---“ Just as she pushed the door open, her voice was immediately caught up in her throat and her eyes dilated at the sight of her husband in bed with another woman.
Harus diketahui bahwa Leo dan Zaki baru berusia dua puluhan tahun, tetapi mereka sudah memasuki Alam Bawaan. Bahkan kekuatan para master senior pun tidak sebanding dengan mereka.Jika sepuluh hingga dua puluh tahun kemudian, sehebat apa kekuatan mereka?Dalam sekejap mata, keduanya bertarung selama puluhan ronde. Pertarungan itu semakin intens. Kekuatan keduanya tampak setara.Ekspresi Zaki tampak semakin masam. Hal ini karena Leo jauh lebih kuat dari yang dia bayangkan. Tidak peduli bagaimana Zaki menyerang, dia tidak dapat melukai Leo sehelai rambut pun. Dia bahkan tidak berhasil menyentuh sudut pakaiannya.Sementara Leo tampak lebih santai.Faktanya, dengan kekuatannya saat ini. Jangankan membunuh Zaki dengan cepat. Dia bahkan bisa membuatnya terluka parah dengan satu serangan.Alasan mengapa Leo tidak melakukan ini adalah karena dia takut akan menakuti Rangga.Sekarang, tujuan utama Leo adalah membunuh Rangga. Baginya, masalah lain tidak penting.Segera setelah puluhan ronde berlal
Zaki sangat marah. "Hari ini, kamu akan mati. Aku akan menginjakmu di hadapan semua orang, sehingga kamu akan dipermalukan seumur hidupmu!""Coba saja kalau bisa." Leo meletakkan tangan di punggungnya sambil tersenyum. Dia terlihat sangat percaya diri."Keluarkan senjatamu!"Zaki mengarahkan pedang panjangnya ke arah Leo. Auranya langsung memancar ke segala arah.Orang-orang di sekitar merasakan tekanan yang tak terlukiskan. Mereka tanpa sadar merasa ketakutan.Leo mengenakan jaket berwarna hitam. Kemudian, mereka melihat dia mengeluarkan sebuah belati berukuran Zaki dari jaketnya.Setelah Jessy yang berada di bawah arena melihat belati itu, dia langsung terkejut hingga membuka mulutnya.Orang lain tidak mengenalnya, tetapi dia langsung mengenali belati itu. Belati itu adalah miliknya. Dia selalu menyimpannya di vilanya. Kenapa belati itu bisa diambil oleh Leo?"Serang!"Awalnya, Zaki ingin menunggu Leo mengambil tindakan. Namun, Leo tidak menyerang untuk waktu lama. Zaki kehilangan ke
Sebelum Leo berbicara, Rangga sudah berkata dengan tidak senang, "Zaki, apa kamu nggak tahu aturan mengantre? Aku yang mengajaknya bertarung terlebih dulu. Cepat minggir!"Banyak orang yang menganggukkan kepala mereka. Rangga mengajak Leo bertarung terlebih dahulu, sementara Leo telah menyetujuinya. Saat pertarungan akan dimulai, Zaki malah membuat onar. Tindakan Zaki memang tidak sesuai dengan aturan.Namun, Zaki tidak memedulikan hal tersebut. Dia berkata sambil menatap Rangga, "Aku nggak peduli apa itu mengantre. Siapa pun yang berani menghentikanku menghapus rasa maluku, dia akan menantangku. Kalau kamu nggak setuju, aku akan membunuhmu terlebih dahulu!"Sialan, Zaki benar-benar gila.Seketika, Rangga langsung marah. "Zaki, apa kamu kira aku takut padamu?""Aku nggak tahu kamu takut atau nggak. Aku hanya tahu kalau kamu nggak turun, aku akan membunuhmu sekarang!" Tubuh Zaki memancarkan aura membunuh yang kuat.Dia ingin menantang Leo untuk menghilangkan rasa malunya. Dia juga ingin
Setelah Leo muncul, Rangga langsung memancarkan aura membunuh yang menakjubkan."Leo, akhirnya kamu muncul."Leo berjalan ke arah Rangga, lalu dia berhenti tidak jauh dari sana dan berkata, "Rangga, awalnya aku kira kamu adalah seorang pria sejati. Tapi, aku akui bahwa aku salah.""Apa maksudmu?" tanya Rangga dengan nada dingin.Leo berkata sambil menunjukkan senyuman sinis, "Kamu memaksa gadis yang nggak menyukaimu untuk menikah denganmu. Apa bedanya kamu dengan seekor binatang? Bukan, membandingkan kamu dengan binatang adalah penghinaan terhadap binatang.""Sialan, kamu cari mati!"Rangga marah. Leo bahkan berani mengatakan dia lebih buruk dari seekor binatang. Menjengkelkan sekali."Berani sekali kamu! Cepat berlutut dan minta maaf pada Pak Rangga!""Anak ini bahkan berani memarahi Pak Rangga. Dia benar-benar nggak takut mati."Semua anggota Keluarga Safwando marah. Mereka berteriak dengan suara lantang.Para tamu juga merasa Leo memiliki nyali yang besar. Sebelumnya, Keluarga Jonat
Hotel Kumara adalah hotel terbesar dan termewah di Kota Kumara. Mereka yang datang ke sini adalah orang kaya atau pejabat.Hari ini bahkan lebih meriah. Rendi dan Ranti mengenakan pakaian pengantin. Mereka berdiri di depan pintu hotel untuk menerima tamu.Banyak tamu datang untuk memberi selamat kep
Setelah melepas mantelnya, Febi menghentikan gerakannya. Lalu, dia menatap Leo dengan malu. "Bisakah kamu berbalik dulu?""Bukannya aku belum pernah melihatnya. Apalagi, kamu ingin menunjukkannya kepadaku nanti," kata Leo sambil tersenyum, lalu duduk di tempat tidur.Febi juga berpikir demikian. Jad
Leo datang ke ranjang rumah sakit dan duduk. Kemudian, dia memeriksa denyut nadi Dani.Karena waktu tiga hari semakin dekat, Dani mengalami koma lagi. Kondisinya tidak begitu baik.Agung dan Markus sedang menonton di samping. Sampai saat ini, mereka bahkan berpikir Leo tidak dapat menyembuhkan Dani.
Febi secara alami memahami maksud ayahnya. Ayahnya ingin dia berkencan dengan Aston, bahkan ibunya pun berpikir demikian.Febi harus mengakui bahwa Aston memang luar biasa. Dia adalah putra sulung Keluarga Ginanjar. Dia tampan, sopan dan anggun. Dia memenuhi standar wanita dalam memilih pasangan.Na






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore