Share

Bab 233

Penulis: Piemar
last update Tanggal publikasi: 2026-06-19 18:35:12

“Anne,” suara Helena lemah, tak seperti biasanya.

Anne menggeser tubuhnya lalu meraih tangannya dengan lembut. “Yang Mulia, Anda demam. Kita harus segera panggil tabib untuk memeriksamu.”

Alih-alih menjawab perkataan Anne, Helena memilih diam dan melabuhkan kepalanya pada pundaknya. Sebuah gesture yang menunjukan ‘Wahai semesta, aku merasa letih’.

Mereka pun tiba di istana saat hari menjelang siang. Anne gegas mengantar Helena kembali ke ruangannya. Tak lama kemudian tabib datang.

Pintu kamar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Nia Khair
calon saingan baru isabel nih,,, tapi tak pe lah, singkirkan dulu helena
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 234

    Alex melangkah masuk ke kamar Helena tanpa mengetuk, sebuah kebiasaan yang dulu sering Helena sukai, tetapi kini terasa seperti sesuatu yang menakutkan.“Tabib Leo bilang kau demam tinggi, Helena. Mengapa kau masih duduk di dekat jendela saat udara sedingin ini?” Alex melangkah mendekat, tetapi Helena dengan gerakan refleks yang tajam, langsung menarik diri ke balik tirai tempat tidur.“Jangan mendekat,” suara Helena rendah, frustrasi. Alex menghentikan langkahnya. Ia mengerutkan kening, merasa ada atmosfer yang aneh di udara. Ada apa dengan istri pertamanya itu?Biasanya dia selalu antusias setiap kali dia datangi. Aneh!Alex mencoba memanjangkan sumbu kesabaran. Ia berusaha tenang. “Helena, aku tidak ingin bertengkar. Mungkin kau marah karena posisimu diganti Isabella atau kau punya beban sendiri yang kau simpan—”“Berhenti menyebut namanya,” potong Helena. Kepalanya terasa berat, dan bayangan wajah Felix saat memeluknya semalam kembali menari-nari, membuatnya merasa mual.Helena m

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 233

    “Anne,” suara Helena lemah, tak seperti biasanya. Anne menggeser tubuhnya lalu meraih tangannya dengan lembut. “Yang Mulia, Anda demam. Kita harus segera panggil tabib untuk memeriksamu.”Alih-alih menjawab perkataan Anne, Helena memilih diam dan melabuhkan kepalanya pada pundaknya. Sebuah gesture yang menunjukan ‘Wahai semesta, aku merasa letih’.Mereka pun tiba di istana saat hari menjelang siang. Anne gegas mengantar Helena kembali ke ruangannya. Tak lama kemudian tabib datang. Pintu kamar tertutup rapat, menyisakan hanya Helena, Anne, dan seorang tabib tua dengan janggut putih yang sudah sering menangani urusan medis keluarga kerajaan. Helena berbaring di atas ranjang dengan tirai sutra yang disibakkan separuh. Wajahnya yang pucat pasi tertutup bayang-bayang kegelisahan.Tabib itu menarik napas panjang setelah memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Helena. Ia kemudian memeriksa suhu tubuh sang Putri dengan punggung tangannya. Alisnya bertaut.“Yang Mulia mengalami kelelahan

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 232

    Langkah kaki Alex berat saat ia memasuki koridor Istana Rose. Perkataan ibunya, sang Ratu, masih terngiang-ngiang di telinganya seperti duri yang tertanam di kulit.“Seorang pria mungkin bisa membagi perhatiannya antara istana dan wanita, Alex. Tapi sebagai suami, kau telah melupakan kewajibanmu. Helena memang tengah bermasalah. Tapi … mengabaikannya hanya akan membuat suasana istana tegang terus. Bisakah kau sedikitnya bersabar menghadapinya. Ingat, Klan Moreau takkan tinggal diam membiarkan putri mereka sengsara.”Alex menghela napas panjang. Rasa bersalah mulai menggerogoti nuraninya. Mungkin ia memang terlalu keras pada Helena. Meskipun Helena licik dan ambisius, ia tetaplah istrinya yang telah menemaninya selama tahun-tahun sulit sebelum Isabella hadir. Sebelum kekacauan terjadi juga karena dirinya. Jika dia memang tidak terbukti bersalah, maka sikapnya sudah berlebihan. Namun, jika dia terbukti korupsi dan bersekongkol dengan keluarganya, ia akan tetap bertindak tegas, memberi

