MasukAku terbangun di dalam novel yang kubaca, sebagai istri kedua pangeran kejam yang mati di bab 80. Seorang wanita lemah, hanya alat untuk melahirkan pewaris, lalu dibunuh oleh permaisuri bermuka lembut. Masalahnya, jiwa di tubuh ini adalah mahasiswa Kriminologi dengan mental baja dan nalar tajam. Aku tahu cara membaca kebohongan dan tahu siapa yang akan membunuhku. Jika kematian adalah akhir yang ditulis untukku, maka aku akan mematahkan takdir itu! Kali ini, yang akan mati bukan aku.
Lihat lebih banyakSuasana aula istana Rose mendadak hening dan menegangkan. Betapa tidak, kedatangan Sophia Borbone seperti petir di siang bolong tanpa hujan. Kenapa wanita itu tiba-tiba datang? Itulah pertanyaan yang meledak di kepala Helena. “Masih ingat malam itu?” Jantung Helena terasa berhenti berdetak. Tatapannya sontak berubah tajam.Sophia hanya tersenyum untuk dianggap sekedar basa-basi. “Aku penasaran,”Ia memiringkan kepala. “Apa Tuan Felix juga masih mengingatnya?”Helena membeku tatkala mendengar perkataan Sophia. Ia baru ingat apa yang Felix ceritakan padanya. Wanita itu justru dalang di balik ramuan yang diminumnya sewaktu ia berada ditampat terkutuk itu. Wajahnya memucat seketika. Beberapa kali ia menelan salivanya yang terasa kecut. Ketika ia hendak membuka mulutnya untuk menjawab, wanita itu keburu menyelanya. “Kalau begitu, aku akan langsung ke tujuan.” Nada suara Sophia berubah lebih pelan.Mata Helena berubah tajam ke arahnya. “Kenapa kau datang tiba-tiba?”Sophia tersenyum tipis
“Alex, Isabella mendorongku.” Suara Helena terdengar merengek. Seperti biasa ia mulai memainkan sandiwara yang seringkali berhasil mengelabui suaminya. Isabella berkedip dua kali lalu ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Bahkan sampai ia melongokan kepalanya menatap semak mawar berduri. Sisi lain, Alex mengernyit. “Apa yang kau cari Bella?”Isabella menjawab dengan polos. “Pelakunya.”Helena mematung sesaat dengan wajah yang dongkol sekali. Matteo yang berdiri di belakang Alex sampai mengerjapkan matanya beberapa kali. Alex menatap Isabella tanpa berkedip. “Pelaku apa?”Isabella melenguh pelan. “Orang yang mendorong Putri Helena dong.”Alex menatap Helena lalu Isabella bergantian. “Pangeran, seharusnya aku masih berdiri sangat dekat dengan Putri Helena ketika aku mendorongnya.” Isabella menunjuk posisi mereka. “Padahal lihat ini.”Semua orang yang berada di sana tanpa sadar mengikuti arah telunjuk wanita berambut madu itu. "Aku berdiri di sini," ujar Isabella sambil menunjuk tempatny
…Helena tersenyum penuh kelegaan ketika melihat Alex tetap menyapanya. Ia berpikir bahwa tidak terjadi apa-apa. Kejahatannya pada Isabella selama Alex pergi tidak diketahui olehnya. Oleh karena itu ia menganggapnya aman saat ini. “Kau pulang ke kediaman Moreau cukup lama, Helena.” Suara Cecilia mencuri atensi di pertemuan itu. Ia mengamati wajah menantunya dengan tenang, tapi penuh praduga. Laporan terakhir dari orang suruhannya adalah Helena menjalani perawatan oleh tabib Tobias. Salah satu tabib yang terkenal cerdas dan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Namun, sebuah pertanyaan menggelitik pikirannya. Penyakit apa yang diderita oleh menantunya sampai harus berobat pada tabib itu?Helena mengalihkan pandangannya kepada Isabella. Senyum tipis terukir di bibirnya, tetapi sorot matanya terasa dingin dan penuh maksud tersembunyi."Maafkan aku, Isabella. Selama aku jatuh sakit, kaulah yang harus selalu menemani Pangeran Alex." Ia berhenti sejenak, lalu tatapannya perlahan tur
“Nyonya? Apa Anda baik-baik saja?” Mei Lin mendekati Isabella yang tampak diam setelah pertemuannya dengan ratu. Ia menangkap sesuatu yang janggal pada majikannya. Alih-alih merespon Mei Lin, Isabella membahas masalah perbincangannya dengan ratu tadi di istana utama. “Mei Lin, aku mendapat tugas dari Ratu Cecilia. Menurutku, ini tugasnya cukup beresiko karena berkaitan dengan Klan Moreau.” Mei Lin menajamkan indera pendengarannya. “Nyonya, saya siap membantu Anda.”Isabella mengangguk. “Aku mengerti, Mei. kau selalu siap membantuku karena itu tugasmu.” Ia menjeda kalimatnya sejenak. “Ini adalah kebohongan besar, Mei. Kau tahu Pangeran Alex menikahi Putri Helena karena balas jasa padanya?”Mei Lin mengangguk mantap. “Tentu saja, saya sudah tahu, Nyonya. Saya tahu bahkan ketika saya baru pertama kali menginjakan kaki di istana Ashmond.”Isabella menyipitkan matanya. “Kau tahu dari mana?”Mei Lin mengerjap. “Um, cerita itu kan menyebar begitu saja, Nyonya.”“Gosip?” ucap Isabella spont
Sore itu, halaman istana terasa lebih hidup. Alex Harrington, yang biasanya tampak kaku dan dibebani urusan kerajaan, tampak berbeda saat ia menuntun kuda Apollo miliknya. Ia akan mengajak istrinya itu berkeliling area taman istana hingga ke perbatasan hutan pinus. Tidak ada pembahasan soal batu b
Gaston membeku. Gelas anggur di tangannya bergetar, hingga cairan merah itu tumpah membasahi meja kayu yang lengket. Matanya terpaku pada pintu masuk rumah bordil itu.Tiga orang pria berseragam prajurit istana masuk dengan langkah arogan. Namun, alih-alih memasang wajah serius layaknya pengawal ke
Helena terdiam sepeninggal Alex dari paviliun. Tubuhnya merosot ke lantai. Air matanya sudah surut, tetapi amarahnya masih bergejolak dalam batinnya. “Isabella keparat!” gumamnya dengan menahan sesak di dada. Sungguh, demi apapun, ia merasa sangat menyesal karena telah memungut madunya sendiri.Me
Helena menatap pantulan dirinya di cermin perunggu paviliun yang lembap. Rambutnya yang biasanya tertata sempurna kini sedikit berantakan, meski tak bisa ditampik matanya berbinar penuh antusias. Anne baru saja berbisik di balik pintu bahwa Duke Ronald dan keluarga besar Moreau telah berdiri di ha












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat