Home / Romansa / Hug me, My Sweetie / Acting yang Bagus

Share

Acting yang Bagus

Author: Selay Rahmi
last update publish date: 2026-10-20 00:33:58

Entah bagaimana, keberadaan Alex membuat situasi yang semula terasa begitu menakutkan menjadi sedikit lebih mudah dihadapi.

Mereka kemudian mulai membicarakan berbagai hal yang harus dipersiapkan. Alex menyarankan agar mereka tidak terburu-buru menentukan tanggal sebelum memastikan semua persoalan penting telah dibicarakan.

Mereka perlu membicarakan tempat tinggal, tanggung jawab masing-masing, urusan keluarga, serta bagaimana menghadapi pertanyaan orang-orang tentang pernikahan mereka.

Rayn
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hug me, My Sweetie   Keputusan Rayna

    Matahari mulai condong ke arah barat ketika mobil Rayna memasuki halaman rumahnya. Deretan pepohonan yang berjajar rapi di sepanjang jalan masuk biasanya menjadi pemandangan yang menenangkan baginya. Namun, sore itu, Rayna sama sekali tidak tertarik menikmati keindahan halaman rumahnya sendiri. Pikirannya terlalu penuh. Bahkan setelah mematikan mesin mobil, perempuan itu masih duduk diam di balik kemudi. Kedua tangannya bertumpu di atas setir, sedangkan pandangannya lurus ke depan, menatap pintu utama rumah yang tertutup rapat. Bayangan percakapannya dengan Alex di Hill Cafe terus berputar di kepalanya. 'Aku bersedia menikah denganmu, Rayna.' Kalimat itu terdengar begitu sederhana ketika Alex mengucapkannya. Tidak ada tuntutan, tidak ada pertanyaan yang menyudutkan, apalagi penolakan yang membuatnya harus mencari jalan keluar lain. Alex menerima permintaannya. Pria itu bahkan bersedia menerima anak yang dikandungnya, meskipun mengetahui bahwa Reno adalah ayah biologis bayi ters

  • Hug me, My Sweetie   Acting yang Bagus

    Entah bagaimana, keberadaan Alex membuat situasi yang semula terasa begitu menakutkan menjadi sedikit lebih mudah dihadapi. Mereka kemudian mulai membicarakan berbagai hal yang harus dipersiapkan. Alex menyarankan agar mereka tidak terburu-buru menentukan tanggal sebelum memastikan semua persoalan penting telah dibicarakan. Mereka perlu membicarakan tempat tinggal, tanggung jawab masing-masing, urusan keluarga, serta bagaimana menghadapi pertanyaan orang-orang tentang pernikahan mereka. Rayna juga harus memikirkan bagaimana menjelaskan keadaan ini kepada keluarganya. Satu hal yang tidak boleh mereka lakukan adalah membangun rumah tangga di atas kebohongan yang justru akan menyakiti mereka di kemudian hari. “Aku ingin semuanya dilakukan dengan benar,” ujar Rayna. Alex mengangguk. “Aku juga.” “Kalau keluargamu bertanya tentang alasan kita menikah, bagaimana?” “Kita akan menjelaskan bahwa kita memutuskan menikah setelah mempertimbangkan keadaan dan tanggung jawab kita. Kita tida

  • Hug me, My Sweetie   Negosiasi Dengan Alex

    Rayna sedikit membelalakkan kedua matanya.“Kan ketemu kamu, Rayna.”Alex mengatakannya dengan begitu santai, seolah-olah kalimat itu bukan sesuatu yang bisa membuat jantung seorang perempuan berdegup sedikit lebih cepat. Pria itu bahkan tersenyum lebar, memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi.Rayna menghela napas panjang.“Alex, kamu itu sebenarnya mau ketemu aku atau mau ikut pemilihan pria paling rapi sedunia?”Alex tertawa kecil. “Kalau aku tahu kamu bakal memuji penampilanku seperti ini, dari kemarin-kemarin aku sudah berpakaian begini setiap kali ketemu kamu.”“Memuji apanya? Aku sedang menyindir!”“Buatku tetap pujian.”Rayna memutar bola matanya. Benar-benar tidak ada obat untuk pria di hadapannya itu. Sejak dahulu, Alex memang selalu punya cara untuk membuatnya kesal. Namun, berbeda dari kebanyakan laki-laki yang pernah dikenalnya, Alex tidak pernah membuatnya merasa terancam.Alex

