Tatapan Alex mengeras. “Kau berani mengajukan syarat?” suaranya rendah, nyaris seperti geram yang ditahan. Sorot matanya menajam ke arah Isabella. Gegas, Isabella menunduk sopan, ke dua sudut bibirnya tertarik. Lalu ia berbicara nada lembut. “Bukan syarat, Yang Mulia. Ini hanyalah sebuah harapan di mana pernikahan tetap terjaga kehormatannya.”Rahang Alex menegang. Jemarinya yang semula bertumpu di sandaran kursi perlahan mengepal. Ia memangkas jarak di antara mereka. “Kehormatan?” ulangnya dingin. Ia mengangguk pelan. Seringai tipis muncul di wajahnya. “Kau sadar posisimu, Duchess Isabella Laurent?““Hamba sadar posisi, Yang Mulia,” jawab Isabella tanpa mengangkat kepala. “Justru karena itu, hamba hanya memohon agar hamba tidak diperlakukan lebih rendah dari seorang manusia.”Alex mendesis pelan. “Kau lupa, istana telah membelimu dari keluargamu.”Deg, Sial, Isabella Laurent lupa jika istana memberikan kompensasi besar pada keluarga Laurent. Namun, diksi ‘membeli’ rasanya terdengar
Last Updated : 2026-02-10 Read more