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 231

    Isabella tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Alex. Bukti adanya kecurangan anggaran di istana Rose sudah berada di tangannya. Pelaku utamanya adalah Klan Moreau. Alat yang mereka gunakan adalah Helena. Lalu … sekarang Helena mengkambinghitamkan bawahannya, Gaston. ‘Wanita itu tidak berjalan sendiri. Dia adalah tangan kanan Klan Moreau. Dan, Klan Moreau sangat berjasa pada Ashmond. Alex tidak bodoh. Ia sedang berusaha mengambil keputusan yang tidak membahayakan posisi dirinya sebagai calon raja Ashmond.’“Alex, seperti yang kau tahu, aku sudah mengaudit laporan keuangan. Jika terjadi kecurangan di istana Rose. Orang yang paling bertanggung jawab adalah istri pertamamu, Putri Helena Moreau. Tapi … kita juga tidak bisa gegabah mengambil keputusan, sebelum bukti dan saksi terkumpul secara sempurna.” Isabella berkata dengan tenang. Sementara itu, Alex hanya terdiam dengan pikiran yang berisik. Beberapa kali ia memijit pangkal hidungnya. …Malam itu, Distrik Bangsawan yang biasanya ten

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 230

    Isabella tersenyum miring tatkala melihat bayangan Helena Moreau yang berada di balik rak kitab di perpustakaan. Dari celah salah satu lemari, ia bisa melihat siluet Helena yang tengah terdiam dengan pundak yang berguncang.Ia bahkan sengaja membuat suara desahannya diperkeras agar terdengar olehnya. Dan, ia berhasil membuat Helena pergi dengan menghentakkan kakinya kesal. “Alex, cukup,” bisik Isabella merasa puas. Ia mendorong dada suaminya yang bidang dengan cukup keras. Kepala pria itu masih berlabuh di ceruk lehernya, mengecup titik-titik sensitif di tubuhnya. “Kau mirip vampire, Alex.”Alex mendengus kesal. Wajah pria itu memerah dengan tatapan sayu seperti tengah menahan sesuatu. “Kalau begitu kita lanjutkan di paviliun,” jawabnya dengan suara yang serak. Ia menurunkan tatapannya pada bagian bawah tubuhnya. Sesuatu telah mengeras di bawah sana. Ia sudah tidak tahan lagi. Isabella melotot mendengarnya. Alex memang maniak. Ia tidak pernah menyangka jika suaminya yang terkenal di

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 229

    Sore itu, halaman istana terasa lebih hidup. Alex Harrington, yang biasanya tampak kaku dan dibebani urusan kerajaan, tampak berbeda saat ia menuntun kuda Apollo miliknya. Ia akan mengajak istrinya itu berkeliling area taman istana hingga ke perbatasan hutan pinus. Tidak ada pembahasan soal batu bara, tidak ada intrik politik Moreau. Hanya ada mereka berdua, sepasang suami istri yang tengah menikmati hari-hari yang indah dan romantis. Boleh lah mereka menikmati setitik ketenangan dan hiburan untuk sejenak. Alex tersenyum ketika menarik tali kekang kuda. Ingatan semalam berputar mirip gangsing. Meskipun Isabella dalam kondisi mabuk, tetapi malam itu terasa nyata. Wanita itu begitu liar menggodanya. Dia membuatnya melayang menuju nirwana. “Pangeran Alex,” panggil Isabella menatap suaminya yang sudah memerah wajahnya seperti tomat busuk. “Kau kenapa? Wajahmu merah? Kau alergi?”“Argh, tidak apa-apa. Ayo! Kita berkuda!” katanya terdengar ceria. Ingatan semalam membuatnya kurang fokus

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 10

    “Apa? Dia meminta menu yang sama seperti menu yang aku makan?” Helena mendengus kesal setelah mendapat laporan dari Jehanne. Koki itu pergi melapor pada Helena di istana Rose saat malam ketika Isabella sudah tertidur. Ia merasa takut karena ancaman Isabella yang terlihat serius dan tidak main-main

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 9

    Jamuan pagi telah usai. Isabella keluar dari balairung istana Ashmond ditemani pelayan wanita muda bernama Mona. Gadis itu bertugas melayaninya selama tinggal di paviliun Honeysuckel. “Nyonya, maafkan hamba tidak tahu kalau Anda sedang sakit. Jika tahu, hamba akan membuatkan minuman herbal untuk A

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 7

    “Apa yang kau katakan tadi?” tanya Alex singkat. Tatapannya tertumbuk ke arah pengawalnya. Pengawal itu menelan salivanya sebelum menjawab. Ia mengangkat mata lalu berusaha menjawab. “Duchess Isabella tampak bahagia ketika mendengar Yang Mulia tidak akan datang malam ini.”Seketika udara terasa me

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 8

    Alex mulai mendaratkan kecupan singkat di ceruk leher Isabella. Seketika kepala gadis itu kosong. Ia harus melakukan sesuatu atau ia kehilangan kendalinya. Alex mulai melonggarkan ikatan jubah tidurnya sendiri, memperlihatkan perut rata dengan kontur otot yang jelas. Untuk sesaat, Isabella terman

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status