  • Hug me, My Sweetie   Alex dan Rayna

    Jam 7 pagi mobil Rayna berhenti di depan kantor Reno untuk menurunkan penumpang kesayangannya, siapa lagi kalau bukan Sofia, sahabat tersayangnya. Sofi meminta Rayna menemaninya berangkat ke kantor pagi buta untuk menghindari Ryan yang suka mencegatnya di tengah jalan. Ia benar-benar merasakan trauma yang hebat atas kejadian di masa lalu. Sebagai sahabat yang baik, tentu saja Rayna tidak keberatan. Ia hanya perlu berangkat lebih pagi dari biasanya. “Kita sudah sampai, silahkan turun, Tuan Putri Sofia yang cantik jelita,” ucap Rayna dengan senyum nakalnya untuk menggoda Sofia.“Baiklah, senang sekali memiliki driver secantik kamu, Na.”Keduanya terbahak-bahak, geli mendengar kata-kata yang keluar dari mulut mereka masing-masing. Sofi bersiap turun dari mobil, sedangkan Rayna memperhatikan dari belakang kemudi.“Makasih, ya Rayna.” Tak lama kemudian, ia membuka pintu mobil dan melambaikan tangan ke arah Rayna yang lebih dulu melambaikan tangannya dengan senyum manisnya pagi itu.“Seman

  • Hug me, My Sweetie   Kecewa

    Rayna hanya mampu berdiri mematung dan menatap kosong bahu yang tertutup jas hitam itu menghilang dalam mobil mewah berwarna merah yang terparkir di depan rumahnya. Perasaannya campur aduk, antara lega, takut, sedih, dan perasaan bersalah berkecamuk di dalam dadanya. Ia berulang kali menarik nafas dalam-dalam untuk sedikit menenangkan perasaannya. “Ternyata hanya itu yang ingin dia sampaikan,” lirih Rayna masih menatap kepergian Reno yang mungkin sudah tidak peduli lagi Rayna melihatnya.......Mobil berwarna merah melaju kencang dengan kecepatan 70km/jam. Sementara itu, si empunya yang duduk di belakang kemudi tengah bingung dengan perasaannya sendiri, bingung dengan jalan hidupnya. Mungkinkah ini saatnya untuk menerima takdir yang telah digariskan? Takdir yang memisahkan dirinya dengan Rayna. Berbagai upaya untuk bisa bersatu dengan Rayna sudah dilakukan namun masih saja tidak berhasil. Mungkinkah takdir mereka tidak saling memiliki meskipun saling mencintai?Reno memegang kepalany

  • Hug me, My Sweetie   Kemarahan Reno

    Tuut tuut tut...“Kamu telepon siapa, Na?” tanya Sofi seraya meletakkan teh hangat di atas meja makan. Sedangkan Rayna sedang duduk di salah satu kursi dan sibuk menelepon seseorang. “Kelihatannya penting ya, Na?” tanya sofi lagi.Eskpresi wajah Rayna nampak kesal. Alisnya berkernyit sedikit. “Reno, Sof. Aku mau batalin janji bertemu dengannya.” Rayna keceplosan. Seketika wajahnya memerah, takut Sofi berpikir macam-macam dan akhirnya dia tahu rencananya.Sofi menatap Rayna dengan penuh tanda tanya yang sangat jelas tersirat di wajah polosnya. “Untuk apa?” tanya Sofi penasaran. Tumben sekali Rayna mau berurusan dengan laki-laki yang sudah menghancurkan hidupnya itu.Rayna mematung, bingung, apa yang harus dia katakan untuk menjawab pertanyaan Sofi. Tidak mungkin jujur pada sahabatnya itu sekarang, belum waktunya. “Tadinya aku mau menemui Reno untuk negosiasi supaya dia mau melepasmu, Sof. Jujur, aku benar-benar gak tega kalau kamu masih di perusahaannya. Kamu bisa kerja di tempatku, k

  • Hug me, My Sweetie   Emosi

    Hari ini tepat satu bulan Rayna bekerja di perusahaan Reygold Corp. Atas bantuan dari kerja kerasnya, sang wakil presdir berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya dan mendapatkan beberapa proyek besar yang jarang didapatkan. Dapat dikatakan bahwa keberadaan Rayna membawa keberuntungan besar bagi peru

  • Hug me, My Sweetie   Karena Rayna

    Jam lima sore lebih beberapa menit, Rayna masih belum mendapatkan angkutan umum yang biasa mengantarnya pulang. Gelap semakin menguasai hari. Kantor semakin sepi karena banyak karyawan yang sudah dalam perjalanan menuju rumah masing-masing. Selama masa penantian angkot itu, tiba-tiba sebu

  • Hug me, My Sweetie   Konyol

    Malam ini gerimis masih membasahi sebagian wilayah Jakarta. Hanya orang-orang yang memiliki kepentingan mendadak, yang rela keluar rumah dan diguyur gerimis. Bukan masalah gerimis yang akan membasahi pakaian ataupun kendaraan namun angin pada malam itu berhembus dengan agak ganas. Mungkin di daer

  • Hug me, My Sweetie   Kebencian Clara

    Dengan kekesalan yang telah memenuhi ubun-ubun dan hatinya, Clara mendelik kesal. Kedua matanya hampir tak bisa dibedakan dengan mata kucing yang marah karena sesuatu saat seseorang bertanya padanya mengapa dia menampar karyawan Reno di depan umum. Ia merasa berhak melakukan hal itu karena status

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status